Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat

Istri Pengganti Tuan Muda Yang Cacat
Perdana


⛔👉⬇Mengandung adegan dewasa, harap bijak milih bacaan.yang belum cukup umur sebaiknya di skip. 🙈


Setelah acara akad nikah, Andhra membawa pulang istrinya.


Asyia dan Andhra berada di dalam mobil, keduanya saling menggenggam tangan dengan mesra. Dengan sesekali saling melempar senyum bahagia.


Rasanya terbayang sudah betapa bahagianya Asyia setiap harinya ia akan menemukan Andhra, saat ia menutup dan membuka matanya kembali.


Setibanya di rumah, Asyia di tuntun oleh Santi menuju kamar Andhra.


"Ayo Asyia mommy antar ke kamar kalian. " Santi dan Barley pun mengajak Asyia untuk naik lift.


Dahulunya lift di gunakan Barley ketika ia mengalami kelumpuhan sementara. Kini lift ini di khususkan untuk Andhra.


Ting beberapa detik, tibalah mereka di lantai dua.


Barley mendorong kursi roda Andhra langsung menuju kamarnya.


Santi menekan handle pintu dan sesuatu yang indah kini ada di depan mata Asyia.


Kamar pengantin yang indah dengan hiasan bunga -bunga segar bernuansa putih, seputih cinta mereka.


"Asyia, istirahatlah. Mommy titip Andhra ya. "Santi.


"Iya Mommy. "Asyia.


Seseorang membawa koper Asyia dan meletakkannya di kamar.


Asyia mendorong masuk kursi roda Andhra.


Hingga tiba di samping tempat tidur mereka.


"Sayang, aku bantu kau ganti bajumu ya. " Asyia.


Andhra menggangguk.


Asyia menuju lemari pakaian Andhra mencari piyama untuk Andhra kenakan malam ini.


Setelah mendapati satu stell piyama, ia pun menghampiri Andhra kemudian melepas jas yang Andhra kenakan.


Setelah jas, satu persatu kancing kemeja Andhra ia buka kemudian menyibak kemeja tersebut.


Tampaklah dada bidang yang putih dan mulus yang masih tertutupi kaos singlet.


Asyia juga tak sungkan membantu Andhra melepas celana kainnya, hingga yang tersisa hanya celana boxer Andhra saja.


Tangan Andhra mengusap kepala Asyia dengan lembut, yang berjongkok karena berusaha melepaskan celana yang ia kenakan.


Asyia pun tersenyum ke arah Andhra.


Dengan sabar dan Hati-hati ia memakaikan kembali piyama untuk Andhra.


Setelah itu Asyia membantu suaminya melangkah menuju tempat tidur mereka.


Asyia menopang sebagian tubuh suaminya sekalian melatih kaki Andhra untuk berjalan.


"Sayang aku ganti baju dulu ya. " Asyia.


Andhra pun mengangguk. Kemudian ia berbaring di satu sisi tempat tidur seraya melihat ke arah Asyia yang membersihkan riasan.


Setelah membersihkan riasannya, Asyia melepas pakaiannya dan hanya menyisakan pakaian dalam saja, membuat Andhra tersenyum.


Kemudian Asyia menuju kamar mandi,dan melakukan ritual mandinya agar terasa segar.


Beberapa menit kemudian Asyia pun kembali ke kamar dan memakai lingerie hitam berbahan satin yang menampakkan lekuk tubuhnya.


Asyia sadar jika ia dan Andhra belum bisa melakukan ritual malam pertama mereka, mengingat keadaan Andhra yang tak memungkinkan.


Karena cedera otak, fungsi gerak Andhra pun menurun, semua bisa kembali asal Andhra minum obat dan rajin melakukan terapi otot-ototnya.


Setelah selesai mengenakan pakaian, Asyia langsung menghampiri sang suami.


Saat itu Andhra sudah terlelap. Ia pun berbaring di samping Andhra.


Andhra meraih tangan Asyia yang berada di kepalanya kemudian mencium telapak tangan sang istri.


Tak banyak bicara, karena Andhra masih sulit untuk bicara secara pasih.


Keduanya saling menatap dengan tatapan berembun.


Tiba-tiba pandangan Andhra tertuju pada belahan dada Asyia yang terdapat luka bekas luka operasi.


Andhra menyentuh bekas luka tersebut, kemudian menatap ke arah Asyia.


"Iya Ndra, apa kamu ingat dengan bekas luka ini? tanya Asyia.


Andhra menggeleng, menatap lekat kearah Asyia.


"Ini bekas luka operasi jantung aku Ndra, kau ingatkan? " tanya Asyia lagi.


Andhra coba mengingat kembali beberapa detik kemudian, ia pun menggangguk perlahan, bearti ia ingat meski sedikit.


Asyia semakin mendekatkan wajah ke wajah Andhra. Kemudian mendaratkan kecupan pada bibi Andhra. Beberapa lama kedua bibir mereka pun saling bertaut dengan lembut hingga terdengar decapan-decapan dan desaahan lirih.


Asyia menarik wajahnya sedikit. Mereka pun saling menatap lembut.


Asyia mengusap kepala Andhra.


"Apa kau ingat ini Ndra, pertama kalinya kau menciumku, kau minta aku untuk menjaganya kan? Dan aku sudah menjaganya Ndra. Aku menjaganya hanya untuk mu, "tutur Asyia dengan tatapan berembun.


Ia pun kembali mendaratkan kecupan pada bibir Andhra dan langsung di balas dengan sedikit ganas oleh Andhra.


Bibir mereka saling bertaut lembut, saling menyesap. Hingga menimbulkan hasrat yang begitu bergelora.


Asyia menatap mata teduh Andhra yang sepertinya begitu menginginkannya.


Tangannya melepaskan satu persatu kancing piyama yang Andhra kenakan. Sementara bibir mereka saling bertaut.


Andhra memeluk Asyia erat, ia sudah begitu mengingikannya, namun kaki dan tangannya tak bisa bergerak secara agresif.


Tak ingin menyiksa sang suami, Asyia melepas seluruh pakaian Andhra, kemudian ia juga melepas pakaiannya, hingga kedua tubuh mereka benar-benar bugil tanpa sehelai benang pun seperti bayi yang baru lahir.


Asyia tak berpengalaman sama sekali, tapi ia berusaha untuk melakukan hal tersebut agar bisa membuat suaminya bahagia.


Asyia berada di atas tubuh Andhra, Asyia kembali mendaratkan kecupan pada bibir Andhra, memejamkan matanya, seraya memasukkan sendiri senjata milik sang suami kedalam gua suci miliknya serta mendorong secara perlahan.


"Akh! " keduanya menggerang ketika pertama kali nya mereka melakukan penyatuan.


Asyia meneteskan air matanya karena merasakan sakit sekaligus bahagia karena kehilangan kegadisannya.


Dengan perlahan-lahan ia pun menggerakkan tubuhnya di atas tubuh sang suami.


Meski merasakan perih. Namun Asyia tak menghentikan gerakannya, ia justru merasa bangga melihat Andhra yang begitu menikmati permainan perdananya.


"Ehm Akh Esh," Andhra berkali-kali mendesaaah karena gerakan Asyia.


Keduanya pun bercumbu dengan semakin ganas, sepanjang permainan. Dengan gaya klasik Asyia terus mengayuh gerakannya secara perlahan tapi mampu membuat Andhra terbang setinggi langit. Satu hentakan terakhir Asyia membuat Andhra melengkuh panjang. Asyia pun roboh di atas tubuh suaminya dengan napas yang terengah-engah.


Andhra memeluk tubuh Asyia yang bersimbah keringat di atas tubuhnya. Kemudian mencium pucuk kepala sang istri.


Asyia mengangkat kepalanya untuk melihat senyum kepuasan dari Andhra.


Keduanya saling melempar senyum puas, dengan bola mata yang berbinar.


Asyia menumbangkan tubuhnya di samping Andhra. Sementara Andhra memiringkan tubuhnya untuk memeluk dan mencium kening Asyia.


"Terima kasih Sayang," ucap Andhra seraya menyapu keringat di kening Asyia.


Asyia meraih tangan Andhra kemudian mencium telapak tangan Andhra. "Sama-sama Sayang."


Keduanya pun saling melempar senyum bahagia kemudian saling memeluk lebih erat, hingga rasa lelah mendera sekujur tubuh mereka, Asyia dan Andhra pun terlelap dalam perasaan puas dan bahagia.


Uhuk uhuk, udah lama ngak nulis adegan plus plus kok jadi canggung ya. Bersambung gengs. Semoga ngak mengecewakan ya, ops jadi malu 🙈