
"Gmn? Jadi aku sudah kembali ke dunia nyata, ya? Pertarungan itu memang sedikit mendebarkan dan menghabiskan banyak poin hanya dalam satu hari. Setidaknya, aku mendapatkan banyak hal dari ini," gumam Keith.
Keith berada di kamarnya, sama seperti ketika dia akan pergi ke alternatif dimension. Tidak ada yang berubah dari dunia ini, hanya kamar yang kosong dan sunyi. Langit di luar kembali cerah, sama seperti dia akan pergi ke dimensi alternatif. Baguslah misi ini sudah selesai, setidaknya dia tidak perlu lagi nyawanya terancam dan dia juga mendapatkan beberapa hal.
"Aku lihat status terbaru dulu saja, deh."
———
Nama: Keith Claes.
Skill: [Earth Manipulation] [Kaifuku Mahō] [Cheon Bu's External Energy Control from the Three Skills] [Shikigami no Mai] [Drawing] [Meta Three-Dimensional Movement] [Explosion] [Enchant Magic (+2)] [Accel] [Magic Manipulation] [Akselerasi Pikiran] [Kenbunshoku Haki] [Pikiran Paralel (+1)] [Summon Spirit]
Companion: [Glasya-Labolas] [Suiseiseki] [Souseiseki]
Sistem Equipment: -
Poin: 9.570.
———
"Nah, keren. Kalau seperti ini, 'kan, sudah seperti pertama kali aku mendapatkan Sistem ini. Hanya punya 10.000 poin. Justru kali ini lebih sedikit 430 poin dari sebelumnya. Padahal, aku ingin membuat misi dengan banyak reward poin agar aku bisa dapat lebih banyak poin. Kenapa poinku malah berkurang saat aku melakukan misi, ya?" mata Keith datar melihat panel status itu.
"Ngomong-ngomong, aku mendapatkan dua pendamping baru menurut Sistem ini." Hari telunjuk Keith menunjuk pada nama Suiseiseki dan Souseiseki. "Tapi bagaimanapun cara memanggil mereka berdua, ya? Apakah aku harus memanggil keduanya seperti menggunakan [Summon Spirit] atau mereka berdua memiliki simbol kontrak seperti Glasya-Labolas?"
*Prank!*
Kaca jendela tiba-tiba pecah dengan sebuah UFO (Unidentified Flying Object /= Objek Terbang Asing atau Objek Terbang yang Tidak Diketahui) melayang masuk ke dalam kamar Keith.
*Brak!*
"Hup!" Keith melompat ke samping sebelum objek itu menabrak belakang kepalanya dan membiarkan objek tersebut jatuh ke lantai dengan keras.
'Kerja bagus diriku, untung saja kamu mengaktifkan Kenbunshoku Haki untuk latihan mengontrolnya. Jika tidak, kepala kita akan hancur karena koper ini.'
'Sama-sama, diriku sendiri. Kita berdua sama-sama pemilik tubuh ini.'
"Jadi, benda apa itu?" Alis Keith terangkat dengan rasa penasaran pada koper yang baru saja menabrak lantai itu.
Koper tersebut memiliki asap tipis di atasnya, seakan-akan itu adalah bintang jatuh yang telah menembus panasnya suhu atmosfer atau jika yang lainnya, itu seperti masakan yang baru saja ke luar dari penggorengan. Masih terlihat segar dan hangat untuk dimakan.
"Cetak!*
Koper tersebut terbuka, kemudian sosok Suiseiseki turun dari koper. "Adududuh, itu tadi adalah perjalanan yang sangat panjang, lho. Kepalaku terasa berputar ketika mendarat, lho."
'Salah sendiri karena kamu datang dengan kecepatan tinggi. Kenapa tidak berjalan pelan-pelan saja? Lalu, kenapa kamu datang lewat jendela? Sekarang kaca itu pecah!' teriak kesal Keith di dalam hatinya.
"Anu, bisakah kamu memperbaiki jendela yang kamu hancurkan?” tanya Keith dengan senyuman ramah dengan perasaan mencekam di baliknya.
“Siapa?”
‘Gue adalah orang yang hampir kamu tabrak, woy!’
“Aku adalah pemilik ruangan ini, Keith Claes. Sekarang aku balik bertanya padamu, kamu siapa?” tanya Keith.
“Hehehe, aku senang kamu bertanya, lho. Namaku adalah Suiseiseki! Kemudian aku …,” ujar Suiseiseki yang terhenti.
‘Wajar saja, ‘kan? Lagi pula dia adalah tukang kebun. Dia bukan penulis atau pembuat cerita. Wajar saja jika dia tidak mendapatkan ide tentang apa yang ingin dia katakan.’
“Oh, jadi kamu adalah Suiseiseki, ya? Kamu adalah gadis yang sangat cantik, baik, dan elegan. Fumu, kamu benar-benar wanita yang sangat-sangat keren dan hebat,” omong kosong Keith yang penuh akan kebohongan.
‘Tapi bohong, sih. Mana mungkin aku akan mengatakan hal itu padamu. Kenapa juga aku memuji orang yang baru saja menghancurkan jendela dan hampir menabrakku.’
“Jadi kamu sudah mengetahui kehebatanku, ya, Manusia!” Suiseiseki menaruh tangannya di pinggang.
‘Mana aku tahu? Sebelumnya saja, aku baru saja mengalahkan versi alter dari dirimu. Harusnya versi normal seperti ini lebih mudah untuk dikalahkan, mungkin.’
“Kalau tidak salah, kamu bisa menumbuhkan tumbuhan dengan cepat, bukan? Menggunakan alat penyirammu itu, gurun pasir sekalipun akan menjadi hutan hijau yang lebat,” tambahan dalam omong kosong Keith.
“Benar, benar. Aku bisa membuat tumbuhan dengan cepat dan mengendalikannya untuk menyerang maupun bertahan. Selain itu, menggunakan Sui Dream, aku bisa memasuki mimpi seseorang!” jelas Suiseiseki dengan bangga.
Keith tercengang sampai terdiam. ‘Memasuki mimpi seseorang? Itu privasi! Kemampuan ini bisa membuatmu bisa mengetahui bagaimana sifat orang itu yang sebenarnya dan apa yang dia inginkan. Bukan hanya itu, kamu bisa mencuri informasi dari sana. Kemampuan ini terlalu over power! Dia tidak bisa dibiarkan begitu saja!’
*Ceklek!*
“Keith, apa yang terjadi denganmu? Suara keras apa itu tad—.” Katarina masuk ke kamar Keith, tetapi dia terdiam ketika melihat gadis seukuran boneka, Suiseiseki, yang ada di lantai. “Siapa gadis itu?”
Sebagai kakak perempuan yang baik hati, Katarina akan langsung datang ketika adik laki-lakinya berada dalam masalah. Ketika ada sesuatu yang berisik seperti ini, maka dia secara refleks langsung datang ke mari. Belum lagi lokasinya sebelumnya yang kebetulan tidak terlalu jauh, jadi dia bisa mendengar tentang apa yang terjadi di sana.
‘Wah, gawat, nih. Nee-san akan salah paham ketika aku bersama wanita. Aku harap masalah ini tidak akan besar, tidak akan sampai ke seisi mansion ini. Lebih baik jika aku membungkamnya sebelum dia berteriak dan didengarkan oleh orang lain.’
‘Aku rasa itu tidak akan mungkin.’
‘Kenapa?’
‘Nee-san berbicara terlalu keras dan terlalu cepat. Kecuali kamu maju dan menutup mulutnya menggunakan tanganmu, dia akan berteriak dan mengungkapkan ini pada seisi mansion.’
‘Si Alan ….’ (ini maksudnya digabung, ya.)
[Pikiran Paralel (+1)] ditambah [Akselerasi Pikiran]. Sempurna, dia skill ini membuat otak Keith berpikir jauh lebih keras dari sebelumnya. Bukan hanya membuat dirinya menjadi skizofrenia, e
“Keith, jangan-jangan kamu menculik gadis ini dan memaksanya menjadi pacarmu?” tebakan Katarina secara asal. “Tidak! Kamu tidak boleh melakukan ini, Keith! Itu melanggar hukum!”
‘Sudah kuduga dia akan mengatakan ini …,’ batin Keith.
“Ap-Apa! Aku bukan anak kecil!”
*Prank!*
Sekali lagi, kaca jendela yang satunya pecah dengan sebuah koper yang masuk ke dalam kamar Keith.
‘Apakah tidak ada cara yang lebih halus untuk mengirimkan barang!’ Keith menangkap koper tersebut sebelum objek ini mengenai Katarina, karena kebetulan saja jalan masuk dari koper ini searah dengan Katarina.
“Hati-hari, Nee-san.” Keith menurunkan koper itu ke lantai. “Hari ini cuaca sangat aneh dengan koper-koper yang beterbangan.”
*Cetak!*
Membiarkan koper itu di lantai selama beberapa saat, kemudian Souseiseki ke luar dari koper dengan sendirinya.
“Souseiseki?” ucap Suiseiseki dalam nada bertanya.