Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir
LAGU TIDUR MAMA


"Uncle, tolong ingatkan Al saat Al sedang merasa bimbang. Ingatkan Al tentang tujuan dan pengorbanan orang tua Al semasa hidup mereka. Berikan Al bantuan saat Al merasa terpuruk, Uncle" ucap Aldora seraya memegang dadanya yang berdetak dengan kencang.


"Uncle akan selalu mengingatkanmu Al, jika kamu merasa sendirian panggillah Uncle. Uncle akan selalu ada untukmu," ucap Uncle Penrod.


"Ya Uncle," balas Aldora lalu berpamitan untuk mematikan telepon dan masuk ke kamar mandi.


***


Tak terasa sudah empat hari Riccardo tidak masuk kerja. Bahkan berkas berkas yang harus ditanda tangani oleh Riccardo sendiri kini sedang menumpuk di meja kerja Aldora. Karena dia tidak mau masuk sembarangan ke ruangan Riccardo.


Hari ini tidak ada rapat ataupun pertemuan dengan siapapun. Aku bisa pulang lebih cepat hari ini. Semua peralatan yang diperlukan untuk para rakyat pun sudah tersedia. Malam ini aku harus melakukan aksiku.


Ucap Aldora dalam hati.


Ia sudah bertekad akan mengungkap siapa siapa saja yang masih setia kepada Papanya. Dan siapa saja yang telah membelot.


Telepon kantor yang ada di meja Aldora berbunyi membuatnya dengan segera mengangkat telepon.


"Halo," sapa orang diseberang sana.


"Ya?"


"Nona Alvina, saya dari bagaian front office. Ingin memberitahukan bahwa Tuan Leon berpesan agar Nona membawa semua berkas berkas yang harus ditandatangani oleh Yang Mulia Riccardo ke istana bagian selatan," ucap orang yang mengaku sebagai seorang pekerja dibagian front office.


Aldora sedikit tercengang mendengar perkataan orang itu.


Aku harus kesana lagi?


Aldora bertanya dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar.


"Maaf, apakah saya bisa mengutus orang lain untuk kesana?" Tanya Aldora.


"Maaf Nona, saya tidak bisa menjawab. Sebaiknya anda bertanya kepada Tuan Leon," ucap Resepsionis.


"Baiklah," balas Aldora seraya mematikan sambungan telepon.


Aldora menekan nomor telepon Leon yang memang sudah ada di meja kerja Aldora. Ada juga nomor ponsel Riccardo.


"Selamat sore Tuan Leon, saya Alvina" ucap Aldora setelah sambungan telepon terhubung.


"Sora, Nona. Apa anda sudah mendapat pesan dari bagian front e?" Tanya Leon.


"Sudah, Tuan. Tapi saya ada urusan, bisakah saya mengutus seseorang untuk mengantar semua dokumen?" Tanya Aldora.


"Tidak bisa Nona, Yang Mulia ingin berbicara dengan Nona perihal pertemuan dengan Tuan Schmitz," jawab Leon.


"Baik," balas Aldora dan langsung menutup sambungan telepon.


Aldora dengan membawa tumpukan dokumen berjalan menuju lantai dasar untuk segera pergi ke istana. Ia sengaja langsung pergi karena dia tidak memiliki pekerjaan lain di kantor. Semua pekerjaannya sudah selesai dan membuatnya jadi bosan berada di kantor.


Aldora berhenti di depan lorong menuju istana bagian selatan. Sebuah nyanyian yang berasal dari masalah lalunya terdengar olehnya.


Where the north wind meets the sea


Dimana angin utara bertemu dengan laut


There's a river full of memory


Ada sungai penuh kenangan


Sleep, my darling, safe and sound


Tidur, sayangku, aman dan sehat


For in this river all is found


Karena di sungai ini semua ditemukan


In her waters, deep and true


Di perairannya, dalam dan benar


Lie the answers and a path for you


Berbohong jawaban dan jalan untuk kamu


Dive down deep into her sound


Selami jauh ke dalam suaranya


Tapi jangan terlalu jauh atau kamu akan tenggelam


Yes, she will sing to those who'll hear


Ya, dia akan bernyanyi untuk mereka yang mau mendengar


And in her song, all magic flows


Dan dalam lagunya, semua keajaiban mengalir


But can you brave what you most fear?


Tapi bisakah kamu berani menghadapi apa yang paling kamu takuti?


Can you face what the river knows?


Bisakah kamu menghadapi apa yang diketahui sungai?


Where the north wind meets the sea


Dimana angin utara bertemu dengan laut


There's a mother full of memory


Ada seorang ibu yang penuh kenangan


Come, my darling, homeward bound


Ayo, sayangku, pulang ke rumah


When all ia lost, then all is found


Ketika semua hilang, maka semua ditemukan


Lirik lagu pengantar tidur yang dinyanyikan Mamanya dulu memberikan keberanian kepada Aldora.


Ma, Al akan berani menghadapi ketakutan Al. Al akan kembali tinggal dirumah kita ini. Al akan merebut semua yang menjadi hak Al. Dan Al akan mengharumkan nama Mama dan Papa sebagai orang tua dari Ratu yang berjaya.


Ucap Aldora dalam hati.


Aldora mulai melangkahkan kakinya masuk ke lorong istana bagian selatan. Suara dentingan pedang bergema di telinga Aldora.


Ingat Al Papa Jarrel meninggal dengan tetap setia kepada Negara. Jangan terpengaruh oleh kesedihanmu. Ingatlah perjuangan Papa. Ayo Al, semangatlah untuk mencapai tujuanmu.


Lagi lagi Al berusaha memberikan semangat kepada dirinya dengan kata kata motivasi dari Uncle Penrod.


"Selamat sore Yang Mulia," ketika Aldora masuk ke dalam ruangan kerja Riccardo dengan sigap ia memberikan salam penghormatan setelah sebelumnya dengan sigap Leon mengambil semua berkas berkas dari tangan Aldora dan meletakkannya di atas meja kerja Riccardo.


"Duduklah," ucap Riccardo menyuruh Aldora duduk.


Aldora menurut dan duduk di kursi yang ada didepan meja kerja Riccardo


"Pertemuan dengan Tuan Schmitz berjalan dengan baik. Beliau sudah menandatangani kontrak perjanjian kerja sama," ucap Aldora memberitahu.


"Semua berkas berkas berkaitan dengan perjanjian ada di tumpukan berkas ini bersama dengan berkas lain yang harus anda periksa dan tandatangani," sambung Aldora.


"Juga kondisi di perusahaan semuanya aman terkendali. Itu saja Yang Mulia. Kalau begitu saya pamit undur diri," ucap Aldora yang langsung berniat pergi bahkan belum ada 5 menit berlalu sejak dia datang.


"Kenapa terburu buru sekali Nona Alvina? Apa anda punya urusan yang sangat penting sehingga anda ingin pergi bahkan belum ada 5 menit sejak anda datang?" Tanya Riccardo.


Aldora mengangguk.


"Boleh saya tahu urusan apa Nona?" Tanya Riccardo.


"Urusan pribadi," jawab Aldora tidak ingin menjelaskan apa apa.


"Urusan pribadi dalam kategori apa Nona? Apa dalam kategori keluarga atau hubungan asmara?" Tanya Riccardo yang tampak terdengar nada seperti nada kesal diakhir ucapannya.


"Hm?" Aldora tampak tidak mengerti akan nada suara Riccardo.


"Urusan keluarga," jawab Aldora.


Aldora tidak tahu apakah jawabannya itu dapat dikatakan benar atau salah. Karena yang dunia ketahui dia hanya memiliki satu keluarga yaitu Uncle Penrod. Dan baginya sendiri rakyat rakyat miskin itu adalah keluarganya. Jadi terserah jika kalian ingin mengatakan apa itu jujur atau malah bohong.


"Benarkah?" Tanya Riccardo dengan menaikkan ujung bibirnya dengan nada sinis seakan akan dia tidak mempercayai jawaban Aldora.