Istri Siri Tuan Dokter

Istri Siri Tuan Dokter
Sesi Ngidam Babak 2


"Mas, pengen makan seblak level jeletot kesukaan author, dong!" ujar Kinar ketika ia dan Radit sedang duduk di ranjang setelah makan malam.


"Hah?" Radit menatap penuh tanya pada Kinar.


"Seblak, Mas! Seblak jeletot yang pedesnya nampol itu," sahut Kok nar sedikit kesal.


"Kin, astaga! Ngidamnya tolong dikondisikan dong. Kamu lagi hamil gak boleh makan pedes banyak-banyak. Mas beliin seblak, tapi gak yang pedes, pedesnya level paling bawah saja," ucap Radit menawar.


"Aish, terserah deh!" dengus Kinar kesal. Ayolah, dia begitu ingin seblak dengan pedas menggigit lidah.


"Jadi gak ini beli seblaknya? Kalau ngambek gitu gak jadi deh," ujar Radit pada Kinar yang kini sedang fokus pada handphonenya.


"Terserah!"


"Ok, berarti jadi. Tunggu ya, Ayah beliin seblak dulu gak jauh kok. Kalian bujukin Bunda biar senyum dong masa Ayah dicuekin gini." Radit mengelus perut membesar sang istri.


"Mas beli seblaknya dulu. Jangan tidur, ya!" Radit bangkit dari tenpat tidur, menyambar kunci motor karena jarak dari rumah ke tempat membeli seblak tidak terlalu jauh.


Dua puluh menit kemudian Radit sampai dengan kantong putih berisi seblak pesanan Kinar. Si perempuan hamil itu menyambut antusias kedatangan Radit, meski keinginan menikmati seblak level pedasnya tak terealisasikan, tapi dia tetap menikmati makanan itu.


Setelah menyantap seblaknya sendiri karena Radit tak begitu suka makanan itu. Kinar pun kekenyangan. Radit sudah tertidur sejam yang lalu sedang Kinar masih saja berkutat dengan handphonenya karena kantuk belum juga kunjung datang.


"Kin, kenapa belum tidur?" Radit membuka matanya karena gerakan gelisah di sampingnya.


"Gak bisa tidur, Mas. Temenin ngedrakor dulu yuk!" sahut Kinar yang masih dalam posisi duduk.


"Ini sudah setengah sebelas loh, kamu lagi hamil gak boleh sering-sering begadang!" peringat Radit dengan netra setengah mengantuk.


"Sejam saja ya, Mas. Please, temenin ya!" bujuk Kinar memelas. Dia belum bisa tidur.


"Setengah jam. Iya atau nggak!" ucap Radit karena tidak tega.


"Ok!"


Ternyata tak sampai setengah jam, Kinar sudah tertidur dengan lanyar laptop yang masih menyala menayangkan drama korea kesayangannya itu. Kantukmya datang karena Radit yang mengelus-elus perutnya, dan ia tertidur masih dalam posisi duduk. Radit pun membenarkan posisi tidur istrinya.


"Mimpi indah, Bunda!" bisiknya dan mengecup mesra kening dan perut Kinar.


Radit kira, setelah patah hatinya dulu, ia tak akan lagi merasakan perasaan luar biasa ini, tapi ternyata sang Maha Cinta masih begitu baik kepadanya.


"Mas, pengen juga pelihara kura-kura kayaknya, boleh ya!" ucap Ke nar di pagi Minggu ketika ia dan Radit bersantai di ruang tengah. Kunar yang menonton dengan laptop di pangkuannya dan Radit yang menyuapkan cemilan pada sang istri.


"Kura-kura?" gumam Radit setengah terkejut.


Kinar mengangguk.


"Kamu ngidam lagi?" tanyanya.


Kinar kembali mengangguk tanpa mengalihkan tatapan dari layar laptop.


"Ok, dua kura-kura."


Kinar menoleh tak percaya. Padahal dia cuma iseng loh ini, tapi kok malah mau dibeliin dua.


"Beneran, Mas? Wah, makasih Ayah!" Kinar mengecup singkat pipi Radit dan kembali fokus pada tontonannya.


"Alan kemana, Bun?" tanya Radit.


"Tadi main sama Mama di gazebo. Coba Mas lihat sana!"


Radit mengangguk. Meletakkan toples keripik yang tadi ia suapkan pada Kinar ke atas meja.


"Jangan lama-lama nontonnya, gak baik buat kesehatan mata," pesan Radit.


"Mas nyamperin Alan dulu!"


Kinar mengangguk. Radit pun berlalu meninggalkan Kinar yang masih asik dengan drama kesukaannya itu. In kkb hari Minggu merupakan quality timenya Radit bersama Alan karena di hari lainnya ia sibuk di rumah sakit. Jadi, hanya sbatu dan Minggu ia bisa bermain sepuasnya bersama putranya. Alan sudah semakin aktif bergerak dan mengocehkan kata-kata barunya. Radit suka sekali jika mendemgar celoteh lucu putranya itu.


Bersambung....


...Maaf, kemarin gak bisa up karena repot di rumah lagi ada acara hajatan. Aktif kagi upnya senin insha Allah double up atau triple doakan saja saya sehat dan idenya ngalir terus ...