Keturunan Terakhir

Keturunan Terakhir
DIMANA MAKAM KELUARGAKU?


"Ini masih kesimpulan yang Uncle buat Al. Uncle tidak tahu pasti apakah Papa dan keluargamu terbunuh dengan racun ini," balas Uncle Penrod.


"Uncle, kenapa Uncle bisa menyimpulkan seperti itu? Pasti ada alasannya kan?"


"Kamu tahu, saat penyerangan itu terjadi. Uncle berada bersama Raja Jarrel. Membantunya melawan pemberontak itu. Saat itu Raja Jarrel memberikan perintah agar Uncle membawamu keluar dari istana dan meninggalkan negara ini untuk sementara waktu. Karena Raja Jarrel tidak memiliki harapan untuk menang pada saat itu. Uncle pergi ke istana bagian selatan untuk membawamu pergi diam diam. Namun sebelum itu terjadi Raja Jarrel dan Pangeran Heren datang ke istana bagian selatan. Dan untuk keamananmu Uncle membawamu bersembunyi di balik tembok yang sudah ada sejak Raja Jarrel menjadi pewaris tahta. Dari dalam kita bisa melihat keluar namun dari luar tidak bisa melihat ke dalam. Dan pada saat itu kamu tahu sendiri kejadiannya. Uncle sudah berusaha menutup matamu namun kamu menepis tangan Uncle. Sehingga..." Uncle Penrod menarik nafas dalam dalam karena baginya tidak mudah menceritakan kejadian itu.


Kejadian yang membuat dirinya harus kehilangan sahabatnya. Membuatnya harus menyaksikan kehancuran keturunan Gloretha.


"Setelah Pangeran Heren benar benar pergi. Kamu malah menangis saat berada didekat Raja Jarrel. Dan pada saat itu Raja Jarrel mengucapkan permohonannya. Setelah itu dengan paksa Uncle membawamu keluar dari istana melalui ruang rahasia bawah tanah yang membawa kita keluar dari istana. Setelah itu Uncle membawamu ke Jerman dengan jalur udara. Saat itu tubuh Uncle sangat lemas karena Uncle mendapat luka dari salah satu pemberontak itu. Karena takut terjadi apa apa kepada Uncle, Uncle pergi ke rumah sakit dan dokter mengatakan semuanya tentang racun ini. Di dalam benak Uncle hanya ada, bagaimana jika Uncle tiada? Siapa yang akan merawatmu?" Jelas Uncle Penrod.


"Uncle mereka bertarung dengan cara licik. Ini tidak bisa dimaafkan! Jika memang mereka membunuh keluargaku dengan cara itu, aku akan membalas mereka seribu kali lebih menyakitkan," dada Aldora terasa sesak membayangkan bagaimana seluruh keluarga besarnya tewas dengan satu jenis racun.


"Al, itu hanya kesimpulan. Bisa saja bukan seperti itu. Karena Uncle tidak dapat mengecek dan memastikan," ucap Uncle Penrod.


"Al, mengerti Uncle. Seperti biasa Al tidak bisa menahan emosi," ucap Aldora kembali menutup matanya dengan pergelangan tangan kanannya yang dia gunakan sebagai penghalang antara penglihatannya dan cahaya di ruangan itu.


"Al, Uncle tahu kamu paling tidak bisa berpura pura dengan emosi yang kamu rasakan. Tapi hal itu sangat diperlukan untuk saat ini," ucap Uncle Penrod yang hanya dibalas oleh anggukan kecil dari Aldora.


"Kapan kita bisa keluar dari sini, Uncle? Tidak baik berlama lama disini," ucap Aldora mengalihkan pembicaraan.


"Dua sampai tiga hari lagi," jawab Uncle Penrod sengaja menuruti kemauan Aldora yang tidak ingin membahas lebih lanjut sikapnya.


"Itu terlalu lama Uncle, besok Al harus menghadiri pesta" ucap Aldora yang ingat akan pesta.


"Lupakan saja itu, izinlah kepada orang itu. Kamu butuh istirahat penuh," ucap Uncle Penrod.


"Al, in Ordnung," ucap Aldora. (Al, baik baik saja)


"Baiklah, dengan satu syarat" Uncle Penrod hanya bisa mengalah dengan keras kepala yang dimiliki Aldora. Karena ia tahu bahwa ia tidak akan pernah bisa melawan gadis cantik didepannya itu.


"Was?" (Apa?)


"Kamu hanya bisa menghadiri acaranya sampai jam 10," ucap Uncle Penrod.


Aldora tampak merenung. Pesta mulai pukul 9 dan mungkin akan berakhir tengah malam. Itu artinya dia hanya akan menghadiri pesta itu satu jam saja.


"Tapi Uncle-"


"Uncle," Aldora menarik nafas panjang.


Ia sangat tahu konsekuensi atas tindakan Uncle Penrod. Yaitu kematian Uncle Penrod. Jika Raja Heren melihat Uncle Penrod, tentulah pemberontak itu akan membunuh Uncle Penrod yang dulunya adalah kepercayaan adiknya. Dan walaupun Raja Heren tidak melihat, jika orang yang mengenali Uncle Penrod dan tahu siapa Uncle Penrod mengatakan bahwa dia melihat Uncle Penrod kepada Raja Heren, apa yang akan Raja itu lakukan? Tentu saja mencari dan membunuhnya.


"Baiklah," ucap Aldora pasrah.


"Kluges Mädchen," ucap Uncle Penrod tersenyum senang. (Gadis pintar)


***


Keesokan paginya.


"Uncle, apa Uncle sudah mendapat informasi dimana Papa dikuburkan?" Tanya Aldora setelah mereka sampai di apartemen.


"Belum," jawab Uncle Penrod lesu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Uncle sudah mencari dimana mana. Tapi sampai saat ini Uncle belum mendapatkan kabar baik. Bahkan Uncle sudah mencari di makam keluarga kerajaan. Tapi tetap tidak ada," jawab Uncle Penrod.


"Kalau Mama dan keluargaku yang lain, bagaimana Uncle?" Tanya Aldora.


"Tidak ada informasi apapun, Al. Mereka semua tidak dimakamkan di makam keluarga kerajaan," jawab Uncle Penrod.


"Raja macam apa yang berkuasa disini, Uncle?" Aldora bergumam sambil menyandarkan kepalanya ke headboard tempat tidur dan menatap langit langit kamarnya.


"Pria seperti apa Uncle kandungku itu? Bahkan setelah Papa dan keluargaku yang juga adalah keluarganya tiada dia tidak menguburkan mereka dengan layak. Pria serakah yang bahkan saat ini aku lupa bagaimana wajahnya. Yang kuingat hanyalah dia mengatakan kata kata kasar kepada Papa dan pedangnya mencabut nyawa Papa. Membunuh keluarga kami tanpa rasa bersalah. Membuatku harus kehilangan semua keluargaku diusia ku yang masih 6 tahun," ucap Aldora menahan agar air matanya tidak jatuh.


Dia tidak boleh menangis, dia harus kuat. Demi balas dendamnya dia harus tetap hidup.


"Menangis lah Al," kata kata itu selalu keluar dari mulut Uncle Penrod saat Aldora sedang menahan tangis.


"Al tidak mau cengeng, Uncle. Al harus kuat tidak boleh lemah. Al bukan lagi Putri Raja yang dimanja Permaisuri," dan kata kata itu selalu keluar saat Uncle Penrod menyuruhnya untuk menangis.


"Al, istirahatlah. Jangan pikirkan apapun lagi. Uncle akan berusaha lebih kuat untuk mendapat kabar baiknya. Jaga dirimu, jangan sakit lagi, Tuan Putri" Uncle Penrod mencium kening Aldora yang sudah dianggap putrinya sendiri lalu berjalan keluar dari kamar Aldora.


Al, maafkan Uncle yang tidak bisa menjadi orang yang dapat kamu andalkan. Maaf karena sampai saat ini Uncle belum bisa menemukan makan semua keluargamu. Untuk kedua kalinya Uncle merasa gagal menjadi seorang pengawal kerajaan. Uncle malah membuatnya berada diambang kematian. Jika kemarin Uncle tidak datang tepat waktu, Uncle akan merasa sangat bersalah. Uncle tidak akan bisa hidup jika sampai terjadi sesuatu kepadamu. Hanya kamulah harapan kami. Buatlah negara ini kembali seperti sebelumnya.