Guruku Suami Idaman

Guruku Suami Idaman
Part 2 ~ Baby Gula


Sepanjang koridor rumah sakit, baik Keisha ataupun Ricky tidak ada yang membuka suara. Keduanya sama-sama kesal dengan tingkah masing-masing.


Bahkan Ricky dan Keisha tidak kembali bersama setelah dari rumah gadis itu. Keduanya sampai selisih beberapa menit.


Keisha dengan taksi dan Ricky dengan motornya.


Guru olahraga tersebut mendahului Keisha membuka pintu ruangan perawatan pak Wilson, terkejut mendapati dua orang polisi dan beberapa dokter ada di dalam sana. Bukan hanya itu, pria berpeci dengan jas hitam sedang berbicara dengan pak Wilson dan mamahnya.


Kening Ricky mengerut, menatap mamahnya yang tengah berdiri kikuk tepat di samping Wilson.


"Mah?"


Ratna yang dipanggil segera mendekat, memeluk lengan Ricky sambil membisikkan sesuatu.


"Iky tolongin mamah, polisi itu bakal nangkap mamah kalau kalian nggak nikah hari ini," bisik wanita paruh baya itu.


Ricky kembali mengedarkan pandangannya. Menatap satu persatu orang yang ada di dalam ruangan, terakhir pada pak Wilson yang juga menatapnya.


"Hanya ini jalan satu-satunya," ucap Wilson.


Ricky menghela nafas panjang, mau tidak mau dia mengangguk. Bersedia menikahi siswa menyebalkannya demi menyelamatkan reputasi sang mamah agar tidak masuk daftar hitam.


Sementara Keisha hanya diam saja, telah pasrah akan masa depannya karena tidak ingin jantung sang papah kumat lagi.


"Mempelainya telah datang pak Penghulu, silahkan nikahkan keduanya. Sudah ada beberapa saksi di sini," ucap Wilson memecah keheningan yang ada.


Semua orang yang berada di ruangan itu bergeser, mempersilahkan Ricky dan Keisha duduk.


Ayolah suasana hati kedua mempelai itu sama-sama tidak baik karena harus dinikahkan secara mendadak tanpa persiapan. Terlebih dengan musuh masing-masing.


Keisha memejamkan matanya, keringat dingin mulai bermunculan di kening gadis itu ketika mendengar gurunya mengumamkan beberapa kalimat yang akan diucapkan beberapa menit ke depan.


Semantara para orang tua tampak tersenyum karena keinginan mereka akhirnya terpenuhi. Mamah Ricky tidak jadi dipenjara dan pak Wilson berhasil menikahkan putrinya dengan keluarga yang latar belakangnya sangat baik.


Sebenarnya kecelakaan itu ketidak sengajaan, tetapi melihat siapa yang telah menabrak, pak Wilson memanfaatkan situasi. Itu semua karena tidak ingin putrinya hidup sendirian setelah dia pergi dan tidak akan kembali lagi.


"Sah!" teriakan para saksi yang merupakan dokter ataupun polisi mengema ketika Ricky usai mengucapkan kalimat sakral hanya dalam satu percobaan.


Tepat saat itu pula Keisha membuka matanya, tanpa mencium punggung tangan Ricky, gadis itu berlari meninggalkan semua orang.


Tidak pernah menyangka statusnya akan berubah hanya dalam hitungan menit saja. Di pagi hari, hidupnya baik-baik saja. Bersenda gurau dengan teman-temannya, menggoda Mehesa selaku ketua tim basket di sekolah.


Namun, siapa yang menyangka di sore hari statusnya tiba-tiba berubah menjadi istri dari guru olahraga yang sangat menyebalkan.


"Nggak mungkin seorang Keisha jadi istri pak Ricky!" teriaknya tepat di depan rumah sakit, membuat beberapa pengunjung tentu memperhatikannya.


Siapa yang peduli? Keisha tidak malu sama sekali.


***


"Kenapa masih duduk? Sana susul istri kamu, Iky! Biar mamah yang jaga pak Wilson di sini!" ucap Ratna ketika Ricky bergeming di tempatnya.


Padahal dokter, penghulu dan polisi telah pergi beberapa menit yang lalu.


Tanpa mengatakan apapun, Ricky beranjak dari duduknya. Berjalan tanpa arah di lorong rumah sakit.


Siapa yang menyangka dirinya benar-benar telah resmi menjadi seorang suami.


Padahal Ricky baru saja memantapkan hatinya untuk menjauhi semua perempuan setelah diselingkuhi oleh seorang wanita yang sangat dia percayai.


Mungkin karma baginya karena pernah menjadi pemain saat remaja dulu. Tapi sekarang Ricky sudah tobat, apakah tidak pantas mendapatkan jauh lebih baik dari Keisha?


"Nambah beban aja di hidup saya," gumam Ricky.


Langkah pria itu berhenti ketika melihat gadis yang telah menjadi istrinya tengah berdiri di depan rumah sakit.


Sudut bibirnya tertarik ketika melihat gadis itu menaiki motor yang pengendaranya seorang cewek.


***


Jarum jam telah menunjukkan angka 8 malam, tapi tidak ada tanda-tanda Keisha akan pulang kerumahnya. Gadis itu masih sibuk tiduran di rumah sahabatnya yang bernama Aurin.


"Sumpah demi apapun gue nggak nyangka bakal nikah sama dia." Keisha memutar bola mata malas.


"Lo dari tadi ngedumel mulu. Kenapa sih? Kek kesal banget bawaanya?" tanya Aurin yang masih belum tahu apa yang terjadi pada sahabatnya.


Maklumin saja Aurin itu sedikit lemot tentang masalah, tapi jika hal-hal berbau sesat maka serahkan pada Aurin, dia cepat tanggap.


"Gue dipaksa nikah sama pak Wilson."


"What?" Kaget Aurin. "Terus-terus?" Gadis itu semakin mendekat pada Keisha. "Lo terima gitu? Cowoknya gimana? Setampan Mahesa kagak?" Selidik Aurin tanpa memberi celah pada Keisha menjawab.


Membuat gadis itu mendengus kesal, menoyor kepala Aurin cukup keras.


"Buruan jawab bego!" Desak Aurin.


"Kalah jauh sama Mehesa."


"Tolak kalau gitu!"


"Huaaaaaaa ... masalahnya gue udah nikah sama om-om itu Aurin. Gue udah jadi baby gula!" Keisha mereong di kamar Aurin hingga ranjang sahabatnya tidak berbentuk lagi.


Untung saja orang tua Aurin tidak ada di rumah.


"Yah, nggak seru!" Aurin mende*sah. "Harusnya lo ngajak gue tadi."


"Ngapain?" tanya Keisha.


"Fofo-foto." Cengirnya.


Atensi keduanya harus teralihkan pada benda pipih yang tergeletak di lantai, Keisha melirik sekilas lalu kembali merebahkan tubuhnya dengan kepala menjuntai ke lantai.


"Dari Tuan Wilson yang terhomat tuh." Tunjuk Aurin.


"Bodoh, gue nggak mau pulang. Gue belum siap diunboxing sama om-om gila!" Keisha mengembungkan pipinya.


Membayangkan akan malam pertama dengan pak Ricky sangatlah menyeramkan. Ayolah Keisha sekarang sedang kesal.


Siapapun tolong dia untuk menghilang dari dunia. Terbang ke negeri dongen, menjadi ratu dan rajanya adalah Mahesa, bukan Ricky.


"Iya om, benar. Kei ada di rumah Aurin."


Keisha memicingkan matanya pada Aurin yang ternyata dengan bodohnya menerima panggilan tersebut. Sungguh dosa apa Keisha sampai harus mempunyai sahabat bego seperti Aurin?


"An*jing lo!" maki Keisha tanpa hati. Ya itulah Keisha, selain keras kepala dia juga gadis yang cukup kasar dan frontal jika bicara.


"Enak aja, gue manusia! Kalau gue an*jing, lo juga anji*ng dong. Sana pulang, katanya ditugguin mas suami." Mendorong Keisha turun dari ranjangnya.


"Lo nggak ada niatan cegah gue gitu? Bawa gue kabur kek."


"Nggak, lo nikah gua senang. Kita bisa porotin tuh suami lo. Tajir kan? Bisa jajan tiap hari kita." Cengir Aurin.


Gadis itu mendorong tubuh Keisha hingga keluar dari rumahnya. Menutup pintu rapat-rapat dan tidak memperdulikan teriakan Keisha.


Kalian harus tahu, Aurin akan mendapatkan uang jajan jika berhasil mengusir Keisha dari rumahnya. Itulah yang pak Wilson janjikan.


*


*


*


Selamat membaca🤗