Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Persiapan pernikahan


.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Anisa sudah tidak masuk kantor dari beberapa hari yang lalu. Dia dan riko ikut turun tangan menyiapkan pernikahan mereka, meskipun menyewa jasa WO tetap saja mereka ingin ikut terlibat dipersiapan acara sakral mereka. Undangan semua sudah dibagikan, untuk para kolega bisnis juga sudah diurus oleh sekertaris Riko.


Fiiting baju pengantin juga sudah selesai, akan nikah mereka nanti akan dilaksanakan dirumah abimana selaku kakak kandung dari Anisa. Dan resepsi akan dilaksanakab dihari berikutnya di salah satu hotel bintang lima. Mereka sengaja mengadakan resepsi satu hari setelah akad agar mereka serta keluarga tidak terlalu capek.


Selesai akad nanti akan diadakan acara makan - makan bersama para saudara dan keluarga besar. Kedua orang tua Anisa juga sudah ada di rumah Abimana dari jauh - jauh hari.


" Anisa kamu istirahat saja, calon pengantin jangan capek - capek dong nanti saat acara malah lemas loh " Tegur serena sambil mengedipkan matanya.


" Tidak capek kok kak. Lagian cuma melihat orang masang dekor saja kak " jawab anisa.


Dari arah belakang abimana datang sambil menggendong anaknya. Dia ikut bergabung dengan serena dan anisa. Abimana mencari keberadaan kedua orang tuanya tetapi tidak ada diantar serena dan anisa.


" Bapak sama ibu kemana ? " Tanya abi lalu menurunkan cantika dari gendongan.


" Tadi ada dikamar mas, mungkin mereka sedang istirahat. Biarkan saja jangan diganggu. " Jawab serena.


" Ohh...ya sudah kalau mereka istirahat. Tadinya mas mencari mereka memang mau mas suruh istirahat, soalnya seharian mereka ikut mondar - mandir. Oh iya sayang mas keluar sebentar ya, ada meeting dengan klien dari luar negeri dan harus mas yang datang tidak bisa diwakilkan " Ucap Abimana meminta izin kepada istrinya.


" Iya mas, hati - hati dijalan ya " Jawab serena.


Abimanapun pergi menemui kliennya, sebelum pergi serena terlebih dahulu mencium tangan suaminya. Dan abi mencium kening sang istri dengan lembut, dan hal itu berhasil membuat anisa baper dan iri.


" Sweet banget sih " Ucap anisa sambil memgedipkan matanya.


" Nanti kamu kalau sudah sah sama riko bisa loh sweet kayak tadi. Memangnya dulu sama mantan tidak pernah gitu seperti tadi ?" Tanya serena yang kini sudah mengajak anisa duduk di kursi yang tidak jauh dari para pekerja yang sedang mendekor rumahnya.


" Boro - boro cium kening mbak, cium tangan saja jarang banget. Dulukan aku lama tinggal sama mertua jadi kerjaan ku menumpuk, saat mas rendra berangkat kadang aku masih beresin meja makan kadang juga belum mandi. " Jawab anisa mengingat masalalunya.


Serena yang mendengarkan cerita anisa bukannya prihatin atau kasihan justru dia tertawa seakan apa yang diceritakan oleh anisa adalah cerita lucu. Sampai cantika yang sedang memainkan legonya ikut tertawa mengikuti sang mama.


" Idiihh... Bukannya prihatin malah ketawa. Ini anak kecil juga ikut - ikutan tertawa. Cantika lagi ngetawain apa ?" Tanya anisa dengan lembut.


" Tawa mama anti , mama tawa atu itut tawa juga dong anti " Jawab cantika dengan ucapan yang tidak seberapa jelas,namun anisa bisa memahaminya.


Hhhuuuufff.... Anisa melirik kakak iparnya yang masih saja tertawa. Kalau bukan kakak ipar pasti mulutnya sudah anisa bungkam pakai sandalnya. Anisa mengerucutkan bibirnya , sehingga semakin membuat serena tidak berhenti tertawa.


" Maaf ya.. habis cerita kamu itu ngenes tapi bikin ngakak. Mbak itu ingat kejadiaan saat kita datang kepernikahan nya rendra waktu itu. Itu mertua kamu lantam juga mulutnya, acara pernikahan anaknya saja masih bisa dia bikin onar. Sudah jangan manyun lagi, mbak iket itu nanti bibir." Ucap serena lalu membenarkan posisi duduknya.


" Kira - kira nanti saat resepsi mereka bikin onar tidak ya mbak ? Tahu begitu mereka tidak aku undang, tapi aku juga ingin menunjukan kepada mantan ibu mertua itu kalau aku bisa dapat yang lebih dari anaknya. Bukannya mau sombong tapi dengan begini aku bisa membungkam mulutnya yang arogant itu " Ucap anisa penuh keyakinan.


" Nantikan banyak anggota keamanan, bahkan mau masuk saja harus lewat pemeriksaan yang ketat dulu. Kalau dia bikin onar, dia sendiri yang akan malu. Nanti kita tinggal suruh pihak keamanan untuk menyeretnya keluar, bers deh " Jawab serena dengan santainya.


Anisa mengangguk paham dengan apa yang dibicarakan oleh kakak iparnya. Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba ponsel anisa bergetar, ada panggilan masuk dari sang calon suami. Anisa hendak menganggkatnya namun terlebih dahulu dia izin dengan serena agar serena tidak tersinggung karena mereka tadi sedang berbincang.


" Mbak aku angkat telepon dulu ya " Ucap anisa meminta izin.


" Iya mbak" Jawab anisa .


Anisa bangkit dan masuk kekamarnya untuk mengangkat panggilan telepon dari riko. Sedangkan serena masih saja duduk sambil menemani cantika bermain lego sembari dia mengawasi para pekerja yang sedang mendekor rumah. Untuk acara akad nikah akan dilaksanakan di halaman belakang, dengan tema out door dengan hiasan serba putih dan hijau.


********


Sementara itu di cafe milik silvia, saat ini silvia sedang memanggil santi keruangannya untuk memberikan barang titipan anisa tempo hari. Sebenarnya anisa sudah datang ke cafe untuk menemui santi namun saat itu santi tidak masuk kerja dikarenakan memang jatahnya santi untuk libur, sehingga anisa menitipkannya kepada silvia.


" Apa ini bu ?" Tanya santi dengan memanggil silvia bu, meskipun soal umur lebih banyak santi 3 tahun . Santi menghormati silvia sebagai atasannya.


Silvi tersenyum melihat wajah santi yang kebingungan menerima paperbag yang dia berikan.


" Itu pakaian dari anisa untuk kamu pakai saat resepsi pernikahan anisa nanti. Jangan ditolak ya, karena anisa berharap kamu mau menerima baju pemberiannya. " Ucap silvis dengan ramah.


" Alhamdulillah, saya suka bajunya bu. Terimakasih ya bu tolong sampaikan terimakasih saya kepada anisa. Wah, baju ini pasti mahal banget " Seru santi sambil mengangkat baju dihadapannya.


" Iya nanti saya sampaikan kepada anisa. Sekarang kamu coba saja dulu kalau misal kebesaran bisa kamu kecilkan terlebih dahulu " Ucap silvia memberikan saran.


" Ini sepertinya sudah pas kok bu. Kalau brgitu saya permisi bu, mau lanjut kerja lagi. " Ucap santi undur diru.


Silvi mengangguk sambil tersenyum ramah kearah santi. Setelah santi keluar ruangannya, silvia memgirim pesan kepada anisa untuk memberitahu jika titipannya sudah sampai ketangan santi.


Sementara saat ini anita dan zainal baru saja pulang dari dokter kandungan untuk memeriksakan kandungan Anita. Entah kenapa zainal sama sekali tidak bahagia dengan kehamilan anita, padahal dia sudah lama berharap anita segera hamil.


" Mas,kok kamu seperti tidak bahagia begitu sih dengan kehamilanku ? Padahal dari bulan - bulan lalu kamu itu ingin aku segera hamil tapi sekarang kok seperti tidak senang ?" Tanya anita dengan cemberut.


" Bukan begitu sayang, mas senang kok kamu hamil. Mas cuma kurang enak badan saja, mas merasa akhir - akhir ini badan mas sakit - sakit. Mungkin karena kelelahan efek banyak banget pekerjaan dikantor. " Jawab zainal berkilah agar anita tidak curiga jika dia memang tidak bahagia dengan kehamilan nya.


Anitapun memeluk lengan zainal dengan mesra dan mencium pipi zainal , padahal saat ini mereka masih ada diplataran rumah sakit dan banyak pasang mata yang melihat kearah mereka. Dulu saat zainal belum memcurigai anita ada main dengan pak iwan dimanapun mereka bermesraan zainal tidak masalah, namun sekarang dia merasa risih dan malu jika dilihat oleh orang lain.


* Sepertinya nanti malam aku harus kembali mengintai anita, hemm... Jika memang anita dan pak tua itu ada main berarti anak yang dikandung anita kemungkinan anak pak tua itu. Tapi kenapa saat dirumah sehabis makan malam aku selalu mengantuk,atau jangan - jangan memang ini ulah anita. Dia sengaja membuat ku tertidur agar aku tidak tahu apa saja yang dia lakukan * Gumam zainal dalam hatinya.


Zainal dan anita kini sudah ada diperjalanan pulang dengan mengendarai mobil nadin. Tadi zainal sengaja meminjam mobil nadin untuk mengantar anita periksa kandungan.


" Mas, nanti kalau ada uang lebih kita beli mobil ya. Jadi kemana - kemana kita tidak kepanasan. Apalagi aku kan sedang hamil, terus saat anak ini lahir juga masak iya kita hanya naik motor terus kan kasihan anak nya." Ucap nadin dengan manja.


" Hemmm.... Katanya kamu ada warisan? mana sampai sekarang kok belum kelihatan ? Kamu pakai saja untuk beli mobil itu uang warisan kamu " Ucap zainal.


" Boleh juga mas. Tapi sawah warisan itu belum dijual karena masih digarap, mungkin sebulan lagi panen jadi aku bisa ambil tu sawah dari penggarapnya. Lalu nanti aku jual dan uangnya untuk beli mobil " Ucap anita mulai merencanakan khayalannya.


" Heemm.. " Jawab zainal hanya berdehem saja.


Mobil yang di kendarai zainal sudah sampai dihalaman rumah ibu ratri. Anita dan zainal segera turun, dan tiba - tiba pak iwan datang menghampiri mereka menanyakan tentang kandungan anita. Hal itu membuat zainal semakin yakin jika ada hubungan tersembunyi antara anita dan pak iwan.


**********


RATE BINTANG 5 NYA DULU YUK KAK.


LIKE,KOMENTAR,VOTE,FAVORITE SERTA BERIKAN HADIAHNYA.


TERIMAKASIH 🙏🙏❤️❤️