
Pegunungan Suxue merupakan wilayah yang dipenuhi salju dan setiap tahunnya selalu memiliki iklim musim dingin. Pegunungan Suxue merupakan tempat kediaman Istana Bulan Biru, salah satu sekte aliran putih terbesar di Kekaisaran Jia.
Istana Bulan Biru merupakan sekta yang seluruh anggotanya adalah perempuan. Selama beberapa puluh tahun terakhir, Istana Bulan Biru melarang perempuan untuk berhubungan dengan laki-laki semenjak Chi Sumei menjabat sebagai Matriark.
Chi Sumei merupakan nenek dari Chi Rong. Tindakan Chi Sumei membuat larangan khusus karena masa lalunya.
____
Di halaman Kediaman Istana Bulan Biru sedang diadakan pertemuan seluruh anggota Istana Bulan Biru karena tim pendekar yang menjaga beberapa titik pintu masuk Pegunungan Suxue menemukan kedatangan penyusup.
Saat semua pendekar perempuan sedang saling berbisik, mereka langsung diam setelah melihat langsung kedatangan Chi Sumei yang datang bersama seorang gadis cantik di sampingnya.
Kulitnya seputih salju dan memiliki kecantikan yang sulit ditandingi bagi pendekar perempuan di Kekaisaran Jia. Perempuan yang menandingi kecantikannya hanya anak dari Patriark Gunung Es Utara, teman kecil Chi Rong yang memilki julukan Dewi Es.
“Memberi hormat pada Matriark!”
Chi Sumei memasang ekspresi wajah serius. Setelah mendengar kabar kedatangan tiga pendekar bumi, ini merupakan masalah terbesar yang dialami Istana Bulan Biru dan Pegunungan Suxue.
“Saudari-saudari sekalian, Istana Bulan Biru telah mendiami Pegunungan Suxue selama ratusan tahun dan tidak pernah sekalipun kita meninggalkan tanah bersalju ini...” Chi Sumei menatap seluruh anggotanya yang berkumpul di halaman, “Mungkin ini agak kasar bagi seorang perempuan mengatakan ini, tetapi siapapun yang berani mengusik tanah ini. Maka kita harus pastikan orang itu mati!”
Perkataan Chi Sumei membuat para pendekar perempuan merasa ini adalah situasi yang genting. Dan benar saja, ketika Chi Sumei memerintahkan Chi Rong untuk mengatur para pendekar, sebuah ledakan disertai asap berwarna merah memenuhi pintu masuk kediaman Istana Bulan Biru.
“Rong‘er, jika aku tidak dapat menahan mereka. Pastikan kau pergi bersama yang lainnya...” Chi Sumei bisa merasakan aura tiga pendekar bumi ini memiliki kemampuan yang sama dengannya bahkan lebih.
“Nenek...” Chi Rong mengepalkan tangannya karena bisa mengetahui dan merasakan apa yang sedang Chi Sumei pikirkan.
“Serangan! Serangan!”
Teriakan pendekar perempuan yang berhasil menghindari serangan dadakan dari penyusup mengingatkan.
Pada saat yang sama, tiga pendekar bumi sedang menyaksikan bagaimana pendekar yang menjadi bawahan mereka mengamuk di bawah sana.
“Perempuan di Istana Bulan Biru menjadi aset berharga bagi kita. Terutama kecantikan Peri Bunga ini, aku pastikan dia jatuh ke tangan kita...” Pria sepuh yang sedang melayang di udara tersenyum penuh percaya diri.
“Saudara Hei, Peri Bunga akan ku teliti tubuhnya demi keawetan tubuhku ini...” Perempuan berumur sembilan puluh tahun berpenampilan wanita paruh baya mengedipkan matanya.
Sementara satu pendekar bumi dari Sekte Pedang Dosa yang bernama Zhi Lhuo hanya diam. Dia tidak menyangka akhirnya dapat menemukan keberadaan Istana Bulan Biru di Pegunungan Suxue.
Selesai membuat kekacauan, lima puluh pendekar agung di bawah sana menunduk pada pria sepuh bernama Hei Wu dan perempuan bernama Ruo Niu.
“Ratakan Istana Bulan Biru dan rampas sumber dayanya! Tetapi jangan bunuh perempuan disini, karena kalian tahu sendiri bukan? Mereka adalah permata yang tersegel di pegunungan!” Hei Wu tertawa lantang. Sementara Ruo Niu mengembungkan pipinya.
Hei Wu dan Ruo Niu memiliki hubungan khusus, sehingga Ruo Niu selalu menjaga penampilannya agar Hei Wu tetap membagi cinta untuk dirinya.
“Kalian dari Sekte Pedang Dosa bantu pendekar dari Kekaisaran Ma! Mereka adalah rekan kita!” Zhi Lhuo yang sedari tadi diam memberikan perintah pada seratus pendekar raja dan pendekar kaisar dari Sekte Pedang Dosa.
Ratusan pendekar langsung bergerak untuk menaklukkan Istana Bulan Biru. Dari pintu masuk, para pendekar dari Kekaisaran Ma dapat menangkap pendekar perempuan dengan mudah.
Dalam waktu yang singkat, anggota Hei Wu dan Ruo Niu mengepung dari segala arah pintu keluar Istana Bulan Biru. Pasukan yang dibawa Hei Wu dan Ruo Niu ini mampu meratakan Istana Bulan Biru, bahkan mengguncang dunia persilatan Kekaisaran Jia.
Tetapi pergerakan Hei Wu dan Ruo Niu terhenti saat Chi Sumei datang membuat badai salju yang menghempaskan puluhan pendekar agung.
Chi Sumei datang bersama para Tetua Istana Bulan Biru yang telah mencapai pendekar agung. Jumlah pendekar yang dibawa Chi Sumei tidak sepadan dengan pasukan yang dibawa Hei Wu dan Ruo Niu, tetapi perlu diingat kembali karena Chi Sumei merupakan salah satu dari Pendekar Empat Penjuru Kekaisaran Jia.
Ketika Chi Sumei mulai menghentikan pergerakan pendekar gabungan dari Kekaisaran Ma dan Sekte Pedang Dosa, Zhi Lhuo langsung turun ke bawah dan menarik pedangnya yang berwarna merah.
“Saudari Chi, lama tidak berjumpa.” Zhi Lhuo mengalirkan tenaga dalam berjumlah besar.
Chi Sumei juga menarik pedangnya, “Aku tidak menyangka kalian akan membantu orang-orang dari Kekaisaran Ma menginjakkan kaki disini!”
Dalam waktu yang bisa dibilang singkat, Chi Sumei dan Zhi Lhuo telah bertukar serangan. Pertukaran serangan berlangsung sengit.
Zhi Lhuo melepaskan satu tebasan yang dipenuhi energi pedang membentuk mulut harimau, sementara Chi Sumei juga melepaskan tebasan yang membentuk bayangan elang salju.
Sebenarnya pertarungan Chi Sumei melawan Zhi Lhuo bisa dibilang berimbang, mengingat Zhi Lhuo merupakan salah satu pendekar Sembilan Raja Hitam. Tetapi setelah Ruo Niu ikut campur, Chi Sumei terkena serangan telak di perut dan dadanya.
Zhi Lhuo menyarungkan pedangnya, “Apakah anda ingin melawannya, Saudari Ruo?”
“Aku cukup terkejut dengan kemampuan salah satu dari Pendekar Empat Penjuru, tidak buruk juga dia melebihi bayanganku...” Ruo Niu langsung melepaskan puluhan tapak pada Chi Sumei.
“Ingin menaklukkan Istana Bulan Biru jangan berharap!” Chi Sumei melepaskan aura tubuhnya dan tenaga dalam berjumlah besar. Kemudian dia bergerak dengan kecepatan tinggi melepaskan tebasan pedang ke sembarang arah.
Chi Sumei menyerang membabi-buta pendekar dari Kekaisaran Ma dan Sekte Pedang Dosa, tindakannya ini membuat Ruo Niu mengubah ekspresi wajah tenangnya.
Saat semua orang menjauh dari Chi Sumei, tiba-tiba Hei Wu yang sedari tadi mengamati pertarungan langsung terbang rendah menuju ke bagian dalam Istana Bulan Biru.
“Sungguh cantik Peri Bunga dari Istana Bulan Biru! Aku akan mendapatkannya!” Seketika raut wajah Chi Sumei memucat karena mendengar perkataan Hei Wu.