
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Kamu sudah lihat berita yang viral belum Nis ?" Tanya Silvia saat menghampiri anisa kerumah abimana. Dia ingin sedikit membantu persiapan pernikahan anisa saat akad nikah dirumah abimana.
Anisa mengerutkan keningnya sebab dia tidak tahu berita apa yang dibahas oleh silvia. Padahal silvia tipe orang yang tidak mau ikut campur dengan urusan orang lain. Jika dia sudah bicara seperti ini berarti memang berita itu ada kaitannya dengan dirinya ataupun penting diketahui.
" Berita ? Berita apaan sih aku tidak tahu?" Tanya anisa yang memang tidak tahu berita yang dimaksud oleh sahabatnya, Silvia.
Hhheeehhh.... Silvia menggelengkan kepalanya, ternyata benar dugaannya jika sahabatnya ini memang belum tahu berita yang sudah dari kemarin viral.
" Istrinya zainal kepergok sedang selingkuh sama bapak mertuanya, alias suami mantan ibu mertua kamu. Dan lebih parahnya lagi, mereka itu sedang main diranjang. Itu berita sudah viral dari kemarin loh nis. Melihat mantan ibu mertua kamu rasanya kasihan banget soalnya dia langsung diceraikan saat itu juga. Tapi jika ingat kelakuannya ya hitung - hitung itu hukum karma untuk dia. " Ucap silvia bicara panjang lebar.
Anisa kaget sampai - sampai mulutnya terbuka , anisa tidak munafik . Dia sebenarnya ingin menertawakan apa yang sudah terjadi dengan mantan ibu mertuanya dan zainal.
" Kamu mau lihat video nya ?" Tanya silvia yang kini sudah mengeluarkan ponselnya dan membuka aplikasi biru dan mencari video yang sudah di uploud oleh banyak akun - akun.
Mata anisa semakin melebar saat melihat video itu , dia merasa mual dan jijik melihat kondisi polos pak iwan dan anita. Malu? Iya pasti saat itu anita dan pak iwan merasa sangat malu , mereka dipaksa keluar dalam keadaan polos bahkan milik pak iwan masih on. Anisa tidak mau melanjutkan lagi menonton videonya, dia malu melihat kondisi anita dengan secara tidak langsung itu juga memperlihatkan miliknya sendiri.
" Kok tega ya ? Aku malah malu sendiri melihat keadaan mereka yang polos seperti itu" Ucap anisa prihatin.
" Kamu tidak lihat full videonya sih, itu akhirnya mereka diberi sarung kok. Lalu diarak keliling kampung, baca - baca komentarnya sih si anita itu sedang hamil dan tidak tahu anak zainal apa anak pak iwan. " Ucap silvia ternyata tahu banyak tentang video itu.
" Kamu ini tahu banget ya Sil, padahal biasanya kamu tidak mau kepo sama urusan orang lain ?. " Tanya anisa heran dengan sahabatnya yang tumben banget kepo dengan urusan orang.
" Heheee... Untuk yang lainnya aku tidak kepo. Tapi karena ini ada kaitannya sama masalalumu dulu jadi aku kepo banget. Aku senang tahu nis denger berita ini, seakan perempuan tua mantan ibu mertua kamu itu dapat hasil dari apa yang selama ini dia tanam " Ucap silvia sambil terkekeh.
Anisa tersenyum tipis sambil menggeleng heran dengan kelakuan sahabatnya. Tidak dapat dipungkiri juga, anisa merasa senang akhirnya mantan ibu mertuanya bisa merasakan apa yang dulu dia dan santi rasakan , hukum tabur tuai ternyata sudah dia dapatkan.
Setiap perbuatan pasti ada balasannya, perbuatan baik akan berbuah baik dan perbuatan buruk juga akan berbuah buruk. Hukum timbal balik dan tabur tuai itu pasti ada.
" Lagi ngobrolin apa sih kelihatannya asik banget " Ucap serena yang datang ikut bergabung.
" Ada deh mbak, lagi bahas berita yang lagi viral itu loh mbak. Oh iya ini rumah sudah dirias sebagus ini dari hari apa ? Soalnya aku lihat dari tadi tidak ada orang dekor datang ?" Tanya silvia baru sadar dengan dekor rumah abimana dan serena.
" Sudah dari dua hari yang lalu Sil, itu permintaan mbak serena sama mas abi. Aku sih ngikut saja tidak keluar duit juga jadi ya ikut apa kata bendahara saja. Tapi nanti pihak dekor datang lagi kok untuk memperbaiki mana yang harus diperbaiki, agar besok semuanya benar - benar sempurna. " Ucap anisa dengan senyum mengembang.
" Kamu dag dig dug tidak sih nis ? Padahal tinggal besik loh acara akad nikahnya tapi kelihatannya kamu itu kok tenang banget ya ?" Tanya Silvia.
Anisa sebenarnya dag dig dug bahkan sudah dia rasakan dari seminggu yang lalu. Tetapi dia mencoba untuk menutupinya dan dibawa santai agar rasa dag dig dug nya bisa hilang. Padahal ini bukan yang pertama bagi anisa tetapi masih saja dia degdegan.
" Sedikit " Jawab anisa sambil tersenyum.
Serena ingat tadi silvia menanyakan soal berita viral dan ternyata dia memang sudah tahu dari kemarin. Dia tidak memberitahu anisa karena mengira anisa sudah tahu, lagipula berita itu sudah tidak penting lagi bagi anisa.
" Kita tidak membalas mereka tetapi Allah sendiri yang sudah membalas perbuatan mereka. Kalau lihat videonya sih kasihan banget melihat mereka dipertontonkan seperti itu, dan orang - orang jadi tahu semua masalah mereka. Yang bikin syok dan tidak habis fikir itu mertua dan menantu bermain serong, seolah tidak ada orang lain saja. " Ucap serena merasa miris menanggapi berita yang sedang beredar.
" Iya mbak miris banget. Dua orang langsung tersakiti, dan karma ternyata instan ya mbak " Silvia ikut menanggapi cerita serena.
Mereka bertigapun mengganti topik pembicaraan, tidak mau membicarakan lagi yang bukan masalah mereka. Biarlah berita yang beredar itu menjadi pelajaran untuk keluarga rendra agar kedepannya tidak semaunya menyakiti hati peremluan, doa - doa dari wanita yang pernah tersakiti kini sudah dikabulkan.
********
Sementara itu dirumahnya saat ini ibu ratri sama sekali tidak mau keluar rumah. Dia masih malu dengan adanya berita yang sedang beredar dikalangan warga, meskipun bukan dia pemeran utamanya tetap saja dia merasa malu apalagi malam itu dia diceraikan langsung dihadapan para warga.
Zainal juga sudah menceraikan Anita, dia tidak perduli anita masih hamil atau tidak. Zainal sama sekali sudah tidak perduli dan tidak mau tahu dengan urusan anita. Kini anita dan pak iwan sudah tidak tinggal dikampung itu lagi, anita ikut pak iwan pergi dan mengontrak rumah di kampung sebelah. Bahkan pak iwan dan anita berencana akan menikah saat surat cerai zainal dan anita sudah keluar.
" Bu, kenapa tidak masak ?" Tanya nadin dengan ketus. Dia benci dengan mertuanya yang dari kemarin tidak mau mengerjakan apa - apa. Bahkan untuk makan dari kemarin harus beli dan itu uang nadin yang dipakai.
Rumah sudah berantakan,pakaian kotor sudah menumpuk dan piring gelas kotor pun sudah menumpuk juga di wastafel. Nadin semakin berani dengan ibu mertuanya, sebab sekarang semua pengeluaran rumah tangga memakai uang nadin karena ibu mertuanya sudah tidak suami lagi yang memberikan nafkah.
" Nadin tolong dong kamu saja yang mengerjakan pekerjaan rumah. Ibu itu lagi tidak enak badan dan dia juga sedang bersedih. Lagipula kalau soal makanan bisa kan kamu beli, begitu saja kok dibikin repot sih " Ucap rendra ketus, tidak sadar diri dia saja pengangguran minta makan suruh beli.
Nadin tersenyum sinis lalu dia mendekati rendra dan menengadahkan tangannya di depan wajah rendra.
" Mana uang nya ?" Tanya nadin dengan sisnisnya.
" Uang ? Uang apa ?" Tanya rendra gugup.
" Kamu tadi bilang kalau soal makanan beli saja, ya sudah mana sini uang nya ? Kalau soal beres - beres rumah oke aku masih mau tapi kalau soal masak dan cuci setrika aku tidak mau. Jangan seenaknya bilang beli dab beli kalau pada kenyataanya kamu itu pria kere dan pengangguran, seharusnya kamu itu sadar diri dong mas. Semenjak menikah aku yang sudah menanggung biaya hidup kamu, sampai uang rokok saja kamu minta loh mas ? Apa semiskin itu kamu? Mana uang tabungan kamu kemana ? Hahh...?" Bentak nadin dengan berani.
Brakkkk...
Ibu ratri memukul meja dengan kuat, saat ini dia pusing dan ditambah pusing lagi karena rendra dan nadin terus berdebat soal uang. Nadin sekarang sudah tidak seroyal dulu lagi , jadi dia akan mempermasalahkan apa saja yang dia keluarkan.
" Pusing kepala ibu, tambah pusing karena kalian terus ribut. Apa tidak bisa sehari saja kalian itu diam !!" Bentak ibu ratri lantang.
" Makanya suruh anak ibu ini bekerja jangan bisanya cuma jadi benalu saja. Lama - lama aku ya males dong keluar uang terus menerus. Kalau seperti ini terus mendingan aku hidup seperti dulu , tidak punya beban " Seru nadin.
Deg...
Rendra langsung menatap tajam nadin, dia tidak mau sampai nadin juga menggugat dia cerai. Jika mereka bercerai bagaimana dengan biaya hidupnya, selama bersama nadin,nadinlah yang sudah menopang biaya hidupnya. Apalagi sekarang ibunya juga sudah menjanda,uang pensiunan bapaknya dulu juga sudah tidak ada lagi. Disaat seperti ini rendra menyesalkan kenapa dulu ibunya menikah dengan pak iwan dan akhirnya uang pensiunan almarhum bapaknya sudah tidak ada lagi.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
HARI SENIN NIH KASIH VOTENYA DULU DONG 🙏🙏
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️