Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir
Golongan darah yang langka.


Ucapan Hanzero membuat Halilintar hampir saja berhenti bernafas, tubuh pria itu oleng . Beruntung Elang segera menopang nya, jika tidak Halilintar pasti sudah jatuh terpelanting ke lantai.


"Tenang kan hati mu Hall? Kita akan berusaha." ucap Elang menenangkan hati Halilintar.


"Ya Tuhan..! Bagaimana mungkin? Golongan darah Zha adalah golongan darah yang langka di dunia. Bagaimana kita bisa mendapatkan darah itu untuk menyelamatkan nya?" desis Halilintar sangat terlihat frustrasi.


"Apa maksud ku Hall?" tanya Elang , selama ini Elang tidak pernah tau golongan darah apa yang dimiliki oleh adik nya itu. Lain dengan Aisyah yang sejak dulu sudah mengetahui nya, wanita itu sudah menangis saat dokter mengatakan jika Zha membutuhkan donor darah, Aisyah tau pasti jika golongan darah Putri nya memang benar benar langka di dunia ini.


"Apa yang di katakan Tuan Muda benar Tuan. Bahkan saya sendiri ragu jika kita bisa menemukan darah yang sama dengan nona Zha." Ucap sang dokter menatap Elang dan Hanzero secara bergantian.


" Kau tadi hanya mengatakan jika darah kami tidak ada satu pun yang sama dengannya. Sebenarnya apa golongan darah menantu ku? Kita pasti bisa menemukan jika kita berusaha mencari nya?" tanya Hanzero, karena dokter tadi hanya mengatakan jika tidak ada yang memiliki darah yang sama dengan Zha setelah memeriksa simpel darah milik mereka satu persatu.


" Maaf Tuan Hanz. Sebenar nya Nona Zha memiliki golongan darah Rh-null , dan jenis golongan darah ini adalah paling langka di dunia. Hingga saat ini, di seluruh dunia baru ada 43 orang yang dilaporkan memiliki golongan darah tersebut. Selain kelangkaannya, golongan darah ini dapat ditransfusikan ke semua jenis golongan darah. Namun, orang dengan golongan darah Rh-null hanya bisa menerima transfusi darah dari jenis golongan darah yang sama. Dan di Negara kita ini baru Nona Zha yang memiliki darah Rh-null." jelas sang dokter pada Hanzero dengan raut wajah yang nampak khawatir sama hal nya dengan mereka semua yang berada di ruangan itu.


"Lakukan apapun untuk menyelamatkan menantu ku!" kini Hanzero menghampiri sang Dokter menatap dengan tatapan yang tajam.


"Tuan, maafkan kami. Nona Zha hanya bisa tertolong jika kita bisa mendapatkan darah itu. Dan kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Terlambat sedikit saja, semua akan fatal." jawab sang Dokter semakin membuat yang berada di ruangan itu panik.


"Astaga!!" Hanzero pun terlihat syok dan terduduk di bangku. Melirik Azkayra dan Aisyah, dua wanita itu sudah menangis tersedu dengan berpelukan.


Elang yang sudah membimbing Halilintar untuk duduk di bangku pun ikut terisak. Tidak sanggup lagi menepuk bahu Halilintar walaupun hanya sekedar untuk menguatkan hatinya, karena saat ini Elang sendiri merasa begitu terpukul dan frustrasi dengan keadaan Zha.


Sementara Halilintar sendiri hanya bisa meremas rambut nya. Entah bagaimana perasaan nya . Dunia terasa gelap dan hampir runtuh bagi nya.


Dalam keadaan genting yang hampir membuat semua orang putus asa itu , hanya Alexa lah yang nampak terlihat kuat dan seperti sedang berpikir keras. Wanita itu sejenak seperti mengingat sesuatu ,lalu melangkah mendekati Halilintar.


"Tuan muda. Tuan Ardogama." ucap Alexa.


"Apa maksud mu?" Halilintar cepat menoleh pada Alexa yang menyebut nama Ardogama itu.


"Pasti Tuan Ardogama memiliki darah yang sama dengan Nona Zha."


"Lalu kita bisa apa? Tuan Ardogama sudah meninggal!" jawab Halilintar , ucapan yang baru saja di ucapkan Alexa sama sekali tidak membuat pria itu tenang.


"Tuan Ardogama adalah orang yang cerdik dan waspada dalam segala hal. Tidak menutup kemungkinan jika ia sudah memikirkan hal ini sebelum dia benar benar pergi meninggalkan Nona Zha yang memiliki darah langka itu." Alexa berusaha menjelaskan maksudnya.


"Jadi maksudmu?" Halilintar kini bertanya dengan nada yang cukup serius.


"Benar juga apa yang dikatakan Alexa Hall! Ayah pasti sudah menyiapkan sesuatu untuk berjaga jaga jika terjadi apa apa pada Zha. Kita harus pergi sekarang juga untuk mencari nya ." ucap Elang kini penuh semangat , merasa seperti menemukan setitik harapan untuk adik nya begitu juga dengan Halilintar, mendengar ucapan Elang ia langsung berdiri.


"Dokter, berapa lama istriku bisa bertahan?" Halilintar bertanya pada sang dokter.


"Nona Zha masih bisa bertahan sekitar dua jam ke depan." jawab Sang Dokter.


"Tunggu." Aisyah tiba tiba berseru pada mereka yang hampir melangkah.


"Kalian harus pergi ke ruang rahasia milik ayahmu yang tempo lalu berhasil kalian buka itu. Ibu rasa , jika benar Ayah kalian menyimpan sesuatu, pasti berada di sana." ucap Aisyah mengingat kan mereka pada tempat yang pernah mereka masuki dulu sesaat sebelum pertemuan mereka dengan Aisyah.


"Ibu benar. Kita kesana." jawab Elang.


"Tuan tunggu dulu." tiba tiba sang dokter mencegah mereka yang hendak melangkah membuat mereka menoleh bersamaan.


"Jika benar kalian bisa mendapat kan darah Rh-null, itu adalah kabar gembira. Tapi yang menjadi pertanyaan berapa lama sudah darah itu di keluarkan dari tubuh pemiliknya? Karena menurut ahli kedokteran, Trombosit darah hanya bisa bertahan sekitar 35 hari setelah di keluarkan dari tubuh manusia." jelas sang dokter.


"Dokter! Anda tidak pernah mengenal siapa Tuan Ardogama. Beliau adalah ahli laboratorium dan sejenisnya. Mungkin saja beliau sudah menemukan cara untuk mengawetkan trombosit darah yang anda maksud itu. Kita tidak akan pernah tau jika belum menemukan nya." bantah Alexa dengan lantang, mengingat jika Ardogama selalu berhasil menciptakan alat alat canggih bahkan yang mampu memanipulasi keadaan, belum lagi anti racun hebat yang berhasil di ciptakan sendiri oleh Ardogama yang tidak mampu di ciptakan oleh Profesor ahli sekalipun.


Dokter itu hanya terdiam mendengar ucapan Alexa, tanpa bisa menjawabnya.


"Ayo Hall." Elang segera mengajak Halilintar tanpa mempedulikan ucapan sang dokter tadi, ia yakin jika kali ini ucapan Alexa ada benarnya.


Mereka berdua akhirnya melangkah dengan perasaan penuh harap, setelah meminta Alexa untuk tinggal di sana guna berjaga jika ada kemungkinan yang di luar dugaan.


Azkayra menghampiri Hanzero, pria itu langsung memeluk istrinya. Mengusap punggung nya dengan lembut.


"Tenang lah Azka. Putra mu sedang berusaha. Sebaiknya kita berdoa agar Zha bisa selamat dan kembali lagi pada kita." ucap Hanzero semakin membuat Azka terisak.


Sementara Aisyah sendiri , masih terpaku menatap langkah kaki Elang dan juga Halilintar yang sudah menghilangkan sejak tadi. Wanita itu tersadar saat mendengar isakan keras Azkayra lalu duduk di bangku berusaha untuk menenangkan diri.


Namun, lagi lagi air mata nya kembali lolos ketika ia mengingat deretan kisah sedih perjalanan hidup Zha. Mulai dari kecil hingga di tinggal Ayah nya. Aisyah sadar , jika putrinya belum pernah bisa bahagia, bahkan setelah menikah dengan Halilintar Zha masih harus melewati kesulitan.


Awalnya , Aisyah bisa bernafas dengan tenang ketika mereka sudah dipertemukan kembali dan bisa bersatu. Apalagi ketika mengetahui jika Zha berada di tengah tengah keluarga Samudra. Tapi ini?


Ternyata, sekali lagi putri nya masih harus di uji.


"Ya Tuhan... Sisa kan sedikit kebahagian untuk Putri ku. Setidak nya untuk Putri kembarnya."


______________________________________


Nb:


Perlu diketahui, Perihal tentang Darah dengan golongan Rh-null , itu murni bukan kehaluan ya teman teman!!


Tapi golongan darah milik Zha itu benar benar ada di dunia nyata. Golongan darah yang memang serius langka di dunia. Jika tidak percaya boleh bertanya langsung pada Dokter atau bisa tanya sama Mbah Google.


Selain itu, baru semua nya hanyalah fiksi belaka.