
Naomi dan Raisa menghabiskan waktu di sekolah dengan keseruan. Naomi bisa berbaur dengan anak kampung dan sangat cerdas.
Naomi sedikitpun tidak merasa risih dengan anak-anak desa yang sederhana. Meskipun sangat kelihatan berbeda, bagaimana Naomi tampak wah, mulai dari sepatu, jam tangan, tas, ikat rambut hingga perlengkapan bekal. Meski teman-temannya takjub dan mendekati untuk melihat penampilan mewahnya. Naomi tetap tersenyum manis,
" Hai teman-teman, namaku Naomi, mau kah kalian bermain bersama ku? " Tanya Naomi sopan
Teman-teman nya mengangguk
"Terimakasih".
" Bunda Raisa, kami boleh main di taman? "
" Tentu saja boleh sayang", kita bermain diluar sebentar sebelum mulai kelas kita okey? "
"Horeee"... Teriak anak-anak senang.
Raisa mengawasi keseruan anak-anak ditemani bunda Mia. Mereka memang berpasangan untuk menjaga anak-anak saat bermain diluar. Anak-anak PAUD sangat rentan dengan jatuh, terpeleset, terbentur karena masih kurangnya kontrol diri maupun daya tahan tubuh, saat tiba-tiba berada pada posisi rentan untuk terjatuh.
Biasanya saat bermain. Ada-ada saja yang mengadu. Terjepit tubuh temannya, terinjak kaki temannya, terdorong oleh temannya yang badannya lebih besar, sehingga sangat perlu tetap mengawasi anak-anak bermain. kalau tidak bakalan kacau dan banyak keluhan.
Hari ini sekolah mereka mengadakan outbound ke area persawahan, karena lingkungan mereka dekat dengan kehidupan pedesaan dan pegunungan, sangat perlu bagi anak-anak mengetahui bagaimana kehidupan seorang petani di sawah maupun petani sayur dan buah termasuk peternak ayam dan bebek.
Anak-anak mendatangi sebuah lokasi yang memiliki area kebun, sawah dan kandang hewan ternak sekaligus. Milik seorang petani sukses yang membentuk lahannya khusus untuk lokasi rekreasi dan wisata bernuansa kebun.
Raisa, sebagai Kepala Sekolah, maju ke depan, memberi sedikit penjelasan singkat tujuan outbound ini kepada para orangtua sebagai bentuk edukasi sebelum turun ke lapangan.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian yang saya hormati. Kita tahu, di lingkungan sekolah kita ini, mata pencaharian orang tua bukan hanya bertani, berkebun atau beternak. Ada orang tua yang bekerja sebagai pedagang, polisi, perawat, guru atau pegawai swasta. Materi ini dianggap perlu diketahui anak didik kita karena sangat dekat dengan keseharian mereka. Kali ini kita memilih kunjungan ke sawah dan kebun wisata. Semoga di kesempatan berikutnya, kita dapat mengadakan kegiatan serupa ke kantor pemerintah ataupun ke instansi lainnya".
"Adalah tugas kita mendampingi anak, merangsang minat mereka terhadap sesuatu, memperluas informasi yang telah diperoleh di kelas, memberikan pengalaman mengenai kenyataan yang ada. Itu semua akan dapat menambah wawasan anak, menumbuhkan minat, meningkatkan perbendaharaan kata mereka. Akhirnya, saya ucapkan mari kita berangkat dengan semangat dan kegembiraan untuk mengenalkan anak-anak kita pada lingkungan nya".
Raisa menutup pidatonya bertepatan saat menatap ke depan matanya bertemu dengan Mario, yang hari itu, khusus menyediakan waktu untuk mendampingi, Naomi, putrinya, yang sangat bersemangat untuk ikut outbound.
Ada tatapan memuja dari Mario. Beberapa lama ini, Mario sengaja menjauhi Raisa, memberi kesempatan untuk Naomi dapat akrab dan mengenali lingkungan barunya. Mario sadar, jika ia terus berada di sekitar gadis itu, dan tidak dapat mengontrol dirinya untuk menggodanya atau menjahili lewat kata-katanya, mungkin saja Raisa akan ilfil padanya.
Sementara Mario sangat berharap, disini, Naomi dapat mengalami perubahan kondisi penyakitnya. Dan Mario cukup berbesar hati, usahanya cukup mendatangkan hasil. Putrinya tampak lebih bahagia, kedekatan nya dengan Raisa mungkin salah satu penyebab dari hilangnya sakit yang dideritanya sedikit demi sedikit.
Karena itu, memandang nya kini, dari jarak beberapa meter, sesungguhnya menggetarkan hati keduanya, baik Mario maupun Raisa, saling menatap sekilas dalam diam. ada getar kerinduan dirasakan Mario. Sengaja tidak ingin dekat, namun Mario justru menyadari perasaannya terasa semakin kuat.