Putri Kecil Tuan Mario

Putri Kecil Tuan Mario
Bab. 25 Gadis Yang Kuinginkan


Helikopter mendarat di vila milik kakaknya Mario. Bang Romy.


Seorang pelaku bisnis yang disegani karena sepak terjangnya di dunia bisnis baik oleh teman maupun lawan bisnisnya. Pengusaha bertangan dingin yang memiliki berbagai jenis usaha di bidang retail, fashion dan kuliner.


Anehnya, Pria yang terkenal angkuh dan arogan itu ditambah dengan tato di sekujur tubuhnya. Yang jago beladiri dan memiliki banyak bodyguard di sekeliling nya dan juga bertato.


Sekilas bila dilihat, keberadaan mereka lebih mirip sekumpulan mafia berdarah dingin yang kasar dan kejam. Tentu saja lebih pantas disebut mafia karena mereka selalu bekerja secara sembunyi-sembunyi, tidak nampak menyibukkan diri, tapi memiliki penghasilan yang cenderung tinggi dan tidak perlu mengeluarkan tenaga yang banyak atau ekstra.


Lebih tepatnya mereka bekerja dengan sangat cerdas. Erik pernah berfikir demikian, sampai melihat sendiri. Tubuh boleh sangar tapi hati hello kitty, begitu istilahnya. Bahkan Bang Romy, ternyata lebih mirip namanya Romeo, wajah saja yang mengerikan, aslinya, dia seorang yang sangat patuh dan mencintai istrinya.


Dia menyerahkan seluruh urusan bisnisnya pada asistennya, sementara ia sendiri sibuk di rumah menemani istrinya yang baru melahirkan sepasang. Bukan sepasang tapi 2 pasang bayi kembar. Lihatlah, ketika heli mereka mendarat tepat di depan villa, Bang Romy, sedang dijadikan kuda oleh anak-anak nya, benar-benar tidak keren. kata Erik.


"Apa? berani kau bilang tidak keren?


" Mana berani bos"Erik .buru-buru menyangkal.


"Hai adikku apa kabarmu? angin apa yang membawamu kemari, kenapa tidak bawa putri keponakan kecilku yang lucu dan cerdas itu, dia pasti akan senang bermain dengan sepupu-sepupunya". Bang Romy memeluk Mario hangat.


"emm... seperti abang lihat, kaulah yang kulihat makin bahagia saja dengan bidadari mu, heh ". Mario meraih tangan Bang Romy dan membentuk sebuah simbol keakraban.


" begitulah, dia cinta sejatiku, begitu kan sayang". Bang Romy memeluk istrinya, yang memukul lengannya manja.


"ah abang, malu dong sama kak Mario, malu dikit ada orang".


" baiklah my sweety, artinya boleh dong bentar kalau si Mario ini pulang".


"eits Bang.... Mario memotong.. " aku belum berencana pulang secepat itu".Sergah Mario.


"apa? jadi mau berapa lama kau mengganggu kesenangan ku? " balasnya tanpa perasaan.


"yah sehari dua hari mungkin, tergantung, kalau yang kucari sudah ketemu? "


"memang apa yang kau cari? " Bang Romy menatap heran


"Baru kali ini kudengar kau kewalahan". Padahal Bang Romy sudah mendengar dari beberapa orang kepercayaan nya yang ditempatkan di kota perihal adiknya Mario yang tengah jatuh cinta ini.


Bang Romy sangat mendukung jika adiknya melepaskan Nadya, dia sudah tahu kalau wanita itu tidak bisa setia, karena sebelum mereka menikah pun, sudah terdengar kabar kalau Nadya sering gonta ganti pacar. Adiknya itu saja yang mau dibodohi.


" Aku juga penasaran, bagaimana rupa gadis yang mampu menyaingi si Nadya itu? ", lebih seksi mana, dia atau istriku ini".


"Sudah jangan dengarkan abangmu itu"


Bisa menengahi.


"Okey... lalu apa keperluan mu kemari? ".


" Aku ingin mengunjungi sebuah pusat pendidikan yang berbentuk asrama, siswa-siswi nya harus tinggal di dalam untuk beberapa bulan, bahkan tahun".


"Ada apa disana? ". Kening Bang Romy berkerut.


" Gadis yang kuinginkan ada disitu sekarang ". To the point Mario bercerita.


" Jadi, gadismu masih anak-anak heh... apa kau seorang fedofil? " Romy tidak sengaja berteriak. Nisa memukul lengan suaminya kembali.


"Enak saja". Mario menyangkal, Erik tersenyum-senyum tipis.


" awas kau tertawa, ku potong gajimu nanti".


" waduh, ampun bos". Erik menyesal


"susekarang ceritakan yang jelas". Romy memotong.


Mario pun bercerita tentang Raisa dan pertemuan mereka, tentu saja secara singkat, ti dan lebih banyak tentang keakraban Raisa dan Naomi, serta penyakit anaknya yang berkurang selama dalam pengasuhan Raisa. tentu dak akan dikatakannya, bagaimana dia menggoda gadis itu. Bisa jatuh wibawanya.


"Hmmm...bagaimana menurutmu sayang, tentang gadis itu? " Romy memandang istrinya dengan sorot memuja. Ternyata sama saja kedua saudara ini, asli jago merayu.


"kurasa, dia gadis yang menarik dan juga baik hati".


" bukan masalah yang besar, aku kenal dengan pemilik sekolah itu".


"Benarkah? tentu saja, orangnya ada didepan mu? ".


" hah... mbak Nisa? " Mario membelalak.


"apa kau lupa, istriku seorang doktor ndi bidang psikologi? "


Mario tertawa senang. benar-benar sebuah kejutan.