
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Kenapa kalian ini berantem ? Sudah tua bukannya memperbaiki diri malah berulah.. !!" Bentak bagas dengan kesal.
Iya, orang yang datang itu adalah bagas. Dia yang sengaja pulang untuk mengambil pakaiannya , begitu masuk rumah langsung disuguhkan pemandangan yang membuat dia malu dengan kelakuan kakaknya. Bagas memang tidak melihat perlawanan dari rendra , dengan begitu bagas bisa mengambil kesimpulan jika rendra memang berbuat salah.
" Gas , cepat kamu tarik zainal. Nanti rendra bisa mati karena ulahnya." Ucap ibu ratri dengan panik.
Buugghhh.... Bugghhh
Sebelum bagas mendekat zainal kembali melayangkan pukulannya diwajah rendra. Kini wajah rendra sudah babak belur oleh zainal, dia tidak perduli jika rendra itu adiknya. Jika saja teman kerjasama rendra bukan ibunya, sudah pasti saat ini ibu ratri juga mendapatkan pukulan yang sama, status ibu sudah menyelamatkannya.
" Mas zainal sudah, jika ada masalah kita bicarakan baik - baik. Jangan main fisik bigini " Ucap bagas ikut melerai.
" Mas tidak bisa bicara baik - baik Gas . Rendra dan ibu sudah menjebak mas, dan hukuman ini pantas dia dapatkan. Lihat saja aku akan bawa masalah ini kejalur hukum biar mereka mendekam di penjara !" Bentak zainal dengan kesal.
Deg
Jantung ibu ratri dan rendra tidak aman, sudah pasti saat ini mereka merasa ketakutan yang teramat sangat. Bagaimana bisa zainal akan melaporkan mereka ke polisi, ibu ratri dan rendra langsung bersimpuh dikaki zainal dan meminta ampun serta maaf agar zainal tidak membawa masalg ini kejalur hukum.
" Maafkan ibu Zainal, maaf.. Ibu tidak bermaksud untuk menjebak kamu. Memang ibu yang mempunyai ide ini, ibu hanya tidak mau nadin tahu keadaan rendra dan dia meminta cerai dari adikmu. Jika mereka bercerai darimana kami bisa memenuhi keseharian kami, sedangkan selama ini nadin yang menanggung hidup kami. Kamu sih punya banyak uang tapi pelit, masak ngasoh ibu cuma 500 ribu padahal gaji kami itu lebih dari 15 juta kan ? Jadi jangan salahkan ibu jika ibu nekat " Ucap ibu ratri yang tadi terlihat sedih kini justru bicara dengan ketus.
Zainal mengepalkan kedua tangannya , ingin rasanya dia memukul mulut ibunya. Sedangkan bagas masih saja diam menyimal obrolan yang dia tidak tahu. Zainal sampai semarah itu dan ibu serta rendra sampai bersimpuh begitu , sudah pasti masalahnya sangat besar.
" Maafkan aku mas, aku terpaksa setuju dengan ide ibu karena ibu memaksaku. " Ucap rendra meminta maaf.
" Tunggu dulu, ini sebenarnya ada apa sih ? Salah apa yang ibu dan mas rendra lakukan sampai kalian ketakutan begini ? " Tanya bagas menatap lurus kearah ibu nya dan sang kakak, Rendra.
Ibu ratri kini sudah bangkit dan berpindah duduk di sofa sambil menunduk. Rendra sendiri masih bersimpuh dilantai memohon ampun kepada zainal.
" Mereka telah bekerja sama untuk menjebakku Gas . Mereka menjebak aku dan nadin agar kami tidur bersama, mereka licil telah memasukan obat per@ngs@ng kedalam minuman kami. Dan anak yang dikandung nadin itu adalah anakku, karena rendra mandul !" Teriak zainal dengan kesal.
Hahhhh.... Mandul ? Mas rendra mandul ? Bagas tidak menyangka jika kata - kata yang dulu diucapkan oleh ibunya untuk anisa kini justru terjadi sendiri dengan kakaknya, Rendra. Dan betapa gila dan pijiknya ibu dan kakaknya sampai menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginannya.
Bagas berjalan mendekati rendra, bagas menyuruh rendra untuk berdiri dan..
Dua tamparan bagas layangkan dipipi kakaknya yang sudah memar akibat bogeman dari Zainal. Rendra benar - benar malu dengan kelakuan rendra dan ibunya. Semua keluarganya sudah membuat dia malu.
" Kenapa kamu menamparku Gas ? Memangnya aku salah apa sama kamu ?" Tanya rendra dengan pandangan kesal kearah Bagas.
" Aku malu mempunyai keluarga tidak punya otak seperti kalian semua. Aku malu mempunyai kakak yang sama seperti binatang ! Dulu mbak anisa mas sakiti dengan menikah dengan erika, setelah itu mas kurang puas dengan menikahi janda kaya itu sekarang justru mas menjebak istri dan kakak mas sendiri. Dasar manusia tidak berakhlak, dan kamu bu. Begini cara ibu mendidik anak - anak ibu. Lihat, dulu mbak anisa yang selalu ibu hina mandul, sekarang anak ibu sendirikan ? Apa belum cukup rasa malu ibu, dengan penggerebekan pak iwan dan anita ? Dan kamu mas zainal, semua ini juga karena ulah kamu sendiri. Ini balasan karena kedzoliman mu kepada anak dan istrimu ! " Ucap bagas dengan kesal. Bagas bicara dengan mata yang berkaca - kaca.
Semua terdiam setelah mendengar perkataan bagas, zainal berjalan mendekati sofa singel dan duduk diam disana. Sedangkan rendra masih saja tertunduk dilantai seakan menyesali perbuatannya.
" Terus sekarang bagaimana ? Apa mas zainal mau menikah dengan mbak nadin setelah tahu kalau anak yang dikandungnya anak mas ?" Tanya bagas .
" Tidak ! Aku tidak sudi menikah dengan wanita bekas banyak orang. Gini - gini aku punya selera tinggi " Jawab zainal dengan bangganya.
" Heleh.. Selera tinggi bagaimana ? Buktinya anita hanya pelayan kantin dan dia juga berselingkuh dengan bapak mertuanya sendiri. Apa seperti itu wanita selera tinggi kamu?" Tanya ibu ratri dengan kesal.
" Yang penting saat aku mendapatkan anita dia masih perawan dan aku orang pertama yang mengambil keperawanannya. Memangnya nadin , sudah janda dan banyak pria yang menidurinya. Dasar wanita murahan " Ucap zainal dengan sinis.
Mendengar pernyataan zainal membuat rendra mengepalkan kedua tangannya. Bagaimanapun nadin adalah istrinya dan tidak suka ada orang yang menjelekkan nadin.
Bagas menutup wajahnya , dia benar - benar pusing menghadapi masalah keluarganya. Masalah demi masalah tidak pernah putus, selalu ada saja masalah yang datang. Bagas masuk kekamarnya untuk mengambil pakaiannya.
" Aku mohon sama mas, jangan bilang sama nadin masalah ini. Tolong mas ini demi aku dan ibu, jika nadin meminta cerai bagaimana dengan aku dan ibu . Mas kan tahu kalau saat ini aku hanya pengangguran." Rendra memohon kepada zainal agar tidak memberitahu masalah yang sebenarnya kepada Nadin.
" Maaf, aku sudah tidak mau ikut campur dengan masalah kalian semua. Maaf, kalian selesaikan saja masalah kalian aku mau tinggal dikostan saja. Bu, mas aku permisi. Assalamualaikum " Ucap bagas berpamitan.
Bagas keluar dari rumah dan mengendarai motornya , kini tinggal 3 orang yang saat ini sedang sibuk dengan fikirannya masing - masing.
" Mas, tolong jangan bawa masalah ini kekantor polisi, jika sampai kantor polisi sudah pasti nadin juga tahu. Kasihan ibu mas jika harus berurusan dengan hukum. Malu juga sama tetangga mas. Aku mohon mas, sekali ini saja aku meminta tolong sama mas " Ucap rendra memohon agar zainal tidak membahas lagi masalah yang saat ini sedang mereka hadapi.
" Aku diam bukan berarti aku tidak benci sama kamu. Jika bukan karena ibu pasti saat ini kalian sudah aku polisikan. Sebagai gantinya, uang bulanan aku hentikan " Ucap zainal.
" Uang 500 ribu saja kamu permasalahkan Nal, kamu ini lahir dari rahim ku ! Seharusnya kamu juga membantu menafkahi ibu. Menyesal aku selama ini selalu memanjakan kamu dan menomor satukan kamu. " Ucap ibu ratri ketus.
" Terserah kalian. Mau lanjut kekantor polisi atau bagaimana ?" Seru Zainal.
Ibu ratri dan rendra secara serempak menggelengkan kepalanya. Mereka tidak bisa membayangkan bagaimana jika tidur dibalik jeruji besi, mana mereka juga akan malu dan nadin juga akan meminta cerai.
* Kenapa hidupku setelah berpisah dengan anisa semakin banyak masalah begini * Gumam rendra dalam hatinya.
********