Putri Kecil Tuan Mario

Putri Kecil Tuan Mario
Bab. 39 Obsesi Atau Cinta


Mario memerintahkan seseorang mengawasi Raisa, bukan karena tidak mempercayainya, melainkan karena Mario merasa perlu mengetahui apa saja aktifitas gadis itu belakangan ini.


Kesibukannya menyita waktu, sementara ia ingin selalu tahu apa saja kegiatan Raisa, ia harus mengetahuinya sebelum mengambil keputusan.


Sesungguhnya, kegagalan dalam mempertahankan rumah tangganya cukup membuat Mario illfeel untuk memulai suatu hubungan kembali, terlebih biduk rumah tangga.


Harus diakuinya, perusahaan mendapat tempat nomor satu dalam daftar perhatiannya, namun semenjak Naomi sakit, Mario sadar, anaknya merupakan prioritas utama, apa artinya semua jerih payahnya, jika ia tidak bisa menjaga hanya seorang anak kecil.


Mario membutuhkan seseorang yang bisa menyayangi anaknya, lalu Nadya, ibu kandung Naomi? Mario sempat mempertimbangkan untuk memaafkan Nadya.


Bagaimana pun, kesalahan bukan sepenuhnya ada pada Nadya, alasan kurangnya perhatian, Mario terlalu sibuk dan Mario terlalu dingin dan arogan, menjadi alasan Nadya, 2 tahun lalu ketika masalah mereka menjadi semakin besar dan berakhir begitu saja.


Mario mungkin egois, Mario mungkin terlalu keras, namun bayangan istrinya bermesraan dengan pria lain tak mampu hilang dari kepalanya, dan ia menjadi muak dengan kehadiran Nadya.


Meski mencoba memaafkan, Mario tidak bisa berbohong, ada sesuatu di jantungnya yang merasa seperti tertusuk duri, lalu bagaimana melanjutkan suatu hubungan jika hanya ada rasa sakit didalamnya?.


Terlebih Nadya tidak cukup menunjukkan penyesalannya, meski berulang kali bersimpuh memohon maaf, Nadya tidak cukup berubah untuk Naomi.


Nadya tetap memilih kesibukan dunia modelnya saat mendengar Naomi terkena penyakit mengerikan, Nadya tidak serta merta meninggalkan pekerjaannya, dengan alasan terikat kontrak.


Apa yang lebih penting bagi seorang ibu? karier atau anaknya? Seolah ia akan jatuh miskin bila terkena penalti, bahkan kehidupannya tidak kekurangan dengan menjadi istri Mario.


Mario tahu, ia hanya takut kehilangan kebebasannya, takut menjadi tidak menarik dengan mengurus anaknya, sungguh hal itu membuat Mario menjadi bimbang.


Bisakah Nadya kembali kesisinya? Jika sedikit kurang perhatian dan kasih sayang suami bisa membuatnya berpaling? bagaimana hari-hari selanjutnya? benarkah Nadya bisa berubah?


Mario ragu, padahal Mario seorang pria jujur, meskipun sibuk dengan pekerjaannya, walau dirinya terbang dari satu kota bahkan dari satu benua ke benua lain, dan sekalipun wanita-wanita cantik berseliweran disekitarnya, Mario seorang yang setia.


Mungkin, beberapa wanita pernah bergelayut di tubuhnya yang perkasa, meninggalkan bau parfum dan lipstik disana, tapi itu hanya seperti fatamorgana.


Mereka tidak benar-benar mengganggu, Mario tidak menghianati wanitanya secara nyata, mungkin itu sekedar kamuflase semata untuk membuat Nadya cemburu, yang dilakukan Oleh wanita yang ingin menarik perhatian Mario.


Sayang, Nadya tidak cukup bersabar, Nadya terlalu naif, rasa curiga dan kecemburuan juga keinginan untuk menonjolkan dirinya kembali sebagai model lebih besar dibanding kepercayaan kepada laki-laki yang telah menikahinya.


Hal itu sangat berbeda ketika matanya melihat Raisa.


Gadis bar-bar dan semena-mena memperlakukan seseorang yang dianggapnya berbahaya, namun dilihatnya wanita itu memiliki kecintaan yang luar biasa pada keluarganya.


Mario sudah menelusuri jejak kehidupan Raisa dari sebelum tinggal di kota itu, sejak masih menjadi seorang Putri Istana yang dipenuhi kemewahan hingga terbuang ke tempat terpencil, menjadi seorang guru PAUD yang sederhana.


Wajah gadis itu tidak berubah, tetap cantik dan mempesona. Prilakunya tidak berubah, tetap bar-bar namun penuh rasa sayang.


Tidak nampak disana keputus-asaan, tidak terlihat begitu terluka, meski Mario tahu, itu hanya karena kemampuannya menyembunyikan perasaannya yang kecewa.


Namun Raisa begitu tegar, bahkan bisa menjadi seperti sosok ayah dan ibu untuk adiknya seorang, dan satu nilai lebihnya, Raisa bahkan mampu memotivasi dan menginspirasi dirinya sendiri.


Mungkin karena kemandirian itulah,


Raisa, gadis itu sangat sulit dijangkau, Mario yakin Raisa mencoba menghindari dirinya dikarenakan ada Nadya diantara mereka.


Terbukti hari ini, Sinta menghubunginya perihal keinginan Nadya mengajak Naomi jalan-jalan, kenapa bukan Raisa yang melakukan? karena insting Mario memberitahu Sinta tentu memberi laporan pada Raisa.


Meski nomor ponsel Raisa tidak aktif, namun Mario yakin, gadis itu memiliki nomor lain, video dimana Raisa sedang menelpon dan kemudian kedatangan seorang laki-laki yang menyapa Raisa, cukup membuktikan.


Padahal, setiap kali ingin menghubungi nya, Mario melihat ponsel gadis itu terlihat tidak aktif, bahkan saat mengetahuinya sedang ber telpon, ponselnya tetap terlihat off.


Rupanya Raisa benar-benar ingin menghindarinya, Raisa tidak ingin mengambil kesempatan dengannya meski Mario tidak keberatan gadis itu akan memanfaatkan dirinya, sekalipun menjadikan Naomi sebagai alasan.


Mario terlanjur terpikat, hingga apapun bentuk prilaku Raisa, bahkan sikap kasarnya sekalipun menjadi sesuatu yang menyenangkan dan mengundangnya ingin semakin mendekati gadis itu.


Apakah Mario sudah menjadi terobsesi? Obsesi atau cinta, Mario tidak ingin terlalu memusingkan, keinginan terbesarnya, memiliki Raisa, apapun caranya.