
Pagi harinya tetangga Amora melihat ada kejanggalan di samping rumah mereka. Lampu masih menyala meski hari sudah siang.
Mereka pun coba menelpon Amora, telpon tersabung. Namun, tak diangkat olehnya. Bahkan deringnya panggilan masuk terdengar nyaring dari luar rumah.
"Ada apa denga kak Feli? " mereka menanyakan Amora.
"Kak! kak Feli" teriak mereka menggedor pintu semakin kencang. Mereka berusaha mengintip dari balik gorden. Ternyata tubuh Amora tergeletak di atas lantai.
"Hah! kak Feli! "
"Wil, loh panggil Pak Rt gih. siapa tahu terjadi sesuatu pada kak Feli. "
Hm
Wilda mengangguk kemudian langsung berlari kerumah Pak Rt.
"Pak Rt! pak Rt! " teriak Wilda.
"Ada apa Wil? "tanya pak Rt yang melihat salah satu warganya datang ke rumahnya dengan panik.
"Anu Pak, Kak Feli aduh bagaimana ya? " Wilda gugup ia masih belum bisa memastikan apa yang terjadi pada Amora.
"Feli kenapa?!ngomong yang jelas. " bentak pak Rt.
"Kami melihat Kak Feli tergeletak di lantai melalui jendelanya, setelah di gedor-gedor pintu rumahnya. Ia tak juga bangun-bangun," tutur Wilda dengan panik.
"Hah! I-ya, saya telpon polisi dulu. "Pak Rt.
Kalau gitu saya permisi dulu pak
Wilda pun kembali kerumah kontrakan Amora. Di sana sudah ada pemilik kontrakan yang membuka kan pintu dengan kunci serepnya.
Warga juga berjerumun di sana untuk melihat apa yang telah terjadi.
Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat Amora sudah tak bernyawa tergeletak dengan menggunakan mukena.
Seseorang memeriksa denyut nasi Amora.
"Innalillahi WA innalillahi rajiun. "
Beliau sudah meninggal dunia.
"Hikss hiks, aku tak menyangka kak Feli pergi secepat itu hiks, "ucap salah seorang teman Amora.
Mereka segera mengidentifikasi jenazah Amora dan melakukan pemeriksaan singkat.
Setelah di lakukan pemeriksaan, di duga Amora terkena serangan jantung mendadak. Karna tak ada bagian tubuh Amora yang terluka, di sekitar TKP pun posisi barang dalam keadaan rapi. Polisi pun meyakini tak ada tindak pidana yang terjadi.Amora meninggal secara alami bukan akibat pembunuhan atau kekerasan.
Polisi mengamankan tempat TKP.
Namun, untuk lebih mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Amora, Mayat Amora di bawa ambulan menuju rumah sakit untuk di lakukan visum dan sebagainya.
Pak Rt dan beberapa warga berkumpul untuk berdiskusi mengenai pemakaman Amora.
"Bapak-bapak dan ibu-ibu. Saya selalu ketua Rt disini' Menyampaikan permohonan maaf atas almarhum Ibu Amora Felicia. Mohon maaf sebesar-besarnya jika selama hidup beliau ada kesalahan yang baik di sengaja atau pun tak sengaja yang almarhum lakukan. Begitu juga jika almarhumah memiliki hutang pihutang dengan para warga di sini saya harap anda bisa mengiklaskannya dikarenakan sampai saat ini saya belum mengetahui keberadaan keluarga korban.Dan untuk pemakaman jenazah saya meminta bantuan kepada warga di sini untuk menyumbang sekedarnya untuk membeli fardu kifayah, seperti kain kafan dan sebagainya, juga ikut membantu pemakaman. Karna jika jenazah tidak dimakamkan secara layak, satu kampung ini terkena dosanya," tutur Pak Rt.
"Siap Pak, kami sebagai warga siap membantu! " cetus salah seorang warga.
"Setuju Pak! " semua menjawab.
"Baiklah kalau begitu kita bagi tugas masing-masing. Setelah jenazah selesai di visum segera saja kita makamkan di daerah kita. " Pak Rt.
"Hubungi pihak pemakaman, dan siapkan liang lahat untuk jenazah. "
"Siap Pak! " para warga kompak menjawab.
Mereka pun bergotong royong membantu penyelenggaraan jenazah Amora.
Setelah melakukan visum dan mengetahui penyebab kematian Amora ,yakni serang an jantung mendadak. Amora pun dimakamkan secara layak.
Sebuah pusara bertulisan nama Amora Felicia terukir di atas baru nisan dengan tanah yang masih basah, lengkap dengan taburan bunga dan daun pandan.
Warga sekitar pun secara suka rela bergotong royong mengadakan upacara tahlilan untuk mendoakan nya.
Kini Amora telah pergi dengan tenang untuk selamanya.
Bersambung.
Assalamu'alaikum wr wb.
author punya rekomendasi novel keren siapa tahu suka.dengan judul Anak Sultan Milik Ceo