Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Kabar bahagia Anisa


.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Saya hamil dok ?" Tanya anisa tidak percaya.


Dokter anggun mengangguk dan mengulas senyum ramahnya lalu mengulurkan tangannya memberikan selamat kepada Anisa. Anisa masih diam terpaku , dia syok saat dokter anggun mengatakan dia hamil. Sebab dia tidak tidak menyangka jika sekarang dia hamil dan keluhan yang dia alami karena sedang hamil muda.


" Selamat ya bu Anisa. Usia kandungan anda saat ini sudah 3 minggu. Ini saya resepkan obat dan vitamin bisa ditebus ditempat pengbilan obat. Harus rutin diminum dan dihabiskan ya bu. Dan jangan lupa untuk memeriksakan kandungan minimal sebulan sekali " Ucap dokter anggun dengan ramah.


Dokter yang cantil dan ramah sesuai dengan namanya, Anggun.


" Alhamdulillah akhirnya apa yang saya tunggu selama ini dikabulan juga sama Allah. Terimakasih dokter Anggun " Ucap anisa penuh rasa syukur.


Anisa menerima resep yang diberikan oleh dokter anggun, dan segera keluar dari ruang prakter dokter anggun. Senyum binar bahagia tampak jelas dibibir dan diwajah Anisa, namun seketika senyum itu sirna saat melihat ada nadin dan rendra dibarisan ibu-ibu yang sedang mengantri.


Tidak mau membuat mood nya buruk, anispun berpura - pura tidak melihat nadin dan rendra. Dia melewati mereka begitu saja namun sial ternyata rendra melihat keberadaan anisa dan memanggil anisa.


" Anisa, kamu disini juga " Panggil rendra.


Hhhuuuhhh...


Anisa membuang nafas dengan kesal , diapun menghentikan langkahnya dan berbalik melihat kearah rendra dan nadin. Satu yang membuat anisa salut dengan nadin, dia tidak pernah marah atau cemburu saat rendra memanggil atau menyapanya. Dia seolah terlihat biasa saja, bahkan nadin mengulas senyum kearah anisa.


" Eh ada kalian ? Mau periksa kandungan ?" Tanya anisa pura - pura ramah.


" Iya , aku mengantarkan nadin periksa kandungan. Kamu sendiri ngapain disini ?" Tanya rendra belum tahu jika anisa juga hamil.


" Oh, aku juga habis periksa kandungan. Kamu pasti tidak menyangkakan aku bisa hamil secepat ini. Padahal baru dua bulan menikah aku sudah hamil, terbuktikan kalau tuduhan mandul dari ibumu itu tidaklah benar. Malah aku curiga kalau kamu itu yang bermasalah " Ucap anisa sambil tersenyum penuh kemenangan.


Deg...


Jantung Rendra merasa tidak aman, jangan sampai anisa atau yang lainnya tahu kalau dirinyalah yang memang bermasalah alias mandul. Rendra terlihat tegang dan gugup untuk menjawab pernyataan dari anisa.


" Tapi kalau mas rendra yang bermasalah, kenapa aku bisa hamil ? Sedangkan setelah aku menikah dengan mas rendra aku tidak pernah tidur dengan pria lain selain mas rendra ?" Seru nadin meragukan perkataan Anisa.


Rendra merasa terselamatkan dengan jawaban dari nadin. Beruntung sekali saat ini nadin hamil sehingga bisa menjadi tameng untuk menutupi kemandulannya. Tanpa malu rendra langsung memeluk nadin dari samping dan bersikap romantis didepan anisa.


" Istriku memang pintar, mas jadi semakin sayang deh sama kamu. Kamu benar sayang, kalau mas bermasalah tidak mungkin saat ini kamu bisa hamil. Kamu ini istriku yang paling sempurna " Ucap rendra sambil memeluk nadin.


* Cihhh sok romantis, dikiranya aku bakalan cemburu gitu. Sorry ya , suamiku yang sekarang lebih segalanya daripada kamu mas * Gumam anisa dalam hatinya.


" Iya sih kamu hamil. Baiklah kalau begitu aku pergi dulu ya, masih banyak hal yang harus aku kerjakan karena aku bukan pengangguran. Byeee...." Seru anisa melambaikan tangannya sambil tersenyum sinis.


Nadin duduk kembali dan diikuti oleh rendra, rendra melihat perubahan wajah kesal nadin. Dia mengira jika jadin marah dengan anisa.


" Anisa itu memang kurangajar ! Bisa - bisanya dia menghinaku " Ucap rendra mencoba membela diri.


" Anisa tidak salah ! Kamulah yang salah sebab kamu itu memang pengangguran, empat bulan menikah tapi kamu sama sekali tidak pernah menafkahiku mas. Bagaimana aku tidak kesal sama kamu, lihat saja kalau dalam sebulan ini kamu tidak bekerja lebih baik kita hidup sendiri - sendiri " Ucap nadin ketus .


" Sayang jangan bicara seperti itu dong, ingat kamu ini sedang hamil. Jangan mikir yang tidak - tidak kasihan dedek bayi nya. Mas janji sebentar lagi pasti mas akan mendapatkan pekerjaan. " Ucap rendra mencoba meredam emosi nadin.


" Pekerjaan apapun itu tidak masalah mas , yang penting kamu punya penghasilan. Jadi tidak terus - terusan makan minum dan rokok mintak sama aku. Kalau begitu terus aku juga pulih hidup sendiri, soal anak aku bisa menghidupinya sendiri. Aku juga bisa mencari yang lebih dari kamu " Ucap nadin ketus.


Deg..


Kini rendra semakin gelagapan, nadin tidak boleh meminta pisah. Rendra akan tetap mempertahankan nadin karena saat ini hanya nadin yang bisa menopang keluarganya.


Akhirnya giliran nama nadin yang dipanggil, sehingga perdebatan mereka berduapun terhenti. Rendra ikut masuk keruangan dokter, awalnya rendra tidak mau untuk mengantar nadin periksa kandungan sampai dalam. Dia berniat menunggu saja didalam mobip diparkiran, sebab rendra takut bertemu dengan dokter yang memeriksa kesuburannya waktu itu. Namun nadin mengancam tidak akan memberikan rendra uang rokok lagi akhirnya dengan rasa cemas rendra ikut masuk kedalam.


********


Selesai makan malam anisa dan riko menonton televisi di ruang tengah. Namun ada yang berbeda, kali ini bukan riko yang membuatkan teh untuk teman mereka menonton televisi, tetapi anisa sendiri yang membuatkannya karena dia mau memberikan kejutan juga untuk riko.


" Tumben istriku tersayang yang mau membuatkan teh, biasanyakan mas yang buat. Meskipun memang kemauan mas sendiri sih" Ucap riko sambil tertawa kecil.


" Iya dong. Oh iya mas aku punya hadiah loh buat mas, ini kotak kecil yang diatas nampan hadiah untuk kamu " Ucap anisa sembari meletakkan nampan diatas meja berbarengan sama teh.


Riko mengernyitkan keningnya , dia merasa tidak ulang tahun karena ulang tahunnya juga sudah terlewat dari 4 bulan yang lalu. Terus anisa memberikan hadiah dalam rangka apa ? Riko bertanya - tanya sendiri dalam hatinya.


" Hadiah apa sayang ? Mas kan ulang tahunnya sudah terlewat 4 bulan yang lalu? Ini hadiah dalam rangka apa dong ? Bukan mau ngeprank kan ?" Tanya riko justru kefikiran soal prank segala.


" Ada deh, mas boleh buka kok . " Ucap anisa membuat riko semakin penasaran.


Rikopun sudah tidak sabar ingin mengetahui isi dalam kotak itu. Dengan cepat riko mengbil kotak itu dan membukanya, tiba - tiba tangannya bergetar dan matanya berkaca - kaca saat mendapati foto USG dan alat tes kehamilan bergaris dua ada didalam kotak itu.


Riko memegang dua benda itu dengan tangan gemetaran, dia sangat bahagia ternyata isi kotak itu benar - benar membuat dia bahagia.


" Kamu hamil sayang ? Aku akan menjadi seoarng ayah ?" Tanya riko sambil memandang wajah cantik anisa.


" Iya mas aku hamil. Dan kita sebentar lagi akan menjadi orang tua. Didalam kotak itu juga ada surat dari rumah sakit yang menyatakan aku hamil, baru 3 minggu mas. Di foto itu belum seberapa jelas tapi bulatan kecil ini bayi kita. " Ucap anisa menyakinkan riko.


Riko membawa anisa kedalam pelukannya, riko bahagia dan sangat bahagia. Air matanyapun tidak dapat ditahan lagi, air mata kebahagiaan.


" Terimakasih sayang " Ucap riko lalu mencium kening anisa dengan lembut.


" Sama - sama mas " Jawab anisa penuh kasig sayang.


**********