
Cukup aneh kali ini, tamu lebih dulu tiba di tempat reservasi, tamunya pula sudah memesan berbagai menu andalan pusat kuliner itu, tuan rumah malah datang terlambat.
Tapi, siapa yang tamu disini, dan siapa yang tuan rumah? Mario sendiri orang baru di daerah ini, meskipun dia sudah beberapa bulan menetap karena urusan putri dan proyeknya, namun kenyataannya dia bukanlah penduduk asli, tapi kalau urusan kuliner tentu diapun tidak ketinggalan informasi.
Dijamu sebagai tamu ataupun menjamu rekan bisnisnya di sebuah rumah makan setiap hari dilakoni, disesuaikan dengan lidah tamu, tentu perlu mencarinya tahu, apa saja yang menjadi makanan kesukaan mereka.
Tapi kali ini, Mario kalah selangkah dari abangnya. Untung Bang Romy, kakak kandungnya, sehingga dia tidak merasa keberatan sama sekali. Coba kalau itu orang lain, sebagai seorang Ceo, tentu akan merasa tertampar jika tamu yang ditunggunya justru yang menyiapkan semua jamuan makan malam mereka.
Lagipula, ini bang Romy, kakaknya adalah raja kuliner, pengusaha tekstil dan dunia fashion yang terkenal di seantero negeri, sungguh tidak diragukan lagi, kemampuannya menjelajah semua tempat kuliner, termasuk di kota ini.
Sebuah tempat makan di tengah dangau disekelilingnya terhampar ratusan hektar persawahan hijau dengan sistem pengairan yang teratur dan air melimpah ruah disepanjang area persawahan, yang unik, tempat ini terletak diatas dataran tinggi yang sangat
Mario dan Raisa berkeliling mencari tempat makan yang pas untuk abangnya, Romy, beserta rombongan, namun yang terjadi sebaliknya, Romy menelpon Mario, mengabarkan kalau rombongan mereka sudah menunggu disana.
Mario tersenyum tipis, abangnya, tipe kakak yang selalu dapat diandalkan, dan mandiri, dirinya tidak pernah mau bergantung pada orang lain.bang Romy lebih suka merencanakan sesuatu terlebih dahulu dan selalu ingin mencapai standar pencapaian yang tinggi.
Dimasa remaja mereka, kakak tertuanya ini tergolong banyak bicara dan ramah dibandingkan Mario yang cenderung arogan dan dingin. bang Romy sangat senang dan nyaman menjadi pusat perhatian, sangat berbeda dengan Mario yang menyukai ketenangan. Sehingga dalam keluarga besar mereka Romy dikenal sebagai pribadi yang selalu mendominasi dan menjadi pusat perhatian.
Sebagai kakaknya, Mario sangat menaruh kepercayaan pada bang Romy karena kebaikan hatinya serta kasih sayang yang selalu ditunjukkan terhadap adik-adiknya.
Mungkin karena sifatnya itulah, seorang Nisa yang lembut dan santun dapat menangkap kebaikan itu, meski tersembunyi dari orang luar, akibat penampilan fisiknya yang bareng dan bertato.
Nisa seorang Psikolog muda yang sudah menjadi pembicara berbagai forum - forum diskusi dan seminar sekaligus pemilik sebuah yayasan yang bergerak dalam pembinaan kepribadian dan mental generasi muda, dapat bersanding dengan Romy, yang dalam pandangan umum seorang mafia, kenyataan nya Nisa dapat menangkap prilaku Romy yang sebenarnya adalah seorang yang pro-sosial dan paling berkomitmen dalam tanggungjawabnya.
Raisa tercengang takkala melihat wanita mungil dan cantik yang berdiri di sisi seorang pria tinggi besar bertato namun sangat tampan, wanita itu tidak lain, mbak Nisa, pengajar sekaligus pemilik pusat pendidikan, dimana adiknya Darren saat ini.
"Mbak Nisa.... " sapa Raisa sedikit nyaring dengan ekspresi terkejut.
"Raisa sayang". Nisa segera menghampiri Raisa dengan senyum mempesonnya, dan sama sekali tidak menunjukkan rasa kaget atas pertemuan mereka sekarang, membuat Raisa diliputi tanda tanya besar.
" Aku tidak menyangka, mbak Raisa yang menjadi tamu pak Romy". bisik Raisa di telinga Nisa.
Nisa tersenyum mengerti situasinya, ini semua rencana Mario dan suaminya, rencana mereka tepatnya.
"Jadi bang Romy, suami mbak Nisa itu, kakaknya pak Mario? Nisa mengangguk.
" Habis, selama aku menemani Darren, suami mbak tidak pernah muncul sih". Raisa tersenyum karena merasa takjub dan juga heran, kebetulan sekali.
"Iya... untuk urusan Asrama, itu sepenuhnya dalam kendali mbak, bang Romy, punya bisnisnya sendiri, meski beliau sekarang, sering hadir juga sebagai narasumber karena kompetensi beliau dibidangnya sangat mampu menginspirasi kaum muda". Nisa menjelaskan sambil melirik suaminya.
" Mbak Nisa benar-benar hebat, Raisa jadi kagum, mbak masih muda dan sudah jadi doktor, ditambah suami hebat yang mendukung". Sedikit Raisa sudah mendengar tadi saat dalam perjalanan, Mario menyebut kakaknya sebagai salah satu bos nya dunia Fashionsble dan dunia kulinary .
"Ihh...bu guru cantik ini, tahu aja'. Niss mencubit lengan Raisa pelan.
" iya dong, mbak, ada sumbernya ".Sambil melirik pak Mario.