Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Kembalinya Tuan Hasta


Setelah keadaan tuan Marco membaik, mereka pun memutuskan untuk pulang.


Mereka datang di sambut dengan meriah begitu juga saat mereka pulang.


Wati yang dulu di pandang rendah oleh sebagian orang, kini mereka semua terkagum kagum melihat Wati yang mengenakan perhiasan berharga ratusan juta.


Apalagi Karyo dan istrinya, ia begitu julid mengomentari orang orang yang membanggakan Wati.


Setelah pamit pada penduduk kampung berikut dengan jajaran pejabat desa, kepulangan mereka di sambut haru.


Apalagi tuan Marco, ia begitu sedih saat meninggalkan kampung tersebut, bagaimana tidak , di kampung ini ia di sambut dengan begitu baik, mereka semua rela gotong royong siang dan malam untuk menyiapkan pesta untuknya.


Tuan Marco berdiri tak jauh dari mobilnya untuk menyambut para warga yang hendak bersalaman dengannya.


Warga pun menggantri untuk bersalaman dengan tuan Marco.


Selain dapat bersalaman dengan bule mereka juga di beri salam tempel dengan pecahan uang seratus ribu.


Warga pun berbondong bondong menggantri untuk bersalaman sekaligus dapat uang seratus ribu.


Mereka sangat antusias, hingga antrian panjang terjadi di sepanjang jalan kampung.


Tuan Marco dan Wati terlihat bahagia saat berbagi kepada penduduk kampung.


Barley dan Santi tersenyum melihat Pasangan tersebut, Keduanya pun ikut merasakan kebahagian dan kegembiraan orang tuanya.


mobil mereka perlahan meninggalkan kampung tersebut bahkan ada warga yang sampai menangis sedih dengan kepulangan mereka.


Mereka melambaikan tangan ke arah mobil yang perlahan meninggal kan kampung.


Di perjalanan pulang Barley mendapatkan telpon dari tuan Hasta.


"Hallo, Daddy," sapa Barley.


"Barley, apa kabar Nak?"tanya tuan Hasta.


"Kabar baik Daddy, Daddy sendiri bagaimana? kapan Daddy pulang? aku sudah rindu. " Barley.


"Besok Barley, Daddy take off dari Changgi Airport Singapura."Barley.


"Ehm, baiklah Daddy besok aku akan menjemput Daddy," cetus Barley dengan semangat.


"Tidak usah Barley kau, kau tunggu di rumah saja, Karna Daddy masih ada urusan,"cetus tuan Hasta.


"Baik lah kalau begitu besok kami menunggu kedatangan Daddy." Barley.


"Iya Nak, Daddy merindukan mu selalu," ucap tuan Hasta, terdengar suara lirih dari pria parohbaya tersebut.


"Aku juga merindukan Daddy ," ucap Barley tak kalah sedih.


Setelah berbasa-basi sebentar, sambungan telpon pun terputus.


Tuan Marco mendengar pembicaraan Keduanya yang begitu hangat.


"Hm, Diantara mereka memang terjalin kasih sayang yang tulus," guman tuan Marco.


Barley menitikan air matanya, ia memang merindukan Daddynya tersebut.


Melihat suaminya yang terlihat sedih, Santi mengeser duduknya kemudian mengusap punggung suaminya.


"Aku tak tahu sayang, apa aku sanggup bicara jujur terhadap Daddy." Barley.


'Tenanglah sayang, biar saja semua mengalir apa adanya, pasti ada waktu yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya, semua akan indah pada waktunya," ucap Santi sambil mengelus punggung suaminya.


Barley menyandar kepalanya sesaat pada pundak istrinya, kemudian ia tersenyum seraya mencium pipi Santi.


"Kau memang yang terbaik sayang, "ucap Barley.


Santi tersenyum kemudian merebahkan kepalanya di pundak Barley". Kau juga yang terbaik Sayang."


Beberapa Jam perjalanan mereka pun sampai, Barley mengantar tuan Marco ke apartemen-nya.


Karna sudah ada Wati ia jadi tak khawatir meninggalkan tuan Marco tinggal di apartment nya.


Setelah mengantar Barley tuan Marco, Santi dan Barley segera pulang, mereka harus menyiapkan penyambutan kepulangan tuan Hasta.


***


Kini Pasangan pengantin baru itu di tinggal berdua saja di apartment.


Baru beberapa langkah Barley meninggalkan mereka.Tuan Marco sudah melirik genit kearah Wati.


"Mommy, ronde ke tiga ,"ucapnya seraya mengirim sinyal-sinyal nakal


Wati mengelus dada.


"Daddy , seperti kalau begini aku bisa terkena encok," dengusnya.


***


Tuan Hasta sedang dalam perjalanan menuju pulang bersama istrinya.Mereka membawa perlengkapan bayi yang sudah di belinya untuk menyambut kelahiran cucunya.


"Asslammualaikum," ucap tuan Hasta.


"Waalaikum sallam, pak haji," sambut Barley bahagia.


Ia pun menghampiri Tuan Hasta.


"Daddy aku rindu ", ucapnya dalam pelukan tuan Hasta.


"Daddy juga rindu sama kamu Barley." tuan Hasta.


Barley menuntun Daddynya masuk ke dalam rumah mereka.


Mereka duduk berbincang-bincang melepas rindu.


Tuan Hasta duduk di sofa sementara ia duduk di bawah sejajar dengan tuan Hasta.


"Barley Kenapa kau duduk di situ Nak? " tanya tuan Hasta.


"Ayo berdiri!" titah tuan Hasta.


"Tak apa Daddy aku begitu rindu padamu, Setelah bertahun tahun kau tak pernah pergi selama ini," tutur Barley dengan sedih.


Denga manja Barley merebahkan kepalanya pada pangkuan tuan Hasta.


Tuan Hasta sampai menitikan air matanya melihat Barley yang begitu menyayanginya.


Karna selain Hana, tuan Hasta tak punya siapa-siapa lagi.


Dengan lembut ia mengusap kepala Barley.


"Barley apa kau begitu menyayangi Daddy? "tanya tuan Hasta dengan tiba-tiba.


Ada rasa bimbang di hati pria paroh baya tersebut, ia juga takut kehilangan cinta dan kasih sayang Barley seandai Barley tahu jika dirinya bukan lah ayah kandung Barley.


Begitu pun Barley yang juga takut Daddy nya membencinya karna ia bukanlah darah daging dari tuan Hasta.


Semua karna Andini yang telah membohongi tuan Hasta.


Barley kaget dengan pertanyaan tuan Hasta.


"Daddy bicara apa? tentu saja aku begitu menyayangi Daddy, bukannya aku ini putra mu Daddy? " ungkap Barley.


Mendengar jawaban Barley tuan Hasta tersenyum, ia pun meraba wajah tampan putranya.


"Iya Barley, hanya kau saja putra ku satu-satunya, Daddy hanya memilikimu, Daddy tak bisa jauh dari mu Nak," ucap tuan Hasta Haru.


Tubuh tuan Hasta berguncang, ia belum siap mengatakan secara jujur kepada Barley.


Melihat tuan Hasta yang menangis, Barley pun beranjak kemudian duduk di samping Daddynya.


"Daddy Kenapa Daddy begitu sedih ,aku tak akan kemana-mana Daddy, aku akan tetap jadi putra mu yang menyayangi mu dan mencintai mu sampai kapan pun," ucap Barley sedih.


Mereka sama sama menitikan air mata haru, kemudian berpelukan.


"Terima kasih Nak, ? ucap tuan Hasta.


"Sama-sama Daddy." Barley.


Sebenarnya ada makna tersirat dari kata kata mereka, mereka saling mencintai dan sama sama takut kehilangan kasih sayang satu sama lain.


Bagi tuan Hasta Barley adalah segalanya, meski ia tahu jika Barely bukan putranya.


Hanna dan Santi ikut haru menyaksikan pertemuan kedua ayah dan anak tersebut.


Tuan Hasta meraih kopernya, kemudian membuka koper tersebut.


"Barley lihatlah , Daddy membeli ini semua untuk cucu Daddy yang sebentar lagi akan hadir." tuan Hasta.


Barley tersenyum sumringah.


"Daddy kau beli pakaian sebanyak ini?"tanya Barley sedikit syok karana satu koper isinya pakaian bayi semua


"Ia Nak, setiap negara yang Daddy kunjungi Daddy sempatkan untuk membeli beberapa pakaian bayi, sedikit-sedikit Akhirnya terkumpul sebanyak ini."tuan Hasta.


Barley terharu, "Cucu Daddy pasti bangga punya kakek seperti Daddy," ucap Barley dengan tatapan berembun karna menahan haru.


"Ha haha, Daddy yang merasa bangga karna bisa memiliki cucu dari mu Barley. Sini kamu Nak, peluk Daddy," ucap tuan Hasta.


Barley tak mampu menahan air matanya yang akhirnya menetes, ia pun menghambur memeluk tuan Hasta.


"Ehm, Aku sayang Daddy,"tutur Barley tulus.


"Daddy juga menyayangi Barley ," ucap tuan Hasta seraya mengusap rambut putranya.


Bagaimana jika tuan Hasta tau jika Barley adalah putra kandung tuan Marco ya, next episode ya.


Bersambung ya, reader ngak tahu Kenapa rasanya part ini sedih aja, Terima kasih atas dukungannya. i love u All 😘