Legenda Takdir Ilahi

Legenda Takdir Ilahi
LTI 37 - Liang An


Beberapa hari berlalu sejak Shen Lao meninggalkan Ibukota Jiaran bersama Jia Huaran dan Ling Qiuyu. Dalam perjalanan Jia Huaran dan Ling Qiuyu tidak mengeluh, melihat itu Shen Lao merasa bangga tetapi dia ingin kondisi kesehatan mereka berdua tetap terjaga.


“Lao, apakah masih jauh? Berapa lama kita sampai ke Gunung Hitam?” Jia Huaran bertanya dengan napas yang berat. Sementara Ling Qiuyu diam dan mengatur napasnya yang tersengal-sengal.


“Masih jauh, dari yang aku dengar dua kelompok ini mendiami Gunung Hitam. Mereka sepertinya akan melakukan pergerakan.” Shen Lao memberi tanda pada Jia Huaran dan Ling Qiuyu agar berhenti. Dia sekilas melihat bayangan seseorang yang sedang pingsan.


Shen Lao langsung berlari mendekati orang itu diikuti Jia Huaran dan Ling Qiuyu dari belakang. Mereka bertiga menemukan seorang kakek berumur enam puluhan tahun yang tergeletak di tanah diiringi bunyi keroncongan dari perutnya.


Shen Lao memeriksa denyut nadi kakek itu. Dia mengetahui kakek yang sedang pingsan ini telah mencapai Tahap Puncak Pendekar Bumi.


“Jenggot kakek ini panjang...” Jia Huaran memegang jenggot putih kakek itu, segera Ling Qiuyu menepis tangan Jia Huaran.


“Huahua...” Ling Qiuyu menggelengkan kepalanya dan Jia Huaran tertawa kecil lalu menganggukkan kepalanya.


Kakek itu membuka matanya dan langsung berdiri secara perlahan, “Hoh, sepertinya aku tertidur dua hari disini. Seharusnya aku menerima tawaran Saudara Bing untuk makan disana...”


Kakek itu mengeluh dan melangkahkan kakinya menghiraukan keberadaan Shen Lao, Jia Huaran dan Ling Qiuyu.


Shen Lao melepaskan Aura Raja Naga, segera kakek itu langsung menatap tajam Shen Lao dan memberikan satu pukulan yang dipenuhi tenaga dalam.


“Senior, maaf atas kelancanganku, tetapi aku hanya ingin memastikan apakah anda dari aliran hitam atau bukan?” Shen Lao menyambut pukulan kakek tua itu dengan tenang.


“Hoh, pemuda yang menarik...” Kakek tua ini menghentikan serangannya setelah melihat sendiri Shen Lao menahan sembilan pukulan beruntun darinya.


‘Tujuh belas tahun telah mencapai pendekar bumi, selain itu aku tidak bisa merasakan kejahatan di dalam dirinya. Dia hanya memiliki ambisi dan dendam, tetapi kutukan ini...’


Bagi kakak ini, dia dapat mengetahui kutukan Shen Lao hanya dengan bersentuhan dengan tubuhnya.


“Siapa nama...” Tubuh kakek ini terjatuh.


Shen Lao mengeluarkan makanan dari Segel Ruang Tak Terbatas, dan itu membuat mata kakek ini melebar.


“Makanlah Senior, setelah itu baru kita saling berkenalan...”


Kakek ini tidak menolak. Dia menatap Shen Lao yang makan bersama Jia Huaran dan Ling Qiuyu. Selesai makan, kakek ini memperkenalkan dirinya sebagai Liang An dan berasal dari Sekte Lembah Petir, Kekaisaran Yin.


“Apakah kutukan di tubuhmu itu sungguhan? Dan siapa dua Nona Muda ini?”


Shen Lao menjelaskan singkat tentang kutukannya dan memperkenalkan Jia Huaran dan Ling Qiuyu sebagai kekasihnya pada kakek itu.


“Sebelum itu maaf karena saya belum memperkenalkan diri, namaku Shen Lao, senior.”


Liang An mengelus jenggotnya dan memandang tubuh Shen Lao. Dia mengetahui kualitas tulang dan tubuh Shen Lao sangat baik, pondasinya sangat kuat.


Yang lebih mengejutkan adalah identitas Jia Huaran dan Ling Qiuyu. Melihat dua gadis cantik ini bersamanya, seolah-olah Shen Lao ditakdirkan untuk mereka. Liang An memejamkan matanya secara bertahap dan menggumam pelan.


“Lao‘er, terimakasih telah memberikanku makanan. Bolehkah aku bertanya padamu?” Liang An bertanya, Shen Lao menganggukkan kepalanya, “Bagaimana kau bisa mencapai pendekar bumi di usia muda?”


“Akan mati jika tidak menemukan sembilan perempuan yang tulus mencintaimu, aku rasa dua Nona Muda ini masih naif dan kau menipu mereka bukan? Kemampuan dan kualitas tubuhmu bahkan di aliran hitam tidak pernah ditemukan bakat sepertimu. Aku rasa kau adalah orang yang memiliki kemampuan Sembilan Kekacauan Surgawi...” Liang An melepaskan hawa membunuh yang membuat Jia Huaran dan Ling Qiuyu kesulitan bernapas.


“Berikan aku penjelasan yang memuaskan, jika tidak aku akan membunuhmu sekarang juga!” Liang An menambahkan.


Shen Lao segera melindungi Jua Huaran dan Ling Qiuyu, kemudian dia menatap tajam Liang An.


“Senior, jangan paksa aku melakukan kekerasan karena anda telah membuat mereka berdua ketakutan!” Shen Lao melepaskan Aura Raja Phoenix yang membuat Liang An tertawa.


“Aku hanya ingin memastikan kau orang itu atau bukan. Berikan penjelasan yang memuaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman diantara kita!” Liang An berteriak.


Shen Lao menghela napas panjang, dia mengetahui jika Liang An memiliki masalah hidup tersendiri.


Shen Lao memperlihatkan isi di dalam Segel Ruang Tak Terbatas, dia memperlihatkan daging Hewan Buas dan Binatang Iblis beserta sumber daya yang melimpah.


“Apa maksudmu memperlihatkan ini padaku?” Liang An mengetahui betapa berharganya sumber daya milik Shen Lao.


Shen Lao tersenyum kecut dan menceritakan kisah pilunya yang mana membuat tubuh Liang An bergetar.


“Apa yang terjadi jika aku mengkonsumsi semua ini selama dua belas tahun?” Shen Lao menekan Aura Raja Phoenix setelah Liang An menekan aura pembunuhnya.


Liang An menggelengkan kepalanya tidak percaya. Shen Lao memiliki masa lalu yang bisa dibilang sangatlah tidak indah. Dia mengerti mengapa Shen Lao mengetahui Sembilan Kekacauan Surgawi lebih dari dirinya.


“Lao‘er, apa kau tahu aku memiliki seorang cucu perempuan. Anak dan menantuku mati karena salah satu kekuatan dari Sembilan Kekacauan Surgawi. Kita baru bertemu dan kau menolongku, bahkan menceritakan masa lalumu padaku. Dan perlu diingat, umur kalian tidak terpaut jauh...”


Jia Huaran dan Ling Qiuyu bisa mengetahui arah pembicaraan Liang An. Mereka berdua menatap Shen Lao yang berekspresi datar.


“Umur Mei‘er dua puluh tahun, bagaimana jika kau kujodohkan dengannya?”


“Senior Liang, aku menghargai maksudmu, tetapi aku sudah mempunyai mereka. Apakah cucu Senior bisa menerima kondisiku? Aku merasa tidak pantas untuknya...”


Liang An menggelengkan kepalanya, “Ternyata kau cukup pesimis. Bawalah ini, jika berkelana ke Kekaisaran Yin, aku akan mengenalkan cucuku padamu...”


Liang An langsung melompat ke udara dan menghilang dari pandangan Shen Lao setelah memberikan sebuah peta dan medali berwarna ungu bertuliskan petir dalam huruf besar.


Jia Huaran dan Ling Qiuyu menatap tajam Shen Lao. Mereka berdua merasa Shen Lao akhir-akhir ini sedang memikirkan sesuatu.


“Tuan Muda Shen, mmm...” Ling Qiuyu berdeham lembut, “Lao, mengapa akhir-akhir ini kamu melamun?”


“Lao, aku paham karena kami terlibat denganmu, kamu menjadi khawatir dengan kondisi kami. Setidaknya ceritakan masalahmu pada kami...”


Jia Huaran mengerti mengapa Shen Lao mengkhawatirkan Keluarga Jia Huaran dan Keluarga Ling Qiuyu, setelah dirinya membunuh seluruh Keluarga Zhong dan Organisasi Air Hitam. Maka sudah pasti banyak kelompok aliran hitam yang mengincar Shen Lao.


“Maaf,” ucap Shen Lao lembut. Tidak Kay lainnya, selain tangannya yang mencubit gemas pipi Jia Huaran dan Ling Qiuyu. Setelah itu dia kembali melanjutkan perjalanan bersama Jia Huaran dan Ling Qiuyu menuju Gunung Hitam.