
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
Kini Santi dan Zainal sudah ada di taman tempat yang sudah mereka janjikan. Zainal duduk di samping Santi dengan perasaan yang tidak menentu. Seperti orang yang sedang jatuh cinta, jantungnya bergemuruh dan berdetak semakin kencang. Duduk di samping Santipun tidak tenang.
Santi melihat kegugupan dari gerak tubuh Zainal, dalam hatinya Santi menertawakan kegugupan Zainal. Tidak mau berlama - lama Santi akhirnya mulai membuka obrolannya.
" Mas, kemarin ibumu mengirimiku pesan. Dan pesan itu sangat tidak sopan. Aku harap kamu nasehati ibu kamu terlebih dahulu sebelum kamu mengajakku rujuk. " Ucap Santi membuat Zainal menatap lekat kearahnya.
" Maksud kamu ? Ibu mengirim pesan yang bagaimana ?" Tanya Zainal penasaran sekali dengan isi pesan yang dikirim ibunya.
Santi mengambil ponselnya yang ada didalam tas, setelah itu Santi membuka aplikasi berwarna hijau dan mencari pesan yang dikirimkan oleh mantan ibu mertuanya. Santi memberikan ponselnya kepada Zainal agar Zainal bisa membacanya sendiri. Sehingga Santi tidak dituduh berbohong atau mengada - ada.
Dengan segera Zainal menerima ponsel Santi dan membaca pesan dari ibunya.
Deg
Zainal terkejut dan tidak menyangka jika ibunya akan senekat itu. Bahkan isi pesan itu pasti juga sangat menyakiti Santi. Zainal tadinya hanya mengira jika sang ibu hanya melarang dan tidak menyetujui soal keinginannya rujuk. Ternyata Zainal salah, ibunya sampai berani mengirim pesan hinaan dan ancaman untuk Santi.
" Kenapa ibu bisa senekat ini ? Lihat saja bu, jika ibu mengacaukan segalanya aku tidak akan pernah terima. Aku bukan Rendra yang selalu menurut dengan ibu, aku sudah dewasa dan aku tahu mana hal yang bisa membuatku bahagia. Aku menyakinkan Santi agar dia mau rujuk dengan ku tetapi justru ibu menghalaunya *Gumam Zainal dalam hatinya
Zainal menatap kearah Santi dengan tatapan yang sulit di artikan. Zainal khawatir jika Santi akan menolak ajakan rujuknya.
" Ini kita belum rujuk. Jadi bagaimana nanti jika kita bisa rusuk beneran ? Yang ada rumah tangga kita akan selalu direcokin oleh ibumu. " Ucap Santi tanpa melihat kearah Zainal.
" Aku akan memastikan ibuku tidak akan ikut campur dengan rumah tangga kita. Kamu harus yakin sama aku, kamu tahu aku bagaimana aku ? Memang dari dulu aku tidak suka jika rumah tanggaku dicampur tangan sama ibuku. Aku tidak seperti Rendra yang hanya menerima apa semua keputusan dan kata-kata ibu jadi kamu mau rujuk denganku?." Ucap Zainal menyakinkan Santi agar dia mau rujuk.
Zainal langsung menanyakan soal jawaban kesediaan Santi. Namun Santi hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan.Dia belum mempunyai jawaban atas ajakan rujak Zainal. Karena dia masih memikirkan soal pesan yang dikirim oleh mantan Ibu mertuanya. Santi khawatir jika mereka jadi rujuk Ibu mertuanya akan mencampur tangani urusan rumah tangganya.
" Kamu urus dulu ibumu baru aku akan memberikan jawabannya mas. " Ucap Santi serius.
Santi terdiam sambil menatap lekat wajah Zainal. Santi bisa melihat keseriusan dalam diri Zainal. Sebenarnya Santi setuju dengan ajakan rujuk Zainal. Tetapi setelah menerima pesan dari mantan Ibu mertuanya itu membuat Santi mengurungkan niatnya untuk rujuk. Namun, setelah dia bicara langsung dengan Zainal dan Zainal meyakinkannya, serta Santi pun melihat keseriusan Zainal yang benar-benar menunjukkan rasa kasih sayangnya kepada kedua anaknya. Akhirnya Santi mau menerima ajakan rujuk Zainal. Ada syarat yang Santi ajukan untuk Zainal.
" Tapi ada syarat yang harus kamu laksanakan. Tetapi jika syarat itu memberatkan kamu atau kamu tidak sanggup melaksanakannya lupakan saja soal rujuk kita. " Ucap Santi bicara dengan tegas agar Zainal benar-benar serius dengan hubungan yang akan mereka jalani ini.
" Apa syaratnya ? Aku akan melakukan apapun untuk kalian semua ." Ucap Zainal sangat anusius.
" Pertama aku tidak mau urusan rumah tangga kita dicampur tangani oleh ibumu. Kedua kamu harus terbuka soal gaji atau pendapatan kamu, ketiga aku mau gaji kamu 50 persen untukku. Keempat kamu harus tegas kepada Ibumu dan keluargamu yang lainnya. Dan kelima tidak akan ada lagi kebohongan dan penghianatan diantara kita berdua, jika kamu mengulangi kesalahanmu lagi. Aku tidak segan untuk mengambil aset yang kamu miliki. " Ucap Santi secara tegas
" Aku menerima semua syarat yang kamu berikan. Soal gaji tidak hanya 50 persennya tapi gaji ku full aku serahkan kepadamu dan aku percayakan semua itu sama kamu. Nanti kita buat surat perjanjian dan tanda tangan diatas materai. Jika aku berkhianat semua akan menjadi milikmu. Soal ibuku kamu jangan khawatir aku akan bersikap tegas, bila perlu kita jual rumah itu dan kita beli rumah yang jauh dari ibu. Lagi pula ada Bagas dan Rendra yang tinggal sama ibu. " Ucap Zainal menyanggupi semua syarat yang diberikan oleh Santi.
Hati Santi seketika lega dengan jawaban yang diberikan oleh Zainal. Untuk soal pindah rumah menurut Santi itu terlalu berlebihan, Santi tidak akan melarang Zainal untuk tetap berbakti kepada ibunya. Apalagi Zainal adalah anak laki - laki tertua dalam keluarganya. Santi tidak mau menjauhkan Zainal dari ibunya, karena bagaimanapun seorang anak laki - laki sampai kapanpun tetap milik ibunya.
" Tidak perlu sampai pindah mas. Aku tidak mau menjauhkan kamu dari ibumu, aku tidak menghalangimu untuk terus berbakti kepada ibumu. Berilah nafkah untuk ibumu juga, karena dalam gajimu ada hak untuk ibumu juga." Ucap Santi bicara dengan bijak.
" Kamu sekarang sudah banyak berubah San, aku senang melihat perubahanmu." Ucap Zainal dengan tawanya.
" Aku bisa bicara seperti ini karena Anisa mas. Anisa yang sudah mengajarkan kebaikan kepadaku, Anisa juga yang sudah membuka mata hatiku. Sehingga aku menjadi pribadi yang lebih baik. Kamu juga sekarang ada perubahan, tidak pelit lagi." Jawab Santi dengan jujur.
Zainal tersenyum malu - malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Apa yang dikatakan Santi memang benar, jika dulu dirinya sangat pelit dengan keluarganya.
" Emm... Iya terimakasih atas pujian kamu. Jadi kamu mau kan rujuk dengan ku ?" Tanya Zainal dengan penuh semangat.
" Insya Allah aku mau mas. Tapi syarat yang aku berikan harus tetap kamu laksanakan terlebih dahulu. Dan soal nafkah ibu berikan sesuai dengan kemampuanmu." Ucap Santi lagi.
" Aku akan memberi ibu 2 juta perbulannya, sama seperti 2 bulan terakhir ini." Ucap Zainal.
Santi mengangguk tidak mau membatasi berapapun uang yang akan diberikan Zainal untuk ibunya. Yang penting sesuai dengan kemampuan Zainal.
Haripun semakin sore Santi dan Zainal akhirnya memutuskan untuk pulang kerumahnya masing - masing. Hari ini adalah hari yang membahagiakan untuk Zainal, akhirnya Santi mau untu diajak rujuk. Tinggal selangkah lagi keinginannya rujuk akan terlaksana. Kini Zainal akan bicara kepada ibunya agar tidak ikut campur dengan urusannya lagi.
Sesampainya dirumah sudah adzan magrib, Zainal langsung mandi dan mengbil air wudhu. Sekarang Zainal sudah mulai sholat lagi, dia benar - benar sudah berubah. Ingin menjadi kepala rumah tangga yang baik dan bertanggung jawab. Setelah selesai sholat magrib Zainal keluar mencari makanan untuk makan malam. Tidak lupa Zainal juga membelikan makanan untuk ibunya.
*********