Keluarga Suamiku Ternyata Benalu

Keluarga Suamiku Ternyata Benalu
Ajakan untuk rujuk


.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Tolong berikan aku kesempatan sekali lagi San. Aku masih ingin memperbaiki semuanya , masih ingin kita hidup seperti dulu lagi. Aku janji tidak akan pernah menyakiti kalian lagi ,tidak akan pernah menyia-nyiakan kalian lagi " Ucap Zainal meminta kesempatan untuk bisa kembali berumah tangga dengan Santi.


Malam ini Zainal sengaja datang ke rumah orang tua Santi , karena ingin mengajak Santi rujuk . Zainal tidak mau menunggu lama-lama. Akhirnya dia pun menyampaikan apa yang selama ini dia inginkan, dia juga berjanji tidak akan pernah menyakiti Santi dan menyianyiakan Santi dan kedua anaknya.


Santi masih terdiam, dia masih ragu dengan apa yang dikatakan Zainal. Terlebih dia memang belum siap untuk membina rumah tangga dengan Zainal maupun dengan pria lain.


" Bagaimana santi, apa kamu sudah mempunyai jawabannya? " Tanya Zainal dengan tidak sabar.


" Maaf Mas aku belum bisa memberikan jawabannya sekarang. Jujur aku masih trauma dan aku masih ingin sendiri. Aku tidak mau membina rumah tangga dengan siapapun , berikan aku waktu untuk menjawab semuanya. Rasa sakit hati atas pengkhianatanmu sampai sekarang belum hilang mas. Aku memang sudah bisa memaafkanmu, Namun bukan berarti lukaku sudah sembuh mas. Ja tolong mengertilah mas " Ucap santi dengan tegas.


Hhhuuufffff..


Terdengar helaan nafas pasrah dari Zainal. Namun Zainal tidak mau memaksakan kehendaknya sendiri. Bagaimanapun Santi punya pilihan tersendiri , Zainal akan menunggu Santi sampai Santi benar-benar siap dan mau rujuk dengannya.


Demi anak-anaknya, Zainal akan menunggu Santi sampai Santi benar-benar siap. Segala kemungkinan terburuk yang akan Santi katakan suatu saat nanti, siap tidak siap Zainal harus siap dan menerima keputusan Santi.


" Baiklah aku akan menunggu jawaban kamu santi, baik buruknya jawaban kamu aku akan menerimanya. Jujur aku sangat menyesal sudah mendzolimi kalian semua. Terutama kepada Kiki dan Koko, aku akan mencoba menjadi ayah yang baik buat mereka . Selama ini aku terlalu egois , mementingkan diriku sendiri. Aku tidak pernah meluangkan waktu untuk mereka bahkan di saat hari libur pun aku lebih memilih berkumpul dan nongkrong dengan teman-temanku dan menghamburkan uangku begitu saja. " Ucap sesal zainal telah mengakui kekeliruannya selama ini.


Zainal sampai meneteskan air matanya. Baru kali ini Zainal bicara dengan santi seserius itu dan sampai meneteskan air mata kesedihannya , air mata penyesalannya. Penyesalan memang selalu datang terakhir Zainal.


* Ya Allah apa yang harus aku lakukan ? apa yang harus aku jawab? hatiku belum sanggup untuk sakit lagi. Ya Allah sepertinya mas Zainal benar-benar menyesali perbuatannya. Apakah aku harus menerima ajakan rujuknya ? tapi hatiku masih sakit, luka ini masih terasa* Gumam santi dalam hatinya.


Kedua orang tua Santi sedari tadi mendengarkan dari ruang keluarga. Mereka sengaja membiarkan Santi dan Zainal bicara berdua , Santi dan Zainal sama-sama sudah dewasa pasti tahu mana yang terbaik buat mereka. Terlebih mereka mempunyai dua orang anak , yang masih membutuhkan kasih sayang dari mereka berdua.


Apapun keputusan Santi kedua orang tuanya akan mendukungnya. Kebahagiaan Santi , Santi sendirilah yang menentukannya.


" Pak, apa Zainal benar-benar sudah menyesal ya Pak? Ibu hanya takut Zainal hanya mempermainkan hati Santi saja pak. ?" Tanya ibunya santi takut jika zainal hanya ingin mempermainkan santi saja.


" Aamiin pak. Meskipun ibu masih marah dengan Zainal, Ibu tetap mendukung apapun yang menjadi keputusan Santi demi kedua cucu kita pak. " Seru ibunya santi yang masih menyimpan marah untuk zainal.


Kiki dan Koko yang baru selesai menonton TV akhirnya ikut duduk bersama kedua orang tuanya. Mereka mengajak Zainal untuk bermain, sekarang kiki dan koko terlihat lebih dekat dengan Zainal. Berbeda dengan saat masih menjadi suaminya. Dulu Zainal sama sekali tidak dekat dengan anak-anaknya mau menjaga anak-anaknya di saat santai memang tidak ada di rumah.


" Papa mau tidur di rumah kakek juga? " Tanya koko dengan polosnya.


" Nanti tidur sama Koko ya Pa. Koko sekarang sudah punya kamar sendiri ,kata kakek cewek sama cowok tidak boleh tidur satu ruangan. Jadi kalau Papa tidur sama Koko kakek tidak marah." Ucap koko lagi dengan wajah polosnya.


" Nanti ya kapan-kapan Papa menginap di rumah kakeknya. Papa janji nanti tidur sama Koko tapi untuk malam ini papa pulang dulu ya sayang. Karena besok pagi Papa harus bekerja. Nanti kalau Papa libur, papa akan ajak anak-anak Papa yang ganteng dan yang cantik ini jalan-jalan lagi. " Ucap zainal merayu koko agar dia tidak marah karena papanya tidak bisa tidur dengannya.


Tiba - tiba wajah koko terlihat murung dan bersedih, karena dia memang ingin sekali tidur bersama Zainal. Santi sendiri hanya diam tidak mau ikut menjelaskan. Karena Koko tipe anak yang keras kepala susah jika diberitahu.


" Begini saja bagaimana kalau saat kiki dan koko libur sekolah, kalian menginap di rumah Papa. Tapi harus izin dulu sama kakek dan nenek sama mama ya. " Ucap zainal memberikan pilihan.


" Kiki mau , Kiki mau . Kiki mau tidur di rumah papa. Karena kiki kangen sama Om Bagas. Sudah lama kiki tidak bertemu sama Om Bagas pa. Om Bagas itu kemana ya pa ? Tidak pernah main sama kiki dan koko lagi. ?" Sekarang bergantian kiki yang banyak beratanya


Zainal tersenyum bahagia melihat tingkah polos anak-anaknya. Kiki dan koko sekarang terlihat lebih ceria. Dan lebih banyak berbicara ,tidak seperti dulu yang hanya diam dan akan bicara jika sedang meminta sesuatu.


" Om Bagas itu sibuk kuliah sama bekerja . Nanti di saat kalian tidur di rumah papa. Nanti papa panggil om bagas untuk main sama kalian. karena om bagas sekarang juga sudah tinggal lagi di rumah nenek tidak tinggal di rumah kontrakannya. " Ucap Zainal membuat anak - anaknya semakin senang dan bahagia.


Horee... Horee


Kiki dan Koko bersorak gembira karena mereka dijanjikan akan menginap di rumah Zainal dan bermain dengan om bagas.


" Mas jangan pernah menjanjikan sesuatu yang tidak mungkin kepada mereka . Mereka itu masih kecil pasti mereka akan terus menagihnya" Ucap santi mengingatkan.


" Tidak mungkin bagaimana Santi? Menginap di rumahku itu hal yang mungkin , apalagi mereka bermain sama Bagas. Dari dulu bukannya memang bagas sangat menyayangi mereka. Dan mereka juga dekat sama Bagas kan ? bahkan dulu saat kamu pergi juga sering menitipkan anak-anak kepada bagas " Ucap zainal sedikit tersenyum .


Santi tidak bisa berkata apa-apa lagi , lebih baik dia memilih diam daripada bicara nanti akan menimbulkan salah paham. Dan bahkan sekarang masih ada anak-anaknya yang duduk di samping kanan dan kiri Zainal.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan Zainal pun akhirnya pamit pulang . Tidak enak bertamu lama-lama apalagi sekarang status mereka hanya sebatas mantan suami dan mantan istri saja. Kiki dan Koko melepas kepulangan Papanya dengan wajah sedih. Tidak tahu kenapa mereka sekarang jadi lebih dekat dengan Zainal ketimbang dengan santai . Apakah ini pertanda baik bagi hubungan Zainal dan Santi ? Akankah Santi mau menerima Zainal kembali menjadi suaminya?


*********