
Shen Lao melihat jelas bagaimana Rantai Neraka Suci menembus jantung Ma Xuruo. Tidak sampai disitu saja, Rantai Neraka Suci mengikat tubuh Ma Xuruo, sementara ujungnya yang membentuk lubang, terpasang dijari tengah Shen Lao.
“Senjata dan semua pusaka yang kusimpan dalam Segel Ruang Tak Terbatas bukanlah pusaka berasal dunia ini. Lantas bagaimana aku bisa menepati janjiku ini...” Shen Lao bergumam pelan saat Rantai Neraka Suci melilit tubuh Ma Xuruo hingga hancur.
Chi Rong melihat Shen Lao menghabisi Ma Xuruo dengan Rantai Neraka Suci yang sekarang sedang pemuda itu masukan kembali ke dalam Segel Ruang Tak Terbatas.
Selang beberapa detik, Chi Rong kembali merasakan ada sesuatu yang terjadi pada badannya, dengan berjalan pelan mendekati Shen Lao, Chi Rong justru tanpa sengaja memuntahkan semua isi perutnya.
Shen Lao terkejut dan segera menoleh ke belakang, lalu dirinya merasa seluruh kekuatan dalam tubuhnya menghilang. Tetapi nalurinya sebagai seorang lelaki membuat Shen Lao memaksakan kondisi tubuhnya untuk bergerak.
Tangannya memegang tubuh Chi Rong dan menatap wajah Chi Rong yang memucat.
“Gege, aku tidak enak badan. Perutku terasa mual dan kenapa lidahku terasa mati rasa?” Chi Rong dengan ekspresi wajah yang kebingungan bertanya sambil menatap wajah Shen Lao lurus.
Shen Lao menatap Chi Rong, wanita cantik dari Istana Bulan Biru dengan khawatir.
“Rong‘er, aku akan membawamu kembali ke Ibukota Jiaran. Bertahanlah sebentar...” Shen Lao mengecup kening Chi Rong dan menggendong tubuh istrinya dari depan.
___
Semua mata prajurit militer Kekaisaran Ma tertuju pada Shen Lao yang menggendong Chi Rong. Setiap orang yang mendekati pasangan itu akan mati ditangan Kakek Nue dan Feng En.
“Tuan Muda, mengapa malam ini anda terlihat berbeda dari biasanya?” Kakek Nue bertanya karena biasanya dia melihat sisi dingin dan kejam Shen Lao, namun malam ini pemuda itu bisa dibilang lebih manusiawi karena bertarung dengan bekerjasama bersama istrinya untuk mengalahkan dua pendekar bumi dari Kekaisaran Ma.
Shen Lao sendiri tidak mengetahui alasannya secara pasti, namun satu hal yang dia pikirkan. Semua kekuatannya terserap oleh Chi Rong. Hanya itu yang dia pikirkan.
Mendengar penjelasan Shen Lao, Kakek Nue dan Feng En melindungi pemimpin Sembilan Harta Phoenix itu sebisa mungkin. Hingga akhirnya masih ada ratusan prajurit militer Kekaisaran Ma yang melarikan diri dari Benteng Angin Utara.
Kebanyakan prajurit militer Kekaisaran Ma yang melarikan diri ini akan menyebarkan rumor pasangan pendekar phoenix ke Kekaisaran Ma maupun Kekaisaran Jia.
Dengan pertempuran di Benteng Angin Utara membuat sisa-sisa prajurit militer Kekaisaran Ma yang melarikan diri memilih untuk bekerja dibawah militer Pangeran Kekaisaran Ma yang lain.
Kisah pasangan pendekar phoenix membuat banyak pendekar yang telah malang melintang di dunia persilatan penasaran dengan kebenarannya. Namun kebanyakan dari mereka menganggap rumor ini tidak lebih dari sekedar kepalsuan.
___
Lima hari setelah pertempuran malam di Benteng Angin Utara, suasana di Sembilan Harta Phoenix penuh akan kebahagiaan.
Shen Lao merasa sangat bahagia setelah mendengar ucapan Yao Ran tentang kondisi tubuh yang dialami Chi Rong. Wanita dari Istana Bulan Biru tidaklah sakit ataupun terluka, melainkan didalam rahim Chi Rong terdapat benih cinta Shen Lao dan Chi Rong.
“Lao‘er, Rong‘er sedang hamil muda dan kamu akan menjadi seorang ayah diusia yang begitu muda. Istrimu tidaklah sakit, dia hamil...” Bisik Yao Ran lembut sambil tersenyum tipis, lalu menjelaskan kabar ini pada Chi Sumei dan semua orang yang hadir melihat Chi Rong.
Shen Lao berusaha menyembunyikan keterkejutannya setelah mengetahui Chi Rong hamil karena dia akan menjadi seorang ayah diusia muda, tetapi kebahagiaannya melebihi keterkejutannya sehingga saat Shen Lao mengusap keringat yang membasahi Chi Rong dan tersenyum bahagia. Pemuda ini tanpa sadar meneteskan air mata.
“Gege, aku hamil...” Ucap Chi Rong malu-malu. Bagaimanapun Chi Rong tidak menyangka akan menjadi seorang ibu diusia muda. Dan sosok ayah dari anaknya kelak tidak lebih dari seorang pemuda yang lebih muda darinya.
Ditengah-tengah kebahagiaan itu Ling Qiuyu dan Jia Huaran mendekat dan memberikan ucapan selamat pada Shen Lao maupun Chi Rong.
Chi Rong melihat wajah Ling Qiuyu dan Jia Huaran dengan seksama, tak lama dia menatap Shen Lao yang tersenyum bahagia menatap dirinya.
Dengan lembut tangan Chi Rong mengelus perutnya, kemudian dia menagih janji Shen Lao yang akan menikahi Ling Qiuyu setelah menyelesaikan masalah di Benteng Angin Utara.
Shen Lao terkejut mendengarnya, “Rong‘er, tetapi...” Belum menyelesaikan perkataannya, jari telunjuk Chi Rong mendarat dibibir Shen Lao.
“Gege...” Chi Rong berkata dengan lembut. Shen Lao yang melihat tatapan Chi Rong sudah mengerti.
Bersamaan dengan kebahagiaan karena Chi Rong telah dinyatakan hamil, pernikahan Shen Lao dan Ling Qiuyu akan dilaksanakan secepatnya.
Shen Lao menatap tiga perempuan yang saling bercanda, Ling Qiuyu dan Jia Huaran tidak henti-hentinya merasa khawatir saat mengetahui Chi Rong benar-benar telah hamil.
“Lao‘er, terimakasih karena telah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab.” Ling Xie memegang pundak Shen Lao singkat karena bagaimanapun anak perempuannya akan menikah dengan Shen Lao dalam waktu dekat.
Tak lama Chi Sumei berjalan mendekat, “Aku tidak menyangka cucuku akan hamil dan menjadi seorang ibu...” Chi Sumei tidak dapat menahan air matanya. Air mata yang mengalir dari Matriark Istana Bulan Biru ini adalah air mata kebahagiaan.
Chi Sumei mengatakan kepada Shen Lao jika di Kekaisaran Jia terdapat dua pendekar muda perempuan jenius yang menjadi incaran banyak pendekar hebat. Chi Rong salah satunya, sementara yang lainnya adalah anak dari Patriark Gunung Es Utara.
Pernikahan Shen Lao dan Chi Rong dilakukan secara tertutup, tentu banyak yang tidak mengetahui kabar jika Chi Rong Peri Bunga dari Istana Bulan Biru telah menjadi istri sah Shen Lao. Terlebih Chi Rong telah mengandung anak dari Shen Lao.
Tentu saja jika kabar ini tersebar akan menimbulkan pergejolakan hebat karena semua pria yang memiliki perasaan terhadap Chi Rong akan memburu Shen Lao.
Shen Lao menyadari hal ini, dan dia tidak menyangka jika sang buah hati yang masih berada dalam rahim Chi Rong menyerap seluruh kemampuannya. Sekarang dia mengerti mengapa dirinya tidak dapat bertarung seperti biasanya di Benteng Angin Utara.
“Aura bahkan tenaga dalamku diserap...” Shen Lao bergumam pelan sebelum bergabung bersama Ling Qiuyu dan Jia Huaran yang sedang mengobrol dengan Chi Rong.
Semua orang yang hadir di Sembilan Harta Phoenix tersenyum bahagia ketika melihat anak mereka tertawa lepas. Orang tua Jia Huaran dan orang tua Ling Qiuyu menyaksikan putri mereka yang sedang mengobrol dengan Shen Lao dan Chi Rong.
Ditengah-tengah kebahagiaan ini, Shen Lao mengatakan sesuatu kepada Chi Rong, Ling Qiuyu dan Jia Huaran. Shen Lao mengatakan niatnya jika dirinya besok akan menikahi Ling Qiuyu.
Mendengar perkataan itu, Chi Rong dan Jia Huaran tersenyum. Sementara Ling Qiuyu hampir menangis karena semenjak kepergian Shen Lao dan Chi Rong, Chi Sumei, Ling Xie, Hua Ruoruo dan Yao Ran sudah menyiapkan semuanya. Terutama Ling Xie dan Hua Ruoruo karena bagaimanapun ini besok adalah momen bersejarah dalam hidup mereka untuk menyaksikan Ling Qiuyu menjadi pendamping hidup Shen Lao.