
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Untuk membuktikan rasa penasarannya, rendra datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kesuburan nya. Dia masih penasaran kenapa anisa yang dulu menikah hampir dua tahun belum juga dikaruniai seorang anak, sedangkan dengan erika baru sekali main sudah bisa tumbuh kecebong baru. Bahkan anisa sendir dalam keadaan sehat dan subur.
Rendra sudah diperiksa oleh dokter dan tinggal menunggu hasilnya kurang lebih dua jam. Rendra meminta untuk tes yang bisa langsung diketahui hasilnya hari itu juga. Untuk menghilangkan kejenuhan menunggu hasil tes rendra lebih memilih menunggu duluar rumah sakit sembari merokok, karena didalam gedung rumah sakit tidak diperbolehkan merokok.
" Itu bukannya erika ? Pasti dia kerumah sakit untuk memeriksakan kandungannya, hemm lebih baik aku diam - diam ikuti dia saja. Dan saat dia masuk keruang dokter aku akan ikut masuk , dengan begitu dia tidak akan bisa menolak lagi. Menurut perhitungan ku saat ini usia kandungan erika sekitar 12 minggu atau 3 bulan. " Ucap rendra bergumam sendiri.
Mata rendra terus mengawasi dan mengikuti arah kaki erika melangkah. Benar saja erika langsung ikut mengantri dengan beberapa ibu-ibu yang lainnya. Dia tidak mendaftarkan dirinya terlebih dahulu karena tadi pagi dia sudah mendaftar lebih dulu, dan minta sekitar jam 2 siang karena pagi dia harus bekerja terlebih dahulu.
Cukup lama rendra menunggu nama erika dipanggil, dia terus melirik jam yang melingkar ditangan kirinya. Sedangkan hasil pemeriksaanya akan keluar sekitar jam tiga nanti, masih ada waktu 1 jam lebih untuk mengikuti erika.
" Ibu erika" Akhirnya nama erika yang dipanggil oleh suster .
Erika bangkit dan langsung berjalan menuju ruang pemeriksaan, disaat yang sama rendra berjalan dengan cepat dan kini sudah tepat ada disamping erika.
" Mas rendra" Seru erika kaget karena rendra tiba - tiba ada di sampingnya.
" Jangan heran , aku tadi habis menjenguk teman ku yang sakit dan saat mau pulang tidak sengaja aku melihat kamu. Sudah sekarang lebih baik cepat masuk karena antrian masih banyak " Ucap renda. Tidak ada pilihan lain selain mengiyakan ucapan rendra.
Wajah erika berubah sedikit pucat dan tegang saat masuk keruangan dokter. Dokter melihat ada yang aneh pada diri erika, lalu sang dokterpun menanyakan keluhan yang erika rasakan.
" Dengan ibu erika ya. Kok saya perhatikan ibu terlihat pucat dan tegang. Apa ada yang sakit ?" Tanya dokter dengan ramah.
" Tidak ada dokter, mungkin karena saya kelelahan apalagi tadi saya berangkat dari tempat kerja. " Ucap erika mencoba menenangkan dirinya agar tidak tegang.
" Oh... Begitu. Bisa jadi karena ibu kelelahan, setelah dari sini nanti langsung istirahat ya bu. Sekarang ibu berbaring disini, biar saya periksa kandungannya. Bapak tolong dibantu istrinya untuk berbaring " Ucap sang dokter dengan ramah.
Rendra mengangguk lalu membantu erika berbaring, dokter mengusapkan jell diperut erika lalu menempelkan alat yang biasa digunakan untuk memeriksa kehamilan.
" Alhamdulillah janinnya sehat, dan berkembang sesuai dengan umur janinnya. Bapak mau tahu jenis kelaminnya tidak pak ?" Tanya dokter tersenyum kearah rendra.
" Boleh dok , saya juga sudah penasaran ini dok. Memangnya usia kehamilan istri saya berapa bu dokter ? " Tanya rendra .
Dan pertanyaan itu berhasil membuat erika tidak nyaman , dia sangat takut jika rendra tahu itu bukan anaknya. Lantas rendra akan marah dan menceraikannya, erika tidak mau menjadi janda dalam keadan hamil dan tidak tahu siapa ayah dari bayi nya.
" Insya Allah anak bapak dan ibu laki - laki dan sekarang sudah masuk usia 17 minggu pak atau 4 bulan 7 hari. " Ucap dokter menjelaskan dengan detail.
Deg..
Jantung rendra seakan berhenti berdetak saat mengetahui jika usia kehamilan erika lebih dari perhitungannya, berarti anak yang dikandung erika bukanlah anaknya melainkan anak dari pria lain. Namun rendra pura - pura tidak paham agar erika tidak mencurigai jika dia sudah tahu kebusukan sang istri.
" Alhamdulillah anak kita nanti calonnya laki - laki sayang. Terimakasih sayang " Ucap rendra memeluk erika.
* Ternyata rendra bodoh juga, dia tidak tahu jika ini bukan anaknya. Baguslah dengan begini pernikahanku dan rendra aman. * Gumam erika dalam hatinya.
" Iya mas " Jawab erika baru bisa tersenyum.
* Sial ! Ternyata anak itu benar bukan anak ku. Lihat saja anisa aku akan menyakitimu secara perlahan - lahan. Seban kamu sudah menjadi biang masalah * Gumam rendra dalam hatinya.
Sementara itu rendra sudah kembali diruangan dokter yang tadi memeriksanya, ditangan dokter sudah ada hasil pemeriksaan kesehatannya tadi.
" Bagaimana hasilnya dok, tolong bacakan sekarang " Ucap rendra sudah sangat penasaran.
" Baiklah pak rendra. Dari hasil pemeriksaan menyatakan jika bapak memang mandul. Bapak tidak bisa memiliki keturunan " Ucap dokter membacakan hasil pemeriksaan.
Jdeerrrrr.....
Bagaikan di terpa petir disisng hari, selama ini ibunya selalu mengatakan jika anisa mandul namun ternyata rendra sendiri yang mandul.
" Saya mandul dokter ? Mungkin hasilnya salah dokter?" Ucap rendra dengan suara bergetar.
" Tidak ada yang salah pak rendra, hasil ini akurat..Namun jika bapak tidak percaya dan ingin melakukan pemeriksaan dirumah sakit lain ya silahkan" Jawan pak dokter dengan lugas.
* Apa ini arti dari perkataan anisa bulan lalu ? Dia mengatakan jika aku harus ikut erika saat memeriksakan kandungan, berarti anisa sudah menebak jika aku ini mandul dan anak dalam kandungan erika bukan anak ku. Ya Tuhan...kenapa semua ini harus terjadi kepada ku ?* Gumam rendra dalam hatinya.
Rendra keluar dari ruangan dokter dengan hati yang hancur, selama ini ibunya selalu menyalahkan anisa namun ternyata rendralah yang bermasalah. Dia tidak akan bisa punya anak dan pasti tidak akan ada wanita yang mau dengannya.
" Bagaimana aku akan memberikan ibu cucu jika aku sendiri saja mandul. Anak yang dikandung erika juga bukan anak ku. " Ucap rendra lirih.
Rendra melajukan motornya menjauh dari rumah sakit dia tidak tahu harus bagaimana.
* Lebih baik aku merahasiakan masalah ini,aku tidak mau ibu tahu dan dia akan bersedih. Biarlah dia menganggap anak dalam kandungan erika itu anak ku. Aku tidak mau membuat ibu bersedih. * Gumam rendra.
Motor rendra terus melaju, sampai pada akhirnya dia berbelok kesalah satu club malam yang memang sudah buka,club ini buka 24 jam. Untuk pertama kalinya rendra masuk ke club malam.
" Mungkin tempat ini yang bisa membuat ku tenang, disini banyak wanita cantik dan seksi . Asal aku punya uang wanita itu pasti mau melayaniku, aku tidak takut untuk bermain dengan wanita karena dia tidak akan mungkin hamil. Apa anisa mau aku ajak rujuk ya ? Apalagi bayi dalam perut erika memang bukan anakku " Gumam rendra terus menggerutu.
Rendra memesan sebotol alkohol dan meminumnya sendiri, awalnya dia ingin muntah saat minuman itu berhasil dia tenggak namun lama - lama juga terbiasa. Bahkan sebotol itu diahabiskan sendiri.
" Hai boleh aku temani ?" Tanya seorang wanita yang memakai baju kekurangan bahan.
" Boleh " Jawab rendra singkat karena dia masih fokus dengan minumannya dibotol.
Wanita itu mengambil botol minuman rendra lalu menuangkan isinya kedalam gelas dan menyerahkannya kepada rendra.
" Ini minum " Ucap sang wanita dengan senyum menggoda.
" Terimakasih cantik " Seru rendra.
********
SUDAH UP 2 BAB YA KAK.
TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️
SELAMAT BERISTIRAHAT.