Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Hari Yang Membahagiakan


Andhra tersadar dari tidurnya di lihatnya Asyia yang tertidur di sampingnya.


Dengan lembut ia mengusap kepala Asyia hingga membuat Asyia terbangun.


"Sayang kau sudah bangun? " tanya Asyia.


Andhra hanya menjawab dengan senyuman.


"Apa kepala mu masih sakir? " tanya Asyia lagi.


"Sedikit, tapi aku rasa ada yang berbeda di kepala ku, kepala ku terasa berat saat ini, tak seperti biasanya,. "


"Tak apa sayang, Apa ada yang kau ingat lagi? " tanya Asyia seraya mengusap kepala Andhra.


"Semuanya, aku seperti ingat semua sayang. "


Asyia menitikan air matanya. Ia pun memeluk Andhra.


"Alhamdulillah sayang, aku senang jika kau sudah ingat semuanya. " Asyia menggenggam tangan Andhra kemudian menciumnya.


"Aku sudah bilangkan, ujian seperti apapun asal kita bersama, pasti kita bisa melaluinya. " Andhra.


"Syukurlah Sayang, kau sudah ingat. " Asyia pun memeluk suaminya kembali.


Santi dan Barley masuk kedalam kamar Andhra. Mereka berdua ikut bahagia menyaksikan kebahagiaan anak dan menantunya.


"Ada apa ini? " tanya Santi.


Keduanya pun saling melepas pelukan.


"Ingatan Andhra sudah pulih Mommy, ia mulai mengingat masa lalunya. " Asyia.


"Alhamdulillah."


Santi dan Barley menghampiri keduanya, kemudian memeluk pasangan pengantin baru tersebut beberapa saat, kemudian mengurai nya kembali.


"Mommy senang Nak, akhirnya kau bisa ingat lagi.Semoga kebahagiaan selalu menghampiri keluarga kecilmu yang bahagia. " Santi.


"Terima kasih mommy. " Andhra.


" Kalau begitu secepatnya bikin cucu untuk Daddy. "


"Siap Daddy! " ucap Andhra seraya mengacungkan jempolnya.


Mereka pun tertawa bahagia.


"Oh ya Daddy, kita tebus resep untuk Andhra dulu. "


"Aku mau pulang saja mommy. Istirahat di rumah. " Andhra.


"Mungkin kamu besok baru boleh pulang Nak, karena dokter menjahit sedikit kembali kepala kamu. " Santi.


"Tenang saja Andhra, Asyia ngak ke mana-mana kok." Barley.


Asyia merebahkan kepalanya pada pundak Andhra.


"Ia Sayang, istirahat di sini saja dulu. " Asyia.


"Kalau begitu, mommy sama Daddy mau ngurus administrasinya dulu. "


"Iya Mommy. "


keduanya pun keluar dari ruangan tersebut.


Asyia dan Andhra saling menatap mesra, keduanya pun semakin mendekatkan wajah mereka, hingga bibir keduanya bertemu kemudian saling memaut, menyesap selama beberapa saat.


Ciuman Andhra semakin dalam dengan bulu roma yang semakin merenggang.


Asyia mendorong pelan tubuh suaminya.


"Sabar Sayang kita masih di rumah sakit. Lagi pula kamu habis mendapatkan jahitan di kepala. Jangan dulu. " Asyia.


"Aku mau pulang saja," dengus Andhra.


"Benarkah? " Andhra mengulum senyumnya.


Hm.


Keduanya pun saling melempar senyum mesra, " Kalau gitu sini, peluk aku saja, " ucap Andhra sambil menarik tubuh Asyia dalam pelukannya.


Asyia langsung menghambur memeluk Andhra. Keduanya pun berbaring di atas tempat tidur, ngobrol dan bercerita.


Asyia menceritakan kepada Andhra apa-apa saja yang terjadi selama ia mengalami amnesia.


Ia pun menceritakan malam pertama mereka, dimana Asyia yang jadi penunggang kuda bagi Andhra.


Andhra tersenyum seraya mencium pucuk kepala Asyia.


"Kalau itu aku ngak akan pernah lupa sayang. Terima kasih kau memang pengertian," ucap Andhra.


Asyia tersenyum," Syukurlah sayang jika kau ingat itu, aku khawatir ketika kita melakukannya yang kedua kalinya, kau mengira aku sudah tak perawan lagi, padahal aku sudah memberikannya hanya untuk mu. "


Andhra tersenyum mentap Asyia ia pun mengacak-ngacak kepala Asyia.


"Ha ha, bagaimana aku bisa lupa itu Sayang, saat kau bawa aku terbang sampai ke nirwana. Tenang saja nanti giliran aku yang membawa mu terbang sampai ke syurga. "


Asyia tersenyum malu, keduanya pun saling menatap dengan tatapan berbinar.


Kemudian mereka hendak mendekatkan kedua wajahnya dan menyatukan bibir mereka kembali.


Hem hem, Barley berdem.


Keduanya pun saling menjauh.


"Andhra-Asyia, apa ngak bisa pintunya di tutup dulu. Untung daddy dan Mommy yang melihat, kalau orang lain bagaimana? " Barley.


"Khilaf Daddy, "sahut Asyia.


"Sudahlah Daddy, namanya juga pengantin baru, dunia kan seperti milik berdua. Kita saja yang mengganggu kebahagiaan mereka. " Kali ini Santi lebih pengertian.


"Ya sudah Asyia, ini obat untuk Andhra. Mommy sama Daddy pulang saja. Jaga suami kamu baik-baik. "


"Iya Daddy. " Asyia.


Sepeninggal Barley, Asyia menutup pintu, karena hari juga sudah petang.


"Di kunci saja sayang! " Andhra.


Asyia mengunci pintu, kemudian kembali lagi untuk menghampiri Andhra.


Asyia kembali ke tempat tidur dan berbaring di samping Andhra.


Andhra langsung memeluk dan mencium Asyia," Kali ini semoga saja ngak ada yang ganggu lagi. "


Asyia mendorong tubuh Andhra.


"Sayang tapi tetap ngak boleh Ya, kamu minum obat dulu, biar cepet sembuh. "


"Yah... " Andhra kecewa, tapi ia menurut saja.


Setelah minum obat Andhra merasa mengantuk, ia akhirnya tertidur. Sementara Asyia setelah selesai dengan rutinitasnya, ia pun menghampiri Andhra dan tidur di sampingnya.


Hari yang sangat melelahkan bagi Asyia tapi juga sangat membahagiakan untuknya.


Asyia sudah membayangkan betapa bahagianya hidupnya nanti, ketika memiliki Anak-anak bersama Andhra, sesuatu yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.


"Terima kasih Tuhan, telah memberiku kesempatan untuk merasakan semua kebahagiaan ini, aku semakin sadar jika setiap ujian yang kau berikan hanya untuk menguji kesabaran ku, dan setelah aku berhasil melewatinya, kau berikan anugrah yang luar biasa. Puji dan syukur kupanjatkan pada mu, semoga aku menjadi orang yang selalu mensyukuri apa saja yang telah kau berikan, Aamiin. "


Bersambung.


Seperti biasanya, kalau kalau otor up pagi-pagi saya akan menyempatkan diri untuk berdoa.


Semoga kita semua selalu dalam lindungan Tuhan yang maha Esa, di murahkan rezeki dan terhindar dari marabahaya. Aamiin.