
“Apa benar umurmu tujuh belas tahun? Aku tidak menyangka Istana Bulan Biru akan mengalami hal seperti itu! Tetapi, bagaimanapun juga aku tidak akan menyerahkan putriku padamu!” Bing Caoji memukul kepala Shen Lao, lalu tertawa pelan.
“Senior, siapa juga yang tertarik dengan Nona Bing? Aku sudah memiliki mereka, dan yang aku cari adalah perempuan yang menerima kondisiku ini.” Shen Lao membalas perkataan Bing Caoji dan membuat kakek tua itu mengerutkan keningnya.
“Apa kau yakin tidak tertarik dengan putriku?” Bing Caoji bertanya dengan suara bisikan pelan.
Shen Lao mengangkat bahunya, “Entahlah, untuk saat ini tidak, entah nanti...”
Bing Caoji tertawa mendengar jawaban Shen Lao, sementara dibelakang terlihat Bing Jinxia yang mengobrol dengan Chi Rong.
Setelah membuat kekacauan di Kota Taoyang, Shen Lao dicap sebagai dalang utama pembunuhan keluarga Walikota Kota Taoyang. Beruntung Jia Huaran memberikan surat khusus untuk ayahnya dan membela Shen Lao.
Walau tindakan Shen Lao sangat arogan, namun para penduduk Kota Taoyang sangat bersyukur karena dengan semua yang dilakukan Shen Lao, maka mereka akan bebas dari kekuasaan kejam Zhong Mengjia dan Zhong Huazhi.
“Senior, Nona Bing-”
“Panggil aku Kakek Bing saja, Lao‘er.” Bing Caoji memotong perkataan Shen Lao dan menatap jalanan besar yang ada dibawah bukit mereka tapaki.
“Kakek Bing, Nona Bing, apa menurut kalian berdua, tindakanku ini akan memicu tokoh besar Kekaisaran Ma untuk menyerang Kekaisaran Jia?” Shen Lao bertanya dengan nada serius, sekarang dia telah memiliki keluarga, walau masih muda tetapi Shen Lao tidak ingin melakukan hal yang membuat keluarganya khawatir dan dalam bahaya.
Bing Caoji mengelus jenggotnya, “Sejak awal, Kekaisaran Ma telah melakukan pergerakan secara besar-besaran. Aku rasa sumber daya yang dimiliki Lentera Iblis Tunggal dan Sekte Pedang Dosa berasal dari sana.”
Bing Caoji menambahkan jika situasi dunia persilatan lebih rumit dari yang dia kira, bahkan sekarang aliran putih dan netral saling menjatuhkan, jadi kemungkinan besar tokoh besar dunia persilatan Kekaisaran Ma memanfaatkan situasi itu untuk menyerang Kekaisaran Jia.
Setelah Bing Caoji memberikan pendapatnya, Bing Jinxia justru diam cukup lama sebelum menjawab pertanyaan Shen Lao.
“Sampai saat ini aku tidak pernah melihat orang yang bertindak gegabah seperti dirimu. Aku hanya ingin mengingatkan, jangan sampai tindakanmu membuat Saudari Chi dalam bahaya!” Jawaban Bing Jinxia tidak membuat Shen Lao puas, namun dia mengerti maksud Bing Jinxia.
____
Saat suasana malam mulai sepi, Shen Lao mendatangi Ling Qiuyu yang sedang berbincang dengan Jia Huaran. Setelah Jia Huaran tertidur, Ling Qiuyu menghampiri Shen Lao yang sedari tadi berada didekat pintu.
“Lao‘gege, dimana Rongrong?” Ling Qiuyu bertanya untuk memastikan Chi Rong telah tidur.
Shen Lao tersenyum tipis, “Rong‘er sudah tidur.” Tanpa basa-basi, Shen Lao menarik tangan Ling Qiuyu dan membawanya ke Jurang Abadi. Walau membutuhkan tenaga dalam yang besar, tetapi Shen Lao sudah tidak menahan sesuatu yang dia tahan sejak tidak menuntaskannya bersama Chi Rong di Kota Taoyang.
“Yu‘er, apa kau keberatan?” Shen Lao bertanya karena melihat ekspresi Ling Qiuyu yang terlihat kesal.
Ling Qiuyu berjalan mendahului Shen Lao dan membuka pintu kamar, “Aku tidak keberatan. Jujur, aku ingin menyusul Rongrong yang telah hamil terlebih dahulu.”
Shen Lao tersenyum cerah, “Lantas apa yang membuatmu kesal?” Shen Lao mencubit pipi Ling Qiuyu dan memeluk pinggang rampingnya.
Ling Qiuyu duduk dipangkuan Shen Lao dan menatap mata pemuda yang delapan tahun lebih muda darinya.
“Menurutmu apa yang membuatku kesal?” Ling Qiuyu menggoyangkan badannya pelan dan membuat Shen Lao meremas sesuatu dengan gemas, hingga Ling Qiuyu memekik untuk sesaat.
Shen Lao mengangkat bahunya dan menggelengkan kepalanya, sebagai tanda dia tidak mengetahui hal yang membuat Ling Qiuyu kesal.
“Dasar!” Ling Qiuyu mencubit hidung Shen Lao dan menindih tubuhnya, “Aku kesal karena keinginanmu ini membuatku seolah-olah seperti hidangan penutup!”
Shen Lao tertawa pelan mendengar ucapan Ling Qiuyu, “Hidangan penutup ini akan memakan waktu lama, jadi apakah kau siap, Yu‘er?”
Sebelum Ling Qiuyu menjawab, Shen Lao sudah melakukan aksinya. Malam yang panjang mereka lewati di Jurang Abadi.
___