
Saat ini Halilintar masih berada di dalam ruangan di salah satu markas yang ia yakini sebagai markas Mafia Jangkar perak yang setahu nya di pimpin oleh Gustavo dan masih bersama wanita itu.
Halilintar pun masih saja setia menodongkan moncong pistol nya ke arah wanita itu yang saat ini ia duga sebagai keturunan terakhir Jangkar Perak. Halilintar juga sangat yakin jika wanita di hadapan itu ada kaitan nya dengan Gustavo.
"Cepat katakan siapa sebenarnya kau ini atau aku akan memecah kepalamu !" seru Halilintar pada wanita di hadapan nya itu.
Tak sedikit pun rasa takut yang terlihat dari wanita itu. Dia hanya tersenyum dan malah melangkah tanpa mempedulikan pistol Halilintar yang terus terarah padanya, wanita itu duduk dengan tenang di sebuah kursi menghadap sebuah komputer dan sesekali melirik tangan Halilintar yang masih saja setia menodong nya.
"Tenang lah dulu Tuan Muda, urusan membunuh ku bisa nanti. Bantu dulu aku merubah sistem keamanan ku pada chip induk itu sebelum anak buah Gustavo berhasil memecahkan kode itu. Setidak nya kita harus bisa mengulur waktu mereka. Jika tidak , istri mu akan benar benar dalam bahaya. Aku tau kau seorang hacker yang hebat juga." ucap Wanita itu terus mengulik tombol komputer di depan nya.
Halilintar yang masih belum mengerti itu berusaha untuk mencerna kata kata sang lady, dan kini menyuruh wanita itu menyingkir dari kursi nya dan mengambil alih komputer milik nya.
"Setelah ini kau harus menjelaskan semua nya. Jika tidak aku benar benar akan membunuh mu." ucap Halilintar.
"Berikan kode pengaman mu yang kau pakai sebelum mereka meretasnya." ucap Halilintar kembali. Wanita itu pun langsung menyebutkan nya.
Setelah beberapa saat lama nya akhirnya Halilintar bisa merubah seluruh kode keamanan milik wanita itu yang sudah berhasil di retas oleh anak buah Gustavo.
"Terimakasih Tuan Muda, atas bantuan mu." ucap wanita itu setelah Halilintar selesai dengan pekerjaan nya.
"Giliran mu !" Halilintar kembali meraih pistol nya dari balik jaket nya dan mengarahkan nya kembali pada wanita itu.
"Baik lah, ikuti aku." wanita itu melangkah membawa Halilintar ke sebuah ruangan rahasia.
Halilintar mengedarkan pandangan nya. Tidak ada yang menarik di sana, namun pandangan Halilintar tertuju pada sebuah foto besar yang terpampang di dinding.
Seperti sebuah foto keluarga, terdiri dari sepasang suami istri. Sang suami menggendong seorang anak laki laki berusia sekitar tiga tahun dan sang istri menggendong seorang bayi.
Halilintar memperhatikan dengan seksama foto wanita nya, sekilas ingatan melintas di otak nya. Ia seperti pernah melihat wanita itu.
"Wanita itu, dia..!"
"Aishe Glendale." jawab Sang Lady.
"Lebih tepatnya, ibu mertua mu." sambung nya.
Halilintar menoleh cepat ke arah wanita itu yang saat ini sudah berjalan mendekati Foto itu dan membersihkan debu yang menempel di sana.
"Ini adalah foto keluarga istri mu yang pernah tuan Ardogama ambil dengan rahasia , ia sengaja menyimpan nya sebagai kenang kenangan. " ucap wanita itu kini menoleh pada Halilintar yang masih bingung.
"Apa kau ingin mendengar cerita nya.?"
"Ceritakan sekarang.!"
Sang lady terlihat menarik nafas,
"Benar kecurigaan mu selama ini, jika Nona Zha adalah keturunan terakhir Jangkar Perak , dia lah yang mempunyai tatto Jangkar perak dan membawa kode rahasia untuk membuka seluruh harta kekayaan keluarga Glendale kakek nya."
"Lalu kau.. Bukankah Kau Alexa Abraham itu?"
"Kau benar ! Aku adalah Alexa Abraham , Putri Ardogama. Lebih tepat nya anak angkat nya. Aku adalah anak salah satu dari anak buah setia jangkar perak. Keluarga ku habis di bantai oleh Gustavo dan aku berhasil di selamatkan oleh Tuan Ardogama."
"Jadi maksud mu selama ini kau memata matai istri ku ?"
"Ya. Tepat sekali. Hanya itu yang bisa kami lakukan untuk melindungi nya dari jauh, melindungi Nona Zha dari incaran Gustavo yang terus mencari nya."
"Sungguh membingungkan. Jadi markas ini?" Halilintar masih belum sepenuhnya paham.
"Aku sudah menyeting pencarian mu dan mengarahkan mu pada kami agar kau bisa bertemu dengan ku di Club' malam itu. Aku sengaja ingin membawa mu kemari. Markas ini benar milik Jangkar perak yang sesungguhnya. Yang kau cari memang berada di sini sebelum Gustavo mencuri nya. Tapi kau salah sasaran,. Gustavo tidak pernah tinggal di sini."
"Jadi?"
"Markas ini milik Tuan Ardogama, dan yang berada di sini hanya lah anak buah setia Tuan Glendale."
"Jadi, Gustavo dan Anak buah nya.?"
"Gustavo adalah penghianat. Dia lah sebenarnya yang membunuh Tuan Glendale dan istrinya demi merebut harta dan kekuasaan nya. Dia bahkan meracuni Nyonya Aishe Glendale agar tidak memiliki keturunan. Dan mereka yang setia memilih pergi dan mencari Tuan Ardogama untuk membangun benteng pertahanan melawan dan mengelabuhi Gustavo. Mereka menghapus tatto Jangkar di lengan mereka guna melepas masa lalu mereka. Dan setiap yang kau lihat mafia bertatto jangkar berarti dia adalah penghianat anak buah Gustavo. Karena yang setia akan menghapus nya agar tidak di kenali lagi oleh dunia. Satu lagi, kami sengaja mengunggah artikel artikel palsu mengenai Jangkar perak sekedar untuk mengecoh Gustavo."
Halilintar terdiam, sejenak ia mengingat dimana kejadian sekelompok besar mafia bertato jangkar yang saat itu bersama Sarah dan pernah menyerang markas Poison Of Death milik Zha. Benar saja apa yang di jelaskan oleh Alexa, mereka itu pasti anak buah Gustavo yang artinya mereka dari Klan Jangkar perak yang berkhianat.
"Sementara aku, tatto ini hanya lah untuk mengelabuhi Gustavo, agar mengalihkan kecurigaan nya pada Nona Zha. Tapi sayang, Gustavo sangat cerdas. Saat ini penyamaran ku terbongkar. Dia sudah mengetahui Siapa sebenarnya keturunan terakhir jangkar perak dan dia berhasil mencuri chip induk yang selama ini kami jaga dengan nyawa kami sendiri." sambung Alexa kembali menjelaskan.
"Sekarang aku paham, jadi Partikel yang ku temukan di tubuh istri ku itu bukan hanya untuk menutupi Tatto. Tapi._"
"Untuk menyimpan seluruh harta kekayaan keluarga Glendale yang menjadi incaran seluruh kerabat Jangkar Perak termasuk Gustavo." potong wanita yang bernama Asli Alexa itu.
"Ada lima kode yang di buat di chip itu, empat berupa rangkaian angka dan yang terakhir adalah darah dari Nona Zha sendiri. Tidak ada satu pun yang bisa memecahkan kode itu kecuali mendapatkan chip induk nya. Dan masalahnya chip induk itu sekarang sudah berada di tangan Gustavo. Dengan chip induk itu mereka bisa dengan mudah mendapatkan Nona Zha, karena chip induk itu di penuhi DNA dan retina milik Nona Zha, sistem yang sengaja di buat untuk memantau Nona Zha dari jauh Dan sudah pasti untuk bisa membuka kode terakhir itu Gustavo harus membutuhkan darah Nona Zha." ucap Alexa kembali menjelaskan.
"Kalau begitu istri ku dalam bahaya."
"Kau benar, tapi sebelum mereka bisa membuka kode itu, kita bisa merebut nya kembali."
"Ya. Tapi di mana Ardogama ? Bisa kah aku bertemu dengan nya ?" tanya Halilintar.
"Tuan Ardogama tidak pernah menetap dimana pun, ia terus berpindah pindah. Dia akan datang dan pergi dengan sendirinya. Jadi kau tidak perlu bertemu dengan nya. Dia akan datang sendiri pada kita saat kita membutuhkan nya. Dan mungkin saat ini Dia sedang fokus mengawasi Nona Zha yang sedang dalam bahaya. Yang saat ini harus kita lakukan adalah merebut kembali chip induk itu sebelum hacker Gustavo bisa memecahkan kode nya. Karena kekuatan kode pengaman yang kau buat tadi hanyalah sekedar untuk memperlambat kerja mereka." jelas Alexa.
"Kau tau tempat mereka ?"
"Sudah pasti. Jauh hari sebelum nya Tuan Ardogama sudah berhasil mendapatkan lokasi keberadaan Gustavo. Aku akan membawa beberapa teman teman hebat ku untuk menemani kita. Ayo !" ucap Alexa melangkah.
Kini Alexa sudah mengumpulkan Anak buah andalan nya dan segera mengajak Halilintar untuk pergi ke suatu tempat di mana Gustavo berada.
Mobil mereka berhenti di sebuah tikungan jalan dimana di ujung sana terlihat sebuah pabrik kecil yang sudah lama tidak di pakai.
"Kenapa berhenti di sini?" tanya Halilintar menoleh pada Alexa, ia merasa ada sesuatu yang aneh dengan tempat yang mereka tuju.
"Ikuti saja aku. Kita tidak mungkin masuk ke sarang Gustavo secara terang terangan. Karena menelusup itu akan lebih baik." jawab Alexa mengajak Halilintar turun dan menyuruh anak buah nya untuk ke markas Gustavo yang sebenarnya.
"Kecoh mereka di sana. Buat sekacau mungkin agar mereka tidak menyadari kedatangan ku.Sementara kami akan masuk melalui ruang bawah tanah." ucap Alexa pada ketua anak buah nya yang segera mengangguk paham dengan strategi yang sudah di susun matang oleh Alexa.
_______________________