
Tidak banyak yang dilakukan Keith setelah dia selesai memberikan beberapa pesan penjelasan pada anggota grup. Dia yakin Rikka Takanashi akan membaca penjelasannya dengan melihat ke atas pada log pesan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam Grup Inter-Anime World ini. Lebih penting dari itu, dia masih harus menunjukkan wajahnya pada keluarganya.
Baik. Dia adalah seorang adik penyayang pada kakaknya dan selalu mengekor padanya pada setiap kesempatan. Keith baru ini kesulitan untuk mengikuti sikap Keith sebelumnya. Untung saja, ingatan dari Keith sebelumnya membantunya untuk melakukan sesuatu seperti sebelumnya, meskipun nafsu dan emosinya memiliki kegiatan lain untuk dilakukan.
Jiwa itu sendiri berada di luar pengetahuan manusia, setidaknya untuk saat ini. Tentu saja Penulis sendiri juga tidak tahu bagaimana jiwa itu bekerja, sedangkan novel bertemakan reinkarnasi ini ditulis berdasarkan dugaan. Manusia memiliki pengetahuan terbatas dan selalu berkembang dengan mempelajari hal baru. Jangan bermalas-malasan dalam belajar.
Salah satu persoalan tentang jiwa, jika kita menukarkan ingatan antara kucing dan anjing apakah mereka berdua akan bersikap sesuai insting mereka atau ingatan mereka? Atau, bagaimana jika kita menukarkan jiwa dan ingatan antara kucing dan anjing. Apa yang akan mereka lakukan? Kita, manusia masih belum mencapai tingkat itu dalam mempelajari rahasia kehidupan. Bahkan jika keabadian dalam ranah fisik berhasil dijangkau, apakah ada jaminan orang pemegang keabadian itu tidak menjadi gila di suatu masa? Konteks jiwa masih terlalu jauh untuk dijangkau.
Inilah mengapa beberapa orang menjadi gila atau keluar dari agama mereka setelah mempelajari filsafat. Mereka terlalu banyak berpikir pada sesuatu yang bukan urusan mereka dan tidak berhasil menemukan jawabannya. Padahal filsafat tidak menjadikan gila. Cara berpikir dari seseorang lah yang menentukan sikapnya dan kepribadiannya di masa mendatang.
Dari pada memikirkan sesuatu yang berlebihan, lebih baik kita kembali ke kisah ini. Keith pergi ke ruang makan setelah melakukan beberapa persiapan dan memakai pakaian kasualnya yang dapat kalian lihat langsung di animenya ketika ia sudah masuk ke akademi. Aku terlalu malas untuk memasukkan gambar dan terlalu banyak memberikan deskripsi.
Rambutnya masih basah dan ini memberikan kesan pada tubuhnya yang segar. Katarina sendiri mengatakannya jika ketampanannya Keith meningkat pesat ketika mereka baru saja masuk ke akademi di episode 4, dan tampilan Keith saat ini sudah menyerupai saat di anime itu. Lagi pula, dalam game yang dimaksud Katarina adik angkatnya adalah buaya yang membuat hubungan dengan banyak wanita. Dia memiliki potensi besar untuk menjadi karakter harem.
Memilih tokoh utama dengan fitur tampan, mencari anggota grup seusianya, dan memilih anime dengan banyak karakter cewek…, apakah ini konspirasi? Beberapa dari pembaca pasti akan mulai merasakan ini jika secara teliti memperhatikan detail kecil seperti ini.
'Woah… aku baru saja menyadarinya. Adikku berubah menjadi sangat tampan hari ini. Apakah dia selalu seperti ini atau hanya aku yang tidak memperhatikannya? Bagaimana dia bisa mendapatkan ketampanan seperti itu?' Katarina tertegun dengan matanya tertuju pada Keith di seberang meja.
"Hmm… ada apa, Nee-san. Apa ada makanan tersisa di wajahku?" Keith menyadari tentang Katarina yang meliriknya. Dia mengarahkan wajahnya pada Kakaknya ini ketika bertanya.
"Ti-Tidak, tidak ada apa-apa!" Katarina dengan cepat kembali pada makanan di depannya.
Mana mungkin dia berani untuk terkalahkan banyak melakukan tindakan tidak sopan dalam situasi saat ini? Beberapa pelayan berdiri di sisi ruangan dan memperhatikan mereka, tetapi bukan itu masalah utama untuk Katarina. Masalahnya ada pada ibunya, Meilidiana.
Tidak bisa dikatakan hubungan mereka buruk, tetapi hubungan di antara keduanya bukan sangat erat. Alasan utama dari ini tak lain lagi adalah sikap bego Katarina yang bertindak seenaknya dan sama sekali tidak mirip dengan sikap gadis bangsawan. Sikap Katarina ini memang membuat keluarganya memiliki hubungan dekat satu dengan lainnya, tetapi bukan sikap positif untuk memberikan martabat dan kharisma di depan publik. Setidaknya, dia telah berlatih selama bertahun-tahun dan hampir meninggalkan kepribadiannya sebagai gadis SMA berusia 17 tahun.
•••••
Setelah selesai melakukan sarapan pagi dengan sedikit dialog tetapi penjelasannya panjang karena Authornya tidak pandai membuat dialog, Katarina dan Keith pergi ke tanah latihan. Mereka berdua berencana untuk melakukan beberapa latih tanding dalam menggunakan pedang. Skill berpedang akan menumpul ketika lama tidak digunakan.
"Aku penasaran siapa yang lebih kuat di antara kita, ya, Nee-san. Aku tidak akan memberikan ampun padamu, lho." Keith sedikit tersenyum ketika dia mengarahkan pedang pada Katarina.
'Mari kita lihat…. Dalam animenya, aku pernah melihat Keith bertarung menggunakan cangkul ketika dalam drama di season 2, tapi aku juga memiliki ingatan berpedang dalam tubuh ini. Katarina telah melatih kemampuan berpedangnya ketika dia menyadari dirinya merupakan villainess, aku tidak boleh meremehkannya.'
'Dalam hal kekuatan fisik, Nee-san tidak bisa diabaikan. Aku yakin aku akan kalah dalam adu panco jika kita berdua melakukannya. Bagaimana aku tahu? Dia bekerja di ladang sepanjang hari ketika waktu luang! Dia mengangkat kotak penuh sayuran dan bisa memanjat pohon seperti kera! Untuk bekerja di ladang dan mengangkat kotak sayuran aku bisa melakukannya, tetapi untuk memanjat pohon aku menyerah. Pangeran Alan yang telah melatih kemampuan memanjatnya masih saja kalah oleh Katarina.'
"Hmph! Jangan remehkan aku, Keith. Aku pasti bisa mengalahkanmu kali ini!" Katarina mendengus sombong bersamaan dengan dia mengarahkan pedang kayu pada Keith.
'Adik kita—Keith—sangat pandai dalam menggunakan pedang. Apa kita bisa mengalahkannya kali ini?' pendapat Katarina penakut dalam pikirannya.
'Kita pasti bisa! Aku yakin pada latihan kita selama ini!' balas Katarina pemberani.
'Semuanya, fokus pada pertarungan ini. Jangan memikirkan hal-hal lain. Aku tidak bisa menjamin kemenangan, tetapi usaha kita pasti akan memberikan kemajuan.'
'Baik!'
*Tap!* *Tap!*
Mereka berdua saling melesat ke arah satu sama lain.
'Ini pertama kalinya aku memegang pedang (kayu) sejak sampai di dunia ini. Ingatan tubuhku, aku mengandalkanmu!' dalam benak Keith.
*Tack!* *Tack!* *Tack!*
Mereka berdua saling beradu pedang. Meskipun mereka hanya menggunakan pedang kayu, tetapi konferensi di antara mereka cukup seru untuk ditonton. Pelatih di pinggir lapangan tidak mengalihkan perhatiannya dari mereka untuk menilai kemajuan pada keduanya.
'Berat! Setiap kali pedang kami bertabrakan, aku bisa merasakan tanganku mulai bergetar! Kekuatannya fisiknya tidak bisa diabaikan. Setidaknya dia adalah atlet!' batin Keith.
Pertarungan latihan di antara mereka memakan waktu cukup lama. Hari-hari mereka dihabiskan dengan mengasah kemampuan satu sama lain. Keduanya kurang lebih memiliki keterampilan dan cara bertarung yang sama. Keith memerlukan trik baru atau menunggu Katarina mengambil langkah ceroboh untuk memenangkan pertarungan. Ini sangat buruk untuknya karena pertarungan stamina merugikannya.