
—Keith PoV—
Sudah seminggu sejak aku memberikan misi pertama pada anggota itu. Apakah ini sudah saatnya memberikan misi selanjutkan?
Saat ini adalah pagi hari, aku masih berada di kamarku dengan tanpa melakukan apa-apa yang berarti. Suiseiseki dan Souseiseki masih tertidur di casing mereka masing-masing. Hiks, aku hanya tahu mereka berdua yang menghabiskannya energi sihirku tanpa membantuku, huhu.
Oke, kembali ke pembahasan.
'Sistem, masuk ke menu edit misi.'
———
[Input Title Here]
Input teks here.
———
Aku memerlukan dunia untuk menguji nyali mereka. Dengan kata lain, aku memerlukan tempat yang bisa membuat mental mereka break down sampai tidak bisa makan selama beberapa hari karena kenangan buruk dan lain, dan lain-lain. Aku memiliki beberapa dunia yang cocok untuk menjadi kandidat, sih.
….
Hmm…? Kalian bilang aku jahat? Tidak juga, aku hanya ingin melatih mental mereka setelah melatih fisik mereka. Aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk membuat mereka menjadi gila, hanya membuat mereka break down dan mengubah cara pandang mereka terhadap dunia menjadi berbeda dari sebelumnya.
Benar! Mari kita buat mereka bertiga menjadi seperti Eren. Mari mengubah mereka menjadi villain protagonis.
By the way, bagi yang belum tahu, protagonis adalah tokoh utama dalam suatu cerita, sedangkan antagonis adalah saingan dari tokoh utama. Tidak ada syarat bahwa protagonis harus baik hati. Tokoh utama yang jahat juga bisa dianggap sebagai protagonis sedangkan saingan tokoh utama yang baik hati masih bisa dikatakan sebagai antagonis. Dengan begitu, tidak mungkin ada protagonis dan antagonis dalam satu tokoh.
Oke, lagi-lagi aku beralih ke pembahasan lainnya. Dalam dunia yang bisa membuat mental break down, pilihannya adalah Attack on Titan, Akame ga Kill, Black Bullet, dan beberapa lainnya. Aku tidak ingin mereka mati selama menjalankan misi. Itu akan membuatku rugi poin.
Dunia misi kali ini adalah ….
Benar, dunia itu saja.
Corpse Party: Tortured Souls—Bougyakusareta Tamashii no Jukyou.
Sekolah dasar Heavenly Host, sebuah sekolah yang ditutup bertahun-tahun yang lalu, setelah terjadi pembunuhan berantai. Berbagai mitos dan cerita mistis tersebar di sekolah tersebut, mulai dari hantu anak-anak yang terbunuh menghantui sekolah tersebut, mitos lainnya adalah pembunuh yang mati disana menunggu korban dan membunuh siapapun yang masuk. Suatu hari, sepuluh anak SMP yang baru saja mengadakan festival sekolah, tengah berbenah dan akan pulang, tapi saat mereka akan pulang, mereka sepakat untuk bermain permainan yang dimitoskan akan menjadikan mereka teman selamanya, sayangnya yang terjadi saat memulai permainan itu adalah mereka ditransfer ke sekolah SD Heavenly Host dimana hantu dan pembunuh berada disana untuk memburu mereka.
Ini akan menjadi uji nyali ketika mereka harus pergi ke sana, muahahahaha….
———
[Siapa Takut, Boleh Ikut!]
Apakah Anda takut hantu? Bagus sekali, kami mencari seorang penakut seperti Anda untuk ikut ke dalam uji nyali ini. Kalian hanya perlu bertahan selama dua jam, kemudian misi ini selesai.
Reward: 1.000 poin.
———
[Keith, 9.570 → 8.570.]
•••••
"Wow… dia akhirnya membuat misi lainnya. Lumayan cepat untuk membuat misi dalam frekuensi setiap seminggu sekali. Sudahlah, mari kita lihat misi ini," gumam Elena.
"Ada apa, Elena. Apakah dia sudah mengirimkan misi lainnya?" Theresa mendekat, kemudian duduk di pangkuan Elena.
Mereka berdua melihat pada layar yang melayang di depan sana, membaca apa yang telah ditulis Keith sebelumnya. Keduanya tidak memiliki perasaan luar biasa dalam misi yang ditulis Keith, mereka hanya berpikir jika itu adalah misi yang biasa-biasa saja.
"Entahlah, Elena. Aku rasa misi ini terlalu mudah ketika Mereka hanya disuruh untuk uji nyali," komentar Theresa.
"Aku juga merasa seperti itu, sih. Mereka memiliki kekuatan, tetapi mereka tidak akan memakainya bila misinya hanya berdiam diri saja seperti orang bodoh. Apa kamu punya saran tentang apa yang perlu dilakukan, Theresa?" Elena menaruh tangan kanannya di atas kepala Theresa.
Theresa menengok ke belakang, pada wajah Elena. "Bagaimana jika kita membuatnya menjadi seperti di Slendrina: The Cellar, kita buat mereka untuk mencari sesuatu.”
“Hmm… bukan saran yang buruk.” Elena memegang dagunya. “Ini akan membuatnya menjadi lebih menantang dari pada hanya duduk diam tanpa tahu harus ke mana atau melakukan apa.”
•••••
[Perhatian, misi Anda telah diubah karena terlalu mudah..]
———
[Siapa Takut, Boleh Ikut!]
Apakah Anda takut hantu? Bagus sekali, kami mencari seorang penakut seperti Anda untuk ikut ke dalam uji nyali ini. Kalian hanya perlu mencari 9 [Item—Skill Scroll] yang tersebar secara acak di dalam gedung tersebut. Berhati-hatilah pada hantu yang menyeramkan dan berbahaya yang bertebaran di sana.
Reward: 1.000 poin, [Item—Skill Scroll] (yang kalian dapatkan).
———
“Jadi misi seperti itu dianggap terlalu mudah, ya.” Keith melihat pada reward tambahan. “[Skill Scroll] itu mungkin semacam item yang bisa digunakan untuk mempelajari sebuah skill. Bukan sesuatu yang buruk. Para anggota itu akan menjadi semakin kuat dengan memiliki semakin banyak skill.”
Tanpa diketahui Keith, Suiseiseki ke luar dari casingnya setelah dia terbangun. Dia melihat pada Keith dengan layar biru yang mengambang di depan. “Apa yang sedang kamu lakukan, Manusia? Lebih penting lagi, benda apa itu yang ada di depanmu.”
Suiseiseki sendiri adalah companion dari Keith, jadi dia terlibat di dalam grup secara tidak langsung. Kurang lebih, dia memiliki pengaruh sama seperti anggota mengabaikan fakta bahwa dia tidak akan mengikuti misi sebagai bukan anggota.
‘Sistem ini…. Aku juga tidak bisa menyembunyikan ini dari Suiseiseki ternyata. Aku bisa mempercayakan ini pada Souseiseki karena dia cukup pendiam, tetapi aku tidak bisa terlalu mempercayakan ini pada Suiseiseki. Apakah tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menyembunyikan ini darinya?’
Keith melambaikan tangannya pada Suiseiseki, memberikan isyarat untuk mendekat. “Ke sini!”
“Um!” Suiseiseki mengangguk sebelum berjalan mendekat.
Dia hanya duduk di depan Keith, dalam pangkuannya, sambil mengamati layar biru itu dan ikut membaca. Dia bisa membaca dan memahami yang ada di layar biru itu, tetapi dia tidak tahu apa itu dan bagaimana itu bekerja. Pengetahuan yang dimilikinya adalah tentang pengetahuan umum tentang dunia ini, jadi dia belum mengetahui tentang Sistem dan sejenisnya.
“Jadi sederhananya …,” Keith menjelaskan tentang Sistem dan sejenisnya.
Tidak perlu waktu lama untuk menjelaskannya, lagi pula Keith sendiri membuat penjelasannya menjadi sesingkat mungkin. Tidak lupa, dia menyuruh Suiseiseki untuk merahasiakan ini pada keluarga Claes dan lainnya. Keith lebih banyak menekankan pada perintah untuk merahasiakan ini pada Suiseiseki karena dia tidak terlalu percaya jika Suiseiseki bisa merahasiakan ini. Tidak ada jaminan.
Menyakinkan teman untuk merahasiakan milikmu dari orang lain memiliki tantangan tersendiri karena itu sama saja menyuruh temanmu mengkhianati temanmu yang lain