
.
.
.
⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️⚘️
Tok Tok Tok
" Permisi " Seru seseorang dari arah depan rumah santi
Santi yang ada di kamar sangat kesal karena istirahatnya terganggu. Padahal sudah jam 10 pagi tapi santi masih bermalas - malasan di kamar, sedangkan kedua anaknya sudah entah pergi kemana. Dengan kesal dan malas santi bergegas turun dari ranjang dan berjalan kedepan untuk membukakan pintu.
Tok Tok Tok
Pintu terus di ketuk dari luar dan membuat santi semakin kesal karena menganggap bertamu tidak punya sopan santun. Kamu sendiri punya sopan santunkah santi ?
" Iya iya sabar dulu , lagipula pagi - pagi juga bertamu ganggu orang istirahat saja " Ucap santi kesal.
Ceklek..
Pintu terbuka dan muncullah santi dengan wajah kusutnya menyambut tamu yang tak undang. Namun betapa terkejutnya santi saat mengetahui siapa tamu yang datang kerumahnya.
" Benar ini rumahnya ibu Santi puspita ?" Tanya seseorang yang berdiri tepat di depan santi.
" Emm.. Iya benar saya santi. Aa,,aada perlu apa ya pak datang kerumah saya ?" Tanya santi terbata -bata.
Saat ini di hadapan santi ada dua orang polisi datang kerumahnya. Tanpa santi bertanyapun sebenarnya santi sudah tahu maksud dan tujuan polisi itu datang kerumahnya, apalagi kalau bukan untuk menangkapnya.
" Kami membawa surat untuk penangkapan anda..Saya harap ibu mau ikut saya ke kantor polisi tanpa adanya penolakan " Ucap salah satu polisi yang diketahui bernama Daniel.
" Tidak, saya tidak mau. Saya tidak salah apa - apa. Jangan tangkap saya pak , saya mohon kasihan anak saya yang tidak ada menjaganya jika saya di penjara." Ucap santi memohon sambil mengatupkan medua tangannya.
Ada beberapa tetangga yang mendatangi rumah santi, mereka penasaran kenapa rumah santi di datangi polisi. Kiki dan koko juga langsung lari kerumahnya dan mendekati ibunya. Sedangkan ibu ratri dan suami nya belum kelihatan batang hidungnya.
" Ada apa ini san ?" Tanya ibu aminah mendekati santi.
" Bu, bapak polisi ini mau menangkap saya bu. Anisa si adik ipar kurangajar itu telah melaporkan saya, padahal kemarin masalahnya sudah selesai secara kekeluargaan. Anisa itu memang kurangajar, wanita kampung sok hidup kaya. " Seru santi justru memaki anisa.
Dari samping rumah ibu ratri lari tergopoh - gopoh menuju rumah santi.
" Ada apa ini santi ? Kenapa rumahmu didatangi polisi?" Tanya ibu ratri sambil memandang dua polisi yang ada di dekatnya.
" Bu, anisa melaporkan aku kepolisi. Anak itu benar - benar sialan. Aku tidak mau di penjara bu" Ucap santi mengiba namun tetap memaki anisa.
" Maaf bu , jika ibu menolak untuk ikut kami. Dengan terpaksa kami akan menyeret ibu" Ucap polisi dengan tegas.
" Sudahlah santi sekarang lebih baik kamu ikut pak polisi ini, nanti ibu akan menghubungi suami mu. Ibu juga akan bicara sama rendra dan anisa agar dia mau mencabut tuntutannya. " Ucap ibu ratri.
Santi pun mengangguk dan akhirnya dibawa polisi masuk kedalam mobil. Polisi itu melajukan mobilnya meninggalkan pekarang rumah santi. Koko dan kiki menangis saat melihat ibunya dibawa oleh polisi.
" Nek, mama mau temana, pelgi cama pak polici ? " Tanya kiki dengan suara khas anak kecil. Meskipun sudah 5 tahun anak - anak santi bicaranya masih belum sempurna.
" Mama nanti pulang kok. Sudah sekarang kalian main lagi ya , jangan menangis. " Ucap ibu ratri.
Kiki dan koko mengangguk, merekapun berlari ketempat maiinya yang tadi. Kasak - kusuk tetangga terdengar di telinga ibu ratri. Namun ibu ratri tidak memperdulikannya.
" Memangnya mbak santi buat masalah apa bu sampai mbak anisa melaporkan kepolisi ? Pasti sangat fatal ya ?" Tanya ibu aminah mewakili ibu-ibu yang lainnya.
" Bukan urusan kalian. Yang jelas anisa itu sudah kurangajar , padahal masalahnya juga sepele dan sudah selesai. Anisa memang menantu yang tidak tahu diri, sudah dinikahi anakku yang mapan tapi jadi menantu kurangajar " Ucap ibu ratri menjelekkan anisa.
" Ibu ratri itu seharusnya bersyukur mempunyai menantu sebaik mbak anisa. Selama mbak anisa tinggal disini semua urusan rumah dia yang mengerjakan. Sampai masak untuk keluarganya zainal juga mbak arum kan. Mbak arum tidak akan melaporkan santi kepolisi jika santi tidak melakukan kesalahan yang fatal, lagi pula santi itu memang sombong. Sama tetangga saja ketus terus " Ucap ibu aminah.
Ibu ratri hanya melengos lalu meninggalkan para ibu-ibu yang masih berkerumun di depn rumah santi. Dia masuk kerumahnya dan menjatuhkan bobot tubuhnya di sofa ruang tamu.
" Aku harus menghubungi Rendra dan Zainal " Ucap ibu ratri lalu mengambil ponsel di kantong dasternya.
Ibu ratri lebih dulu menghubungi zainal, sampai panggilan ke dua zainal belum mengangkat sambungan teleponnya.
" Mungkin zainal sedang sibuk makanya dia tidak mengangkat telepon ku " Ibu ratri bermonolog sendiri.
[ Hallo bu, assalamualaikum ] Seru rendra dari seberang sana.
[ Rendra istrimu itu kurangajar sekali. Berani dia melaporkan santi kepolisi. Kalau santi di penjara bagaimana dengan kedua anaknya, dasar istrimu itu tidak tahu diri ] Ucap ibu ratri tanpa menjawab salam rendra terlebih dahulu.
[ Jawab salam rendra dulu bu. Heeehhh... Bu itu sudah menjadi keputusan anisa dan rendra tidak bisa melarangnya. Lagipula kalau tidak mau dipenjara ya jangan mencuri. Sudah mencuri ditambah memfitnah, bisa kena pasal berlapis itu mbak santi. ]
[ Kamu ini sebagai suami seharusnya bisa menasehati istri kamu bukannya malah mengalah sama istri. Anisa itu tidak bisa dibiarkan karena dia makin lama makin melunjak. ]
[ Sudah ya bu.. Rendra tidak mau berdebat karena rendra masih bekerja. Nanti kita bicarakan lagi dirumah. ]
[ Ya sudah , pulang dari kerja kamu kerumah ibu ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu ]
[ Iya bu. Rendra lanjut kerja ya, assalamualaikum ]
[ Waalaikum salam.]
Klik ibu ratri mematikan sambungan teleponnya lalu memeriksa pesan masuk yang ada di ponselnya. Pesan itu ternyata dari zainal , dan zainal sudah tahu jika santi dibawa oleh polisi. Santi sendiri yang menghubungi zainal saat dia sudah berada di kantor polisi.
************
" Kenapa sampai seperti ini sih San ?. Pusing aku mikirin masalah ini. Pekerjaanku di kantor juga menumpuk belum lagi masalah kamu. Makanya kalau mau bertindak itu di fikir dulu. " Seru zainal memarahi santi.
Santi masih saja menangis karena dia takut di penjara. Membayangkan tidur di dalam jeruji besi saja sudah tidak sanggup apalagi mengalaminya sendiri.
" Kamu harus menemui anisa mas, bilang sama dia untuk mencabut laporannya. Dia itu adik ipar yang kurangajar, mentang - mentang punya uang sekarang jadi bersikap semaunya. Padahal dulu saat tinggal dirumah ibu , dia itu nurut sama kita. Buktinya dia mau memasak untuk keluarga kita. " Ucap santi sambil terisak.
Tak tak tak
Dari arah pintu masuk terdengar suara higheels betadu dengan lantai. Zainal dan santi langsung mengihkan pandangannya.
" Anisa " Seru zainal dan santi bersamaan.
Anisa datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan atas penangkapan santi. Sebagai pelapor dia harus datang dan memberikan keterangan atas masalah yang sudah terjadi.
" Wah ternyata kakak ipar ku ini bisa menangis ya ?" Seru anisa dengan senyum mengejek.
" Anisa segera cabut laporanmu ! Bukannya masalah ini sudah selesai? Kenapa kamu justru memenjarakan ku ?" Tanya santi menatap tajam anisa.
" Karena kamu salah jadi aku laporkan " Jawab anisa dengan santai.
Mendengar jawaban anisa, zainal dan santi hanya bisa mengepalkan kedua tangannya. Kalau bukan dikantor polisi mungkin santi sudah menampar anisa.
" Nis , santi ini istri kakak ipar mu tapi kenapa kamu tega memenjarakannya. Kita ini keluarga anisa " Seru zainal geram.
" Kejahatan tidak kenal keluarga mas. Jika salah ya salah , lagi pula sejak kapan kalian menganggapku keluarga ? Bukannya kalian tidak mau memiliki adik ipar seperti ku ? Aku ini hanya wanita kampung, miskin dan hanya bisa mengurus pekerjaan rumah. Bagi kalian aku ini hanya sebagai babu gratisan " Seru anisa menatap tajam kedua orang yang ada di depannya.
" Kamu... " Seru santi.
Ucapan santi terhenti karena polisi datang menghampiri mereka . Polisi meminta anisa untuk kembali memberikan keterangan, santi sama sekali tidak menyangkal keterangan yang diberikan anisa. Karena apa yang dikatakan anisa memang benar.
" Selamat menginap di hotel prodeo mbak santi, kamu kan senang yang gratisan. Nah disini makan tidur itu gratis loh " Ucap anisa sambil terkekeh.
" Aku akan membalas perbuatanmu ini anisa. " Ucap santi.
" Bukannya aku sudah meminta mbak santi untuk meminta maaf kepada ku dan kepada orang tua ku agar aku bisa meringankan hukuman mbak santi, tapi karena kamu tidak mau ya jangan salahkan saya jika kamu di penjara. " Seru anisa lalu bersiap meninggalkan kantor polisi.
" Anisa aku mohon cabut laporan kamu. Kasihan kiki dan koko , pasti mereka tidak ada yang merawatnya. Bagaimana jika mereka menangis dan menanyakan mamanya?" Seru zainal mengiba.
" Itu bukan urusanku, hukum tetap berlaku. Permisi aku mau pulang " Ucap anisa.
Anisa mengulas senyum bahagia bisa mengerjai santi, sebenarnya anisa sudah mencabut laporannya. Dia hanya ingin memberikan efek jera kepada santi agar tidak berbuat semaunya. Kebetulan anisa mengenal salah satu polisi yang ada di kantor, dia adalah kakaknya silvia. Anisa hanya meminta untuk menahan santi dua malam saja, siapa tahu santi kapok dan tidak berbuat semaunya lagi.
**********
RATE BINTANG 5 NYA DULU KAK.
KLIK LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA .
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️