
Chi Rong memimpin pendekar dari Istana Bulan Biru untuk menekan pergerakan pendekar dari Sekte Pedang Dosa. Sudah berapa nyawa pendekar yang mati ditangannya. Namun situasi di luar kemampuannya karena lima puluh pendekar agung yang sedang bertarung melawan Tetua Istana Bulan Biru cepat atau lambat akan menembus pertahanan terkuat Istana Bulan Biru.
Chi Rong mengayunkan pedangnya membuat pendekar dari Sekte Pedang Dosa menjaga jarak darinya. Nyatanya kecantikan Chi Rong dapat membuat mereka bergidik ketakutan karena kemampuannya.
“Gadis cantik, aku akan menangkapmu hidup-hidup!”
Hei Wu datang dengan kecepatan tinggi dan mendaratkan pukulan tepat di perut Chi Rong. Tubuh Chi Rong terpental dan mulutnya memuntahkan darah segar.
“Peri Bunga, apa kau ingin melihat keputusasaan dari para saudari-saudarimu?” Hei Wu menotok bagian tubuh Chi Rong dan mengunci pergerakannya.
“Kalian semua lihat bagaimana aku menaklukkan gadis ini di tengah-tengah pertempuran!”
Chi Rong meneteskan air mata ketika melihat raut wajah Chi Sumei yang putus asa. Neneknya mendapatkan luka dalam yang mematikan karena di keroyok oleh Ruo Niu dan Zhi Lhuo.
“Rong‘er!” Chi Sumei hendak bergerak ke arah Chi Rong, namun Ruo Niu dan Zhi Lhuo tidak akan membiarkannya dan menghentikan pergerakannya.
“Matriak Istana Bulan Biru, cucumu itu akan menjadi santapan lezat pria yang ada disini!” Ruo Niu mendaratkan pukulan pada perut Chi Sumei. Sementara Zhi Lhuo melancarkan tebasan menyilang dari kejauhan.
Semangat tempur pendekar dari Istana Bulan Biru melemah setelah melihat langsung Chi Sumei, Tetua Istana Bulan Biru dan Chi Rong sudah dikalahkan.
Chi Rong tidak dapat menggerakkan tubuhnya, melihat Hei Wu yang datang menghampirinya, perlahan air mata membasahi pipinya. Gadis ini mengumpat perbuatan setiap orang-orang yang selalu menilai dirinya dan saudari-saudarinya hanya sebagai seonggok daging.
Saat Chi Rong meneteskan air matanya dan menatap tajam Hei Wu, dia mengingat bayangan Shen Lao. Dalam hatinya dia ingin bertemu sekali lagi dengan pemuda itu.
‘Shen Lao!’ Chi Rong membatin penuh perasaan memanggil nama pemuda yang menghangatkan hatinya.
Saat Chi Rong pasrah, begitu juga dengan pendekar dari Istana Bulan Biru, suasana tiba-tiba menjadi hening. Semua langsung berusaha menatap ke arah udara. Disana mereka melihat seorang pemuda yang datang bersama dua gadis cantik yang memeluk tubuhnya.
Aura Raja Naga memenuhi Kediaman Istana Bulan Biru ketika Shen Lao, Jia Huaran dan Ling Qiuyu berpindah tempat ke Istana Bulan Biru.
Tidak ada satupun pendekar yang mengayunkan senjatanya lagi. Semua menjadi waspada dan tidak bergerak sembarangan karena pemuda yang terbang di atas udara merupakan pendekar bumi.
“Roh Phoenix!”
Shen Lao melepaskan kemampuan dari Dewa Phoenix. Dua sayap berapi-api berwarna merah dan biru muncul di punggungnya, sementara setiap bagian tubuhnya dipenuhi api berwarna merah dan biru.
Shen Lao terbang rendah dan langsung melepaskan tendangan tepat di wajah Hei Wu. Dia menurunkan Jia Huaran dan Ling Qiuyu, kemudian menatap dingin seluruh pendekar laki-laki yang sedang menjaga jarak darinya.
Hei Wu merapatkan giginya geram, “Saudaraku, kau berada di pihak siapa? Apakah kau juga tertarik pada Peri Bunga ini?!”
“Lao, mereka dari Kekaisaran Ma...” Ling Qiuyu berbisik lembut di telinga Shen Lao.
Shen Lao menganggukkan kepalanya pelan, “Kekaisaran Ma? Jadi pendekar disana pasti dari Sekte Pedang Dosa. Aku tidak menyangka kalian akan datang ke tempat kebanggaanku...”
‘Sepertinya kondisi tubuh Chi Rong yang sebenarnya tidak diketahui oleh beberapa pendekar...’ Shen Lao menghampiri Chi Rong dan menotok bagian tubuhnya. Kemudian dia menyeka air mata gadis itu, “Terimakasih karena sudah percaya padaku...”
“Tetaplah berada di dekat Hua‘er dan Yu‘er...” Setelah berkata demikian, Shen Lao menarik Pedang Dewa Malam dari Segel Ruang Tak Terbatas.
Shen Lao menyadari ada dua pendekar bumi lainnya, sementara pendekar agung dan pendekar dari Sekte Pedang Dosa tidak dapat dia atasi sendirian.
“Hua‘er, gunakan pil milikku ini dan bantu pendekar dari Istana Bulan Biru...” Mata Shen Lao tertuju pada pendekar bumi dan pendekar agung, “Dan Yu‘er, kamu bantu Hua‘er...”
Jia Huaran dan Ling Qiuyu mengikuti perkataan Shen Lao, mereka berdua langsung mengambil beberapa pil dari Cincin Ruang. Sementara Chi Rong terkejut karena Shen Lao telah memiliki dua gadis cantik yang bersamanya, yang lebih mengejutkan adalah identitas Jia Huaran.
“Aku akan membantu kalian berdua...” Chi Rong nampak malu. Tangannya ditarik lembut oleh Jia Huaran dan Ling Qiuyu.
“Jia? Sepertinya gadis itu anak dari Kaisar Jia. Ini lebih menarik!”
Ketika Hei Wu bergerak dengan kecepatan tinggi dan melepaskan tendangan mematikan, Shen Lao langsung menyambut dan menekan pergerakan pendekar yang lain dengan melepaskan Aura Raja Naga.
Pertukaran serangan terjadi secara singkat, Hei Wu terkejut karena umur Shen Lao begitu muda dan telah mencapai Pendekar Bumi Tahap Awal. Selain itu setiap pukulan dan tendangannya sangat bertenaga dapat ditahan olehnya.
“Kemampuanmu cukup mengejutkan! Tetapi pada dasarnya kau terlalu muda!” Hei Wu melepaskan aura pembunuh lebih besar, dan raut wajahnya semakin serius dan meremehkan di saat yang bersamaan.
Hei Wu bergerak lebih cepat, namun Shen Lao dapat membaca gerakannya dan mencekik leher Hei Wu, lalu membawanya ke atas udara.
“Kau melihatnya kah?” Shen Lao menyeringai saat melihat raut wajah Hei Wu terkejut.
Hei Wu melihat seribu pedang tak kasat mata terbang menuju ke arahnya. Segera dia melepaskan cekikan Shen Lao dan melepaskan tebasan yang dipenuhi energi pedang.
“Seni Napas Phoenix!” Shen Lao mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar pada bilah pedangnya, “Teknik Pertama Pedang Dewa Malam ~ Satu Cahaya Mengoyak Kegelapan!”
Bersamaan dengan seribu pedang yang melesat cepat ke arah Hei Wu, tebasan pedang Shen Lao yang dipenuhi tenaga dalam dan energi pedang mengarah semuanya ke satu arah, yakni Hei Wu.
“Teknik ini?!” Teknik yang digunakan Shen Lao merupakan jurus tingkat tinggi. Hei Wu tidak berpikir panjang dan mengalirkan tenaga dalam beserta aura tubuh dalam jumlah besar ke bilah pedangnya.
“Bintang Panas Merintih!”
Hei Wu menghancurkan lima ratus pedang Shen Lao dan mementahkan tebasan pedang Shen Lao yang dipenuhi energi pedang.
BOOOMM!!!
Ledakan dan gelombang kejut tercipta di udara. Pemandangan api yang meluap-luap disertai ledakan aura yang keras memenuhi langit Istana Bulan Biru yang bersalju.