
" Wi-Winny bilang kalau dirinya pembunuh, dia benci kepada dirinya sendiri, dan bilang kalau dia benci bunga yang membuat seseorang tiada, " jelas Grecy mengatakan apa yang dikatakan Winny tadi.
semua orang menatap bingung, bingung akan ucapan yang dilontarkan Grecy.
" a-aku pe-pembunuh, a-aku ja-jahat, " ucap Winny dalam pingsannya.
" Win, Winny, bangun Win, " ucap Kevin yang berada didekat Winny sambil menggoyang goyangkan tubuh Winny.
Winny terduduk, ada keringat dingin yang membasahi wajahnya.
" a-aku mau pulang, " pinta Winny.
" Tapi kamu harus istirahat, Win " Ucap Kevin lembut.
" Aku mau pulang " Ujar Winny dengan keras kepalanya.
" Oke, oke kita pulang sekarang. " Balas Kevin mengalah.
" Cy, kamu punya jaket? " Tanya Kevin kepada Grecy.
" Punya, emang kenapa? " Tanya Grecy balik
" Boleh pinjam gak, untuk Winny " Ucap Kevin.
" Oh iya, tunggu bentar aku ambilin dulu. " Ujar Grecy kemudian pergi kekamarnya dilantai dua.
Setelah menunggu beberapa menit, Grecy pun turun dengan sebuah jaket ditangannya.
" Ini, kalian hati hati dijalan ya " Ucap Grecy sembari menyodorkan jaket miliknya kepada Kevin.
" Makasih ya Cy, " Balas Kevin menerima jaket milik Grecy lalu memakaikannya kepada Winny.
" Kalau gitu om, tante, Grecy, Dion, Aldo kami pamit pulang dulu ya " Pamit Kevin.
" Iya nak, hati hati dijalan ya " Balas Mami Wulan.
Setelah berpamitan, Kevin membawa Winny pulang dengan mobil. Sebelum pulang Kevin memberhentikan mobilnya disebuah apotik.
" Win, kamu tunggu disini sebentar. Aku mau beli sesuatu " Pinta Kevin kepada Winny yang masih diam menatap keluar dari jendela.
Winny mengangguk pelan tanpa mengalihkan pandangannya.
Kevin keluar dari mobil dan masuk kedalam apotek.
Winny menunggu Kevin sambil melamun. Sampai sampai ia tidak tau kalau Kevin sudah berada disampingnya.
Kevin mengendarai mobilnya melewati jalanan yang sepi. Tidak lama kemudian mereka tiba didepan rumah Winny.
" Win, " Panggil Kevin membuyarkan lamunan Winny.
Winny menoleh menatap Kevin.
" Kita sudah sampai. Kamu gak mau turun? " Tanya Kevin.
Winny melihat sekelilingnya dan benar saja dia sudah tiba didepan rumahnya.
Kevin turun diluan, lalu membuka pintu mobil tempat Winny duduk.
" Terima kasih " Ucap Winny dengan tersenyum paksa.
Kevin membawa Winny masuk sampai kedalam kamar.
" Bi, boleh saya meminta tolong? " Tanya Kevin.
" Apa itu den? " Tanya Bibi itu.
" Tolong, bibi antarkan sarapan kepada Winny lalu berikan obat ini, " Pinta Kevin sambil menyodorkan sebuah obat yang dibelinya tadi.
" Baik, den " Balas Bibi.
" Dimana om Rangga dan Tante Anisa, bi? " Tanya Kevin.
" Tuan danNyonya ada didalam kamar, den. Apa mau saya panggilkan? " Tawar Bibi.
" Boleh Bi, jika tidak merepotkan " Ucap Kevin.
" Silahkan duduk dulu den, saya akan panggil Tuan dan Nyonya sebentar " Ujar Bibi mempersilahkan Kevin duduk.
Bibi memanggil Papa Rangga dan Mama Anisa yang sedang berada didalam kamar.
Tok... Tok... Tok...
" Permisi Tuan, Nyonya. Didepan ada den Kevin " Lapor Bibi.
Mama Anisa membuka kan pintu lalu bertanya.
" Dimana Bi? " Tanya Mama Anisa.
" Diruang tamu, nyonya. Katanya den Kevin mau ketemu sama Tuan dan Nyonya " Ucap Bibi.
" Saya permisi dulu, Nyonya " Pamit Bibi kemudian pergi menuju dapur untuk menyiapkan sarapan Winny.
Papa Rangga dan Mama Anisa berjalan bersampingan menuju ruang tamu.
" Eh ada nak Kevin, apa kabar nak? " Sapa Mama Anisa basa basi.
" Saya baik tante, tapi tidak dengan Winny " Jawab Kevin, yang membuat Papa Rangga dan Mama Anisa bingung sekaligus khawatir.
" Apa maksud kamu nak? " Tanya Mama Anisa.
" Maksud Kevin, Winny sedang dalam keadaan tidak baik. Tadi Winny sempat pingsan dirumah tante Wulan. Lalu, saat dokter memeriksa Winny, dokter bilang kalau Winny kecapean dan terlalu lama menangis sehingga mengakibatkan suhu badannya naik. " Ucap Kevin menjelaskan apa yang Dokter Roman bilang.
Mendengar perkataan Kevin, Mama Anisa langsung pergi dari ruang tamu menuju kamar Winny. Tanpa berpamitan terlebih dahulu.
" Jadi sekarang Winny ada dimana, nak " Tanya Papa Rangga.
" Sekarang Winny lagi ada dikamarnya om. Dan ini adalah obat untuk Winny " Ucap Kevin sembari menyodorkan obat yang dibelinya dari apotek tadi.
" Dokter juga bilang kalau Winny harus banyak isthirahat dan buat Winny agar selalu bahagia " Lanjut Kevin meningingatkan.
" Terima kasih nak Kevin udah mau mengantarkan Winny sampai rumah dengan selamat. Dan maaf atas sikap istri om tadi " Ucap Papa Rangga meminta maaf.
" Tidak papa om, saya mengerti. Tante Anisa pasti sangat khawatir sama Winny. " Balas Kevin.
" Kalau gitu, saya pamit pulang dulu om " Pamit Kevin.
" Iya nak, sekali lagi terima kasih. Dan hati hati dijalan, " Ujar Papa Rangga.
Kevin hanya mengangguk sebagai jawabannya. Lalu, Kevin masuk kedalam mobil. Melajukan mobilnya keluar dari halaman rumah Winny menuju rumahnya.
***
Disisi lain
Mama Anisa masuk kedalam kamar Winny yang tidak dikunci tanpa mengetuk pintu.
Winny yang sedang makan pun menoleh melihat siapa yang datang kekamar nya.
" Mama " gumam Winny pelan.
Mama Anisa berlari kearah Winny, lalu memeluknya.
" Astaga Winny, kamu baik baik aja kan nak? " Tanya Mama Anisa khawatir.
" Iya Ma, Winny baik baik aja kok. " Jawab Winny berusaha menenangkan Mama Anisa.
" Mama kan udah bilang. Kamu jangan menangis lagi. Mama udah nyuruh kamu untuk pulang, ikut sama Mama Papa. Tapi kamunya gak mau. Mama khawatir sama kamu. Kalau kamu kenapa kenapa gimana? Mama takut terjadi sesuatu sama kamu " Ujar Mama Anisa lembut.
" Maafin Winny ya Ma, Winny akan berusaha untuk melupakan kejadian itu. Dan Winny juga akan berusaha untuk tidak menangis lagi " Ucap Winny, Walau sebenarnya Winny sendiri tidak yakin dengan kata katanya. Tapi untuk Mamanya dia akan berusaha.
" Ya udah, kalau gitu kamu habisin sarapan kamu. Setelah itu kamu minum obat kamu. Biar cepat sembuh. " Pinta Mama Anisa perhatian.
" Iya, Mamaku sayang " Balas Winny lalu memasukkan sendok yang berisi nasi kedalan mulutnya.
Setelah piring Winny kosong, Mam Anisa mengambil piring tersebut dari tangan Winny lalu meletakkannya diatas meja disamping tempat tidur.
" Ini obat kamu " Ucap Mama Anisa menyerahkan obat sekaligus air putih.
Winny menerima obat itu, lalu menelannya dibantu dengan oleh air putih.
" Sekarang kamu istirahat. Jangan pikirkan apa apa. " Mama akan turun Ucap Mama Anisa dengan tangan yang dipenuhi oleh piring dan gelas Winny yang kosong.
" Iya, Ma. Mam jangan terlalu cemas sama Winny. Winny gak papa kok Ma. Winny cuman kecapean aja " Ujar Winny.
" Ya, kalau begitu kamu istirahat sekarang dan Mama akan turun. " Ucap Mama Anisa sekali lagi.
Mama Anisa keluar dari kamar Winny menuju kedapur. Sedangkan Winny berada diatas kasur sedang berusaha untuk tidur.
*******************
Keesokan harinya
Hari ini, Winny masuk sekolah seperti biasa. Dengan diantarkan oleh supir pribadinya, Pak Budi.
Winny kesekolah seperti biasa dengan senyum dan wajah yang ceria seperti biasanya. Berbeda dengan kemarin, karena kemarin Winny seperti bukan Winny.
Sesampainya didalam kelas, Winny sudah dinanti nanti kedatanganya oleh 3 orang yang sangat dekat dengannya. Siapa lagi kalau bukan Grecy, Dion, dan Kevin.
" Hai, " Sapa Winny dengan tersenyum.
" Hai, " Sapa mereka bertiga.
Grecy, Dion, dan juga Kevin merasa heran dengan tingkah Winny sekarang. Kemarin aja Winny seperti bukanlah Winny yang mereka kenal. Dan sekarang Winny sudah menjadi Winny yang mereka kenal.
" Kamu kenapa, Win? Kamu demam? " Tanya Grecy seraya menyentuh kening Winny dengan telapak tangannya.
" Ya elah Cy, aku udah sembuh. Kemarin aja pas aku demam kamu gak nanyain kondisi aku gimana " Jawab Winny.
" Bukan itu maksud aku. Maksud aku itu. Kemarin kamu tingkahnya aneh banget. Dan sekarang beda lagi dengan kemarin. Sebenarnya kamu itu kenapa? " Tanya Grecy lagi.
" Oh, i-itu a-aku kesurupan, ya... ya... kesurupan " Jawab Winny asal.
Sebenarnya Winny masih belum siap untuk menceritakan masalahnya. Dan disaat Grecy bertanya dia menjawab dengan asal. Ntah apa yang ada didalam pikirannya.
" Jangan bohong dong Win, kamu jawab yang jujur dong. Apa gunanya aku sebagai sahabat kamu kalau gak bisa bantu kamu " Ucap Grecy sedikit memaksa.
" Udah lah, lupain aja. Aku gak mau bahas kejadian itu lagi. Anggap aja yang kemarin itu gak pernah terjadi " Ujar Winny.
Disaat Grecy ingin membalas ucapan Winny, bel berbunyi. Menandakan pelajaran akan segera dimulai.
Semua murid kembali kebangku mereka masing masing. Begitupun dengan Kevin dan Dion.
Pelajaran pun dimulai setelah guru datang.
***
Bel berbunyi, menandakan jam istirahat telah tiba. Grecy dan Dion sudah pergi berdua keluar dari kelas. Winny pergi sendirian keluar dari kelas tanpa pamit pada Kevin. Sedangkan Kevin ditinggal sendirian didalam kelas.
Dion dan Grecy pergi kekantin untuk makan berduaan.
Dion pergi untuk memesan makanan untuknya dan Grecy. Saat Dion pergi, Dina and the genk datang menghampiri Grecy yang sedang sibuk menatap layar ponselnya.
Brukkk...
Suara meja yang dipukul oleh Dina menimbulkan suara yang sangat keras.
Sontak membuat Grecy dan semua orang yang berada dikantin menatap Dina. Dina menatap Grecy dengan tatapan sinis. Begitupun dengan Grecy, Grecy membalas tatapan Dina dengan tak kalah sinisnya.
" Lo ya, gue udah pernah peringati lo untuk menjauh dari Dion. Dan sekarang ngapain lo dekatin Dion? " Tanya Dina membentak.
" Emang Kenapa? " Grecy balik nanyak dengan santai.
" Lo itu gak cocok sama Dion. Gak setara, Dion itu ganteng dan lo cupu " Ucap Dina dengan nada meledek tidak lupa dengan senyum miringnya.
" Oh ya. Emang lo sendiri cantik? " Tanya Grecy.
" Ya iyalah gue cantik " Jawab Dina dengan sangat percaya diri.
Tiba tiba Dion berjalan menghampiri Grecy dengan membawa pesanan Grecy.
Dina yang melihat Dion yang berjalan mendekati mereka, mempunyai sebuah ide.
" Awww... lo ngapain sih dorong dorong gue. Gue cuman mau lewat, " Ucap Dina yang berpura pura jatuh.
" Kenapa ini? " Tanya Dion yang baru saja datang.
" Ini Di, si Grecy dorong aku. Aku kan cuman mau lewat aja " Jawab Dina berbohong.
" Apa itu benar sayang? " Tanya Dion, yang sontak membuat semua orang disana menatapnya bingung.
" Bukan gitu yank, Kak Dina tadi lewat. Eh... tiba tiba dia terpeleset gak nengok jalan " Jawab Grecy yang membuat Dina merasa dipermalukan.
" Oh ya udah kalau gitu, Kak Keni, Kak Aliya bantuin Kak Dina berdiri ya " Pinta Dion kepada Keni dan Aliya yang berada dibelakang Dina.
Keni dan Aliya membantu Dina berdiri. Saat ingin menopang Dina berjalan, Dina menolak.
" Gue bisa jalan sendiri " Ucap Dina ketus.
Lalu mereka bertiga keluar dari kantin pergi kesuatu tempat.
" Kenapa sih yank? " Tanya Dion yang masih penasaran.
" Itu tadi Kak Dina datang datang mukul meja. Dia juga nyuruh aku buat jauhin kamu. Pas kamu jalan kesini, dia nya malah pura pura jatuh " Jawab Grecy jujur.
" Ooh gitu, ya udah lah lupain aja. Sekarang kita makan aja dulu, " Ucap Dion yang diangguki oleh Grecy.
Mereka berdua pun makan berdua tanpa menghiraukan orang orang yang menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
***
Disisi lain
Winny sedang menatap kosong atau lebih tepatnya melamun.
Winny sedang berada ditaman yang letaknya berada dibelakang sekolah. Jika dulu Grecy duduk dirumput sambil melemparkan batu untuk menenangkan diri, berbeda dengan Winny yang duduk disalah satu kursi ditaman dengan melamun.
Winny tidak menyadari kedatangan Kevin yang kini sudah duduk disampingnya.
" Win, " panggil Kevin lembut.
Orang yang dipanggil tetap tidak merespon mungkin terlalu asik sedang memikirkan sesuatu.
" Winny " Panggil Kevin sekali lagi sambil menyentuh pundak Winny.
" Ah iya, ada apa? " Tanya Winny yang baru sadar dari lamunannya.
" Kamu punya masalah? " Bukannya menjawab Kevin malah balik bertanya.
Winny menggelengkan kepalanya dengan tersenyum.
" Jangan bohong dong Win " Ucap Kevin.
" Kalau kamu gak mau jawab, oke. Aku mau nanyak sesuatu sama kamu. Kamu itu sebenarnya anggap aku apa sih? " Tanya Kevin.
" Aku nganggap kamu sebagai sahabat aku " Jawab Winny.
" Kalau kamu memang anggap aku sahabat. Tolong kamu cerita masalah kamu sama aku. Mana tahu aku bisa bantu kamu " Ucap Kevin.
" Aku gak mau membebani kamu, Kev. Aku baik baik aja kok " Ujar Winny mencoba menyakinkan Kevin bahwa dia baik baik saja.
" Aku kan udah bilang sama kamu, Win. Jangan bohongin aku. Aku bukan anak kecil yang mudah tertipu hanya dengan mendengar kata kata baik, " Ucap Kevin yang masih memaksakan Winny untuk bercerita.
Winny menarik nafas dalam dalam lalu membuangnya secara perlahan lahan.
" Sebenarnya ini sangat sulit untukku. Tapi aku akan berusaha untuk menceritakannya kepadamu " Ujar Winny yang kembali menatap lurus kedepan dengan mata yang mulai berkaca kaca.
Kevin yang melihat Winny ingin menangis, sangat tidak tega. Tapi apalah daya nya. Ia sudah sangat penasaran dengan kisah masa lalu Winny, yang sampai sampai membuat Winny selalu menangis jika mengingatnya.
Winny kembali lagi menarik nafasnya dalam dalam lalu membuangnya secara perlahan lahan. Itu ia lakukan untuk menenangkan pikiran dan hatinya karena sesak yang dialaminya didada. Dan juga untuk menyiapkan pikiran dan hatinya untuk kembali lagi bersedih karena kejadian 7 tahun lalu.
" Kejadian ini terjadi 7 tahun yang lalu, saat aku berada dibangku kelas 3 SD dan dia berada dibangku kelas 4 SD. " Ucap Winny memulai ceritanya.
*******************
*Flashback on
7 tahun yang lalu
Disebuah taman kota ada 2 orang anak anak yang hanya terpaut satu tahun. Satu anak perempuan dan satunya lagi laki laki.
Anak perempuan itu berusia 10 tahun, sedangkan anak laki laki tersebut berusia 11 tahun.
Terlihat anak perempuan itu sedang menangis. Dan orang tua dari kedua anak tersebut sedang berbincang bincang. Karena keasikan mengobrol, mereka tidak memperhatikan buah hati mereka.
" Jangan nangis dong, Win. Kamu mau aku beliin bunga matahari kesukaan kamu? " Tanya anak laki laki tersebut, kepada anak perempuan yang bernama Winny
Winny menggangguk senang.
" Ok, kamu tunggu aku disini sebentar ya. Dan ingat kalau aku udah ngasih kamu bunganya. Kamu gak boleh nangis lagi, " Ucap anak laki laki tersebut yang tidak lain bernama Kevin.
" Iya Kak Kev, Winny janji gak akan nangis lagi kalau udah dapat bunga mataharinya dari Kakak. Tapi bunganya harus kakak yang ngasih ke Winny, kalau gak Winny gak akan berhenti nangis " Ancam Winny masih terisak.
" Kalau kakak gak bisa kasih ke kamu, kamu jangan nangis. Kalaupun orang lain yang ngasih bunganya kamu harus tetap berhenti menangis. Dan selalulah bahagia " Balas Kevin.
Lalu, Kevin menyebrangi jalan menuju toko bunga. Kevin membeli bunga matahari kesukaan Winny. Setelah didapatkan nya, Kevin menyebrangi jalan lagi menuju taman tempat Winny berada.
Saat sedang menyebrang, tiba tiba ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan diatas rata rata kearah Kevin.
" Kakak..., awas " Teriak Winny yang melihat motor tersebut melaju kearah Kevin
Orang tua Kevin dan Winny, yang mendengar teriakan Winny langsung menoleh kesumber suara. Sedangkan Kevin, dia menoleh kesamping dan melihat ada motor yang melaju kearahnya.
Saat Kevin ingin menghindar, tiba tiba
Brukkk...
" Ahhh... " Jerit Kevin.
" Kakak " Teriak Winny histeris.
Orang tua Kevin langsung berlari kearah Kevin yang sedang berlumuran darah. Dan orang tua Winny beserta adiknya Winny, langsung berlari menghampiri Winny yang sedang menangis histeris terduduk.
Papa Winny, Papa Rangga langsung membawa Winny dan adik Winny pulang. Sedangkan, Mama Winny, Mama Anisa menghampiri Kevin yang sedang terbaring dengan berlumuran darah.
"Kevin, Kev bangun sayang, jangan tutup matamu, " Ucap Bunda Kevin, Bunda Sisil.
" Bunda, " Panggil Kevin.
" Iya, sayang. Ini Bunda. Kamu jangan tinggalin Bunda, Bunda mohon " Ucap Bunda Sisil dengan berderaian air mata.
" Bunda, tolong berikan bunga ini kepada Winny, " Ujar Kevin sembari mengangkat tangannya yang ada bunga matahari.
Setelah Bunda Sisil menerima bunga matahari dari tangan Kevin, Kevin pun tidak sadarkan diri lagi.
" Kevin... " Teriak Bunda Sisil histeris.
Lalu, ambulan datang, dan membawa tubuh Kevin masuk kedalam mobil ambulan. Bunda Sisil dan Mama Anisa ikut masuk kedalam mobil ambulan.
Tidak berselang lama, mobil ambulan tersebut sampai dirumah sakit.
" Jeng, kamu yang sabar ya " Ucap Mama Anisa.
" Gimana aku bisa sabar, Jeng. Kevin itu anak aku satu satunya. Aku hanya punya Kevin didunia ini. Hanya dia keluarga ku satu satunya. " Ucap Bunda Sisil menangis didalam pelukan Mama Anisa.
" Sekarang kamu pulang aja Jeng, biar aku yang nunggu Kevin disini. Dan kamu tenangkan Winny saja " Ucap Bunda Sisil yang sudah mulai tenang.
" Ini, kamu berikan kepada Winny. Dan katakan ini dari Kevin " Ujar Bunda Sisil seraya menyerahkan bunga matahari yang diberikan Kevin kepadanya sebelum Kevin tidak sadarkan diri.
Mama Anisa menerima bunga matahari yang ada noda darahnya.
" Aku akan pulang, Jeng. Kamu hati hati ya. Kalau ada apa apa telpon saja aku " Pesan Mama Anisa sebelum pergi. Bunda Sisil hanya mengangguk sebagai jawaban.
***
Dilain tempat.
Papa Rangga membawa Winny dan adiknya Winny, Tiara untuk pulang.
Sampai dirumah, Winny masih tetap menangis dan dia langsung berlari kekamarnya lalu, mengunci pintu kamarnya.
Setengah jam kemudian, Mama Anisa sudah sampai dirumahnya dengan menaiki taksi.
" Winny, " Panggil Mama Anisa berteriak setelah masuk kedalam rumah.
" Pa, dimana Winny? " Tanya Mama Anisa kepada Papa Rangga yang sedang menemani Tiara bermain.
" Winny dikamar Ma, dia gak mau keluar kamar " Jawab Papa Rangga dengan raut wajah sedih.
Mama Anisa langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamar Winny berada.
Tok... Tok... Tok...
" Winny buka pintunya, nak. Mama ada sesuatu buat kamu " Ucap Mama Anisa masih tetap mengetuk pintu.
Winny tidak membuka pintunya. Ia masih terus menangis tiada henti.
" Winny, buka pintunya sayang. Mama bawa sesuatu yang diberikan Kevin kepadamu. " Ucap Mama Anisa sekali lagi
Winny yang mendengar nama Kevin disebutkan oleh Mamanya, seketika menghentikan tangisnya dan berlari membuka pintu yang dikuncinya tadi.
" Mama... " Gumam Winny langsung memeluk Mama Anisa. Winny kembali lagi menangis dipelukan Mamanya.
" Kamu tenang dulu sayang, kita masuk dulu ya " Ucap Mama Anisa, lalu mereka masuk kedalam kamar Winny dan duduk disofa yang berada dikamar Winny.
" Kamu tarik nafas dalam dalam lalu buang perlahan lahan " Pinta Mama Anisa.
Winny melakukannya berkali kali sampai akhirnya ia sudah mulai tenang.
" Kalau kamu ada dalam keadaan seperti ini, kamu harus melakukan apa yang Mama perintahkan tadi " Ucap Mama Anisa yang diangguki oleh Winny.
" Tadi, Bunda Sisil memberikan ini kepada Mama. Bunga ini, Bunda Sisil dapatkan dari Kevin. Kevin mengatakan kepada Bunda Sisil untuk memberikan ini kepadamu " Ucap Mama Anisa seraya menyodorkan bunga matahari yang diberikan Bunda Sisil kepada Mama Anisa.
Winny menerima bunga itu dan kembali lagi menangis.
Mama Anisa keluar dari kamar Winny untuk memberikan waktu kepada Winny menenangkan diri.
Mama Anisa tidak memberitahukan keadaan Kevin kepada Winny, karena ia takut Winny akan tambah sedih.
Setelah Mama Anisa keluar dari kamar Winny, Winny kembali mengunci pintunya. Winny naik keatas tempat tidur. Winny membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya dengan tangan yang memeluk bunga matahari serta lututnya.
Saat makan malam, Winny tidak keluar dari kamar. Mama Anisa sudah memanggil Winny tapi Winny hanya menjawab tidak lapar.
Keesokan harinya, Winny masih mengurung diri dikamar. Karena khawatir Mama Anisa menyuruh Papa Rangga untuk mendobrak pintu kamar Winny.
Saat pintu terbuka, terlihatlah Winny yang masih menangis dengan memeluk bunga matahari pemberian Kevin.
Mama Anisa sangat sedih melihat keadaan putrinya. Mama Anisa mendekati Winny yang masih menangis dengan membenamkan wajahnya diantara lututnya.
Mama Anisa menyentuh tangan Winny. Saat disentuh Winny mendongakkan kepalanya melihat siapa yang telah menyentuhnya. Terlihat ada lingkaran hitam dibawah matanya. Mungkin itu akibat dari menangis semalaman. Suhu badan Winny juga naik.
Sejak saat itu Winny menjadi terpuruk dan ia juga menjadi orang pendiam. Tapi seiring berjalannya waktu ia bisa melupakan kesedihannya.
Flashback off*
*******************
Winny menangis dipelukan Kevin setelah bercerita tentang masa lalunya. Masa lalu yang sangat ingin ia lupakan.
" Ternyata, itu adalah ucapan terakhir dari Kak Kevin " Ucap Winny pelan masih menangis dipelukan Kevin.
'Kenapa ceritanya mirip sekali dengan yang terjadi kepadaku ya' Batin Kevin.
" Win, apakah aku boleh bertanya sesuatu kepadamu? " Tanya Kevin hati hati.
Winny mengangguk.
" Siapa nama panjang dari anak laki laki itu dan nama Mama dari anak laki laki itu? " Tanya Kevin.
" Namanya adalah Kevin Brilian Atasti dan Nama Mamanya adalah Bunda Sisil " Jawab Winny.
Kevin terkejut mendengar apa yang Winny katakan, " Apakah kamu dan anak laki laki itu memanggilnya Bunda? " Tanya Kevin bersemangat.
" Iya, dari mana kamu tau aku memanggilnya Bunda? "Tanya Winny heran.
" Aku akan menjawabnya nanti, Tapi aku punya banyak pertanyaan. Apa kah kau mau menjawab semua pertanyaanku itu? " Tanya Kevin.
Lagi lagi Winny mengangguk, sekarang dia sudah mulai tenang.
" Dari mana kamu bisa mengenal anak laki laki itu? Apakah dia memiliki seorang ayah? Bagaimana kalian bisa menjadi teman? Dan apakah kamu tahu dia sekarang dimana? Apa kabarnya? " Ucap Kevin memberikan semua pertanyaan yang ada dipikirannya kepada Winny.
" Kak Kevin dulunya adalah tetanggaku. Orang tuanya dan orang tuaku adalah sahabat baik. Ayah Kak Kevin aku tidak tahu, karena aku tidak pernah melihat bagaimana wajah dari Ayah Kak Kevin. Kami bisa menjadi teman karena persahabatan orang tua kami. Mengenai dimana dia tinggal atau kabarnya aku tidak tahu. Karena yang aku tahu Kak Kevin sudah tiada. Dan itu semua karena ku. Aku yang salah. Aku yang memaksakan kehendakku " Jelas Winny yang kembali lagi menangis.
" Aku itu orang jahat, Kev. Aku bukan orang baik " Ucap Winny lagi masih tetap menangis didalam pelukan Kevin.
" Kamu itu gak jahat Win. Kamu itu orang yang baik. Kejadian itu terjadi bukan karena kamu. Itu semua terjadi karena Kevin yang tidak hati hati dan itu juga karena pengendara motor yang memang sengaja ingin menabraknya " Ucap Kevin keceplosan.
" Ups... " Ucap Kevin menutup mulutnya saat menyadari apa yang ia katakan.
" Apa maksud kamu, Kev? Bagaimana kamu bisa tau kalau pengendara motor itu sengaja, sedangkan aku saja tidak tau tentang hal itu? " Tanya Winny sembari menghapus air matanya yang masih menempel di pipinya dengan telapak tangannya.
" Itu... Em... " Kevin menggaruk kepalanya yang tidak gatal, berusaha mencari kata kata yang tepat.
Saat Kevin berusaha berpikir, Bel bunyi sekolah berbunyi menandakan jam istirahat telah usai.
'Untung saja belnya berbunyi tepat waktu, kalau tidak semuanya pasti terbongkar. Pantas saja saat aku memasuki rumah Winny dan melihat orang tuanya aku seperti tidak asing' Batin Kevin.
" Nanti aja ya kita lanjutin lagi. Ayo sekarang kita masuk kelas. Kamu akan mendapatkan semua jawabanmu 1 bulan lagi " Ucap Kevin mengulurkan tangannya.
" Lama banget, Kev. Ya udah deh tapi kamu janji ya, " Balas Winny menerima uluran tangan Kevin untuk berdiri.
Hati Winny sekarang sudah menjadi lebih ringan, mungkin karena ia membagi masalahnya dengan Kevin.
Ternyata benar kata orang bahwa, menyimpan masalah sendiri akan membuatmu bertambah sedih, Dan jika membaginya dengan seseorang itu akan membuat kita menjadi lebih tenang.
Mereka berdua berjalan berdampingan dengan berpegangan tangan menuju kekelas.
Didalam kelas sudah ada Grecy dan Dion yang sedang mengobrol.
Regina yang melihat kedatangan Kevin dan Winny yang datang berdampingan dengan berpegangan tangan, membuatnya kesal.
Didalam kelas sudah ada Grecy dan Dion yang sedang mengobrol.
Regina yang melihat kedatangan Kevin dan Winny yang datang berdampingan dengan berpegangan tangan, membuatnya kesal.
'Dasar cewek sialan, tengok aja nanti pembalasan gue. Gue pastiin lo akan nyesel pernah ketemu dengan Kevin' Batin Regina kesal.
Pelajaran dimulai setelah guru datang. Semua siswa siswi belajar dengan tertib dan tenang.
Pulang sekolah, Regina langsung keluar kelas menuju gudang yang berada didekat sekolah.
" Kak, gimana sekarang? " Tanya Regina saat sudah sampai digudang tersebut.
" Sekarang mereka sudah semakin dekat " Ucap Regina lagi.
" Kita gak punya pilihan lain. Kita udah pernah peringati mereka. Tapi mereka tetap aja gak mau dengarkan. Jadi, kita harus buktikan kepada mereka bahwa ancaman kita bukanlah ancaman kosong. " Ucap seorang wanita yang dipanggil Kakak oleh Regina tadi.
" Gimana caranya, kak? " Tanya Regina.
" Itu mudah, kamu tinggal bawa mereka berdua kesini saat pulang sekolah. Setelah mereka dekat dengan gudang ini. Nanti Keni dan Aliya akan menutup mulut mereka dengan kain yang sudah diberi obat bius. Setelah mereka pingsan, kita akan ikat mereka digudang ini. Lalu, kita kurung mereka didalam gudang ini semalaman. Biar tau rasa mereka " Jelas wanita itu yang tidak lain adalah Dina.
" Kakak sangat pintar " Ujar Regina, lalu mereka berdua tertawa bersama sama.
***
Ditempat lain.
" Cy, kamu pulang sama aku ya " Ucap Dion kepada Grecy saat mereka berada diparkiran.
" Gak bisa Di, aku dijemput sama supir aku, " Tolak Grecy secara halus.
" Aku mohon Cy, sekarang kan kita udah jadian. Aku kan mau menghabiskan banyak waktu sama kamu " Ucap Dion lagi dengan wajah memelas.
" Ya maaf Di, aku janji deh mulai besok dan seterusnya aku pulang sama kamu " Ujar Grecy mencoba bernegosiasi.
" Ya udah deh. Tapi kamu janji ya sama aku mulai besok kamu harus pulang sama aku " Ucap Dion.
" Aku tanya sama Mami dulu, baru aku bisa janji sama kamu " Ujar Grecy mencoba membuat Dion kesal.
" Ya gak bisa gitu dong, Cy. Kamu harus janji sama aku, " Ucap Dion lagi.
" Iya, iya aku janji. Tadi cuman bercanda doang kok " Ujar Grecy.
" Ya udah, sekarang aku pulang dulu ya. Tuh supir aku udah nunggu lama gara gara kamu " Ucap Grecy lagi seraya menunjukkan mobilnya yang sudah menunggu lama.
" Hati hati dijalan. I love you sayang " Ucap Dion seraya melambaikan tangan kepada Grecy yang sudah mulai menjauh darinya.
" Love you too " Balas Grecy seraya melambaikan tangan kearah Dion.
" Win, kamu mau pulang sama aku? " Tanya Kevin kepada Winny.
Sedari tadi mereka hanya diam mendengarkan percakapan antara Dion dan Grecy.
" Kamu apa apaan sih, Kev. Jangan ikut ikutan kayak mereka deh. " Ucap Winny yang kesal dengan pertanyaan Kevin yang menurutnya, mengikuti Dion.
" Gak, aku serius. Aku gak mau ngikutin mereka, aku cuman nawarin aja " Ucap Kevin lagi.
" Gak ah. Aku pulang sama Pak Budi aja. Lagian kan rumah kita beda arah " Ucap Winny menolak.
" Udah lah, gak usah bicarain itu. Aku mau pulang, bye. See you " Ucap Winny lalu berlari menuju mobilnya yang baru datang.
" Ya, ditolak " Ucap Dion meledek.
" Lo, juga " Ucap Kevin tak mau kalah.
Lalu mereka berdua pulang kerumah masing masing dengan mengendarai motor sendiri.
********************
Keesokan harinya,
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Semua siswa dan siswi sudah pergi meninggalkan kelas mereka masing masing.
Disalah satu kelas lX di SMA Gumilang, Winny, Grecy, Kevin, Dion, dan Regina masih berada didalam kelas.
" Cy, ayo kita pulang " Ajak Dion kepada Grecy yang sedang asyik dengan pulpen dan buku.
" Bentar lagi, aku masih nulis catatan yang tadi. Kamu sama Kevin pergi diluan aja keparkiran. Nanti aku sama Winny nyusul " Ucap Grecy masih tetap fokus menatap buku yang berada didepannya.
" Tapi Kevinnya kan pulang sendiri. Mana mau dia temanin aku nunggu kamu. " Ujar Dion.
" Winny pulang sama Kevin. Nanti aku yang telpon tante Anisa sekalian nanti kita jalan jalan sebentar " Ucap Grecy.
" Kok aku sih " Ucap Winny tak terima namanya dibawa dalam perbincangan sepasang kekasih yang berstatus sahabat baginya.
" Udah jangan protes. Telpon tante Anisa, biar aku yang bicara " Ucap Grecy masih dengan menatap bukunya.
" Huft... " Winny mengeluarkan nafasnya kasar.
Winny mengambil ponsel miliknya yang berada didalam tas.
Setelah menemukannya, Winny segera menekan 6 angka diponselnya. Ponsel Winny pun terbuka, segera ia mencari kontak Mama Anisa, lalu menghubunginya.
" Halo, tante. Ini Grecy " Sapa Grecy setelah telepon tersambung.
"Halo, nak Grecy. Ada apa telpon tante pakai hp Winny? Winnynya baik baik aja kan, nak? " Tanya Mama Anisa sedikit cemas.
" Winny baik baik saja tante, tante gak perlu cemas. Grecy nelpon tante cuman mau minta izin. " Jawab Grecy sopan.
" Izin apa ya, nak? " Tanya Mama Anisa lagi.
" Izin untuk Winny pulang diantar sama Kevin. Dan nantinya Winny akan pulang sedikit terlambat, tante " Jawab Grecy sedikit gugup.
" Emmm, kalau tante sih boleh boleh aja. Asalkan Winny pulang dengan selamat " Ucap Mama Anisa memberi izin.
" Makasih tante. Tante tenang saja, Winny akan pulang dengan selamat dan tidak akan lecet sedikit pun, " Balas Grecy.
" Kalau begitu, tante tutup telponnya " Ucap Mama Anisa lalu mengakhiri panggilan telepon mereka.
" Tante Anisa udah kasih izin. " Ucap Grecy datar.
" Sekarang kamu dan Kevin tunggu kita diparkiran " Lanjut Grecy.
" Oke, apapun demi tuan putriku tercinta " Ucap Dion.
" Lebay " Ketus Kevin.
" Biarin sama pacar sendiri, kok. Dari pada sama orang yang cuman berstatus teman " Balas Dion menyindir.
" Udah pergi sana " Usir Grecy sekali lagi.
Kevin dan Dion menuruti perkataan Grecy, mereka keluar dari kelas menuju parkiran.
Selang beberapa menit, Grecy sudah selesai mencatat. Saat ingin memberes bereskan bukunya, ada seorang wanita yang menghampirinya dan Winny.
" Winny, Grecy, apa kalian punya waktu sebentar? " Tanya wanita itu.
" Tidak " Jawab Grecy singkat.
" Ada, emang kenapa Reg? " Tanya Winny kepada wanita itu yang tidak lain adalah Regina.
" Win, kita gak punya waktu. Kevin dan Dion kan lagi nunggu kita " Ucap Grecy.
" Iya, Cy. Kita dengar dulu apa yang mau dibilang sama Regina, " Ucap Winny menyakinkan Grecy.
" Terserah " Balas Grecy.
" Regina, apa yang mau kamu bilang? " Tanya Winny sekali lagi.
" Aku mau minta maaf sama kalian berdua. Dan ada satu orang lagi yang mau minta maaf sama kalian. Dia... "Ucap Regina terpotong oleh Grecy.
" Siapa dia? " Tanya Grecy.
" Itu kejutan. Aku cuman mau bawa kalian kegudang disana dia nunggu " Jawab Regina.
" Aku gak percaya " Balas Grecy.
********************
" Cy, aku tau selama ini aku salah. Aku mau minta maaf. Tolong beri aku satu kesempatan, " Mohon Regina.
" Ok, kami kasih satu kesempatan. Tapi awas kalau macam macam " Ancam Winny.
" Dan tunggu sebentar, aku mau ketoilet dulu " Lanjut Winny yang diangguki oleh Regina.
Setelah beberapa menit Winny pun kembali kekelas.Lalu, mereka bertiga berjalan keluar dari kelas menuju gudang yang berada didekat sekolah.
Saat sudah didekat gudang, tiba tiba ada dua orang yang membekap mulut Winny dan Grecy dari belakang, yang tidak lain adalah Keni dan Aliya. Setelah Winny dan Grecy pingsan, Keni dan Aliya membawa mereka kedalam gudang. Lalu, mereka mengikat Winny dan Grecy disebuah tiang yang berjauhan.
" Itu akibatnya kalau gak mau mendengarkan peringatan dari Dina " Ucap Dina yang sudah berada disana sejak tadi.
Lalu, Dina dan Regina tertawa sambil keluar dari gudang dan mengunci pintunya.
Setelah Dina, Regina, Keni, dan Aliya sudah benar benar pergi. Winny membuka matanya.
Winny mengambil sebuah potongan kaca yang ada didekatnya, lalu memotong tali yang mengikat tangan.
Setelah itu dia mengambil sebuah kamera kecil yang berada didekat telinganya. Winny mematikan kamera itu dan meletakkannya dikantong kemejanya.
" Mereka tidak tau berurusan dengan siapa " Gumam Winny.
Winny berjalan kearah Grecy lalu membuka tali yang mengikat tangan sahabatnya itu.
" Cy, Cy bangun " Ucap Winny seraya menepuk nepuk pelan pipi Grecy.
" Kayaknya dia benaran pingsan deh " Gumam Winny.
Winny berjalan mendekati sebuah meja, lalu dia mengambil sebuah air mineral didalam laci.
" Cy, bangun. Ayolah bangun. Kita harus pulang sekarang " Ucap Winny seraya memercikkan air kewajah Grecy.
Selang beberapa detik, Grecy tersadar.
" Win, kita dimana? " Tanya Grecy.
" Kita digudang. Kamu jangan banyak tanya. Sekarang kita harus keluar " Ucap Winny.
Winny mengeluarkan ponsel dari kantong roknya. Lalu dia menghubungi nomor Kevin.
" Halo, Kev " Ucap Winny setelah tersambung.
" Halo, Win. Kalian lagi dimana? Kok lama kali keluarnya? " Tanya Kevin.
" Kamu jangan banyak tanya. Sekarang kamu pergi sama Dion kegudang yang ada didekat sekolah. Jangan sampai ada yang lihat terutama Regina, Kak Dina dan genknya " Ucap Winny.
" Ok. " Balas Kevin lalu menutup sambungan teleponnya.
" Di, kita kegudang sekarang. Jangan sampai ada yang lihat kita terutama Regina dan Kak Dina genk " Bisik Kevin.
Kevin dan Dion berjalan menuju gudang dengan hati hati. Setelah sampai digudang, mereka mencoba membuka pintu tapi tidak bisa dan akhirnya mereka mencoba mendobraknya. Karena pintu gudangnya sudah mulai rapuh, dalam sekali dobrak, pintupun terbuka.
Mereka mendapati ruangan yang gelap dan ada dua manusia yang sedang duduk dengan bercahayakan senter dari ponsel.
Grecy yang mendengarkan ada suara segera mengalihkan pandangannya kesumber suara. Grecy segera berlari dan memeluk Dion yang ada dihadapannya. Itu karena Grecy yang takut gelap.
" Udah peluk pelukannya nanti aja. Sekarang kita keluar aja dari sini " Ucap Winny sembari berdiri dari duduknya dan menghampiri mereka.
" Iya, iya. Tapi aku mau nanya sama kamu. Dari tadi kamu nyuruh aku untuk diam. Sekarang aku mau bertanya dan kamu harus jawab " Ucap Grecy.
" Mau nanyak apa? " Tanya Winny.
" Kenapa tadi kamu gak pingsan? " Tanya Grecy penasaran.
" Nanti aku jelasin. Sekarang kita keluar dari sini dulu. Kita pergi ke cafe tempat biasa. Disana aku nanti jelasin semuanya " Ucap Winny.
********************