
Setelah mendengar penjelasan pemilik kapal yang ditumpanginya, Shen Lao merasa heran karena Kota Taoyang terlihat damai dan aman, bahkan rakyat yang tinggal didalamnya bisa dibilang makmur dan sejahtera.
‘Hmmm?’ Shen Lao memperhatikan Kota Taoyang dengan seksama. Namun selang beberapa saat, Shen Lao melihat banyak orang yang terlihat murung dan ketakutan.
Kebanyakan penduduk menatap Shen Lao iba karena berjalan bersama Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran. Melihat reaksi tak terduga itu, Shen Lao tersenyum tipis.
“Ada yang salah disini. Siapa keluarga bangsawan yang menguasai Kota Taoyang, Yu‘er?” Shen Lao bertanya pada Ling Qiuyu.
“Mereka berasal dari keluarga Zhong.” Ling Qiuyu menjawab singkat.
“Jadi masih ada yang hidup. Kalau begitu, aku tinggal menunggu mereka mencari masalah denganku.” Shen Lao tertawa pelan dan Chi Rong memukul punggungnya.
“Jangan membuat keributan!” Dengan tegas Chi Rong menatap Shen Lao.
“Kalau begitu malam ini...” Shen Lao tersenyum penuh makna dan berbisik pelan, Chi Rong menanggapinya santai.
“Baiklah, malam ini aku akan menemanimu, Gege.” Mendengar ucapan Chi Rong, Shen Lao terkejut karena Chi Rong terlihat sedang menahan sesuatu.
Sesampainya disebuah penginapan, Ling Qiuyu memesan dua kamar. Kamar pertama digunakan Shen Lao, sementara kamar kedua digunakan Chi Rong, Jia Huaran dan dirinya.
“Aku duluan.” Ketika mengetahui penginapan ini memiliki pemandian air panas, Jia Huaran terlihat antusias dan bergegas menuju pemandian air panas disusul Ling Qiuyu dari belakang.
Setelah melihat Jia Huaran dan Ling Qiuyu menjauh, segera Shen Lao memeluk tubuh Chi Rong penuh kelembutan dari belakang.
Satu tangan mengelus perutnya, sementara tangan yang lain mulai bekerja meremas lembut dan memilin sesuatu yang membuat Chi Rong mendesah.
“Gege, akhir-akhir ini aku...” Chi Rong memerah wajahnya dan membisikkan sesuatu yang membuat Shen Lao tersenyum.
“Aku tidak ingin mengganggu perkembangan bayi kita...” Shen Lao melepas pelukannya dan menarik lembut tangan Chi Rong menuju kamar, “Jadi, kita lakukan ini dengan cepat.”
____
Dikamar kedua terlihat berbagai hidangan telah disajikan, Shen Lao dan Jia Huaran menyantap hidangan dengan antusias, sementara Ling Qiuyu terlihat sedang mengobrol dengan Chi Rong.
Tak lama Jia Huaran berdiri menghampiri Chi Rong dengan membuatku makanan khusus serta minuman, “Kakak Rongrong, biarkan aku memujamu setelah kamu makan malam.”
Chi Rong mengangguk pelan dan mulai menyantap hidangan buatan Jia Huaran. Selang beberapa menit, Ling Qiuyu makan malam disamping Shen Lao.
“Lao‘gege, aku tahu kau habis melakukannya dengan Rongrong bukan?” Ling Qiuyu dengan pelan bertanya untuk memastikan.
Shen Lao tersedak, “Ah, apa yang kau bicarakan Yu‘er?”
Ling Qiuyu mencubit paha Shen Lao cukup keras, “Berhenti bersikap bodoh!”
Melihat raut wajah Ling Qiuyu, Shen Lao menggelengkan kepalanya pelan, ”Sebentar malam giliranmu Yu‘er. Aku ingin menyelesaikan hal yang belum sempat kuselesaikan.”
Mendengar ucapan Shen Lao, kini giliran Ling Qiuyu yang tersedak. Ling Qiuyu memalingkan wajahnya yang memerah.
Terlihat beberapa orang berwajah garang mendampingi pria berbadan tegap menghampiri kamar yang ditempati Shen Lao.
“Pemuda, berikan tiga perempuan itu padaku. Aku akan membayarmu mahal.” Sambil melempar dua kantong berisi emas, pria itu tersenyum menyeringai menatap Ling Qiuyu dan Chi Rong secara bergantian penuh nafsu.
Shen Lao berdiri dan menendang tubuh pria itu, lalu menutup pintu, “Rong‘er, Yu‘er, Hua‘er, bisakah kalian kutinggal sebentar. Aku ada sedikit urusan.”
“Jangan membuat keributan ditempat ini! Aku ingin tidur!” Chi Rong melepaskan hawa dingin dan menatap tajam Shen Lao.
“Aku akan melaporkan kejadian ini pada Ayah.” Jia Huaran justru menanggapi santai dan kembali memijat kaki Chi Rong.
“Hati-hati, Lao‘gege...” Ling Qiuyu menutup pintu kamar dan tersenyum.
Shen Lao melepaskan aura pembunuh berjumlah besar kearah pria yang diduga anak Walikota Kota Taoyang.
“Kita selesaikan ini diluar!” Dengan mata yang tajam, Shen Lao menarik kerah baju anak Walikota Kota Taoyang yang bernama Zhong Huazhi, lalu melemparkannya ke jalanan.
Beberapa pria berwajah garang menyerang Shen Lao dari belakang setelah mengejarnya, namun dalam sekejap tubuh mereka terpotong.
“Keluarlah!” Shen Lao menyadari ada kejanggalan saat pemilik kapal menceritakan kebusukan Zhong Huazhi.
Terlebih penginapan yang dia sewa begitu sepi, dan tidak ada penduduk yang mendekat setelah Zhong Huazhi datang.
“Tuan Muda, serahkan Tuan Putri Jia Huaran! Maka aku akan membiarkanmu hidup setelah aku mencicipi dua istrimu itu!” Pemilik kapal yang ditumpangi Shen Lao datang bersama ratusan pendekar berjubah merah.
Shen Lao tersenyum menyeringai, “Kau pikir dirimu ini berbicara dengan siapa hah?!”
“Majulah, malam ini akan kupastikan kalian mati dengan mengenaskan!” Shen Lao melepaskan aura tubuhnya berjumlah besar.
“Ketua Kong, para petinggi yang mengejar gadis itu telah mati-” Salah satu pendekar berjubah merah mati membeku sebelum menyelesaikan perkataannya.
“Kalian telah berbuat salah jika mencari masalah denganku!” Kakek tua yang tak lain adalah Bing Caoji berdiri ditengah-tengah pendekar berjubah merah setelah membunuh.
“Senior!”
“Anak muda!”
Shen Lao dan Bing Caoji sama-sama terkejut.
“Jadi ada urusan apa kau dengan mereka?” Bing Caoji melepaskan hawa dingin berjumlah besar saat puluhan pendekar berjubah merah mengepungnya.
“Mereka mengganggu istriku, jadi aku ingin sedikit perhitungan pada para bedebah sialan ini!” Shen Lao membentuk puluhan pedang tak kasat mata, sementara Bing Caoji tersentak kaget.
“Hah? Istri? Apa yang dibicarakan anak muda ini?” Bing Caoji kebingungan mendengar ucapan Shen Lao.