Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Undangan makan malam


.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Siang ini anisa ikut meeting diluar kantor dengan abimana, meeting kali ini mereka harus ikut semua karena ini meeting penting. Abimana sebagai direktur perusahaan dan anisa sebagai menejer keuangan harus bisa bekerjasama.


Tatapan mata para karyawan merasa aneh kepada keduanya, mereka mulai kasak kusuk karena melihat kedekatan antara anisa dan abimana yang tidak seperti antara atasan dan bawahan namun lebih ke antara sang kekasih.


" Lihat tuh pak abi sama anisa kok mesra begitu ya, anisa terlihat manja sekali. Sepertinya mereka memang ada hubungan khusus. Padahal ibu serena itu cantik bangetloh dan anisa juga kenal baik dengan ibu serena, jangan - jangan pagar makan tanaman ini " Seru salah satu karyawan.


" Aku juga mikirnya gitu, masak iya sih anisa itu mudah banget masuk bekerja lagi disini dan tetap sebagai menejer keuangan. Kalau ibu serena tahu kelakuan suaminya dan anisa bagaimana ya ? Kasihan banget ibu serena" Ucap yang lainnya.


" Ssstt....jangan bergosip ! Ini jam kerja, kalian menggosipkan boss kalian sendiri apakalian mau di pecat ?" Tegur salah satu karyawan pria.


" Dasar reseh lo " Jawab si tukang gosip serempak.


Anisa dan abimana bukan tidak tahu soal omongan dan kasak kusuk para karyawannya itu. Bukannya meluruskan mereka malah terlihat masa bodoh, yang penting apa yang mereka tuduhkan itu tidak benar dan pekerjaan mereka tetap selesai tepat waktu.


" Kak , risih nggak sih sama omongan para karyawan itu? Aku sih kagak risih, tapi lama - lama panas juga telingaku kak. " Seru anisa dengan wajah cemberut.


" Kalau kakak sih santai saja, lagipula kamu yang tidak mau membuka siapa kamu yang sebenarnya jadi ya jangan salahkan mereka dong Anisa. Kamu juga sih manja sama kakak " Ucap abimana sambil terkekeh.


" Aku manja kan sama kakakku sendiri, memang nya kakak tidak mau kalau aku manja - manja sama kakak ?" Tanya anisa dengan cemberut.


" Dasar adik manja, kamu ini sudah menikah jadi manja - manjanya sama suami kamu dong. " Seru abimana sambil terkekeh.


" Kalau sama suami sudah beda dong kak manjanya, kayak tidak tahu saja." Seru Anisa ikut tertawa.


Mobil yang di kendarai abimana sudah sampai di tempat yang sudah di janjikan. Setelah mobil terparkir dengan benar Anisa dan Abimana turun dan masuk ke restoran dimana meeting akan dilaksanakan.


Sementara itu di tempat lain, erika sedang makan siang bersama santi dan ibu ratri. Mereka sedang merencanakan sesuatu untuk memisahkan anisa dan rendra. Tanpa tahu malunya santi dan ibu ratri juga akan menuntut harta gono gini saat rendra dan anisa bercerai.


" Bu , bagaimana kalau rendra tetap kekeh tidak mau bercerai dengan anisa ? Ibu tahu sendirikan jika rendra itu sepertinya cinta mati dengan anisa, apa mungkin dia terkena guna - guna atau peletnya anisa ya bu. Soalnya rendra semenjak pindah rumah itu kini berubah, dia jadi membantah ucapan ibu " Seru santi mulai menyalakan kompor hasutannya.


Erika menyimak pembicaraan antara santi dan ibu ratri, dia berniat juga ingin main dukun jika memang anisa menggunakan hal semacam itu. Pantas saja rendra selalu menolaknya padahal dia adalah cinta pertamanya.


" Kalau anisa memakai semacam pelet , aku juga mau melakukan hal yang sama. Cara licik dibalas dengan cara licik juga dong" Seru erika dengan senyum liciknya.


" Kamu benar juga erika, bagaimana kalau besok kita datangi orang pintar. Kebetulan besok kan sabtu, jadi kamu juga libur. Pokoknya kita harus buat rendra tunduk sama kamu, aku tidak rela anakku sama wanita kampung itu dan dia menguasai harta anakku. " Seru ibu ratri sbil menyunggingkan senyum penuh kemenangan.


Padahal berjuang saja belum sudah main senyum penuh kemenangan. Anisa bukanlah wanita kampungan , dia bisa mengatasi para benalu seperti keluarga suaminya itu. Tanpa santi sadari sebenarnya saat ini zainal juga sedang makan siang di cafe yang sama dengannya, namun zainal ada dibagian dalam sedangkan santi ada di dekat pintu masuk.


Jam istirahat erika sudah hampir selesai . Setelah membayar tagihan makanan nya, erika dan dua wanita benalu lainnya keluar dan menuju parkiran.


" Loh ini bukannya motor suami kamu San ?. Berarti dia makan siang disini juga dong ?" Seru ibu ratri terus memperhatikan motor yang terparkir.


" Iya bu ini motornya mas zainal. Coba santi hubungi mas zainal dulu bu." Seru santi mengambil ponselnya lalu memfoto motor zainal dan mrngirimkannya kepada zainal.


[ Mas ini motor kamu kan ?. Berarti kamu makan siang di cafe dong ? Ingat jangan boros - boros gajian masih seminggu lagi, kamu ingatkan bulan ini harus membelikan aku perhiasan lagi.] Tulis santi.


Pesan santi langsung ceklis dua abu - abu dan tidak berselang lama berganti berganti biru. Namun sampai mobil erika meninggalkan cafe zainal tidak kunjung membalas pesannya. Santipun memutuskan menghubungi zainal.


[ Hallo istriku, maaf ya tadi mas lagi ngetik jadi tidak sempat membalas pesan mu] Seru zainal beralasan.


[ Kamu dikantor atau di cafe XX mas ?] Tanya santi.


[ Mas di kantor santi , ini masih di ruangan kerja. Motor mas tadi di pinjam sama teman kantor untuk makan siang. Mas banyak pekerjaan jadi mas pesan makanan di kantin saja ]


[ Oh ya sudah ]


[ Mas tutup teleponnya ya ]


[ Iya ]


Tuut... Tuut... Tuut...


Sambungan telepon terputus dan santi memasukkan ponselnya di dalam tasnya. Santi mulai menghidupkan mesin motornhnya, ibu ratri naik lalu santi melaju meninggalkan parkiran cafe. Sedangkan mobil erika sudah tidak terlihat lagi,mungkin saja dia sudah sampai tempat kerjanya.


*********


Rendra tidak konsentrasi bekerja karena dari selesai jam istirahat makan siang tadi sang ibu terus menghubunginya dan mengirim pesan. Namun satu pesan belum rendra balas, bahkan teleponnya pun tidak dia angkat. Gelagat rendra sedari tadi diperhatikan oleh adam sahabat rendra.


" Kenapa bro? Ada masalah ?" Tanya adam sambil menepuk pundak rendra.


" Pekerjaanku sudah mau selesai, ini tadi habis memfoto copy proposal. Oh iya kamu ada apa ? Apa kurang gaji ? Padahal gaji kamu sudah besar loh masih saja kurang " Celoteh adam sambil terkekeh.


" Bukan soal gaji. Kalau gaji insya allah cukup, aku cuma malas dengan ibu ku. Dia terus - terusan menghubungiku untuk makan malam dirumah." Seru rendra akhirnya menyampaikan keluh kesahnya kepada adam.


" Aneh !! Orang tua mengajak makan malam kok bingung ?.Ya tinggal datang, duduk terus makan kan gampang. Jadi apa yang membuat kamu itu grasak - grusuk seperti itu?" Tanya adam lagi.


Hhuuuffff


Rendra membuang nafas dengan kasar, dia menyandarkan punggungnya di sandaran kursi dengan memejamkan matanya.


" Ibu ku juga mengundang erika Dam . Kamu tahu kan siapa itu erika ?" Tanya rendra.


" Haaahh....!!! Erika ? Mantan kamu yang tidak tahu diri itu ? Kok bisa dia datang lagi dikehidupan kamu Ndra ? Wah ini gawat ndra, tidak bisa dibiarkan. Apalagi kalau istri kamu tahu, pasti akan terjadi perang dunia yang ke tiga " Seru adam.


" Tapi anisa sudah tahu dan dia juga tidak menyukai erika. Bahkan dia memanggil erika si ulat bulu yang kegatelan. " Seru rendra.


Hahaaaaa..... Haaaahaaaa


Adam tertawa sampai sakit perut, semua pasang mata memandang kearah adam dan rendra. Rendra langsung menutup mulut adam agar berhenti bicara.


" Mulut kamu ini kalau tertawa pakai aturan , ingat ini tuh dikantor bukan di lapangan bola " Seru rendra dengan geram.


" Heheee... Maaf aku lupa. Habisnya anisa itu lucu, bisa - bisanya dia memanggil erika si ulat bulu. Hahaa... Kalau difikir sih benar juga, ulat bulu yang kegatelan sama suami orang. " Seru adam.


" Sudah sana balik ke meja kerjamu lagi..Aku mau melanjutkan pekerjaanku..!!" Seru rendra mendorong adam menjauh dari meja kerjanya.


Di meja kerjanya pun adam masih tertawa , dia merasa istri sahabatnya itu lucu. Yang dia tahu anisa itu memang orangnya asik dan mudah bergaul dengan siapa saja jadi tidak heran jika anisa berani dengan si erika ulat bulu itu.


" Rendra, rendra kok bisa ibumu mengundang erika makan malam dirumah. Apa ibumu itu tidak bisa membedakan mana yang mutiara dan mana yang batu kali . Hadehhh....deritamu ndra " Ucap adam pada dirinya sendiri.


Tanpa terasa jam pulang kantor sudah tiba, rendra keluar gedung kantor dan menuju parkiran untuk mengambil motornya. Ponselnya kembali berdering, telepon dari ibu ratri.


[ Hallo bu ] Seru rendra malas.


[ Kamu kemana saja dari siang ibu menghubungimu tapi kamu tidak ada kabar juga ] Bentak ibu ratri kesal.


[ Rendra sibuk bu, banyak pekerjaan. Ini saja rendra masih di kantor. Memangnya ada apa sih bu ?]


[ Ini sudah jam pulang kantor kenapa kamu belum pulang ? Ibu tidak mau tahu pokoknya pulang kantor kamu langsung kerumah ibu, kita makan malam bersama - sama. Karena sudah lama kita tidak kumpul makan bersama. Kalau kamu tidak mau berarti memang kamu sudah tidak menganggap ibu lagi ]


[ Haaaah..... Baiklah bu, nanti rendra kerumah ibu. Tapi rendra ajak anisa juga ya ? Jadi rendra pulang mandi dan jemput anisa dulu, lagi pula inikan acara keluarga jadi anisa juga harus ikut. Yang bukan keluarga jangan di undang juga ya bu ]


[ Ehh... Tidak bisa begitu ! Ibu tidak mengundang anisa, ini hanya kamu saja. Ibu belum memaafkan istrimu yang sudah mengusir ibu dan agus tempo hari. Pokoknya kamu datang dan tanpa anisa . Titik !!]


[ Lihat nanti ya bu. Rendra tutup teleponnya,assalamualaikum ]


Klikk..


Tanpa menunggu lama anisa langsung mematikan sambungan teleponnya. Dia menghidupkan mesin motornya dan melaju meninggalkan parkiran perusahaan. Dia memutuskan pulang terlebih dahulu , rendra tetap akan mengajak anisa makan malam dirumah orang tuanya.


Tanpa terasa motor rendra sudah berbelok di rumah yang cukup mewah, rumah siapa lagi kalau bukan rumah anisa. Belum juga mesin motor rendra mati, mobil anisa sudah memasuki halaman rumah.


" Assalamualaikum mas " Sapa anisa menghampiri rendra dan mencium tangan rendra.


" Waalaikumsalam nis , kita masuk yuk " Ajak rendra lalu menggandeng mesra anisa.


Anisa dan rendra masuk secara bersamaan, setelah sampai kamar. Anisa mandi terlebih dahulu , setelah anisa selesai rendra yang bergantian mandi.


" Nis, ibu mengundang kita makan malam dirumahnya. Bagaimana apa kamu mau datang ?" Tanya rendra.


" Boleh , ya sudah selepas sholat magrib kita siap - siap mas. Aku turun sebentar ya memberitahu bibik agar masak jangan banyak - banyak karena kita mau makan malam dirumah ibu. " Seru anisa lalu keluar kamar untuk menemui bik marni yang pasti sudah sibuk di dapur.


Rendra sendiri hanya menatap bingung saat anisa langsung mengiyakan ajakan nya. Padahal hubungan anisa dengan ibu mertuanya tidaklah baik - baik saja, apalagi tadi undangan makan malam sebenarnya tanpa mengajak Anisa.


Rendra tidak mau menyakiti hati anisa sehingga dia memutuskan mengajak anisa makan malam dirumah orang tuanya.


********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


LIKE, KOMENTAR, VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA 🙏🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️