
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Sore itu rendra pulang dengan keadaan yang kacau dab pikiran yang kalut. Dia pulang sudah membawa motornha yang baru saja selesai di servise. Anisa yang duduk di ruang keluarga melirik rendra sekilas, dia bertanya - tanya kenapa suaminya terlihat kacau seperti orang yang banyak fikiran.
" Nisa bisa tolong buatkan mas kopi " Ucap rendra sambil menjatuhkan bobot tubuhnya di samping anisa.
" Mas tidak bisa lihat jika aku sedang sibuk ?" Tanya anisa sambil menunjukan kukunya yang masih dia pakaikan cat kuku.
" Itu bisa kamu letakkan dulu anisa. Aku ini capek dan lelah, sudah lama kamu tidak membuatkan aku kopi. Ayolah anisa jangan membantah perintah suami mu nanti kamu bisa kualat" Ucap rendra sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi dengan mata terpejam.
Sepertinya rendra memang sedang banyak fikiran. Anisa sama sekali tidak bergerak, dia tetap memakaikan cat pada kuku tangannya yang tinggal bagian sebelah kiri yang belum dia cat. Melihat anisa sama sekali tidak bergerak membuat rendra emosi, rendra langsung mengambil cat kuku yang ada di atas meja dan membuangnya dengan kasar.
Prangg....
Botol kaca itupu pecah dan isinya bertaburan dilantai. Anisa tersentak saat melihat sikap kasar rendra, seumur menikah dengan rendra baru kali ini rendra marah dan bersikap kasar.
" Anisa !! Aku ini suamimu ! Bisa tidak kamu menghargai suamimu, jangan mentang - mentang kamu sudah kaya dan banyak uang kamu seenaknya memperlakukan suamimu. Apa seperti ini perlakuan seorang istri yang baik kepada suaminya " Bentak rendra dengan lantang.
" Kenapa kamu membuang cat kuku ku yang tidak bersalah. Jangan memancing keributan ya mas, hanya gara - gara kopi kamu memperlakukan ku seperti ini. Kamu mau tahi kenapa aku sudah jarang melayani kebutuhan mu ? Itu karena aku sudah muak dengan mu mas, aku muak dengan kebohongan mu !!" Anisa menjawab telak bentakan rendra.
Hari ini anisa akan mengungkap semua yang sudah dia ketahui tentang pengkhianatan sang suami. Dia sudah tidak mau lagi berpura - pura baik dan seolah tidak mengetahui apa - apa tentang perbuatan suaminya. Sudah cukup selama seminggu ini dia menyimpan kepura - puraannya.
" Maksud kamu apa anisa ? Suami marah malah kamu juga marah , seharusnya kamu meredam amarah ku bukan malah balik marah seperti ini." Protes rendra.
" Aku tidak sudi meredam amarah mu. Jangan kira aku tidak tahu soal hubungan mu dengan erika.!"Bentak anisa menggebu.
Deg...
Jantung rendra seakan berhenti berdetak, dia belum siap jika anisa tahu semuanya tentang erika. Bagaimanapun rendra belum siap jika anisa menuntut perceraian, bahkan rendra tidak akan pernah siap. Wajah rendra berubah pucat pasi dan terlihat jelas kegugupannya.
" Awalnya aku tidak terganggu dengan kehadiran erika karena aku yakin dirimu bisa menjaga cinta kita dan keutuhan rumah tangga kita. Beberapa kali aku melihat kamu menolak erika dan menolak keinginan ibu untuk menikahkanmu menikah dengan erika. Tapi ternyata aku kecolongan, suami yang aku anggap bisa mengayomi ku ternyata sudah bermain gila dengan mantan pacarnya " Ucap anisa dengan mata yang berkaca - kaca.
Padahal dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menangis. Namun nyatanya kenyataan itu sangat menyakitkannya, hanya dengan menangis dia bisa meluapkan semua amarahnya.
" Kamu salah paham anisa. Mas tidak ada hubungan apa - apa dengan erika " Ucap rendra mendekat dan ingin memeluk anisa.
Dengan sigap anisa menepis tangan rendra, dia jijik dengan tangan ini. Dimana tangan itu sudah mencumbu wanita lain dengan penuh kenikmatan.
" Jangan sentuh aku ! Aku jijik disentuh mu, bahkan aku haramkan tubuhku kamu sentuh. " Ucapan anisa membuat rendra meradang karena sampai sekarang anisa masih istri sahnya.
" Makasud kamu apa anisa ? Aku ini suamimu dan kamu istriku, kenapa kamu berucap seperti itu ? Aku dan erika tidak ada hubungan apa - apa Nis. Dia memang merayuku tapi aku sama sekali tidak tergoda . Dia itu wanita murahan yang mengobral tubuhnya, beruntung aku tidak tergoda" Ucap rendra mencari pembelaan.
Senyum sinis tersungging di bibir anisa, biarpun matanya menangis tetapi bibirnya bisa tersenyum sinis dihadapan rendra. Munafik sekali rendra bisa menutupi kebohongannya dengan kebohongan.
" Jangan kamu kira aku ini bodoh Rendra ! Aku sudah tahu jika kamu dan erika sudah berzina bahkan kamu sangat menikmati permainan kalian." Ucap anisa membuat rendra semakin salah tingkah.
" Kamu bisa lihat video itu. " Seru anisa ketus.
Rendra langsung membuka video yang baru saja di kirimkan oleh anisa. Betapa terkejutnya dia saat memutar video itu , ternyata itu video adegan ranjangnha dengan erika.
" Anisa ini tidak seperti yang kamu kira , ini sepertinya ada yang sengaja memasuka obat perangsang kedalam kopi ku. Pasti ini ulah mereka bertiga, iya ulah ibu , mbak santi dan erika. Kamu bisa melihatkan divideo itu aku seperti orang yang kesetanan " Ucap rendra tetap mencari pembelaan dirinya agar anisa tetap percaya dengannya.
" Video itu memang terlihat kamu sangat agresif. Tapi kamu menikmatinya kan,bahkan dipagi harinya kalian mengulang kembali dalam keadaan sadar sampai berjam - jam. Pasti kalian sangat menikmati permainan kalian kan ? Jadi untuk apa aku mengurus keperluan mu , sudah ada erika yang siap kapanpun untuk dirimu." Ucap anisa dengan dada bergemuruh sesak.
Pernikahan yang selama ini dia jaga dan dia agungkan kini sudah ternoda dengan sebuah pengkihanatan. Dan penghianat itu adalah suaminya sendiri. Bagi anisa tidak ada kata maaf untuk rendra, mungkin dengan perceraian akan membuat rendra dan anisa hidup bahagia dengan jalannya masing - masing.
" Maaf " Lirih rendra sambil terduduk lemas.
Hanya kata maaf yang terucap dari bibir manis rendra. Kata maaf itu sudah terlambat, bagi anisa sebuah pengkhianatan dan persingkuhan adalah hal yang sangat fatal dan tidak ada toleransinya lagi.
" Ceraikan aku mas " Ucap anisa tanpa memandang kearah rendra.
Dengan suara bergetar, anisa mengucapkan kata cerai kepada rendra. Kata yang sangat ingin dia jauhi tapi justru kata itu mendekatinya.
" Tidak ! Aku tidak akan menceraikanmu anisa, aku minta maaf . Tolong maafkan aku anisa, aku khilaf. " Ucap rendra yang kini sudah bersimpuh dihadapan anisa dengan isak tangis yang terdengar pilu.
Baru kali ini anisa melihat rendra sampai menangis terisak. Terlihat sekali jika rendra sangat menyesali perbuatannya, namun semua itu sudah terlambat. Anisa bisa memaafkannya tapi tidak merubah keputusan nya untuk bercerai.
" Segera ceraikan aku !" Seru anis lagi.
" Aku tidak akan pernah menceraikanmu anisa. Aku sangat mencintaimu, aku berjanji akan berbuat adil dengan kalian berdua. " Ucap rendra.
Deg..
Anisa terdiam mendengar kata adil keluar dari mulut rendra. Berarti rendra memang ingin menikahi erika.
" Erika hamil , dan aku harus mempertanggung jawabkan perbuatan ku. Aku harap kamu bisa mengerti posisiku Anisa." Ucapan rendra bagaikan sembilu untuk anisa. Dia yang tersskiti tetapi dia yang diminta untuk mengerti posisi rendra.
" Selamat atas kehamilan erika , sekarang ibumu sudah mendapatkan cucu dari darah daging mu . Jadi untuk apa aku bertahan dengan pernikahan yang sudah tidak sehat ini. Jika kamu tidak mau menceraikan ku, aku yang akan menggugatmu. Tunggu saja surat dari pengadilan agama" Ucap anisa.
Setelah bicara seperti itu anisa bangkit dan menaiki anak tangga menuju kamar nya. Didalam kamar anisa mengunci pintu dan dia menangis sejadinya. Sekuat apapun anisa pasti dia juga merasakan sedih yang teramat dalam.
Pertengkaran keduanya tadi disaksikan oleh bik marni dari dapur. Bik marni ikut sedih dengan masalah rumah tangga yang di alami anisa.
* Kasihan sekali mbak anisa. Pasti dia sangat sedih dan persaannya hancur. Kenapa mas rendra tega menghianati mbak anisa? Kurang apa mbak anisa sama mas rendra ? Apa mas abi dan mbak serena tahu masalah ini? Lebih baik aku diam saja dan pura - pura tidak tahu, biar mbak anisa sendiri yang bercerita dengan mereka. * Gumam bik marni dalam batinnya.
********
RATE BINTANG 5 NYA DULU YA KAK.
LIKE, KOMENTAR , VOTE, FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.
TERIMAKASIH 🙏❤️❤️❤️