
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Ibu ratri memanggil rendra untuk membicarakan masalah pembagian harta. Sebagai seorang ibu, ibu ratri tetap meminta haknya kepada rendra. Hak harta yang dimiliki rendra dan rendra harus memintanya kepada anisa. Dasar pemikiran yang teramat kolot, yang ada dikepala nya hanyalah bagaimana bisa mendapatkan uang dengan cepat dan memiskinkan anisa dalam sekejap.
" Ibu mau kamu menuntut pembagian harta gono gini Ndra . Jika kamu tidak mau menuntut ibu tidak mau menganggap kamu anak lagi dan kamu pergi dari rumah ibu !" Ancam ibu ratri.
" Bu, bagaimana rendra mau meminta pembagiab harta sedangkan semua itu milik anisa bu. Sepeserpub tidak ada uang rendra yang masuk kesana, ibu tahukan semua itu dibeli anisa sebelum kami menikah bahkan sebelum kami kenal " Jawab rendra membuat ibu ratri semakin tidak terima.
Dia memikirkan cara agar rendra mau menuntut pembagian harta saat di persidangan nanti. Segala macam cara akan dia gunakan untuk mendapatkan sebagian harta anisa , dia tidak terima jika anisa menikmati hartanya sendirian.
" Setidaknya kamu meminta ganti rugi karena selama menikah dengan anisa kamu sudah menafkahinya. Enak saja dia punya harta tidak mau membagi kepada kita. Saat dia menjadi istrimu dia sudah membohongi kita, sepertinya dia sengaja tidak membeiritahu ibu. Pasti karena dia takut ibu meminta uang sama dia " Gerutu ibu ratri tetap mengomel.
" Gila apa bu. Anisa itu istriku, masak rendra mau meminta uang biaya hidup dia semasa dia menikah dengan rendra ? Lagipula dia tidak berbohong, rendra tahu semua tentang anisa bahkan memang sengaja rendra yang memintanya diam. Itu semua agar kehidupan kami aman dan sejahtera, tidak diributkan soal ibu yang selalu meminta uang. Tapi ya ternyata memang sama saja , rumah tanggaku masih ada pengganggunya."Ucap rendra kesal mengingat bagaimana ibunya selalu menganggu rumah tangganya dan menguasai keuangannya.
Ibu ratri menatap tajam kearah rendra, sekarang rendra sudah berani membantah ucapannya. Padahal dia hanya meminta rendra untuk menuntut haknya kepada anisa.
" Kamu ini sekarang sudah tidak bergaji besar Ndra . Jadi mau tidak mau kamu harus menuntut anisa, siapa tahu dia berbaik hati memberikan uang makan dia selama dia menjadi istrimu. Ingat kamu bukan menejer lagi, hanya seorang karyawan biasa " Ucap ibu ratri penuh penekanan.
" Bu, jangan keras - keras nanti di dengar erika. Bisa malu rendra kalau erika tahu aku bukan menejer lagi. Baiklah aku akan ikuti saran ibu, tapi aku tidak janji anisa bakal memenuhi apa yang kita minta " Ucap rendra.
Rendra bangkit dan berjalan masuk kekamar menemui erika , saat dia masuk kamar erika baru saja selesai mandi kini tubuhnya hanya kelilit handuk setengah paha. Melihat pemandangan indah didepannya membuat kelakian rendra bangkit. Rendra mendekati erika dan memeluk erika dari belakang sambil mencium punggung erika yang masih tercium bau wangi sabun.
" Mas... Emmm... " Ucap erika terasa merinding saat rendra mencium punggungnya.
" Kamu seksi sekali sayang, aku menginginkan mu. " Ucap rendra lalu membalikkan badan erika dan melepaskan handuk yang mrlilit ditubuh erika sehingga tubuh polos erika terpampang dengan nyata.
Bibir erika kini sudah menyatu dengan rendra, erika mengalungkan tangannya keleher rendra. Sedangkan tangan rendra mencengkram dua aset erika yang semakin hari semakin menantang.
" Sayang mas ingin segera " Ucap rendra yang sudah tidak tahan lagi menahan gelora dalam dirinya.
Erika mengangguk, kini rendra sudah merebahka erika di atas kasur. Dia melepas dan melempar pakaiannya dengan sembarang arah. Kabut gairah sudah nenutup akal sehatnya, kini rendra sudah kecanduan tubuh erika. Erika yang tahu jika rendra sudah tidak tahan lagi, memposisikan dirinya diatas.
" Sayang... Ouuww... Ahhh... Sayang " Seru rendra meracau menikmati hentakan yang diberikan oleh erika.
" Nikmati saja mas, aku akan memberikan yang terbaik untukmu. Begini mas... " Ucap erika tanpa malu bergoyang - goyang.
Permainan erika benar - benar membuat rendra mabuk kepayang. Erika memberikan yang terbaik untuk suaminya agar suaminya tidak tergoda dengan wanita lain.
Pertempuran antara erika dan rendra berjalan hanya satu jam. Mereka berhenti karena sudah adzan magrib.
" Mas, apa kamu puas dengan permainanku tadi ?" Tanya erika dengan manja.
" Aku sangat puas sayang. Tubuhmu sekarang bagaikan candu untuk ku, apa kamu mau melakukannya lagi untuk ku ?" Tanya rendra dengan senyum dibuat semenawan mungkin.
" Tentu dong sayang. Tapi nanti ya setelah makan malam, aku butuh makan agar tenagaku pulih kembali. Nanti malam aku akan memberikan yang terbaik. Mas, aku minta sama kamu. Jangan mengkhianati aku ya mas jadikan aku wanitamu satu-satunya. Aku sangat mencintaimu dan menyayangimu, jujur awal aku mendekatimu lagi karena aku ingin memguasai hartamu . Tapi sekarang aku benar - benar ingin membina rumah tangga dengan mu, aku tidak perduli kamu miskin atau kaya . " Ucap erika bicara dengan jujur.
Rendra tersenyum sinis, namun erika tidak menyadari arti senyum yang terukir di bibir rendra. Memang ini yang diinginkan rendra, erika bertekuk lutut mengharapkan cintanya.
" Iya sayang aku akan menjadikan mu ratu dalam hatiku, dan kita akan hidup bahagia bersama anak - anak kita. " Jawab rendra sambil mengusap perut erika yang sudah mulai terasa membesar.
* Kenapa perut erika sedikit lebih besar, padahal menurut hitungan ku saat ini erika baru hamil 6 minggu. Saat menikah waktu itu dia hamil 2 minggu, dan saat ini aku baru satu bulan menikahinya. Kenapa perutnya sudah terasa buncit ? Atau jangan - jangan anak yang di kandung erika kembar ?* Gumam rendra bertanya dalam batinya.
Tanpa rendra sadari jika saat ini erika sudah hamil masuk bulan ke tiga. Karena saat menikah erika sudah mendapat tabungan dari pria lain.
********
Anisa menghubungi zainal karena sudah lewat satu minggu dari janjinya membayar hutangnya yang 5 juta ditambah 6 juta yang dipinjam rendra untuk zainal. Namun nomor ponsel zainal tidak bisa dihubungi, anisa terpaksa menghubungi santi.
[ Hallo assalamualaikum anisa] Jawab santi dengan ramah .
Anisa terdiam karena mendengar suara lembut santi, bahkan santi mengucapkan salam terlebih dahulu. Menurut anisa ini sebuah keajaiban santi bisa menyapanya dengan lembut, karena biasanya jika anisa menghubunginya akan langsung dengan suara yang bernada ketus.
[ Waalaikumsalam, Emm..Apa ini benar dengan mbak santi ? ] Tanya anisa memastikan.
[ Iya ini aku santi nis, kamu kaget ya ? Ada apa nis kamu menghubungi aku ?]
[ Ohh... Iya mbak. Begini mbak aku menghubungi mas zainal kok tidak bisa ya ? Aku mau meminta uang yang dia pinjam 2 bulan yang lalu dan ini BPKB nya juga bisa diambil jika uang ku sudah kembali ]
[ Mas zainal tidak dirumah nis, nomor ponselnya memang jarang aktif. Dia sibuk mempersiapkan pernikahannya dengan calon istri barunya ] Jawab santi dengan suara terdengar sangat pilu.
Anisa terkejut dengan jawaban santi, apakah zainal dan santi sudah bercerai ? Atau zainal berselingkuh ? Banyak pertanyaan yang ingin anisa tanyakan namun diurungkannya.
[ Nis, kamu masih disana ? ]
[ Eh.. Em iya mbak. Saya masih disini. ]
[ Nis, maafkan mbak ya. Mbak minta maaf karena selama ini mbak sudah menjadi benalu dalam hidup mu. Mbak sudah ikut andil dalam menghancurkan rumah tangga mu, sekarang aku merasakan apa yang kamu alami nis. ]
[ Tidak perlu lagi membahas itu mbak, dan mbak tidak salah kok. Aku justru berterimakasih mbak sudah mengirimkan video itu sehingga bisa aku jadikan bukti perselingkuhan mas rendra. Jikapun tanpa campur tangan mbak santi, aku yakin mas rendra tetap akan berselingkuh karena dia juga punya keinginan serta ibu yang terus memaksanya. Sebenarnya apa yang terjadi antara mbak dan mas zainal ? ] Anisa memberanikan diri menanyakan masalah yang sudah menimpa santi.
Tanpa ragu santi menceritakan semuanya kepada anisa , isak tangisnya terdengar memilukan. Anisa yang dulunya tidak suka dengan kesombongan santi , sekarang luluh mendengar tangis pilu santi. Santi merelakan suaminya menikah lagi asalkan dia tidak dicerai. Karena kedua anaknya masih membutuhkan biaya yang banyak, apalagi sebentar lagi masuk sekolah.
[ Mbak aku turut prihatin dengan masalah mbak santi. Apa mbak siap dimadu ? Mbak dimadu itu tidaklah mudah, begini saja nanti kita atur waktu agar kita bisa bertemu. Aku seperti ini karena aku kasihan dengan mbak serta kiki dan koko. ]
[ Baiklahlah nis , lusa aku akan datang kerumah mu. Aku tidak tahu harus mengadu sama siapa nis. Orang tua ? Aku tidak mau membebani mereka. ]
[ Sudah mbak jangan menangis. Baiklah lusa kita bertemu dan aku ada dirumah, kebetulan lusa hari minggu kan ]
[ Iya nis. Terimamasih. Assalamualaikum ]
[ Wa'alaikumsalam ]
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK .
JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️