Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Santi bebas


.


.


.


Siang yang cukup panas terik anisa datang ke kantor polisi untuk mencabut laporannya terhadap santi. Padahal memang sudah dicabut, anisa hanya ingin memberi efek jera saja kepada santi. Zainal tidak terlihat di kantor polisi padahal dia sudah tahu jika siang ini santi akan keluar.


" Bagaimana mbak ? Tiga malam menginap di hotel prodeo, betah apa tidak ? Kalau masih betah boleh kok nambah " Ucap anisa sambil terkekeh.


" Awas kamu anisa, setelah ini aku akan buat perhitungan sama kamu. " Seru santi dengan ketus.


" Ihhhh takut.... coba saja kalau berani, nanti aku tinggal laporalkan lagi ke kantor polisi." Ucap anisa mengancam


Wajah santi langsung berubah pias, ancaman anisa berhasil membuat santi diam dan takut. Apalagi saat ini mereka memang masih dirumah sakit. Setelah urusannya selesai anisa kembali lagi ke kantor, tidak menghiraukan santi mau pulang naik apa.


" Kemana juga mas zainal ini sedari tadi tidak datang juga. Apa dia memang sengaja tidak mau menjemputku, awas kamu mas " Seru santi kesal menunggu zainal tidak kunjung datang juga.


Mau menghubungi zainal lagi santi tidak bawa ponsel tadi beruntung anisa mau menghubungi zainal memintanya untuk menjemput santi. Namun sudah hampir 1 jam menunggu zainal tidak kunjung datang..Santi berjalan menjauh dari kantor polisi , dia mencari tukang ojek yang mangkal untuk mengantarnya pulang.


" Mas ojek kan ? Bisa antar saya ke daerah XX ya mas " Ucap santi saat bertemu tukang ojek.


" Boleh 50 ribu ya " Ucap tukang ojek.


" Mahal amat mas, tapi ya sudahlah daripada saya kelamaan menunggu suami saya tidak datang - datang. Nanti sampai rumah saya bayar 50 ribu " Ucap santi akhirnya setuju dengan ongkos yang di tentukan tukang ojek.


Tukang ojek itupun setuju dan dia mengantarkan santi sesuai dengan alamat yang disebutkan santi. Santi akan membayar saat dia sudah dirumah, dia sama sekali tidak membawa uang. Setelah 30 menit santi sampai di depan rumahnya, rumah terlihat kotor dan berantakan bahkan bekas makanan ringan berantakan diteras.


" Tunggu mas, saya ambil uang dulu " Ucap santi


" Jangan lama - lama mbak karena saya juga mau menjemput anak sekolah ini " Ucap tukang ojek.


Santi mencebikkan bibirnya, dia pun membuka pintu yang memang tidak terkunci. Dalam rumah berantakan bekas makanan dan baju kotor tabur dimana - mana. Kepala santi sampai sakit melihat kondisi rumah yang berantakan.


Santi keluar dengan membawa uang 50 ribu dan menyerahkannya kepada tukang ojek. Mata tukang ojek itu berbinar dan senyumnya sumringah setelah menerima uang 50 ribu dari santi.


" Santi kamu sudah keluar dari penjara ?" Tanya salah satu tetangga yang kepo.


" Siapa juga yang dipenjara jangan mengada - ada kamu ya. Saya itu selama 3 hari ini menginap di rumah orang tua ku , karena ibuku sakit dan aku harus merawatnya. " Ucap santi berbohong.


" Heleh semua tetangga juga tahu kalau kamu itu di penjara karena mbak anisa yang melaporkan mu, makanya rubah itu sifat dan sikap kamu. Jangan suka mengganggu orang dan memfitnah orang. Kalau aku jadi mbak anisa aku penjarakan kamu setahun atau 2 tahun. Mbak anisa itu terlalu baik, beruntung kamu punya ipar seperti dia " Ucap ibu Weni dengan memandang sinis santi.


" Sudah sana pergi, aku tidak butuh nasehat mu. Orang kampung saja belagu dan sok menasehati, sudah sana cepat pergi jangan buat aku mengusirmu dengan paksa " Ucap santi dengan ketus.


Ibu weni akhirnya pergi dengan mulut yang bersungut - sungut. Di lingkungan tempat tinggalnya berita santi di penjara sudah menyebar luas. Karena saat polisi membawa santi banyak tetangga yang melihat sehingga berita juga cepat menyebarnya.


******


" Lalu bagaimana agus mau buka usaha pak ? Uang nya saja sampai sekarang juga tidak ada. " Ucap agus tetap meminta tolong pak iwan untuk mencarikan dana sekitar 100 juta untuk modal usahanya.


" Memangnya mas agus butuh dana berapa ?" Tanya mega ingin tahu.


" 100 juta, kenapa ? Kamu punya uang sebanyak itu ?" Tanya agus ketus. Agus dan mega memang tidak seberapa akur karena sifat mereka bertentangan.


" Kamu gila mas ? 100 juta itu uang yang banyak, bahkan mas kerja satu tahun saja belum tentu dapat uang 100 juta. Kalian ini benar - benar gila ya, baru juga bapak menikah seminggu sudah mau pinjam uang 100 juta ? Memangnya kalian tidak malu ? Aku saja malu, cuma mendengarnya saja aku malu. " Ucap mega panjang lebar.


Hhhuuuffff


Terdengar helaan nafas panjang dari pak iwan, apa yang dikatakan mega memang ada benarnya juga. Mungkin rendra dan istrinya tidak mau memberikan pinjaman karena mereka masih belum akrab dan belum mengenal lebih.


" Kamu ini bicara apa sih? Lagi pula mas ini bukan minta tapi pinjam. Bukannya ibu ratri itu memang orang kaya, dia sendirikan yang bilang kalau dia kaya dan anaknya juga kaya. Kamu lihat sendirikan mobil anak lakinya yang bernama rendra itu bagus dan mewah. Karena mereka kaya makanya aku menyetujui bapak menikah dengan ibu ratri " Ucap agus panjang lebar.


Mega tidak menyangka jika kakaknya sepicik itu , menyetujui pernikahan hanya karena ibu ratri termasuk orang kaya.


" Ya Allah mas kenapa kamu jadi sepicik itu sih mas ? " Seru mega tidak suka dengan pernyataan kakaknya.


" Kamu apaan sih Mega, lagi pula kalau ibu ratri kaya kita sebagai anak tirinya juga ikut kecipratan. Apalagi anak ibu itu kaya, tidak perlu kamu sok tidak membutuhkan uang. Nanti kalau dapat uang 100 juta itu kamu mas kasih 1 juta, cukup itu untuk beli bedak kamu." Ucap agus mencibir mega.


" Lalu kalau mas dapat uang 100 juta itu mas tidak mau mengembalikannya ?" Tanya mega penasaran.


" Ya jelas tidak dong, uang mereka kab banyak. Kenapa mau susah - susah mengembalikannya. " Seru agus sambil terkekeh.


Mega mendengus sambil menggelengkan kepalanya, semenjak menikah kini agus benar - benar sudah berubah. Yang ada dalam fikirannya hanya uang dan uang, gaya hidup istrinya yang mewah tidak di sesuaikan dengan penghasilan sang suami.


" Seenaknya saja mas pinjam uang tapi tidak mau mengembalikan mas kira anak nya ibu ratri itu bank. Bapak juga kenapa mau saja disuruh mas agus untuk pinjam uang sebanyak itu, sudah tahu kan mas agus ini boros. Istrinya saja gaya nya sudah seperti sosialita, lihat saja dirumah tidak ada kan ? Beruntung anak ibu ratri tidak memberikan pinjaman. " Seru mega sambil melirik sinis Agus.


Pak iwan diam saja mendengar kedua anaknya berdebat soal uang yang tidak nyata. Lama - lama dia juga pusing mendengar perdebatan yang tidak ada ujung pangkalnya.


" Pak, tolong jangan ikuti kemauan mas agus terus menerus. Bapak tahu rumah ini sudah digadaikan mas agus dan bilangnya mau buka usaha ? Mana sampai sekarang usaha itu tidak ada dan sekarang dia justru menjadi pengangguran. Seharusnya bapak itu bisa bersikap tegas, bapak menikah itu untuk teman hidup agar masa tua bapak ada yang menemani dan ada yang mengurus bapak. Pokoknya jika ada masalah hutang piutang dengan anak ibu ratri, mega tidak mau ikut campur " Ucap mega dengan tegas.


Setelah berucap seperti itu mega langsung bangkit dan keluar dari rumah orang tuanya yang sini sudah di tempati Agus. Rumah mega ada di samping rumah agus hanya selisih dua rumah saja.


" Pak bagaimana ini ? Apa kita langsung menemui si rendra itu , agar dia mau meminjamkan uang kepada agus. Tolong Agus kali ini saja sih pak, ini beneran buat modal usaha pak. Bapak mau kan melihat aku sukses, bagaimana pak ?" Tanya agus mencoba merayu pak iwan.


" Bapak tidak tahu gus, ya sudahlah bapak mau pulang. Kamu coba cari sendiri saja uang itu, atau kalau tidak kamu balik lagi saja ke pabrik. Bapak tidak bisa menolongmu, karena bapak juga tidak mau jika anak- anak ratri membenci bapak. Benar kata mega, bapak menikah untuk mencari teman hidup agar hari tua balak ada yang menemani. Kalau kamu terua merong - rong bapak lama - lama keluarga ratri juga akan menjauhi bapak." Ucap pak iwan akhirnya menolak permintaab agus.


Brakk


Agus memukul meja dengan keras sampai pak iwan terlonjak kaget. Pak iwan hanya mengusap dadanya dengan lembut, agar dia tidak terpancing menghadapi agus yang arogant, apa yang diminta harus ada dan tidak perduli dapat darimana.


***********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.


JANGAN LUPA LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA YANG BANYAK 🙏❤️❤️


TERIMAKASIH 🙏❤️❤️