Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Semangat!


Arief membatalkan keberangkatannya Sementara Barley tetap melanjutkan perjalanan untuk pulang ke tanah air.


Saat ini Arief sedang mengurus rencana operasi Asyia. Ia dan Aldo sedang mengurus administrasi. Arief dan Aldo juga telah mendonorkan darah nya dalam operasi Asyia kali ini.


Persiapan sudah matang. Tenaga medis yang ahli di bidang masing yang akan menangani Asyia telah melakukan prepare, Meja operasi pun segera siap. Tinggal membawa pasien ke ruang operasi.


Operasi di perkirakan akan menelan waktu enam sampai delapan jam.


***


Asyia terbaring lemah, belum apa-apa ia sudah merasa takut. Matanya menerawang menatap langit-langit kamarnya.Berbagai ekspektasi pun bermunculan dalam benaknya.


'Bagaimana jika aku tak akan pernah melihat dunia ini lagi? 'batin Asyia dengan bulir bening menetes.


Sebenarnya tak hanya Asyia. Andhra juga lebih banyak diam belakang ini. Ia pun gugup dan begitu khawatir. Namun tak terlalu ia tampakan.


Melihat Asyia yang menatap kearah atas, Andhra pun menghampiri nya.


"Asyia!" panggil Andhara lembut, kemudian menggenggam tangan Asyia.


Seketika lamunan Asyia pun buyar.


"Kamu sedang apa? "tanya Andhra.


Asyia berslih menatap Andhra.


"A-aku? Aku sedang melihat langit-langit Ndra," sahut Asyi seraya kembali menatap langit-langit, ia sebenarnya enggan menatap Andhra. Asyia sedih jika harus berpisah dengan Andhra untuk selama-lamanya.


Andhra semakin menggengga erat tangan Asyia yang terasa dingin dan gemetar.


"Asyia, boleh aku tahu nya apa yang kau rasakan saat ini ? " Andhra bertanya demikian karena melihat Asyia yang terlihat gelisah dan sedih.


"Takut," ucapnya lirih dan parau tanpa menoleh kearah lawan bicaranya.


Siapa pun pasti akan merasakan hal yang sama seperti Asyia.Bagaimana rasanya jika organ tubuh yang terpenting dalam tubuh kita akan di ganti dengan organ tubuh orang asing melalui prosedur operasi, apalagi risikonya yang tak main-main.


Asyia kembali diam, menatap langit-langit kembali.


"Aku tahu Asyia, aku merasakan hal yang sama yang kau rasakan. Aku takut kehilangan mu. Tapi aku selalu yakin. Jika jantung ku ini masih berdetak, tak akan terjadi sesuatu apapun pada mu," ucap Andhra dengan semakin erat menggenggam tangan Asyia.


Asyia tersenyum simpul," Terima kasih telah menghibur ku. "


Andhra menghapus titik air mata Asyia yang tertinggal di sudut netranya.


"Aku tak sedang melawak Asyia. Apa yang ku katakan bukanlah lelucon. Tapi aku senang jika kau terhibur," ucapnya seraya mengedipkan matanya kearah Asyia.


"Setidaknya kau tak lagi tegang. " Andhra.


"Katan saja Asyia, apa yang ingin kau katakan. Aku masih disini, masih bersedia mendengar keluh kesah mu. " Andhra.


Asyia menarik napas panjang, seraya menatap langit-langit kembali.


"Ndra. Jika operasi ku gagal. Apa kamu akan menyesal telah menghabiskan banyak uang, waktu dan tenaga untuk semua ini ? " tanya Asyia lirih.


"Aku nggak akan pernah menyesal dengan apa yang sudah ku lakukan, apa lagi jika itu untuk tujuan mulia, apalagi itu untuk kamu," ucap Andhra seraya tersenyum kearah Asyia.


"Masih bisa gombal kamu Ndra?"Asyia pun tertawa kecil hampir tak bersuara.


Cekrek, Andhra menangkap gambar Asyia yang sedang tersenyum dengan kamera handphone nya.


"Andhra! kenapa di foto, aku pasti terlihat jelek sekali! " Protes Asyia.


"Biar saja terlihat jelek. Kamu adalah orang jelek pertama yang bisa menarik simpati aku, " canda Andhra agar Asyia tak lagi tegang. Asyia pun tersenyum.


"Ngak Asyia selain jelek kamu juga unik. Di saat seperti ini saja kamu masih bisa tersenyum." Canda Andhra lagi.


"Ehm mumpung aku masih bisa tertawa Ndra. Sebentar lagi aku akan berada di antara dua pilihan. Antara hidup dan mati. "


"Ehm, Justru karna itu aku salut sama kamu Asyia. Aku tahu saat ini kamu pasti merasakan takut, tapi kamu masih bisa tertawa." Andhra.


"Asyia kembali tersenyum simpul. Selama ada kamu aku ngak merasa takut kok Ndra." Asyia.


"Hm, itu harus Asyia. Aku akan tetap menunggu kamu sampai kamu kembali," ucap Andhra dengan bola mata berembun menatap Asyia.


Asyia membalas dengan tersenyum.


"Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk bisa kembali lagi , tapi aku ngak janji Ndra, karna semua sudah di tentukan oleh yang maha kuasa, " ucap Asyia.


"Iya aku tahu, setidaknya aku merasa tenang jika kamu akan berusaha bertahan. Ingatlah Asyia jika kamu kehilangan arah, ingat masih di sini menunggu kamu. " Andhra.


Asyia mengangkat tangannya agar menyiku. "Semangat! "


"Semangat! " Andhra. Keduanya pun saling melemparkan senyum.


Bersambung dulu ya guys. Maaf upnya sedikit-sedikit.


cus sambil nunggu author up, mampir di karya author terbaru 🙈 Dengan judul: Mengandung Benih Cek kejam.