
—Keith PoV—
Baiklah, karena di dunia ini mereka hanya berlatih dan melakukan beberapa misi, maka langsung saja kita menuju ke dua minggu setelah kejadian Glasya-Labolas. Bersama saya, Keith Claes akan menceritakan apa yang terjadi dari dalam gua antah-berantah ini. Jika tidak ingin menyimak, silahkan langsung skip saja atau… terserah kalian saja.
Ada beberapa kejadian yang membuat senang selama dua minggu ini karena, ya…, lumayan menguntungkan untuk mendapatkan poin dan beberapa lainnya yang sangat menyenangkan sebab meningkat kemampuan bertarungku secara tidak langsung. Maksudku ini tentang Glasya-Labolas yang menjadi rekan bertarungku.
Aku sendiri kurang jelas dalam menceritakannya, pokoknya aku menggunakannya Growth Candy dari game Epic Conquest yang aku ingat dari kehidupanku dulu, kemudian aku menggunakan Evolution Stone dari game Monster Clash 2 bersamaan beberapa item lainnya dari game itu juga. Setelah itu, "Bam!", entah kenapa Glasya-Labolas berevolusi menjadi tingkatan yang lebih tinggi. Sepertinya roh dari dunia ini bisa berevolusi ketika menggunakan item dunia lain.
Yah, jika kalian menanyakan tentang hukum fisika di dunia ini, sepertinya hukum fisika dari dunia lain tetap ada di dalam benda, item, atau keterampilan. Bukti dari ini adalah Miko yang bisa menggunakan jimat milik Entoma Vasilissa dari anime Overlord. Tidak aneh jika dia bisa mengalami kenaikan dari menggunakan item dunia lain.
Tapi meski begitu, tidak bisa dipungkiri bila aku menghabiskan cukup banyak poin. Soalnya, syarat evolusi di game Monster Clash 2 itu memakai Evolution Stone dan esensi dari suatu elemen. Jadi untuk mengubah elemen Glasya-Labolas menjadi fokus pada tanah, aku menggunakan Earth Gemma dari game Evocreo. Huh, padahal hanya mengevolusikan satu makhluk, tapi sampai pakai item dari tiga dunia. Epic Conquest, Monster Clash 2, Evocreo. Karena inilah aku tidak suka melakukan upgrade.
Growth Candy:
200 × 15 = 3.000
Evolution Stone:
300 × 5 = 1.500
Earth Essence:
150 × 10 = 1.500
Earth Gemma:
150 × 5 = 750
3.000 + 1.500 + 1.500 + 750 = 6.750.
[Keith Claes, 15.920 → 9.170.]
Tunggu, sekarang aku baru kepikiran. Kenapa aku membeli Growth Candy dari dunia Epic Conquest? Aku bisa saja membeli EXP potion dari Monster Clash 2. Lebih lagi, Growth Candy memiliki kelemahannya hannya bisa dipakai saat dia sedang kelaparan. Kenapa aku tidak kepikiran tentang ini lebih awal, ya?
Yah, aku juga mendapatkan banyak poin karena para anggota grup menyelesaikan banyak misi. Ini yang membuatku berani untuk boros dalam menggunakan poin. Sebelumnya saja, aku juga sudah mendapatkan cukup banyak poin. Beneran, misi berulang sangat-sangat menguntungkan untukku dan anggota grup lainnya. Inilah yang membuatku senang dengan Sistem ini.
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
[Kino telah menyelesaikan misi "Pelatihan Liar.". Anda menerima 400 poin sebagai bayaran.]
Kino 10 × 400
Miko Yotsuya 7 × 400
Rikka Takanashi 5 × 400
4.000 + 2.800 + 2.000 = 8.800
[Keith Claes, 9.170 → 17.970.]
[Kino, 2.787 → 5.787.]
[Miko Yotsuya, 1.800 → 5.300]
[Rikka Takanashi, 2.200 → 4.700]
Yah, jumlah yang lumayan untuk aku dapatkan selama dua minggu ini. Kemudian, aku juga menyadari tentang klasifikasi item toko berdasarkan harga yang ada di sana.
Harga < 100 adalah skill tidak jelas seperti Sennen Goroshi no jutsu. 101 < harga < 1.000 adalah kemampuan yang lumayan, memiliki potensi, tetapi masih mungkin untuk dikalahkan menggunakan teknologi manusia, contohnya Kaifuku Mahō milikku. 1.001 < harga < 10.000 lumayan, setidaknya bisa mengalahkan beberapa pasukan dengan beberapa di antaranya fokus pada satu orang. 10.001 < harga < 100.000 adalah skill yang bisa mengubah medan orang bila salah satu orang masuk dalam peperangan, tidak sampai mengalahkan semuanya, tetapi sangat kuat seperti jutsu api Madara yang digunakan saat melawan aliansi shinobi. 100.001 > harga > 1.000.000 adalah skill yang seperti melawan hukum alam dengan contoh Edo Tensei karena memiliki potensi misterius dan Shiki Fūjin yang seperti bisa one hit kill. 1.000.001 < harga < 100.000.00 adalah kemampuan yang bisa menghapus sebuah planet. 100.000.001 < harga adalah kemampuan tingkat alam semesta.
Kemudian untuk harga jual item, harga < 100 adalah barang-barang biasa dari dunia normal. 101 < harga < 1.000 adalah item dengan kemampuan magis, tetapi pemegang item sekelas ini masih bisa dikalahkan senjata modern. 1.001 < harga < 100.000 mulai masuk pada item-item legendaris seperti Noble Phantasm. Yah, di antara Noble Phantasm itu sendiri masih banyak penggolongannya dan ada yang lemah dan kuat. 100.001 < harga < 1.000.000 sudah masuk pemusnahan massal seperti nuklir. 1.000.001 > harga < 100.000.000 adalah item yang bisa menghancurkan planet seperti Bom Antimateri. Harga < 100.000.000 mulai masuk pada kendaraan alam semesta dengan contoh pesawatnya Adudu dari Boboiboy Galaxy.
Yah. harga-harga ini sendiri masih belum paten juga, sih. Setiap kemampuan tidak bisa dinilai hanya dari kemampuan bertarungnya. Kalau ada kemampuan yang bagus untuk menjadi ahli dalam melukis, sudah pasti akan menjadi sangat berguna dalam mencari uang di dunia mangaka. Makanya, kadang-kadang ada skill non-tempur dengan harga lebih mahal dari skill tempur.
Oke, setelah omong kosong yang panjang dan lebar ini, mari kita menuju ke cerita.
•••••
—Third Person PoV—
Di dalam hutan yang mengelilingi akademi, Miko, Kino, dan Rikka bersembunyi di balik pepohonan seperti menunggu kedatangan seseorang. Mereka terlihat cukup serius pada apa yang akan datang malam ini. Yap, itu adalah Jio Inzaghi yang menjadi salah satu target penaklukan dalam misi mereka. Setelah ini berakhir, maka mereka akan kembali pulang karena misi selesai.
Ini adalah misi terakhir mereka. Keith telah memberitahunya. Mereka bertiga memakai pakaian yang sama seperti ketika mereka bertiga pertama kali datang ke dunia ini. Lebih baik melakukan ini dari pada nanti kesulitan menjelaskan pada orang terdekat pada area ketika mereka tiba-tiba berganti pakaian.
Dalam penyergapan malam ini, Keith juga ikut hadir sebagai pengamat. Dia tidak ikut dalam pertarungan kecuali di saat-saat terdesak, namun dia sendiri yakin bahwa ketiga anggotanya pasti bisa mengalahkan penyerang yang akan datang ini, Jio Inzaghi. Jika bisa, Keith ingin tidak menunjukkan mode peserta dan terus menyembunyikan kemampuan ini. Membiarkan anggota grup merasa bahwa nyawa mereka dipertaruhkan adalah cara tercepat untuk melatih mereka.
'Jio Inzaghi, seorang pria seperti Kazehaya Kamito yang memproklamirkan dirinya sendiri sebagai penerus raja iblis. Tidak tanggung-tanggung, dia menyempatkan segel roh pada tubuhnya sendiri yang membuat tubuhnya menjadi seperti kuil penyegelan. Dia menaklukan roh itu dan mengikatnya secara paksa, jadi bisa dikatakan bahwa caranya sangat kasar.'
Tempat Keith berada cukup berbeda dari para anggota grup. Dia tidak ingin mengganggu mereka dalam penaklukan. Bahkan jika terpaksa, dia akan melakukan cara yang sama dengan yang dilakukannya ketika menaklukkan Glasya-Labolas, yaitu dengan menggali di bawah tanah. Strategi yang sangat menyembunyikan dirinya dari anggota grup.
'Jujur saja, aku merasa dunia ini tidak adil. Para wanita bisa membuat kontrak dengan roh dan memiliki sesuatu semacam mana. Ini adalah bentuk diskriminasi bagi pria. Memikirkan itu, aku lebih memilih untuk tidak peduli, karena lagi pula sebentar lagi aku akan meninggalkan dunia ini.'
*Sret!* *Srek!*
Beberapa lama mereka menunggu, akhirnya sesosok orang muncul menembus semak-semak.
Jubah yang dipakainya membuat dirinya sangat tersembunyi dalam hal identitas. Kesannya sangat misterius ketika pertama kali melihat seseorang dengan penampilan seperti ini. Jujur saja, justru aneh jika berpenampilan mencurigakan ketika melakukan hal-hal yang mencurigakan, karena ini membuat orang curiga, kemudian jika seseorang merasa curiga, maka mereka akan mencari tahunya. Jadi jika ingin melakukan hal yang mencurigakan, justru bersikaplah normal.
Namun meski dia menggunakan jubah yang menutupi tubuhnya, masih ada beberapa anggota tubuh yang terlihat. Yang terlihat dari balik jubah itu adalah kulit coklat gelapnya, yang dihiasi tato sepanjang tubuhnya, dengan merah mata tajam dan bersinar, ia adalah laki-laki. Jika orang lain yang melihatnya, maka dia akan mengira jika dia sama seperti Kamito.
*Step!* *Step!* *Step!* *Sss….*
“Hmm?” Setelah berjalan beberapa langkah, dia mendengar suara desisan dari salah satu dahan pohon.
*Bom!*
Detik berikutnya, ledakan terjadi dan menutupi area sekitarnya dengan debu dan api ledakan, membuat pohon di sekitar sana tumbang.
*Tap!*
“Benar-benar…. Siapa, sih, yang membuat perangkap di tengah malam seperti ini?” Dia berpijak pada dahan pohon beberapa belas meter dari sana.
Tetapi karena gerakannya ini, jubahnya menghilang dan menunjukkan dirinya secara penuh.
‘Jio Inzaghi menggunakan roh raja gila, Nebukadnezar, untuk menyegel roh dalam segel terkutuk di dalam tubuhnya. Itu juga bisa digunakan pada roh terkontrak lawannya untuk mengendalikan mereka.’
‘Rohnya yang tersegel digunakan sebagai alat sekali pakai, yang berarti dia tidak akan dapat menggunakan kembali atau memanggilnya kembali. Meskipun Roh Tersegel tidak bisa menandingi Roh Terkontrak dalam hal kekuatan, kemampuan untuk menggunakan banyak dari mereka sekaligus memberikannya keuntungan dalam pertempuran. Dia memiliki berbagai roh yang dia miliki dari beberapa atribut termasuk angin, kilat, racun, bumi, kegelapan, api, pedang, perisai, dll. Meskipun tidak dikonfirmasi, dia memiliki 72 yang disegel di dalam tubuhnya. Setelah menyelamatkan putri kedua Alpha Theocracy, dia tidak memiliki roh yang tersisa disegel di dalam tubuhnya lagi. Dia juga kehilangan Nebukadnezar tapi masih memiliki segel persenjataan terkutuk di tubuhnya.’
‘Salah satu kemampuan yang harus diwaspadai dari Jio Inzaghi adalah Meta Three-Dimensional Movement yang mana pengguna dapat bergerak di sepanjang medan dan sudut mana pun seolah-olah itu adalah permukaan yang rata dan halus. Tujuan utama dari keterampilan ini adalah untuk pembunuhan dan pertempuran. Dia mungkin bukan lawan yang mudah.’
*Sis!*
“Hen!” Kino tiba-tiba saja langsung muncul di belakang Jio dengan kecepatan tinggi tanpa diketahuinya.
‘Jio Inzaghi memang cepat karena telah melakukan banyak latihan fisik sejak dulu, bahkan kecepatannya mungkin bisa menyamai Kino dalam hal kecepatan setelah menggunakan peningkatan kecepatan dari Legna. Tapi, sebagai anggota grup Kino memiliki cara berkembang yang sangat berbeda dengan orang biasa, begitu juga dengan anggota grup lainnya.’
———
Nama: Kino.
Keadaan: Online.
Quotes/ideologi: Ketika engkau melihat burung terbang di langit, bukankah kamu memiliki keinginan untuk mengembara?
Affinity: Cahaya.
Poin: 2.687.
———
‘Sudah pasti, aku yang menyarankannya untuk membeli skill itu. Anime Naruto adalah tempat di mana banyak jutsu berguna ada, bukan?’
*Slash!*
Kino menebas menggunakan sebilah pisau secara horizontal dan pada Jio Inzaghi.
Pisau Kino itu hanya pisau biasa yang ia bawa di balik pakaiannya dan tersembunyi. Dia membawa beberapa pisau di sekujur tubuhnya. Dia menyimpan dua di setiap lengan, dua di pinggang, tiga jika dia mengenakan celana kargo, satu di setiap sepatu bot, dan pisau balistik yang memiliki penglihatan laser dan tiga peluru 22LR.
“Wow, itu tadi hampir saja.” Jio berhasil melompat mundur tepat waktu sebelum dia terkena tebasan pisau. “Jika saja kamu sedikit lebih cepat, kamu mungkin akan bisa mengenaiku. Tapi sayang sekali hanya sampai di sini yang bisa kamu lakukan.”
“Huryah!” Rikka jatuh dari atas Jio dengan palu besar miliknya.
“Apa?” Jio sempat terkejut melihat seseorang datang dari atas. “Masih terlalu lambat dan terlalu terbuka. Kamu seharusnya tidak berteriak jika berniat melakukan serangan kejutan. Shining Ray!”
*Nging!*
Sebuah tombak cahaya langsung mengarah pada Rikka.
*Poof!*
Rikka berubah menjadi seekor tupai untuk mengecilkan kemungkinan dia akan menerima serangan, membuat tombak cahaya itu hanya melewatinya begitu saja.
“Menghilang…?” Jio terkejut ketika melihat perubahan Rikka. ‘Tidak, ini adalah berubah bentuk.’
*Poof!*
Selanjutnya, Rikka kembali ke wujud aslinya dan melanjutkan menggunakan palunya.
*Bang!*
“Akh!” Jio berteriak ketika serangan Rikka mengenai tubuhnya secara langsung.
*Bam!*
Karena pukulan Rikka itu, Jio Inzaghi langsung terlempar puluhan meter dari tempat itu.
“Adududuh, aku tidak menyangka akan ada orang sekuat itu.” Jio kembali berdiri setelah dia merasakan pukulan keras dan menabrak tanah.
‘Hehe, ini lebih kuat dari sebelumnya,’ batin RIkka ketika dia mendarat di tanah.
———
Nama: Rikka Takanashi.
Keadaan: Online.
Quotes/ideologi: Mereka yang melihat Tyrant Eye-ku, membuat kontrak jiwa denganku!
Skill: Tyrant Eye, Henge no jutsu, Elemental waffe, Boost, Magic Manipulation, Body Boost (Shintai Kyōka), Gap-Cleaver (Shuku-chi), Magic Strike (Maryoku Geki).
Affinity: Tanah.
Poin: 1.400.
———
“Aku tidak tahu bagaimana kalian bisa tahu tentang aku yang akan datang ke mari. Tidak peduli dari mana kalian berasal, aku memuji kalian karena telah berhasil melukaiku sampai sejauh ini!” Jio tampak menjadi lebih bersemangat mengetahui dirinya yang terluka, kemudian ….
*Sss….”
Suara mendesis kembali terdengar oleh Jio. Di sekeliling tempat dia berdiri saat ini, terdapat benang chakra dengan Explosive Talisman tertempel pada mereka.
‘Beginilah cara menjebak musuh yang lebih kuat!’ batin Miko.
*Bom!* *Bom!* *Bom!* *Bom!* *Bom!*
Berbagai ledakan terjadi dalam satu serangan ini, membuat area itu tertutup debu sepenuhnya.
———
Nama: Miko Yotsuya
Keadaan: Online
Quotes/ideologi: Abaikan mereka, dan mereka akan mengabaikanmu.
Skill: Elemental waffe, Explosive Talisman, Piercing Wind Talisman, Sharp Cutting Talisman, Lightning Bird Talisman, Strengthen Self Talisman, Chakra Thread, Stealth.
Affinity: Api, air, angin, petir.
Poin: 3.500.
———
Debu tersebut akhirnya turun dengan sendirinya tanpa adanya udara yang berhembus. Sosok Jio Inzaghi yang kelelahan terlihat berada di balik kepulan debu. Penampilannya sangat kacau dan acak-acakan setelah mendapatkan serangan ledakan seperti itu. Tetapi seperti menggunakan kemampuan magis, tidak banyak luka yang diderita tubuhnya. Palingan, hanya lecet di beberapa tempat.
“Uhuk, uhuk, kalian benar-benar hebat. Aku tidak menyangka akan ada musuh sekuat kalian di tempat ini,” kata Jio pada tiga gadis di depannya.
Kino, Miko, dan Rikka berdiri di depan Jio dengan menatap sinis, memberikan intimidasi dan bersikap dingin pada orang ini. Mereka semua kecuali Kino membawa elemental waffe mereka, sedangkan Kino sendiri hanya membawa sebuah pisau. Senjata seperti senapan tidak cocok untuk digunakan dalam serangan jarak dekat.
Mengapa Kino mendekat kalau ahli dalam serangan jarak jauh, itu karena dia akan melanjutkan ini melalui negosiasi dari pada cara kasar seperti sebelumnya. Kedua temannya kurang cocok dan tidak bisa benar-benar diserahkan dalam urusan berbicara seperti ini.
“Aku tidak tahu apa yang dilakukan oleh orang sekuat dirimu di tempat ini tapi, jika bisa aku lebih suka kamu langsung meninggalkan tempat ini sebelum sesuatu yang menghebohkan terjadi,” ucap Kino datar.
‘Misi terakhir ini mengatakan bahwa kami untuk mengalahkan atau memukul mundur orang ini, tetapi tidak dikatakan bahwa kami harus membunuhnya atau menggunakan kekuatan. Asalkan dia mundur dari pertarungan ini, maka seharusnya itu bisa dikategorikan sebagai memukul mundur. Selain itu, aku ingin tahu bagaimana Sistem mengkategorikan ini,’ batin Kino ketika menatap orang itu.
“Maaf saja, tapi aku memiliki misi. Aku tidak bisa mundur saat ini sebelum memenuhi misiku. Jujur saja. aku memang ingin melawan kalian saat ini, tapi aku masih harus menjalankan misiku malam ini.” Jio berdiri tegak dengan tatapan matanya seperti pemangsa pada mereka bertiga.
“Begitu ya,” jawab Kino biasa saja. “Tapi kami juga memiliki misi untuk menghentikanmu, memukul mundurmu. Kami tidak bisa mundur sampai kami berhasil mengusirmu.”
“Lalu, apa yang akan kalian lakukan setelah aku pergi dari sini?” tanya Jio dengan matanya yang semakin menajam.
“Tidak ada. Tidak ada hal khusus yang akan kami lakukan, lebih tepatnya kami akan kembali ke tempat asal kami. Tidak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti membongkar dari mana kamu berasal atau apa tujuanmu datang ke mari. Pokoknya, kami hanya akan mengusirmu,” jawab Kino.
“....” Jio terdiam sebentar sebelum dia mengatakan, “Hah, baiklah. Aku akan mundur untuk saat ini. Tidak ada gunanya bertarung dengan kalian ketika dalam misi.” Jio berbalik dan mulai melangkah pergi. “Selanjutnya ketika kita bertemu, itu akan menjadi pertarungan intens dan menyenangkan.” Dalam benaknya, ‘Mereka sudah memperkirakan tentang kedatanganku, aku berasumsi mereka telah memasang lebih banyak jebakan dari ini. Aku tidak boleh gagal untuk malam ini.’
‘Seram, dia adalah maniak pertarungan,’ pikir Miko.
“Hah, baiklah. Ini lebih mudah dari yang aku pikirkan.” Kino berbalik pada mereka berdua setelah Jio Inzaghi menghilang di dalam pedalaman pohon. “Mengusirnya melalui negosiasi juga masuk kategori mengalahkannya ternyata. Aku tidak perlu repot-repot karena ini.”
“Syukurlah, ya, Kino-san,” kata Miko.
“Sekarang, apa yang akan kita lakukan? Kita sudah menyelesaikan semua misi di dunia ini, bukan?” Rikka mengangkat tangannya bersamaan dengan dia menghilangkan elemental waffe-nya.
*Prok!* *Prok!* *Prok!*
Keith tiba-tiba saja muncul dari balik bayang-bayang pepohonan di malam hari. Dia bertepuk tangan dengan wajahnya yang masih tetap saja hangat dan menenangkan, meski itu tidak berguna. “Selamat, ya, Kalian Semua. Dengan ini, kalian sudah menyelesaikan semua misi dari dunia ini. Apakah kalian ingin kembali ke dunia asal kalian?”
[Kino telah menyelesaikan misi "Siapakah Sosok Misterius itu?.". Anda menerima 1.200 poin sebagai bayaran.]
[Miko Yotsuya telah menyelesaikan misi "Siapakah Sosok Misterius itu?.". Anda menerima 1.200 poin sebagai bayaran.]
[Rikka Takanashi telah menyelesaikan misi "Siapakah Sosok Misterius itu?.". Anda menerima 1.200 poin sebagai bayaran.]
[Keith Claes, 17.970 → 21.570.]
[Kino, 2.687 → 4.187.]
[Miko Yotsuya, 3.500 → 5.000]
[Rikka Takanashi, 1.400 → 2.900]
“Langsung pulang saja. Aku sudah bosan berada di dunia ini,” ujar Kino.
“Aku juga. Lebih baik pulang sekarang. Aku sudah mengemasi semua barangku,” tambah Miko.
“Sebenarnya aku ingin berpamitan pada mereka tapi, aku rasa lebih baik langsung kembali saja sebelum menjadi perpisahan penuh air mata. Lagi pula, aku sudah meninggalkan surat untuk mereka,” ucap Rikka.
“Fumu, jadi seperti itu, ya. Kalian sudah mendapatkan banyak hal yang cukup berharga selama di dunia ini.” Keith mengangguk. “Baiklah, kalau begitu mari kita kembali!”
[Semua misi yang Anda buat telah diselesaikan. Apakah Anda ingin mengembalikan semua orang yang terlibat dalam grup?]
[Terima/Tidak]
Tanpa ragu lagi, Keith langsung memilih "Terima", kemudian cahaya putih mulai menyelimuti visualnya. Akhirnya, arc Seirei Tsukai no Blade Dance akhirnya selesai dalam belasan BAB, meski ini pada dasarnya adalah arc pelatihan.
•••••
Dari balik pepohonan, Jio Inzaghi mengintip ketiganya. “Hmm… mereka memang pergi seperti yang mereka katakan sebelumnya. Aneh memang ketika mereka bertiga seperti berbicara dengan seseorang, tapi sudahlah. Sekarang, saatnya menjalankan misi, hehehehe….”
*****
[Pertanyaan Sistem, ke dunia anime mana lagi mereka akan melakukan misi? Berikan rekomendasi!]
[Tema dari dunia yang dicari adalah dunia anime dark yang bisa membuat mental break down. Kami menunggu rekomendasi Anda di kolom komentar.]