
Chi Rong dan Ling Qiuyu sama-sama tersenyum sambil memeluk Binatang Roh mereka, sementara Shen Lao hanya memperhatikan kedua istrinya kemudian memusatkan perhatiannya pada Jia Huaran yang masih bermeditasi dan berada di alam bawah sadarnya.
Jia Huaran yang sekarang sedang tenggelam di alam bawah sadarnya terkejut karena dirinya terjatuh dari ketinggian. Namun tubuhnya mendarat di sesuatu yang berbulu dan alangkah terkejutnya Jia Huaran saat mengetahui dirinya menimpa cahaya berwarna ungu.
“Tunggu...” Jia Huaran tersentak kaget karena bagaimanapun dirinya sangat terkejut melihat cahaya berwarna ungu dapat menahan tubuhnya.
“Turun dari punggungku dasar gadis perawan!” Sontak Jia Huaran berdiri karena mendengar suara orang yang terdengar geram.
“Cepat turun dari punggungku! Apa kau tidak mendengarnya, gadis perawan?! Aku tidak menyangka manusia yang melakukan kontrak darah denganku adalah perempuan yang masih perawan!” Setiap perkataan yang dilontarkan cahaya berwarna ungu membuat Jia Huaran kesal.
Tanpa persetujuan Binatang Roh, Jia Huaran menggigit jari jempolnya. Dia melihat lingkaran roh yang samar-samar terbentuk di udara. Secepat kilat Jia Huaran meneteskan darahnya pada lingkaran roh dan melakukan kontrak darah dengan Binatang Roh.
“Siapa yang mengizinkanmu melakukan kontrak darah denganku?! Lingkaran roh ini hanya untuk perempuan sejati yang akan menjadi tuanku!” Jia Huaran tersenyum sinis melihat wujud Binatang Roh yang sekarang menjadi rekannya.
Wujud Binatang Roh milik Jia Huaran adalah Elang Petir. Disetiap bulu-bulu Elang Petir memancarkan aura berwarna ungu dan kilatan petir berwarna emas dan ungu secara bergantian muncul diatas punggungnya.
“Aku berharap memiliki Binatang Roh yang tidak menyebutku dengan sebutan menjengkelkan!” Jia Huaran langsung melakukan konsentrasi secara penuh dan keluar dari alam bawah sadarnya tanpa membawa Binatang Roh.
Saat Jia Huaran membuka matanya dia melihat Shen Lao yang sedang menatap dirinya penuh makna, sementara Chi Rong dan Ling Qiuyu sedang bermain dengan Binatang Roh mereka.
“Rongrong, Binatang Roh-mu menggemaskan, lihat bulunya sedikit berbeda dengan Binatang Roh-ku.” Ucap Ling Qiuyu yang sedang menggelitik tubuh Harimau Putih.
“Sebenarnya Binatang Roh-ku adalah Harimau Putih. Entah kenapa saat aku menyentuhnya, tiba-tiba tubuhnya mengecil.” Jelas Chi Rong sambil memegang dua Pasangan Kucing Roh milik Ling Qiuyu.
Ling Qiuyu sedikit terkejut mendengarnya karena dia baru mengetahui kucing putih yang sedang dia pegang adalah Harimau
Jia Huaran sedikit kesal ketika melihat Binatang Roh milik Chi Rong dan Ling Qiuyu yang terlihat menggemaskan.
“Huahua, dimana Binatang Roh-mu?” Tanya Chi Rong dan Ling Qiuyu secara bersamaan. Shen Lao yang melihat kedua istrinya hanya tersenyum tipis, sementara Jia Huaran terlihat bingung dan mencari alasan.
“Kakak Qiuqiu, Kakak Rongrong, aku telah melakukan kontrak darah dengan Elang Petir, hanya saja sekarang Elang Petir itu sedang di dalam Dunia Roh.” Jia Huaran berbohong, dan dalam sekejap Ling Qiuyu mengetahuinya. Hanya Chi Rong dan Shen Lao yang menganggukkan kepalanya.
Setelah melihat ketiga perempuan yang menjadi kebanggaannya dapat melakukan kontrak darah dengan Binatang Roh, Shen Lao langsung melakukan meditasi dan mengalirkan energi kehidupan saat melakukan konsentrasi secara penuh.
Dalam satu kali tarikan napasnya, lingkaran roh yang mengelilingi tubuh Shen Lao berwarna emas.
Secara perlahan suara-suara disekitar ditelinganya menghilang, Shen Lao mulai mencoba menyatu dengan alam bawah sadarnya yang baginya begitu menyeramkan karena dirinya terjebak di pegunungan yang penuh akah hujan dan badai.
Setelah masuk ke alam bawah sadarnya, Shen Lao mendecakkan lidahnya karena kilatan petir mencoba menyambarnya. Shen Lao hanya terus melangkahkan melewati pegunungan dan berusaha menggapai puncak ditengah hujan badai yang menerpa tubuhnya.
Shen Lao tersenyum sendiri mengingat bagaimana dirinya bertemu dengan Chi Rong hingga suatu insiden terjadi di Kota Qudong yang menyebabkan hubungan keduanya semakin dekat.
Saat Shen Lao memikirkan itu, hembusan angin yang memutar dan secara perlahan menjadi badai menghempaskan tubuhnya. Shen Lao menajamkan matanya menatap tajam hembusan angin tersebut.
“Sepertinya Binatang Roh yang memiliki kecocokan denganku cukup merepotkan...” Shen Lao melepaskan aura pembunuh karena mereka hawa mencekam aura intimidasi dari hembusan angin, “Apa mereka bertiga mengalami seperti ini?”
Shen Lao terbang dengan kecepatan tinggi menghindari hembusan angin yang dalam sekejap menjadi badai. Pegunungan yang sekarang sedang menjadi tempat berpijak Shen Lao dipenuhi badai dan tentu saja itu membuat Shen Lao memilih terbang tinggi untuk melihat apa yang ada di puncak pegunungan.
“Sebenarnya makhluk apa yang akan menjadi Binatang Roh-ku?” Shen Lao berkata sambil mempersingkat jarak untuk mencapai puncak pegunungan, “Hewan apa yang bisa menciptakan badai seperti ini-”
Shen Lao tidak menyelesaikan perkataannya karena ketika puncak pegunungan sudah didepan matanya, dia melihat Naga Emas terbang dengan kecepatan tinggi ke arahnya.
Shen Lao melapisi tubuhnya dengan aura, kemudian melepaskan tenaga dalam yang dahsyat sebelum menahan kepala Naga Emas.
“Bau badan ini?” Naga Emas berbicara dan matanya menatap ke arah Shen Lao yang sedang memegang kepalanya, “Manusia, wangi tuhuhmu ini seperti campuran dari dua orang perempuan. Aku tidak menyangka manusia yang akan datang kepadaku gemar mempermainkan perasaan perempuan...”
Shen Lao mengangkat alisnya, “Hah? Jika kau berbicara tentang Rong‘er dan Yu‘er. Mereka berdua adalah istriku. Dan satu lagi, berhentilah mengendus badanku!”
Shen Lao menendang kepala Naga Emas namun justru dirinya yang terpental ke lereng pegunungan. Tubuhnya bersimbah darah, bahkan Shen Lao tidak menyangka jika dirinya masih jauh dari kata kuat.
Naga Emas hanyalah cerita legenda, namun Shen Lao tidak memungkiri butuh kekuatan yang besar untuk dapat bertarung bersama makhluk dalam legenda yang akan menjadi Binatang Roh-nya itu.
“Manusia, bagaimana jika kita buat perjanjian. Aku akan menjadi Binatang Roh-mu, dan kau harus membantuku menemukan Naga Biru sialan itu. Jika kau bersedia, maka buatlah kontrak darah denganku!” Perkataan Naga Emas membuat kedua mata Shen Lao melebar. Karena bagaimanapun Shen Lao mengira dirinya tidak akan melakukan kontrak darah dengan Naga Emas, tetapi Naga Emas itu sendiri yang mengajukan kontrak darah dengannya.
“Naga Biru? Apakah dia pasanganmu?” Shen Lao bertanya sambil melihat badannya yang bersimbah darah. Dia menggelengkan kepalanya pelan karena menyadari bagaimana kemampuan Naga Emas.
“Pasangan? Jangan bercanda! Naga Biru sialan itu akan kuajak bertarung!” Suara Naga Emas terdengar kesal, “Beraninya dia menerima kontrak darah dengan manusia perempuan saat sedang bertarung denganku!”
Shen Lao memasang ekspresi datar karena mendengar penjelasan Naga Emas, ‘Makhluk legenda ternyata mempunyai sisi seperti ini...’
“Teteskan darahmu di lingkaran roh-ku. Setelah itu kita akan mencari Naga Biru sialan itu!” Ucap Naga Emas tergesa-gesa. Shen Lao hanya menggelengkan kepalanya sebelum menggigit jari jempolnya, kemudian meneteskan darahnya pada lingkaran roh.
Perlahan lingkaran roh yang terkena darah Shen Lao berwarna emas dan menyerap tubuh Shen Lao kedalamnya.
“Tunggu... Aku lupa menjelaskan-” Naga Emas panik dan hendak menarik Shen Lao dengan hisapan mulutnya tetapi Shen Lao sudah menghilang dari alam bawah sadarnya.
“Aku lupa jika manusia itu tidak cukup mengendalikan kekuatanku! Seharusnya aku bersemayam ditubuhnya!” Naga Emas berteriak sebelum mengepakkan sayapnya menciptakan badai dan hujan petir yang menyambar pegunungan.