
Di dalam Al-Quran, Allah menjelaskan bahwa berlaku adil dengan isteri-isteri adalah sangat susah. Karena berlaku adil tidaklah mudah. Adil sendiri adalah menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya, melakukan sesuatu yang seharusnya. Maka adil tidak jauh berbeda dengan taqwa.
Video kajian seorang Ustad terkenal berputar di ponsel Andini pagi ini. Ia tidak tahu jika isi kajian itu tentang poligami. Dama memicingkan matanya ke arah Andini yang sedang duduk menyandar di kepala ranjang. Sedangkan Dama duduk di sofa sembari menikmati satu cangkir kopi hitam yang baru saja Andini buatkan.
"Ehem..." Dama berdehem mencairkan suasana. Andini menoleh ke sumber suara, tersenyum manis lalu mematikan video dan meletakkan diatas nakas disebelahnya. Andini turun dari ranjang dan mendekati Dama.
"Mas..." Andini langsung duduk dipangkuan. Mengalungkan tangannya ke leher Dama, memainkan rambut bagian belakang kepala. Cup...mengecup bibir sekilas.
"Kita sarapan?" Dama mengangguk. Mengusap punggung Andini lembut. Memiringkan kepalanya, menarik tengkuk dan mencium bibir Andini.
"Morning Kiss" ucap Dama sambil mengusap bibir Andini dengan ibu jarinya.
"Mas jangan tersinggung dengan video yang aku putar tadi. Aku gak ada maksud apa apa mas" mengusap alis hitam pekat Dama dengan telunjuknya.
"Iya aku tau. Aku akan terus berusaha berbuat adil, meski itu akan sangat sulit. Aku mau kamu katakan semua keluh kesah dan jangan ada hal yang ditutup tutupi. Aku tidak suka" Andini mengangguk. "Iya mas" mengecup lagi bibir Dama.
Dama mengangkat Andini dan merebahkannya ke atas sofa. ******* bibir mungil dan merah itu, meraupnya seakan tak cukup hanya ********** saja.
Mentari pagi yang bersinar cerah dan hangat masuk ke dalam kamar hotel, sangat mendukung suasana di kamar Andini dan Dama. Melakukan morning *** sebelum mengawali hari sangat bermanfaat.
Dilansir dari The Healthy, pakar hormon sekaligus perintis FLOliving.com, Alisa Vitti menyebut, morning *** di pagi hari paling ideal karena kadar hormon paling tinggi di awal hari.
Seperti diketahui, hormon pria atau testosteron diproduksi saat pria tidur di malam hari. Selain itu, hormon wanita atau estrogen juga mencapai puncaknya di pagi hari. Dengan hormon optimal, seseorang bisa memberikan respons terbaik bagi pasangannya.
Berhubungan *** di pagi hari tak hanya optimal dilakukan. Namun, aktivitas ini ternyata juga menyimpan sederet dampak positif untuk tubuh.
Yakni lebih berkualitas, memperkuat ikatan dengan pasangan, menghilangkan stres, meningkatkan suasana hati, membantu membakar kalori, menjaga kesehatan otak dan membuat awet muda.
*****
Dama duduk di meja restoran yang menghadap langsung ke kolam renang. Aku membawa beberapa menu sarapan untukku sendiri dan juga Dama. Meletakkan diatas meja "Sarapan dulu mas".
"Terimakasih"
Aku melihat Dama yang masih menatap layar ponselnya dan terlihat gusar.
"Mas...dimakan dulu" ia langsung menatapku dan mengangguk. Memasukkan ponselnya ke dalam saku celana.
Hening...kami sibuk menikmati sarapan masing masing. Sesekali aku melirik ke arahnya, tatapannya kosong, terkadang melamun.
"Mas, ada masalah? kenapa murung?" kusentuh tangannya yang masih memegang sendok.
"Hah? gak..bukan apa apa. Cepat habiskan sarapanmu, kita akan jalan jalan" aku menurut saja. Aku tepiskan dugaan dugaan yang tidak baik.
Setelah menghabiskan sarapan, kami kembali ke kamar untuk bersiap berjalan jalan di sepanjang Kuta.
Dress panjang berwarna hijau botol dan pasmina coklat mempercantik tampilanku, tak lupa kaca mata hitam yang melindungi mataku dari sinar matahari yang cukup terik.
Sedangkan Dama, aku memilihkan t-shirt hitam dan celana cargo dengan banyak kantung di dua sisi. Tampannya suamiku, Dama Sakti.
Kami berdua keluar dari kamar hotel. Dama menggenggam tanganku erat, seakan takut aku hilang atau di culik. Aku terus tersenyum melihat punggung kekarnya itu dari belakang.
*****
Berjalan kaki disepanjang jalan Legian Kuta Bali. Masuk dari toko satu ke toko lain. Kini tangan Dama penuh dengan beberapa totebag. "Terimakasih mas" Dama mengecup punggung tangan Andini yang digenggamnya di tangan kanan. Mereka berjalan lagi menyusuri jalan itu.
"Dama? Hi Bro apa kabar lu?" seorang laki laki tegap bersama dengan wanita berpakaian sexy menepuk bahu Dama.
"Candra? Lu? kabar gua baik" berpelukan. Candra adalah sahabatnya dulu sewaktu kuliah. Dama, Candra dan Firman. Ketiganya bersahabat, tapi setelah kejadian Firman merebut Anissa dari Dama, hubungan mereka bertiga terputus begitu saja. Candra merantau ke Surabaya, bekerja di perusahaan asing.
"Kenalin ini pacar gua, Amanda" Dama mengulurkan tangannya, Amanda menerimanya dengan senyum genit. Andini melihatnya.
"Ehem" Andini berdehem agar Dama melepaskan tangannya dari Amanda. "Ah ya...ini Andini, bini gua" Candra dan Amanda bergantian bersalaman.
"Lu udah kawin bro? wah gua keduluan nih" Dama tersenyum, merangkul Andini.
Mereka berempat berakhir jalan jalan bersama. Andini tidak nyaman dengan tingkah dan tatapan Amanda pada Dama. Sedari tadi Amanda terus menempelkan tubuhnya sengaja ke lengan Dama.
"Mas, aku mau kita pulang ke hotel aja. Aku gak nyaman dengan mereka," Andini berbisik pada Dama saat Amanda dan Candra sedang memesan minuman.
"Oke, kita pulang," Dama bangun menarik tangan Andini berjalan mendekati Candra dan Amanda.
"Bro, sorry gua balik ke hotel dulu. Andini kurang enak badan," Dama membuat alasan.
"Tapi bro, baru juga ketemu bentar doang. Gua kangen ama lu," timpal Candra.
"Tenang, gua masih lama di Bali. Calling aja nanti," balas Dama, tetap bersikukuh untuk kembali ke hotel karena istrinya bebar-benar terlihat tidak suka berada disana.
"Oke bro, take care. Get well soon Andini," ujar Chandra. Andini membalas dengan senyuman. Sedangkan Amanda masih terus saja menatap Dama.
"Mas..." seru Andini lirih, kemudian menarik narik lengan Dama. Benar benar sudah tidak nyaman dengan Amanda.
"Iya honey," Dama merengkuh pinggang Andini, lalu pergi meninggalkan Candra dan Amanda.
*****
Setibanya di kamar hotel, Dama dan Andini memutuskan untuk berpindah ke Vila di Buleleng, Singaraja Bali.
Menikmati waktu berdua lagi di atas kursi santai di pinggir private pool, fasilitas yang terdapat dalam Vila.
"Mas" seru Andini saat Dama memeluknya erat. Dama menyentuh pa****** milik Andini. Andini memakai bikini yang Dama belikan tadi sebelum berpindah ke Vila.
"Mas," Andini mele****. Karna gemas, Dama melepaskan bikini bagian atas Andini.
"Jangan disini mas. Di kamar saja" suara Andini yang serak terdengar semakin sexy. Dama langsung membopongnya masuk ke dalam kamar.
"Mas,"
Suara ******* dan erangan terus terdengar di seluruh penjuru kamar. Dama dan Andini menikmati honeymoon mereka dengan indah.
Bersambung....