Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Pernikahan Marco


Rombongan Barley tiba di sebuah desa yang cukup terpencil.


Kedatangan mereka di sambut dengan sekumpulan orang-orang yang memainkan alat musik tanjidor sebagai pawai penyambutan kehadiran mereka di kampung tersebut.


Tuan Marco Tertawa bahagia meski ia sering berkeliling dunia, tapi ia tak pernah di sambut begitu meriah, meski hanya orang -orang kampung.


Rombongan tersebut turun, para bodyguar tuan Marco pun ikut turun, bodyguar tersebut beberapa orang berkebangsaan Italia, hingga mereka begitu menikmati pertunjukan dan penyambutan yang begitu istimewa tersebut.


Setela penyambutan mereka di persilahkan kan masuk dan ngobrol bersama orang pejabat penting di daerah tersebut.


Karyo, mantan suami Wati menatap sinis ke arah tuan Marco, ia tak menyangka jika mantan istrinya tersebut bisa menikahi pengusaha sukses yang mendunia.


"Ehm, bagaana caranya si mandul itu bisa di persunting seorang bule ganteng, kaya raya pula. Pasti pakai ilmu guna-guna," dengusnya dengan ujaran bernada kebencian.


Semua persiapan akad nikah sudah lengkap di persiapkan oleh Barley, rencananya nanti malam akan diadakan akad nikah.


Santi menikmati waktunya ketika ia membaur bersama para wanita yang sedang memasak untuk acara akad nikah dan resepsi sederhana.


Mereka menghormati Santi, dirinya di perlakukan seperti tamu terhormat.


Sementara sang suami juga ikut ngobrol bersama masyarakat kampung.


Sosok Barley mendadak jadi idola, mereka mengira jika Barley seorang artis mengingat mereka tak asing melihat wajah Barley di televisi.Namun bukan sebagai aktor tapi sebagai pengusaha muda yang tampan dan sukses yang sering mendapatkan penghargaan di berbagai kesempatan.


Tak hanya remaja putri dan mama muda, bahkan para nini juga ikut menggagumi ketampanan pria blasteran Italia tersebut.


Apalagi senyum Barley yang bisa memperdaya kaum hawa.


Meski begitu, Barley dan tuan Marco, tak mudah untuk di dekati. Karena ada bodyguar yang menjaga mereka.


Setelah beberapa saat ngobrol ,Santi Di persilahkan beristirahat pada sebuah kamar yang di sediakan khusus untuknya.


Ia merasakan letih pada sekujur tubuhnya, setelah ngobrol beberapa saat dengan pejabat di kampung tersebut, Barley pamit untuk melihat keadaan istrinya.


Sementara Anggi di tugaskan untuk menjaga Santi.


"Ehm, sebel deh sama tuan, masa' gue di suruh jaga bininya. Ayang beb kemana lagi nih, dengus Anggi mencari keberadaan Chandra. ia duduk di depan pintu kamar Santi menjaga Nyonya tersebut.


Anggi sudaj merasa lelah menunggu untung Sana beberapa saat kemudian Anggi melihat Barley yang datang menghampiri nya.


"Eh, syukur deh tuan sudaj tiba, bosan gue menunggu lama-lama di sini, dementara nyonya weak banget tidur, 'dengusnya.


Barley menghampiri Anggi yang terlihat bete.


"Anggi bagaimana keadaan istriku? " tanya Barley.


"Nyonya sedang istirahat tuan, "sahut Anggi.


"Ya sudah kamu istirahat saja," ucap Barley.


"Terima kasih tuan," jawab Anggi ia pun langsung menuju kamarnya yang sudah di sediakan.


Barley menghampiri Santi yang tertidur pulas.


Keduanya pun terlelap karna merasa lelah.


Waktu menjelang sore, Santi membalikan tubuhnya dan mendapati sang suami yang terlihat lelap.


Ia pun mengusap kepala suaminya dan mencium kening Barley.


"Selamat sore Sayang, "ucap Barley tersenyum kemudian membalas kecupan di kening Santi.


"Sayang , maaf aku membuat mu terbangun," ucap Santi seraya meraba pipi suaminya.


Ehm, Barley mengguman memeluk Santi.


"Sayang tidur lagi, aku masih ngantuk. Sini biar aku peluk," ucap dengan mata yang terpejam.


"Kau tidurlah Sayang. Aku tahu kau lelah seminggu ini mempersiapkan pernikahan Daddy," ucap Santi sambil mengusap kepala suaminya.


"Tapi aku tak bisa tidur tenang jika kau tak ada di samping ku, ini kampung orang Sayang. Aku tak ingin terjadi sesuatu pada mu, jadi temani saja aku tidur saja,",guman Barley dengan mata yang terpejam.


"Iya Sayang." jawab Santi.


Santi mengusap kepalanya suaminya lagi, hingga Barley kembali terlelap , karna lelah ia juga ikut terlelap memeluk suaminya.


***


Malam hari tiba, selepas isya keluarga sudah berkumpul begitupun dengan


tamu undangan yang hadir.


Akad nikah memang sengaja di gelar secara sederhana begitupun resepsinya yang akan di adakan secara sederhana dan dalam waktu yang singkat pula.


Santi terlihat anggung dengan gaun pesta berwarna peach, begitupun Barley yang terlihat tampan mengenakan pakaian apa saja.


Sementara Wati menggunakan pakaian setelan hijabnya berwarna ungu, mungkin karna merasa sudah janda, hingga warna ungu menjadi pilihannya saat itu.


Sementara tuan Marco menggunakan jas hitam layaknya pakaian resmi.


Suasana hening. mereka sudah berkumpul untuk menyaksikan secara langsung akad nikah Wati.


Penghulu menyalami Wati, karna orang tua Wati meminta perwakilan wali dari penghulu, karna ayah Wati yang tak bisa berbicara akibat stroke ringannya.


Alas nikah pun di mulai.


"Saudara Marco Federico, saya nikah dan kawinkan kamu dengan wanita yang bernama Herawati binti mas'ud dengan seperangkat perhiasan emas dan berlian di bayar tunai." penghulu


Tuan Marco langsung menyambut jabatan tangan tersebut dan langsung menghentakkan nya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Herawati binti Mas'ud dengan mas kawin seperangkat perhiasan emas dan berlian di bayar tunai." ucap tuan Marco.


"Bagaimana para saksi? "tanya penghulu.


"Sah! " seru para saksi tersebut.


"Yey Sah!" seru Tuan Marco semangat.


Mendengar sudah sah sontak saja duda dan janda langsung berpelukan seperti teltubies, hingga membuat mereka jadi bahan hadirin yang hadir.


Wk wk wk.


Barley pun tersenyum melihat Daddynya begitu semangat.


Mereka pun melepaskan pelukannya ketika mendengar orang-orang mentertawa kan mereka karena merasa lucu.


"Sabar Tuan! baca doa dulu. Main sambar saja. Tenang setelah acara selesai silahkan berpelukan," 'ucap Penghulu yang ikut terrtawa.


Setalah akad nikah pasangan janda duda tersebut di persilakan naik di pelaminan yang sudah di sediakan, meski pes'ta tersebut di adakan pada malam hari dan sederhana. Namun terasa meriah karna sambutan baik oleh penduduk kampung.


Mereka pun menyediakan hiburan dangdut dengan band pengiring.


Suasana meriah seperti pesta pernikahan yang di adakan di kampung mereka.


Tuan Marco dan Wati bersanding seraya menyaksikan silih berganti orang yang menyumbangkan suara bernyanyi di atas panggung dadakan tersbut.


Ada yang berjoget dan bernyanyi, ada juga panggung yang di sediakan untuk berjoget.


Tua-muda, laki-laki- perempuan bahkan anak-anak kecil-kecil Turut berjoget Dan bernyanyi untik memeriahkan suasana.


Dengan Canda tawa penuh suka cita acara tersebut berlangsung meriah.


Sementara tuan Dan nyonya Barley ikut menyambut tamu yang hadir.


Tak ketinggalan, pasangan Anggi Dan Chandra ikut bernyanyi Dan menari di atas panggung.


Suasana terasa meriah hingga larut malam.


Seusai pesta singkat tersebut,Wati menuntun suami bulenya ke kamar.


Mereka pun bersiap Untuk malam pertama.


Eng ing eng,Episode selanjutnya malam pertama Mereka.


Bersambung, Terima kasih.