
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Setelah pulang kerja Santi baru membuka pesan yang dikirimkan oleh mantan ibu mertuanya. Saat di tempat kerjanya tadi Santi sengaja tidak mau membuka pesan itu, dia takut pesan yang dikirumkan oleh ibu Ratri akan merusak moodnya saat bekerja. Setelah dia bersih - bersih akhirnya Santi membaringkan tubuhnya dan membaca pesan dari ibu Ratri.
" Ini kenapa sih ibu mantan mertuaku ? Seperti orang kerjaan saja kirim pesan seperti ini. Lagipula sampai sekarang aku dan mas Zainal juga belum rujuk. Hadeh... Belum rujuk saja sudah direcoki begini, bagaimana kalau sudah rujuk " Ucap santi dengan lesu.
Padahal Santi sudah mulai yakin dengan keinginan Zainal untuk rujuk. Santi bisa melihat kegigihan dan usaha Zainal untuk memperbaiki diri dan meyakinkan santi serta kedua orang tuanya. Kedua anaknya yang dulu sama sekali tidak dekat dengan Zainal, sekarang mereka sangat dekat dan Zainal juga sering mengunjungi anaknya, untuk sekedar memberikan jajanan atau mengajaknya jalan-jalan.
Tanpa pikir panjang santi pun mulai mengetik balasan pesan untiluk mantan Ibu mertuanya. Santi sama sekali tidak takut ataupun tidak terpengaruh dengan kata-kata dari mantan Ibu mertuanya itu.
[ Maaf ya bu, Santi baru buka pesan ibu dan baru bisa balas pesannya sekarang. Selama ini Santi tidak pernah mengajak mas Zainal untuk rujuk, tetapi mas Zainal sendiri yang mengajak santi untuk rujuk . Namun memang sampai sekarang Santi belum memberikan jawaban apapun. ]
[ Jika Ibu mau mencarikan wanita lain untuk mas Zainal silakan saja bu, karena sampai sekarang Santi dan Mas Zainal memang hanya sebatas mantan suami dan mantan istri saja. Kami masih tetap berhubungan baik karena antara kami ada kiki dan koko. ]
[ Jangan pernah menghina saya ataupun anak - anak saya. Jika aku dan maa Zainal rujuk ibu sendiri yang ajan malu. Silahkan ibu bicara dan larang mas Zainal untuk rujuk dengan ku, tapi aku yakin mas Zainal tidak akan mau dilarang. Mas Zainal itu tidak seperti Rendra yang mudah ibu kendalikan. ]
Tiga pesan balasan bruntun Santi kirimkan untuk mantan Ibu mertuanya. Mungkin setelah ini mantan Ibu mertuanya akan membalas pesan Santi dengan hinaan yang lebih parah lagi.
Benar saja setelah menunggu 10 menit, akhirnya pesan beruntun masuk ke ponsel Santi. Santi menyakini itu pesan balasan dari mantan Ibu mertuanya.
[ Haii dasar perempuan miskin. Sudah miskin tapi sombong, sekarang berani kamu ya membantah ku. Lihat saja aku akan membuat Zainal membencimu. ]
[ Dan jangan pernah memperalat anak kamu untuk mengambil hati Zainal. Zainal itu anakku pasti dia akan menuruti kata - kataku . ]
Dan masih ada beberapa lagi pesan beruntun yang dikirumkan oleh mantan ibu mertuanya. Tidak serta merta santi membacanya semua. Dia membiarkan pesan itu begitu saja tanpa ada niatan untuk membalasnya. Ternyata Ibu Ratri tidak menyerah begitu saja, mengetahui pesannya tidak dibalas oleh Santi dia memilih menghubungi Santi melalui sambungan telepon namun tetap saja Santi mengabaikan panggilannya.
" Malas aku mengangkat telepon darinya, yang ada dia akan semakin mau mencaciku dan menghinaku. Lagi pula selama ini mas Zainal yang mengejar-ngejarku dan mengajak rujuk. Kenapa perempuan tua itu yang mengomeliku. " Ucap Santi pada dirinya sendiri.
Santi meletakkan ponsel diatas nakas samping tempat tidurnya, lalu dia merebahkan tubuhnya di kasur. Santi memikirkan permintaan kedua anaknya, jika anaknya meminta ingin tinggal bersama-sama dengan kedua orang tuanya seperti dulu lagi. Sebenarnya santi sudah ada jawaban untuk tawaran rujuk dari Zainal.
Namun Santi ragu karena Ibu dari mantan suaminya tidak merestui jika mereka rujuk.
* Sepertinya aku harus menemui mas Zainal dan membicarakan masalah ini. Aku akan memberitahu jika ibunya tidak menyetujui jika mereka rujuk. Jika dia tidak percaya pesan yang dikirim ibunya akan aku tunjukan kepadanya.* Gumam Santi dalam hatinya.
Santi teringat dengan kedua anaknya yang saat ini sedang menginap dirumah Zainal. Bahkan besok pagi Zainal akan mengajak kedua anaknya ke pantai sesuai dengan permintaan anaknya tempo hari, baru saat sore hari Zainal akan mengantarkan mereka pulang.
Zainal sudah mengajak Santi namun Santi beralasan tidak bisa libur. Padahal dia berbohong lantaran tidak mau ikut pergi dengan Zainal. Kedua anaknya juga sudah memintanya untuk ikut tetapi Santi tetap menolalknya.
Santi meraih ponsel yang ada di atas nakas lalu membuka aplikasi berwarna hijau dan mengetikkan pesan untuk Zainal. Setelah selesai mengetik, pesan itu langsung dikirim oleh santi.
[ Besok jemput aku mas, aku mau ikut anak - anak kepantai. Nanti kamu pastk kerepotan, soalnya anak - anak bakalan berlarian dan bermain air ]
Santi menunggu balasan dari Zainal namun sampai 10 menit pesan itu belum dibalas oleh Zainal. Santi melirik jam yang menempel didinding masih menunjukan pukul 9 malam.
" Apa mas Zainal sudah tidur ? Tapi masa iya jam segini sudah tidur, oh mungkin dia masih dikamar anak - anak dan ponselnya ada dikamarnya ." Seru santi bermonolog sendiri.
Santi akhirnya memilih untuk segera beristirahat, tubuh lelahnya sudah meronta - ronta minta diistirahatkan.
**********
Hhhoooaaaaaammmm
Saat Adzan subuh Santi terbangun, dia mencuci wajahnya dan segera mengambil wudhu untuk melaksanakan dua rekaatnya. Selesai sholat santi memeriksa ponselnya , siapa tahu ada balasan dari Zainal. Benar saja ada pesan balasan dari Zainal sekitar jam 11 malam.
[ Maaf aku tadi ketiduran dikamar anak - anak, ponsel ada dikamar. Baiklah besok jam 7 pagi kami jemput , selamat beristirahat ]
" Pantas saja di chatt tidak balas - balas, ternyata benar dia ada dikamar anak - anak. Baiklah kalau begitu aku mau masak untuk bekal nanti saat dipantai " Seru Santi lupa membalas pesan zainal karena langsung melesat kedapur.
Santi sudah berada didapur, dia hanya sendirian di dapur karena ibunya setelah sholat subuh pasti akan kepasar untuk belanja sayuran dan bahan makanan yang lainnya untuk dijual di warungnya.
" Ini cuma ada daging ayam sama brokoli saja. Baiklah aku bikin ayam kecap sama tumis brokoli saja yang cepat dan praktis." Seru Santi mulai berkutat didapur mengeksekusi bahan makanan yang akan dia olah.
Setelah betkutat kurang lebih 40 menit akhirnya masakan Santi sudah selesai. Santi sudah memasukan bekal yang akan dia bawa kerantang susun dan sudah menyisihkan untuk kedua orang tuanya.
" Masak apa San ?" Tanya ibunya santi yang secara tiba - tiba masuk dapur dan mengagetkan Santi.
" Eh ibu bikin kaget saja. Ini masak ayam kecap sama tumis brokoli saja. Tumben bu jam segini baru pulang,sepsrtinya kesiangan deh ? " Seru Santi.
" Iya tadi ibu juga berangkatnya kesiangan. Oh iya itu bekal untuk kamu bawa kemana ? Kamu mau kerja ? Bukannya kamu dapat jatah makan siang dari tempat kerja kamu ?" Tanya ibu santi beruntun.
" Santi tidak bekerja bu, hari ini santi libur kok. Itu bekal untuk anak - anak, mereka mau kepantai sama papanya. Dan santi mau ikut, kasihan anak - anak bu. Mereka ingin liburan dengan kedua orang tuanya, tetapi santi kemarin menolak. Tapi setelah santi pikir-pikir tidak ada salahnya Santi mengikuti permintaan anak-anak bu " Ucap Santi menjelaskan.
Ibu Santi hanya mengangguk saja, diapun kembali kedepan untuk menemui suaminya yang sedang menyusun barang dagangan. Ternyata sudah ada beberapa ibu - ibu yang berbelanja, kebetulan memang suaminya juga tahu harga jadi saat ditinggal tidak akan kerepotan.
Tepat jam 7 pagi lewat 10 menit Zainal sudah sampai dirumah orang tua santi. Tanpa menunggu lama Santipun masuk kemobil. Zainal dan Santi duduk didepan. Sedangkan kiki dan koko duduk dibelakang sambil bersenandung senang. Zainal senyum - senyum sendiri karena akhirnya santi mau ikut kepantai dengan mereka.
* Semoga saja ini awal yang baik untuk hubunganku dengan santi. Sehingga keinginan koko untuk punya adik bisa terwujud. Aamiin * Gumam Zainal dalam hatinya.
***********