Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Save Asyia 2


Mobil yang membawa Asyia meluncur dengan cepat meninggalkan tempat tersebut di ikuti oleh mobil Barley.


Didalam mobil Asyia tertidur lelap di pangkuan Veronica.


"Papi lihat lah cucu kita Papi! dia begitu cantik, mirip seperti Amora waktu kecil," ucap Veronica sambil mengusap kepala Asyia.


"Duh gemesnya punya cucu cantik seperti ini. Aku jadi ngak merasa kesepian lagi Papi! "ucapnya sambil mencium pipi Asyia yang tertidur lelap.


"Kita bawa langsung ke bandara Mami.Anak ini harus tetap terlelap sampai kita berada di pesawat. " Fedro.


"Ehm, Cucu ku sayang. Kamu ikut Oma ya. Oma juga bisa kok bahagiakan kamu. "Veronica.


Veronica memangku dan menggendong Asyia, sudah lama ia ingin mengasuh Asyia, maklum saja ia hanya memiliki satu putri. Jika Amora di penjara selama dua puluh tahun.Kemungkinan besar ia tak akan lagi bisa memiliki cucu selain Asyia.


Veronica mencium dan memeluknya dengan penuh kelembutan. Ia pun tak ingin kehilangan Asyia seperti Amora yang harus mendekam di penjara.


Karna merasa aman, Fedro mengurangi kecepatannya.


"Papi kenapa di kurangi kecepatan nya? cepat sedikit dong Papi bawa mobilnya ! bagaimana jika kita ketahuan menculik Asyia. Kita bisa masuk penjara lagi! "


"Tapi justru kita bawa mobil laju-laju. Kita bisa di kejar polisi lalu lintas Mami. Santai saja sepertinya aman. " Fedro.


***


Aldo baru tiba di depan sekolah Asyia. saat itu keadaannya sekolah sudah terlihat sepi. Dengan tongkatnya ia berjalan masuk kembali ke kawasan sekolah guna mencari Asyia dan Raffa.


Treat... bunyi terlpon dari saku celananya.


Ia pun merogoh saku celananya, kemudian menatap layar smartphone-nya.


"Ehm dari Abang, mungkin ia sudah menjemput Asyia dan Raffa."


"Hallo Bang!"


"Aldo! Asyia di culik! Abang sudah lapor polisi. Tuan muda sekarang sedang mengejarnya. Kamu ikuti mobil merah dengan merk zy berplat 1212." Arief.


"Hah! i-iya Bang" Aldo begitu syok mendengar berita tersebut.


Ia menutup telpon nya dan meminta taksi tersebut mengejar mobil yang di maksud Arief.


Sementara di dalam mobil Raffa terus menangis memanggil nama Asyia.


"Hua! hua! Mbak Asyia hiks hiks hiks, " tangis Raffa.


"Tenang Raffa, om sedang mengejar mobil yang menculik Mbak mu. " Barley.


Selain menelopon Arief, Barley juga menurunkan anak buahnya untuk mengejar mobil yang membawa Asyia.


"Hallo tuan! ' sapa seseorang di sambungan telponnya.


"Hallo Jack. Ada tugas penting.Kerah kan semua anak buahmu. untuk mengejar mobil berplat 1212. yang sekarang melewati jalan mawar. " Barley.


"Baik tuan! setelah itu apa yang harus kami lakukan? " tanya Jack.


"Kalian berpencar! ikuti saja mobil tersebut dari belakang, tapi jangan sampai mereka curiga jika kita mengikutinya. Dan jangang bertindak gegabah.Kita tidak tahu siapa yang menculik Asiya. Aku tak ingin nyawa anak itu dalam bahaya." Barley.


"Buat satu team lagi untuk mengawasi di bandara! ingat jangan gegabah! lakukan sesuai perintah saja! , dan laporkan setiap pergerakan mereka! tunggu instruksi selanjutnya dari ku!" Barley.


"Siap Tuan! " Jack.


Barley sengaja tak mengambil tindakan karna saat ini Asyia berada di tangan penculik itu. Ia juga belum bisa memastikan siapa yang telah menculik Asyia meski kemungkinan besarnya adalah Fedro dan Veronica.


Andhra bersikap tenang, ia berusaha membujuk Raffa yang tak henti menangis.


"Hiks hiks hiks, Mbak Asyia!" tangis Raffa.


"Tenanglah Raffa. Daddy ku itu orang hebat,dia pasti bisa menangkap penculik itu. Iya kan Daddy? " tanya Andhra pada Barley.


Barley tersenyum melihat Andhra yang coba membujuk Raffa ,kini putranya terlihat lebih bijaksana dan dewasa


"Iya Raffa. Tenang saja ada Daddy Andhra." sahut Barley meyakinkan Raffa.


Hiks hiks hiks, Raffa pun berhenti menangis.kini hanya tertinggal isak tangisnya saja.


***


Mobil Barley menggikuti dengan tenang mobi tersebut, ia sengaja tak mengejar mobil itu. Barley tak ingin si penculik membawa mobilnya dengan ugal-ugalan karna bisa membahayakan Asyia yang ada bersama mereka.


Begitupun dengan Aldo. Hatinya resah mengikiti mobil yang jauh di belakangnya. Arief juga menyarankan pada Aldo agar tak bertindak apapun karna semua sudah di atur Barley.


***


Fedro tetap tenang menyupir karna mereka merasa tak ada yang mengikuti.


Dari arah belakang juga tak ada gerakan yang mencurigakan.


Padahal ia tak menyadari jika mobil mereka sudah di kepung dari depan dan belakang.


Jack sengaja mengatur mobil-mobil anak buahnya berganti posisi agar terkesan jika merasa mereka tak di buntuti.


"Sepertinya kali ini misi kita berhasil Mami! "


"Kita sudah memasuki Bandara dan sebentar lagi helikopter kita akan membawa kita terbang menuju Singapura. Pesawat jet pribadi sewaan kita sudah menunggu di Singapura. Dengan demikian mereka tak bisa melacak keberadaan kita. Dan Cucu kita akan tinggal bersama kita sampai dia dewasa. " Fedro begitu yakin,ia pun menyunggingkan senyum kepuasannya.


"Veronica tersenyum. Aku juga tak menyangka akan semudah ini."


Polisi sudah menunggu di bandara. Petugas mengecek semua jadwal penerbangan baik itu domestik maupun penerbangan internasional.


Semua di cek, termasuk nama penumpang pada setiap maskapai dari setiap jadwal penerbangan.Baik itu helikopter pribadi atau pun milik anggota TNI dan polri.


Kecurigaan polisi mengarah pada satu helikopter yang berada di posisi siaga dengan baling-baling yang sedang berputar-putar.


Mereka pun menghampiri helikopter tersebut dan memintanya mematikan mesin helikopter tersebut.


Sang pilot pun di perintahkan untuk turun, kemudian di introgasi terlebih dahulu.


Fedro dan Veronica sudah memasuki kawasan bandara. Sejauh ini mereka merasa aman. Apalagi Asyia tertidur lelap.


Keduanya turun dari mobil, Fedro membukan pintu mobil untuk Veronica keluar dengan menggendong Asyia.


"Barley melihat sendiri hal tersebut, Andhra jaga Raffa. Kalian harus tetap di dalam mobil, jangan keluar dari mobil sebelum Daddy perintahkan untuk turun."


Dua orang bodyguar Andhra siaga menjaga Andhra dan Raffa, sementara Barley turun dengan membawa pistol di tangannya.


Arief juga tiba, tapi ia tak di perbolehkan untuk turun. Hanya mengamati dari dalam mobil.


***


Fedro dan Veronica berjalan menuju di haman parkir menuju helikopter mereka.


Tiba-tiba di depan mereka Jack dan tiga orang pria menghadang mereka.


"Mau kemana kalian? " tanya Jack. Ia pun maju beberapa langkah.


Fedro menguarkan pistolnya


"Jangan bergerak jika tak ingin anak ini dalam bahaya!" ancam Fedro sambil mengacungkan pistolnya ke arah Asyia.


Jack dan teman-temannya berhenti. Sementara Fedro dan Veronica berjalan mundur kebelakang, mereka terus mengamati pergerakan Jack.


Beberap langkah kebelakan tiba-tiba Fedro merasa ada benda tumput yang menyentuh kepalanya. Langkahnya pun tercekat.


Barley menodongkan pistol di kepala Fedro.


"Buang pistol itu.atau kepala mu pecah karna tembakan ku ini! " titah Barley.


Mereka pun ketakutan ,bahkan menoleh kebelakang ngeri.


Dengan tangan gemetar Fedro melempar senjatanya ke bawah dan langsung di sambuut oleh Jack.


Kejadian tersebut di rekam oleh teman-teman Jack sebagai bukti.


"Lepaskan Asyia, berikan padaku !" titah Barley.


Dengan berat hati Veronica memberi Asyia pada Barley.


Barley menyimpan pistolnya, kemudian meraih Asyia dan menggendongnya.


Setelah Asyia, di dapatkan.


Barley langsung menendang dada Fedro hingga membuat Fedro terjungkah ke tanah.


Uhuk uhuk uhuk. Fedro batuk hingga membuat Veronica syok


"Papi!! " terjak Veronica yang menghampiri Fedro. Yang sampai batuk darah karna di tendang oleh Barley.


"Ringkus mereka! kumpulan semua bukti biar kali ini mereka masuk penjara lagi sampai membusuk di dalamnya! " Barley.


Ia pun membawa Asyia menuju mobilnya.


Bersambung dulu ya guys. tenang nanti author up lagi kok. terima kasih atas dukungannya saran dan like serta komentarnya.