
โMengandung adegan dewasa yang tidak suka silahkan di skip, tidak untuk reader yang belum menikah, yang sudah menikah silahkan di praktekkan dengan pasangan sah ,ha ha ha ๐ ๐ ๐ โ
Barley dan Santi berada di mobil menuju jalan pulang.
Santi menyandarkan kepala pada bahu Barley yang sedang menyetir.
"Kamu capek ya?"tanya Barley seraya mengusap kepala Santi.
"Iya, kenapa aku akhir-akhir ini sering mengantuk ya? sering merasa lemas dan gampang capek" keluhnya seraya bersandar.
"Mungkin karna kamu lagi hamil jadi bawaannya mau tidur terus,"Barley ,ia pun mengusap perut Santi.
"Iya mungkin." huah Santi menguap.
"Sayang jangan tidur di mobil ya," ucap Barley.
"Hm, tapi aku benar-benar ngantuk sayang," huah ucapnya sambil menguap.
beberapa saat kemudian Santi pun terlelap.
"Dasar tukang tidur," dengus Barley sambil merentangkan tangannya untuk memeluk Santi yang terlelap di sampingnya.
Barley tersenyum seraya melirik ke arah Santi.
Ia pun mengecup pucuk kepala sang istri seraya merangkulnya.
Barley tetap fokus menyetir hingga mereka sampai di rumah.
"Sayang bangun, kita sudah sampai,!ucap Barley menggoyang tubuh Santi.
Santi membuka matanya sedikit.
"Sayang, aku ngantuk kamu gendong aku ya," pintanya dengan nada manja.
Huh, Barley membuka pintu mobilnya kemudian membuka pintu mobil Santi.
Ia pun menuruti Santi dengan menggendongnya.
Santi menatap wajah tampan suaminya yang sedang tersenyum menatapnya, semakin lama ia semakin mengangumi wajah tampan sang suami.
Barley tetap menggendong Santi hingga mereka sampai dikamar.
Alangkah bahagianya Santi saat itu, ia selalu dimanja kan oleh suaminya, Barley tak pernah marah dan berkata kasar terhadapnya.
Meski kadang terlintas di pikiran Santi jika Barley melakukan semua itu karna dirinya sedang hamil.
Barley meletakan tubuh Santi di atas ranjang.
"Kau semakin manja saja," ucap Barley sambil mencolet hidung Santi.
"Hm, mumpung aku hamil, jadi aku bisa bermanja-manja dengan mu, jika sudah melahirkan nanti kau juga pasti tak akan peduli dengan ku." sahut Santi.
Ia pun melingkarkan lengannya ke leher Barley.
"Kenapa kau bisa berpikir begitu?"tanya Barley.
"Setelah melahirkan biasanya tubuh wanita akan melar, dan tak cantik lagi, kebanyakan tuan muda seperti mu akan mencari istri yang lebih cantik dan muda, kau kan punya segalanya, pasti banyak wanita muda dan lebih cantik dari ku menginginkan mu, iya kan Tuan? " Santi.
"Kalau semua wanita berpikir seperti mu, tak akan ada wanita yang mau menikah dengan ku," ucap Barley.
"Tapi kebanyakan mereka begitu, memiliki banyak istri atau sering terjadi kawin cerai di antara mereka," Santi.
Barley tersenyum," Aku bukan seorang pengkhianat dan aku benci di khianati seperti apapun itu, jadi jangan pernah berpikir macam-macam," ucap Barley seraya mengecup kening Santi.
Santi melingkarkan tangannya ke leher Barley hingga Barley tak bisa mengangkat tubuhnya.
Ia menyentuh bibi Barley hidung dan mata suaminya.
"Kenapa?" tanya Barley.
"Aku ingin anak kita memiliki wajah seperti wajah mu," ucap Santi dengan tatapan berbinar.
Barley tersenyum, "Kalau begitu kau harus sering mencium ku, di bibir mata dan hidung ku," ucap Barley.
Barley pun mencium bibir Santi ,memangut dan mengulumnya, telapak tangan Barley menggenggam erat telapak tangan Santi.
"Apa kau menginginkannya?" tanya di sela-sela pangutannya.
Barley membalas senyuman Santi mengecup keningnya.
Jarinya berusaha melepaskan penutup tubuh sang istri, satu persatu, berkali-kali Barley mencium bibir merekah sang istri, hingga membuat Santi meresakan hasratnya yang mulai terbakar.
Tubuh Santi bugil tanpa sehelai benang pun, kini giliran dirinya yang melepas penutup tubuhnya.
Ketika Barley melepas pakainya tampak lah dada bidang dengan kulit putih bersih dengan bulu-bulu halus yang tumbuh didada suaminya.
Santi mengigit pelan bibir bagian bawahnya karna takjub akan keindahan yang di lihatnya saat itu.
Barley memulai serangannya dengan beberapa kecupan pada area perut Santi, kemudian perlahan naik menuju dua bukit kembar yang kenyal dan menggemaskan.
Lidahnya menari dan menyesap kedua bukit tersebut secara bergantian sementara tanganya meremas lembut salah satunya, hingga membuat Santi merasakan sensasi mengelinjang.
Santi memejamkan matanya menikmati sentuhan dari suaminya.
Jemarinya meremas rambut sang suami, tangan Barley pun turun merayap menuju lembah yang di tumbuhi beberapa helai rerumputan hitam.
Akh!! lengkuhan keluar dan lolos begitu saja dari bibir Santi, ketika jari nakal Barley mulai menggetarkan biji kecambah miliknya.
Sementara bibirnya terus mengecap bibir Santi tanpa ampun.
Semakin lama gerakan Barley semakin cepat hingga membuat tubuh Santi mengelinjang menggila.
"Akg !! sayang hentikan, aku sudah tak tahan," ucap Santi dengan nada manjanya, ia pun menarik tubuh Barley di atas tubuhnya, agar senjata tumpul milik Barley masuk ke dalam liang sempit yang sudah berpelumas.
Akh ehm esk, suara lengkuhan dan ******* lolos begitu saja keluar dari mulut Santi dengan mata yang merem melek seiring gerakan sorong dan tarik yang dilakukan Barley.
Ehm !!! Santi berguman seraya memeluk tubuh kekar suaminya, hangat dan nikmat mebuatnya berkali-kali mendes*ah.
"Sayang, apa yang kau rasakan?"tanya Barley di sela-sela gerakannya yang terus memompa.
"Hm. entalah sayang, "jawab Santi yang semakin memeluk erat Barley hingga membuat pergerakan Barley melambat, Santi membenamkan kepalanya di salah satu dada bidang suaminya untuk memberinya beberapa tanda.
Ehm Sayang aku suka jika kau liar seperti ini, "guman Barley seraya memompa lebih laju.
Santi berusaha menahan tubuhnya agar tak ikut terguncang karna serangan suami yang kembali brutal di atas tubuhnya.
Satu hentakan terakhir membuatnya melengkuh panjang.
Tubuh Barley ambruk di atas tubuh sang istri.
Barley dan Santi sama-sama mengatur nafasnya yang terengah-engah.
Untuk mempermudah sang istri bernapas, Barley merebahkan tubuhnya di samping tubuh Santi, sebelum itu ia sudah mendaratkan kecupan sebagai ungkapan terima kasihnya.
Tubuh Barley ambruk, ia sungguh merasa lelah, Santi memiringkan tubuhnya menghadap Barley seraya tersenyum.
"Kenapa kau tersenyum sayang?"tanya Barley seraya menyapu keringat pada wajah Santi.
"Karna aku merasa bahagia melihat senyum kepuasan dari mu," ucap Santi setaya menyentuh pipi suaminya.
Barley kembali melempar senyum manisnya, "Kau tahu sayang? ini yang ke tiga kalinya kita melakukan ini."
Hm, Santi menatap Barley," Memangnya kenapa? bukannya aku ini milik mu? kau bisa lakukan kapan saja kau mau,"ucap Santi seraya menatap Barley dengan tatapan berembun.
Barley menyelirkan beberapa rambut basah Santi pada daun telinganya.
"Kau benar sayang, kau adalah milik ku dan aku adalah milik mu, jadi kita tak perlu malu-malu untuk memintanya," ucapnya seraya memeluk tubuh Santi dengan erat kemudian Barley mencium lekat pucuk kepala Santi.
"Tenang saja, bukan kah kau yang sudah memutus urat malu ku," canda Santi seraya mengusap dada bidang Barley yang basah oleh keringat.
"Iya sayang, maaf aku sengaja,"uvapnya sambil mengecup bibir Santi yang memerah.
"Tidur lah, kau pasti lelah."
Hm, Santi berguman dan mengangguk lemah
Barley mengusap kepala istrinya hingga membuat Santi kembali terlelap dalam pelukannya.
"Terima kasih sayang, karna sudah menemani ku selama ini," ucapnya sambil mengusap rambut Santi kemudian mencium pipinya berkali-kali.
Sepasang suami istri pun terlelap dengan perasan puas dan bahagia.
Bersabung dulu ya guys, insya Allah malam author up lagi.