Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Zainal jujur soal Nadin


.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Jadi Ibu tadi datang ke sini dengan seorang wanita yang bernama Nira dan wanita itu yang ibu bilang akan dia jodohkan denganku." Tanya Zainal kepada Santi.


Sepulangnya bekerja tadi, Santi menghubungi Zainal agar dia bisa menjemputnya di tempat kerja. Ada sesuatu hal yang ingin Santi bicarakan dengan Zainal, yaitu perkara seorang wanita yang tadi dibawa ke cafe oleh ibu Ratri. Dan wanita itu yang akan di jodohkan ibunya kepada Zainal.


Setelah mendengar cerita dari Santi, Zainal semakin kesal dengan tingkah ibunya karena tidak kapoknya ikut campur dengan urusan Zainal. Padahal Zainal sudah bilang jika dia tetap akan menikahi Santi tanpa restu darinya. Tetapi masih saja dia membawa seorang wanita di hadapan Santi dan mengatakan itu calon istri dari Zainal.


Zainal sendiri sampai sekarang belum tahu siapa wanita yang bernama Nira itu. Namanya saja dia baru mendengarnya dari Santi.


" Iya Mas tadi ibu menemuiku dan membawa wanita yang bernama Nira itu. Sepertinya wanita itu memang orang kaya, wanita yang cocok untuk kamu. Wanita pilihan Ibu kamu, dia bilang tadi sih dia mempunyai salon yang ada di dekat Mall besar itu. Tapi tidak tahu juga, aku tadi tidak seberapa paham dengan yang diceritakan ibu. Yang penting aku paham jika Ibu melarang kita untuk menikah dan memintaku untuk menjauhi kamu. Bahkan wanita yang bernama Nira itu akan memberiku uang 50 juta agar aku mau meninggalkan kamu. "Ucap Santi bicara apa adanya sesuai yang dikatakan oleh wanita tadi.


Zainal semakin penasaran siapa sebenarnya wanita yang bernama Nira itu. Sehingga dia berani sekali ikut campur dengan urusannya dengan Santi. Apalagi sampai ingin menyuap santri dengan uang 50 juta.


" Siapa wanita yang bernama Nira itu ? Kamu tenang saja aku tidak akan pernah membatalkan rencana pernikahan kita, meskipun ibu menghalanginya. Aku tadi pagi sudah bertemu dengan Anisa dan Riko. Anisa bersedia membantuku menyiapkan semuanya. Mungkin keluargaku nanti yang hadir hanya Pak Lek Warso sama Bagas saja. " Ucap Zainal mengatakan yang sesungguhnya.


Santi mengernyitkan keningnya, kenapa cuma pak lek Warso sama Bagas saja, sedangkan ada Rendra dan Nadin. Apakah Rendra dan Nadin juga tidak setuju dengan rencana pernikahannya.


" Loh kalau Ibu tidak setuju bagaimana dengan Rendra dan Nadin. Apa dia juga tidak setuju Mas?." Tanya Santi ingin tahu yang sebenarnya.


" Rendra ada di pihak ibu, tapi tidak tahu kalau Nadin. Kalau dia mau datang ya terserah tidak juga terserah, aku tidak mau peduli dengan Nadin. Santi ada sesuatu hal yang ingin aku sampaikan sama kamu, tapi tolong Kamu jangan marah dan jangan membatalkan rencana pernikahan kita. Aku harus jujur sama kamu sebelum kamu mendengar sendiri dari orang lain." Ucap Zainal terlihat sangat serius.


Santi menatap lekat ke arah Zainal, sepertinya ada sesuatu hal yang teramat serius yang ingin Zainal katakan dan itu bukan soal pernikahan mereka. Santi pun meminta Zainal untuk segera bicara agar dia tidak semakin penasaran.


" Bicaralah Mas aku tidak akan marah selagi semua itu kamu berkata dengan jujur." Ucap Santi membuat hati Zainal semakin menghangat namun ada rasa bersalah yang hinggap di hati Zainal.


" Santi sebenarnya Rendra itu mandul. " Ucap Zainal mulai bicara jujur.


" Apa ? Rendra mandul? Terus Nadin sekarang sedang hamil , lah anak siapa yang dikandung Nadin? Sedangkan dulu waktu Rendra dengan Erika, Erika hambil dengan orang lain saja Renda menceraikannya. Eh bukan menceraikannya tapi Rendra digugat cerai sama Erika. Terus Nadin ? Anak siapa yang dikandung Nadin?." Tanya Santi dengan wajah kebingungan.


" Yang dikandung Nadin itu anak kandungku." Jawab Zainal dengan jujur.


Deg


Jantung Santi seakan berhenti berdetak dan hati Santi terasa sakit dan perih mendengar pengakuan dari mulut Zainal. Bagaimana bisa Zainal menghamili adik iparnya sendiri, apakah selama ini Zainal dan Nadin diam-diam ada hubungan? Hanya itu yang saat ini terlintas dipikiran Santi.


" Kamu yang menghamili adik ipar kamu sendiri mas ? Kamu selingkuh dengan Nadin ? Hanya karena Rendra mandul ? Kamu keterlaluan mas. Kamu sudah gila mas, lantas kenapa kamu mengajak rujuk ? Apa kamu hanya ingin menyakiti aku lagi mas ? Apa belum puas rasa sakit yang sudah kamu torehkan Mas ?." Ucap Santi sudah marah- marah lebih dulu sebelum mendengar penjelasan dari Zainal. Bahkan mata Santi juga sudah berkaca - kaca.


" Tunggu dulu Santi jangan marah. Jangan potong penjelasanku terlebih dahulu. Kamu harus tahu semuanya agar kamu tidak salah paham." Ucap Zainal bicara dengan pelan dan lembut agar Santi bisa sedikit tenang.


Hhuuufffff


Santi membuang nafas dengan kasar, saat ini hatinya memang sedang tidak baik-baik saja. Tetapi dia tetap memberikan kesempatan Zainal untuk menceritakan dan menjelaskan semuanya.


Melihat Santi yang sudah sedikit tenang Zainal pun mulai menceritakan semuanya tanpa ada yang ditutupi sedikitpun. Mendengar cerita dan penjelasan Zainal membuat Santi benar-benar syok dan tidak tahu lagi harus berkomentar apa untuk ibu Ratri dan Rendra. Mereka sudah benar-benar kejam dan berotak seperti hewan yang tidak punya hati.


" Ini benar - benar Gila mas, Rendra dan Ibumu sudah tudak waras lagi. Lalu anak Nadin itu bagaimana mas ? Anak itu anak kandung mas Zainal. Apa mas Zainal lepas tangan begitu saja ? tidak ada tanggung jawabnya kepada Nadin dan anaknya, atau setidaknya kepada anak Nadin? " Tanya Santi ingin tahu jawaban Zainal secepatnya.


"Aku sudah pernah bicara sama Nadin, dan Nadin juga tidak masalah jika aku tidak bertanggung jawab kepada anaknya. Lagi pula memang di antara aku dan Nadin tidak tahu apa-apa, kami berdua dijebak oleh ibu dan Rendra. Nadin bisa tahu semua itu dan bisa memahaminya Santi." Jawab Zainal dengan serius.


Namun Santi tetap kasihan dengan Nadin, jika Nadin harus menafkahi anaknya sendiri. Bagaimanapun anak itu anak kandung Zainal. Jika memang mereka tidak menikah, setidaknya Zainal ikut membantu finansial untuk menghidupi anak yang dikandung Nadin.


" Rapi mas bagaimanapun juga dia anak kandungmu. Setidaknya kamu ikut menafkahinya." Ucap Santi tetap meminta Zainal untuk menafkahi anak Nadin.


" Kalau kamu mengizinkan tidak masalah aku menafkahi anak yang ada sama Nadin. Yang penting kamu mengizinkan."Ucap Zainal dengan serius.


" Aku mengizinkan mas karena bagaimanapun juga dia anak kandungmu. Terserah kamu mau memberi dia nafkah berapa saja. Sal gaji kamu 50 persen dari awal memang aku sudah memintanya, dan yang 50 persen itu untuk kamu, Ibu serta anak yang ada sama Nadin." Ucap Santi menjelaskan.


Dari awal perjanjian Santi memang meminta gaji Zainal 50 persennya,itu tidak untuk santi foya - foya tetapi untuk Santi tabung sebagai tabungan untuk anak - anaknya kelak. Dan yang 50 persen lagi untuk Zainal, ibu Ratri dan untuk anak yang ada sama Nadin.


" Gajiku sekitar 25 juta San. Aku jujur dari sekarang berapa nominal gajiku. Yang 15 juta kamu kelola, yang 10 juta untuk uang saku ku , untuk ibu dan anak yang ada sama Nadin. Jika nanti dapat bonus aku akan memberikan full untuk kamu. " Ucap Zainal bicara secara terbuka soal gaji yang dia terima selama ini.


* Heemmm..Ternyata banyak juga gaji mas Zainal. Dengan 15 juta itu aku bisa tabung setengahnya. Dan sisanya untuk kebutuhan sehari - hari . * Gumam Santi dalam hatinya.


" Iya mas aku setuju. Oh iya mas, apa kamu ada nomor ponselnya Nadin ?Kalau punya aku minta mas, aku ingin bicara dengan Nadin sebelum kita resmi menjadi suami istri . "Ucap Santi membuat Zainal heran.


" Jamu mau bicara apa sama Nadin? Aku tidak mau kamu terpengaruh dengan Nadin. " Seru Zainal takut jika Santi akan terpengaruh dengan Nadin.


" Tidak mas, aku ini hanya ingin bicara soal anak yang ada sama Nadin. Bagaimanapun juga aku harus bicara dengan Nadin biar semuanya jelas. Aku tahu nadin itu sebenarnya orang baik, hanya dia salah pergaulan saja. " Ucap Santi begitu yakin jika Nadin itu baik.


Tetapi Zainal tidak mempunyai nomor ponsel Nadin, namun dia akan menyampaikan pesan Santi langsung kepada Nadin. Jika Santi ingin bertemu dengan Nadin. Zainal akan memberikan nomor ponsel Santi kepada Nadin, agar Nadin dan Santi bisa berkomunikasi secara langsung.


********