
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Dimalam yang sama, riko mendatangi rumah abimana. Bukan tanpa alasan riko datang kerumah sahabatnya itu, ada hal pribadi yang ingin dia bicarakan dengan abimana. Semakin lama dia menundanya semakin membuat hati dan perasaannya tidak menentu. Riko datang sebagai seorang sahabat bukan sebagai partner bisnis.
" Riko ! Tumben datang tidak kasih kabar dulu ? Yuk masuk " Ajak abi saat dia membukakan pintu untuk riko.
Riko mengangguk sambil mengulas senyum dengan ramah. Riko dan Abi duduk diruang tamu , tidak lama kemudian serena datang membawakan teh dan makanan ringan sebagai teman ngobrol mereka.
" Diminum ko " Seru serena.
" Terimakasih Ren. " Jawab riko.
Serena tahu pasti ada hal penting yang ingin dibicarakan riko kepada abi . Serena memilih undur diri dan memberi ruang untuk riko dan abi agar bisa leluasa untuk berbincang, serena masuk kekamar anaknya untuk menemani sang anak tidur.
" Ada hal apa yang membuatmu sampai datang kerumah ku Rik ?" Tanya abi sambil menyeruput teh manisnya.
" Ahh... Biasanya juga aku datang kemari. Biasa kok hanya ingin main saja. Suntuk dirumah tidak ada teman mengobrol, kamu tahu sendirikan kedua orang tuaku masih ada diluar negeri sedangkan aku juga belum beristri." Ucap riko beralasan.
" Makanya cepet nikah, umur dah makin tua. Apa juga sih yang kamu cari ? Wajah oke, kedudukan bagus, harta melimpah terus mau apalagi ?" Tanya abi heran dengan sahabatnya ini yang memilih menjomblo selama bertahun-tahun.
Riko hanya nyengir kuda sambil menggaruk - garuk kepalanya yang tidak gatal. Padahal dia datang ingin ada yang dubicarakan serius dengan abi, namun dia bingung bagaimana cara memulainya.
Hhhhaaahhhh hhhuuuffff
Riko terlihat menarik nafas dan membuangnya secara perlahan agar pemikirannya lebih rileks. Sedangkan abi heran melihat tingkah riko yang tidak seperti biasanya.
" Abi, aku ingin melamar anisa menjadi istri ku " Ucap riko dengan serius.
Abi tertegun mendengar perkataan riko, tidak ada gurat kebohongan diwajah riko. Abi tahu betul jika riko dari dulu memang menyukai anisa tetap hanya bisa dalam hatinya saja karena anisa sudah lebih dulu menerima rendra untuk menjadi suaminya.
" Kalau kamu serius, kamu langsung bicara sama nisa. Tapi jika aku boleh sarankan, tunggu masa iddahnya selesai dulu Rik. Mungkin saat ini anisa belum nyaman untuk berdekatan dengan lelaki, tapi ya pintar-pintar kamu ambil hatinya anisa saja " Jawab abi dengan bijak.
" Kalau pendekatan saja boleh kan ? Yang penting menikah tunggu habis masa iddah?" Tanya riko percaya diri seakan anisa sudah mau benar menikah dengan dirinya yang jomblo akut itu.
" Memangnya kamu yakin anisa bakal mau sama kamu ?" Tanya abi mematahkan semangat riko. Dalam hati abi dia ingin menertawakan riko. Wajah riko tiba - tiba berubah menjadi sedih.
Riko terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh abi. Apa yang dikatakan abi memang benar, belum tentu anisa mau menerimanya. Tiba - tiba semangat riko down karena ulah abi. Melihat perubahan riko membuat abi merasa bersalah, padahal niatnya tadi hanya ingin bercanda saja.
" Jangan bersedih begitu. Dicoba saja dulu, jadi jangan menyerah sebelum berjuang. Lagipula aku merestui kamu mendekati anisa. Aku yakin kamu bisa menaklukkan hati anisa, aku tahu betul bagaimana adikku. Dia memang susah untuk jatuh cinta tetapi jika kamu terus memberikan perhatian yang lebih, aku yakin anisa paati akan luluh dan mau menerima lamaran mu. " Ucap abi sambil menepuk lembut pundak riko.
" Alhamdulillah terimakasih ya bi. Semoga saja anisa bisa membalas rasa cinta ku ini. Selama bertahun - tahun aku memendam rasa ini Bi, cintaku selama ini bertepuk sebelah tangan. " Ucap riko .
" Sekarang kamu harus berjuang , jangan sampai keduluan orang lagi. Awas jadi perjaka tua loh, lihat noh kulit sudah mulai keriput tapi belum menikah juga " Ucap abi sambil terkekeh .
Riko sangat senang karena abi sebagai kakak anisa sudah memberikan restunya. Tinggal mendekati anisa dab mendapatkan hatinya dan kedua orang tua anisa. Tetapi riko yakin jika kedua orang tua anisa merestui riko, riko kenal betul dengan kedua orang tua anisa sebab dia dulu sering ikut abi pulang kekampung.
*********
" Kamu itu berlebihan mas, aku tidak apa - apa kok. Lagipula si agus itu sudah masuk penjara " Ucap anisa menanggapi rasa khawatir yang ditunjukan oleh riko.
" Tapi kamu harus tetap hati - hati nis, itu baru saudara tirinya rendra. Nanti bisa juga si rendra itu yang akan nekat juga. Anak itu sepertinya cinta mati sama kamu " Seru riko khawatir.
" Kalau cinta mati tidak mungkin berkhianat mas. Sudahlah jangan bahas soal rendra lagi, bikin aku sakit kepala saja. Sekarang kita sarapan yuk, pasti mas belum sarapankan ? Sepagi ini sudah datang bertamu kerumah orang." Ucap anisa sambil tertawa.
Tawa renyah anisa membuat hati riko menghangat, melihat Anisa tertawa seperti itu saja riko sudah bahagia bagaimana jika tawa bahagia anisa itu berasal dari kebahagiaan yang diberikan oleh riko. Riko diam sibuk dengan khayalannya sendiri.
" Mas riko.. Mas , kok diam ? " Seru anisa mengagetkan riko.
" Ehh...maaf kamu tadi bicara apa ?" Tanya riko gugup.
" Hemmm... Pagi - pagi sudah melamun. Begini nih kalau kelamaan jomblo yang ada lama - lama seperti ini akan stres nih" Seru Anisa sambil terkekeh.
" Biar tidak jomblo kamu mau tidak menikah denganku ?" Tanya riko secara spontan.
Deg...
Anisa langsung terdiam,dia menatap lurus kearah riko. Mulut yang tadinya terus tertawa kini tiba - tiba terdiam dan bungkam.
" Aku serius Nis, mungkin memang terlalu cepat aku mengatakannya. Tetapi rasa cinta ini sudah lama tumbuh saat aku masih kuliah , namun aku hanya mencintaimu dalam diam. Saat itu aku takut jika rasa ini akan merusak persahabatanku dengan abi. Saat aku ingin mengungkapkan perasaan ku tepat malam itu juga kamu jadian dengan rendra. " Ucap riko tiba -tiba dia berkata jujur tentang perasaannya selama ini.
Anisa hanya terdiam, tidak tahu harus bicara apa dan bagaimana. Sedikitpun dia tidak menemukan tanda -tanda kebohongan dalam wajah riko. Bahkan anisa tidak menyangka jika selama ini riko mencintainya.
* Berarti orang yang selama ini diceritakan mas riko itu adalah aku ?* Tanya anisa pada dirinya sendiri.
" Maafkan aku nis. Mungkin aku bicara disaat yang tidak tepat. " Seru riko .
" Rasa itu tidak salah mas dan mas tidak perlu meminta maaf. Tapi apa mas riko tidak salah mencintai wanita yang saat ini sudah menjanda ? Bahkan masa iddahku belum habis mas." Ucap anisa tidak mau riko menyesal dan mencintai wanita yang salah.
" Aku tidak salah dan aku tidak masalah dengan status mu. Aku akan menunggumu sampai masa iddahmu habis. Aku mencintaimu nis, dan maukah kamu menjadi istriku. " Ucap riko serius.
Bagi anisa tidak mudah membuka hati lagi untuk seorang laki - laki apalagi perceraiannya karena sebuah pengkhianatan. Rasa takut, trauma masih belum hilang dalam diri anisa. Rasa takut berumah tangga menjadi bayang - bayang buruk diingatannya.
" Maaf mas, aku belum bisa memberikan jawaban sekarang. Tunggu sampai masa iddah ku selesai. " Jawab anisa ingin lebih memantapkan dirinya.
" Aku akan menunggumu nis, sampai kapanpun aku akan menunggumu. Jadi meskipun kamu sudah tahu perasaan ku, jangan sampai ini semua mempengaruhi hubungan baik kita. Kita tetap bersahabat seperti biasanya dan tidak perlu ada rasa tidak enak atau rasa canggung. Santai saja, dan biarkan semuanya mengalir seperti biasa " Ucap riko dengan bijak.
" Iya mas . Sekarang sarapan yuk habis itu kita kekantor " Ucap anisa bangkit dan menarik tangan riko menuju meja makan.
Akhirnya merekapun sarapan bersama, selesai sarapan anisa berangkat bersama ke perusahaan. Saat sampai gerbang anisa tidak lupa menyapa pak burhan dan memberitahu pal burhan jika nanti ada erni yang ingin mengambil motor dan barang - barangnya yang kemarin belum sempat diambil.
*********
RATE BINTANG 5 NYA KAK.
TERUS DUKUNG KARYA - KARYA AUTHOR YA KAK, TANPA DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA AUTHOR BUKANLAH APA - APA. ❤️❤️❤️
TERIMAKASIH ❤️❤️❤️❤️