Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Suiseiseki, Masuk ke Dalam Pertarungan!


“Kemampuanmu memang meningkat sangat hebat, Rikka Takanashi.” Kino mengarahkan senapan persuade. “Tapi hanya sampai di sini saja yang bisa kamu lakukan!”


*Dor!* *Zrat!*


Satu tembakan diluncurkan Kino menggunakan [Magic Manipulation] untuk menyelimutinya menggunakan sihir dan [Accel]  yang menambah kecepatannya. Sebuah keberuntungan untuk bisa menargetkan Rikka yang sedang lengah melawan pisau terbang.


Selain dua kemampuan itu, [Fluoroscopy] juga sangat berperang bagi Kino untuk melihat pergerakan Rikka dengan lebih baik. Mata manusia biasa kesulitan untuk memperhatikan gerakan seseorang yang berada di dalam efek [Accel.


Tembakan kali ini dengan tepat menyerempet bahu Rikka dan membuat darahnya terciprat ke udara.


“Tch….” Rikka mendecih merasakan rasa sakit di bahu kanannya, tempat peluru Kino memberikan luka.


*Slash!* *Slash!* *Slash!*


Beberapa kali pisau Kino menggores tubuh Rikka di beberapa tempat untuk memperkeruh kondisi Rikka.


“Apakah kamu masih ingin bertarung lagi?” tanya Kino. “Apa yang kamu perjuangkan saat ini tak lain hanyalah sebuah kebenaran kosong. Kamu hanya dimanfaatkan oleh lingkungan ini untuk bergerak sesuai kehendak mereka. Sadarlah, Rikka!”


‘Argh… sepertinya kutukan ini sudah mulai menyerangku juga. Padahal aku tidak menggunakan banyak dari manaku. Apakah di level ini saja cukup untuk membuatku gila? Padahal sangat jarang aku berteriak seperti itu. Aku harus fokus menggunakan [Cheon Bu's External Energy Control from the Three Skills].’


“Hah… hah… hah….” Rikka mulai kehabisan napasnya.


Luka-luka di tubuhnya sama sekali tidak dalam, jadi dia menggunakan [Kaifuku Mahou] untuk memulihkan dirinya sendiri. Kondisi mentalitasnya sangat kacau saat ini. Dia telah menjadi seperti monster yang tidak bisa mengendalikan dirinya dan telah kehilangan akalnya.


Selama menangkis pisau-pisau Kino sebelumnya, dia menggunakan [Boost], [Body Boost (Shintai Kyōka)], dan [Accel] sendiri dalam satu waktu bersamaan. Hal ini memberikan banyak sekali beban pada penggunaan mana di tubuhnya yang membuatnya semakin cepat dan semakin cepat mengosongkan cadangan mananya sendiri.


kemudian seperti yang diketahui, kutukan di sini semakin terasa pada seseorang yang memiliki jumlah mana sedikit. Rikka yang telah kehabisan mananya sangat-sangat terpengaruh dan menjadi semakin menggila tanpa bisa mengontrol dirinya sendiri.


‘Sudah tidak bisa bicara, ya?’


“Sayang sekali, mungkin aku harus bertindak lebih kasar mulai dari sekarang….”


*Tap!*


Kino menggunakan [Shunshin no jutsu], dan langsung berada di depan Rikka. Dia membawa sebilah pisau yang sebelumnya diambilnya dari udara—pisau tersebut adalah salah satu pisau yang dikendalikan menggunakan [Homing Enchant] sebelumnya.


*Trank!* *Bam!* *Trank!* *Trank!* *Bugh!*


Keduanya saling beradu serangan satu sama lain di jarak dekat dengan gerakan yang epik. Pertarungan CQC (sebenarnya tidak bisa dikatakan CQC karena menggunakan senjata) yang sangat mendebarkan dan tipis sekali untuk bisa saling mengenai. Gerakan mereka menggunakan senjata, mendaratkan pukulan, dan lain-lain yang bisa mereka lakukan di jarak dekat.


Sayang sekali Authornya tidak menerangkan adegan itu secara mendetail. Yah, kalau diterangkan bisa-bisa alur novel ini tidak akan maju sampai 10 BAB ke depan. Jadi berpuaslah hanya dari penjelasan kasar seperti itu. Kalian sendiri bayangkan Kino bertarung menggunakan pisau, sedangkan Rikka menggunakan katana. Mereka berdua mengarahkan serangan saling bunuh menggunakan itu.


Walaupun dikatakan jika Kino tidak memiliki niatan untuk membunuh, bagaimanapun juga Rikka akan membunuhnya. Dia tidak memiliki pilihan lain selain mengatasi ini secara serius. Namun bahkan jika dia serius, Rikka masih saja berhasil menyamai kemampuan bertarung Kino dan memberikan balasan yang membuatnya hampir berhasil memukul kembali Kino.


‘Sangat aneh. Dia seharusnya sudah kehabisan tenaga. Tapi setiap serangan ini mengandung sihir dan sangat kuat.’ Kino menggertakkan giginya merasakan intensitas dalam pertarungan mereka. ‘Tidak, bahkan setiap serangannya menjadi semakin kuat setiap waktu pertarungan ini berjalan. Mustahil dia bisa memulihkan tenaganya dalam pertarungan!’


*Bam!*


“Akh…!” Kino mendapatkan pukulan telak dari sela-sela serangan Rikka.


*Brak!*


“Sial… dia bahkan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Apa-apaan yang sedang terjadi di sini…,” rintihnya.


*Tap!*


Rikka melompat ke atas dengan katana di atas kepalanya yang siap untuk menebas Kino.


‘Sial….’ Kino berusaha untuk menggunakan [Shunshin no jutsu], namun sayang sekali beberapa luka ditubuhnya menghambat aktivasi skill. ‘Ini… tidak akan sempat….’


*Bom!*


Ledakan angin spiral tiba-tiba saja muncul dan menabrak tubuh Rikka.


Angin tersebut melesat dengan sangat cepat dari jalur lorong di samping Kino. Kencangnya angin tersebut sedikit mengangkat rambut Kino dan memberikan tekanan yang cukup keras untuk mendorong lawannya.


‘Siapa?’ tanya Kino dalam batinnya.


“Muehehehe… akhirnya aku sampai juga!” ucap sosok yang muncul dari balik angin spiral. “Suiseiseki, siap memasuki pertarungan!” ucapan bangga Suiseiseki sambil memegang Sui Dream miliknya.


“Akhirnya kamu datang juga, Suiseiseki.” Kino perlahan bangkit dengan sedikit berat karena luka dalam satu serangan itu. “Jujur saja, kamu hampir saja terlambat. Baguslah jika kamu bisa datang sebelum aku mati.”


“Tentu saja. Aku, Suiseiseki, pasti akan selalu tepat waktu ketika itu menyangkut tentang temanku,” kata Suiseiseki membanggakan dirinya, seakan-akan dia adalah orang yang telah banyak membantu temannya. “Dengan kekuatan baruku ini, akan aku tunjukkan apa saja yang sudah aku dapatkan!” Dia mengarahkan Sui Dream pada Rikka.


“Aku akan membantumu.” Kino mengambil senapan persuadenya.


“Tidak perlu.” Keith tiba-tiba saja muncul di dalam mode pengamat bersama Sachiko. “Biarkan saja Suiseiseki untuk mengatasinya. Kau hanya perlu menjaganya jika dia berada dalam masalah.”


Kino berbalik pada Keith sebelum berkata, “Apakah kamu yakin? Rikka sangat aneh dan menjadi semakin kuat setiap waktunya. Apa kamu yakin jika dia akan baik-baik saja melawan orang yang menggila itu?”


Keith menghela nafasnya dengan santai, kemudian berkata, “Tenang saja. Bahkan jika dia berada dalam masalah, kita hanya perlu untuk membantunya. Lagi pula, dia juga merupakan bagian dari orang yang bisa membantu.” Dia mengarahkan jempolnya pada Sachiko.


“Partner baru kah?” tebak Kino.


“Sachiko Shinozaki, desu. Aku adalah adik baru dari Nii-chan. Panggil saja aku dengan sebutan Sachiko.” Sachiko beralih pandangan pada Rikka. “Dia benar-benar sudah berada di bawah pengaruh kutukan, ya. Selain membuatnya gila, mana negatif di tempat ini menyuplai kekuatannya dan membuatnya menjadi semakin menggila.


Yah, aku masih bisa mengatasinya jika hanya sampai di tahap ini, jadi santai saja.”


Kino menurunkan senjatanya. “Aku tidak tahu seberapa kuatnya kamu. Tapi melihatmu yang sangat santai, aku rasa aku bisa menyerahkan dia padamu jika dia sampai menggila.”


“Sikap yang sangat bagus, Manusia,” kata Sachiko memuji.


“Manusia? Apakah kamu tidak bisa memberikan panggilan yang lebih baik?”


“Kamu belum mengenalkan dirimu, lho. Bagaimana caraku untuk mencari tahu tentang namamu? Atau apakah aku harus memanggilmu “Cebol”, Manusia?”


“....” Kino terdiam kali ini.


“Sudah, Sudah, Sachiko.” Keith menginterupsi. “Bukankah aku sudah mengatakan jika dia bernama “Kino”? Kamu seharusnya bersikap lebih baik pada orang yang lebih tua dari dirimu.”


“Apakah begitu caramu menilai hantu?”