
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sedangkan ditempat lain, tepatnya di perusahaan tempat rendra bekerja. Rendra dipanggil oleh direktur perusahaan karena ada masalah serius yang akan dibicarakan. Riko perkasa, sebagai seorang direktue pemilik RR group adalah sahabat baik abimana, bahkan perusahaan mereka juga saling bekerja sama. Abimana menanam saham 10 % diperusahaan Riko dan diatasnamakan Anisa. Jadi saham 10 % itu milik anisa sebagai hadiah kerja keras anisa selama ini.
" Pak riko memanggil saya ?" Tanya rendra dengan sopan.
Selama bekerja di perusahaan RR group baru dua kali rendra dipanggil langsung oleh pemilik perusahaan. Yang pertama saat dia naik jabatan dan yang kedua sekarang ini tapi belum tahu dalam rangka apa dia dipanggil.
" Iya pak rendra silahkan duduk " Jawab riko dengan ramah mempersilahkan rendra untuk duduk.
" Iya pak terimakasih " Jawab rendra dengan gugup.
Dia gugup karena sedang bertanya - tanya ada masalah apa dia dipanggil oleh direktur. Dia takut jika ada masalah yang serius sehingga memprngaruhi jabatan dan pekerjaannya.
" Begini pak rendra, jabatan bapak sekarang adalah seorang menejer. Bapak tahukan seorang menejer itu tanggung jawabnya semakin besar dan kinerjanya harus semakin ditingkatkan ? Karena gaji menejer itu besar belum bonus - bonus yang lainnya jadi tanggung jawabnya juga bertambah besar.Tapi dalam 3 bulan terakhir ini saya memperhatikan kinerja pak rendra benar - benar hancur dan saya tidak bisa mentolerir lagi. Ada beberapa kerjasama yang pak rendra tangani tapi mereka membatalkannya, itu masalahnya apa ? Dengan berat hati saya akan menurunkan jabatan anda sebagai karyawan biasa lagi. " Ucap riko dengan tegas.
Deg.
Rendra langsung tediam saat mendengar sang direktur menurunkan jabatannya. Bagaimana dia bisa menafkahi kedua istrinya jika dia hanya karyawan biasa dengan gaji 6 juta perbulan belum untuk ibunya.
" Tapi pak, apa kebijakan bapak ini tidak terlalu berlebihan ? Karena kesalahan saya tidak fatal, lagipula baru kali ini saja saya melakukan kesalaha" Ucap rendra mencoba memprotes keputusan Riko.
" Menurut saya tidak berlebihan , karena anda tidak saya pecat. Anda masih tetap bekerja disini cuma berbeda posisinya saja, kalau menurut anda berlebihan apa lebih baik anda saya pecat saja ?" Tanya riko menatap tajam rendra.
Hahhh... Di pecat? Rendra tidak mau jika dia sampai dipecat, yang ada hidupnya akan semakin hancur. Belum dua istri yang harus dia nafkahi.
" Baiklah pak saya terima keputusan bapak, tapi saya mohon jangan pecat saya. Kalau saya dipecat istri - istri saya mau makan apa ?" Tanya rendra keceplosan menyebut kata istri - istri.
" Jadi pak rendra beristri dua ? Kapan menikahnya ? Setahu saya istri bapak cuma satu, apa bapak menikah lagi ?" Tanya riko penasaran.
* Hemmm.. Mungkin ini alasan abimana memintaku untuk menurunkan jabatan adik iparnya. Ternyata dia beristri dua, tamak sekali dia. Aku satu saja belum punya dia sudah dua * Gumam riko dalam batinnya.
" Maaf... Saya memang menikah lagi baru kemarin pak. Baiklah kalau begitu saya permisi mau membereskan barang - barang saya " Ucap rendra dengan lemas.
" Oh silahkan pak rendra. Bereskan saja barang - barang anda dan langsung pulang saja, besok anda mulai bekerja jadi staff seperti dulu. Lagipula sebentar lagi jam kerja sudah habis." Ucap riko sambil melirik jam tangan mahalnya.
" Terimakasih pak " Ucap rendra terdengar lesu.
Rendra keluar ruangan riko dan menuju ruangannya untuk membereskan barang - barannya. Dia sebensrnya berat meninggalkan ruangannya itu, namun apa boleh buat ? Sekarang dia sudah bukan menejer lagi.
*******
Rendra pulang kerumahnya dalam keadaan lesu, kusut dan fustasi. Dia bingung bagaimana menghidupi dua istrinya. Apalagi ibunya yang banyak menuntut beli ini dan itu, mana uang tabungannya sudah terpakai 50 juta untuk membayar hutang anisa. Belum lagi kemarin untuk beli mas kawin erika.
" Sudah pulang mas " Sapa erika dengan senyum mengembang.
" Iya. Tolong buatkan aku kopi, jangan manis - manis " Ucap rendra yang sudah merebahkan bobot tubuhnya di sofs ruang keluarga.
Di ruang keluarga juga masih ada ibu ratri yang memang belum pulang. Dia menunggu rendra pulang dari kantor karena hari ini rendra gajian jadi mau minta jatah nya sekaligus.
" Mana uang bulanan untuk ibu?" Tanya ibu ratri.
" Hahh... Ada ibu ? Rendra tidak tahu kalau ibu ada disini, nanti ya bu rendra masih capek pusing. Ibu kan lihat rendra baru pulang dari kantor. " Seru rendra kesal baru saja duduk sudah dimintain uang bulanan. Bagaimana jika ibunya tahu dia sudah bukan lagi menejer ?
" Emm... buk. Ibu sekarangkan sudah ada pak iwan yang memberi nafkah, jadi rendra kurangi ya jatah ibu. Karena sekarang ada erika yang harus rendra nafkahi, ingat ibu loh yang memaksa rendra menikahi erika. Lagipula ada mas zainal juga , gaji dia juga besar jadi ibu juga bisa minta sama mas zainal. Syukur - syukur anak tiri ibu si agus mau memberi ibu uang. " Ucap rendra terdengar aneh ditelinga ibu ratri.
" Diminum kopinya mas" Ucap erika dengan lembut.
" Hemm... " Jawab rendra hanya berdehem .
Rendra mengambil kopi dan meminumnya sedikit demi sedikit. Kopi buatan erika tidak seenak kopi buatan anisa, tapi ya sudahlah terima saja rendra daripada tidak minum kopi sama sekali.
" Tidak bisa begitu dong rendra. Jatah bulanan anisa saja yang kamu kasih ke erika , lagipula anisa kan bekerja dia punya uang sendiri , jadi jangan mengurangi jatah ibu." Ucap ibu ratri protes dengan keputusan rendra.
" Erika juga punya gaji sendiri jadi biar adil kalian tidak aku kasih uang bulanan. Cuma ada uang bulanan untuk kebutuhan sehari - hari dirumah. " Ucap rendra seenaknya.
" Kok begitu sih mas ? Aku lagi hamil loh jadi aku juga butuh biaya yang lebih " Ucap erika tidak setuju dengan keputusan rendra.
Jika dia tidak memberi uang bulanan untuk anisa , erika sih setuju - setuju saja. Tapi dia tetap minta jatah bulanannya. Tujuannya menikah dengan rendra selain untuk menutupi kehamilannya juga ingin hidup lebih layak , dan bisa membeli barang - barang branded seperti punya anisa. Bahkan dia berkeinginan untuk ganti mobil yang lebih bagus dari punya anisa.
" Sudahlah jangan bahas uang dulu. Aku masih capek, oh iya mana anisa ?" Tanya rendra baru ingat dengan istri pertamanya itu.
" Ada dikamarnya. Dia itu semakin kurangajar masak ibu datang dan ingin makan dia tidak mau menyiapkannya. Terpaksa ibu sama erika pesan makanan online. Dasar menantu tidak ada gunanya " Gerutu ibu ratri dengan kesal.
" Loh.. Kan ada erika bu ? Kenapa harus anisa, lagipula erikakan menantu pilihan ibu. Kalian yang mau makan kok anisa yang harus menyiapkannya? " Ucap rendra heran dengan ibunya.
Haaahhh
Erika mendengus kesal mendengar penurturan rendra yang terkesan membela anisa. Padahal saat ini dia sedang hamil, meskipun bukan anak rendra tapi tahunya rendra itu anaknya. Seharusnya rendra bisa bersikap baik dengan menjadikan dirinya ratu dirumah .
" Kok belum pada pergi ?" Tanya erika yang berdiri di tangga.
Ketiga manusia benalu itu langsung menatap kearah anisa. Anisa hanya tersenyum sinis melihat kelakuan 3 benalu yang ada dirumahnya.
" Anisa sayang sini duduk gabung sama kita " Panggil rendra dengan mesra.
" Aku tidak mau berbasa - basi lagi dengan kalian. Sekarang cepat tinggalkan rumah ku, bukannya semalam aku sudah bilang jika kalian hanya boleh menginap semalam saja dan ini sudah sore kalian belun juga pergi. Cepat kemasi barang - barang kalian dan pergi dari rumah ku " Ucap anisa akhirnya mengusir para benalu dari rumahnya.
Mata rendra dan erika langsung melotot, mereka tidak menyangka jika ucapan anisa semalam itu serius. Mereka kira hanya gertak sambal saja. Erika tidak mau bahkan tidak rela pergi dari rumah mewah itu.
* Enak saja dia mengusirku, aku sudah bersusah payah merayu mas rendra untuk tinggal disini. Giliran aku sudah tinggal disini dia mengusirku ? Tidak semudah itu anisa, aku juga punya hak yang sama dirumah suamiku * Gumam erika dalam batiinya.
" Rendra kamu ceraikan saja perempuan itu ! Jadi istri tidak berguna sama sekali, seenaknya dia mau mengusir kita dari rumah ini. Jelas - jelas rumah ini juga rumah kamu, pokoknya ibu tidak mau tahu kamu harus menceraikan perempuan itu. " Ucap ibu ratri lantang.
" Tenang ibu mertua ehh calon ibu mantan mertua ku yang terhormat. Kalian tidak perlu susah - susah membahas soal perceraian karena aku sendiri yang akan menggugat cerai mas rendra bahkan sekarang gugatan itu sedang dalam proses. " Ucap anisa dengan senyum sinisnya.
Rendra terperangah mendengar pengakuan anisa soal gugatan perceraian. Tidak menyangka anisa sudah melangkah sejauh ini, rendra tidak akan membiarkan anisa menggugatnya karena jika mereka bercerai hidup rendra akan semakin susah.
" Anisa kamu bicara apa ? Sampai kapanpun aku tidak akan menceraikanmu. Jika harus ada yang aku ceraikan itu bukan kamu tapi erika !" Ucap rendra lantang.
" Rendra ! " Bentak ibu ratri.
Mata ibu ratri melotot seperti mau copot dari kelopaknya. Rendra tidak perduli dengan bentakan dari ibunya , saat yang terpenting dia bisa menaklukan hati anisa kembali agar anisa tidak menggugat cerai.
" Segera keluar dari rumah ku. Jika kalian tetap memaksa aku akan memanggil polisi untuk menangkap kalian bertiga. Mas rendra dan gundikmu ini akan aku laporkan karena kalian sudah berzina sebelum resmi menikah dan kalian menikah secara diam - diam tanpa persetujuanku sebagai istri pertama dan itu ada pasalnya 279 KUHP untuk isi pasalnya kamu bisa baca dan cari sendiri. Dan untuk ibu dan juga menantu barunya , aku akan melaporkan karena tadi siang saat aku tidak dirumah kalian masuk kekamarku dan mencoba mencuri dikamarku tapi zonk kan karena semua lemari dalam keadaan terkunci. Jangan tanya aku bisa tahu darimana ? Jadi sekarang kalian segera pergi sebelum aku panggil polisi untuk menangkap kalian.
Semua terdiam, ternyata anisa bukanlah orang sembarangan. Bukan anisa yang seperti dulu yang mudah mengalah dan mengikuti semua perintah ibu mertuanya.
*********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE, KOMENTAR, VOTE , FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️