Inter-Universe Anime Group Chat

Inter-Universe Anime Group Chat
Hari Kedua di Dunia Seirei Tsukai no Blade Dance


—Keith PoV—


"Punggungku, sakit!" inilah kata-kata pertama yang aku ucapkan di pagi hari ini.


Semalaman aku tiduran di luar menggunakan batang pohon sebagai sandaran untuk tubuhku. Ini memang lebih baik dari pada tidur di tanah, tetapi tetap saja membuat punggungku menjadi kaku dan sakit punggung. Ini, ini mengingatkanku pada waktu awal-awal menjadi Admin Wibu Seluruh Nusantara ketika aku duduk terlalu lama duduk di depan meja komputer. Sangat-sangat menyakitkan untuk punggungku.


*Chring!*


Menggunakan Shukufuku Mahō, aku menyembuhkan diriku sendiri dengan efek tambahan cahaya kekuningan memancar dari tubuhku. Rasanya sangat nyaman dan sakit punggungku mereda. Tidak sia-sia untuk menebus sihir ini sebagai teknik pemulihan.


Baiklah. Mungkin saatnya aku mengamati apa yang mereka lakukan di dalam akademi. Langsung saja, mari kita pergi ke sana!


Ngomong-ngomong, aku mendapatkan sesuatu dari fungsi tembus ini. Aku bisa memilih benda apa yang ingin aku tembus dan menyentuh apa yang ingin aku sentuh. Namun ketika aku menyentuh, aku tidak bisa mempengaruhi benda itu terlalu banyak, seperti tidak bisa mendorong pintu atau menulis sesuatu menggunakan pena. Ketika aku masuk mode peserta dan terlibat dalam misi, kemudian kembali menjadi mode pengamat, benda yang aku sentuh saat itu akan ikut transparan dalam mode pengamat dan akan kembali ketika aku dalam mode peserta.


•••••


—Third Person PoV—


Keith berada di dalam akademi dan melihat banyak hal di dalam sana. Saat ini adalah jam istirahat dengan banyak siswi pergi ke kantin atau sebagainya untuk makan siang. Misi ini relatif damai. Tidak ada masalah besar dan mereka tidak perlu terburu-buru pada apa yang mereka kerjakan. Lagi pula, terlalu terburu-buru hanya akan menyebabkan petakan.


'Miko dan Rikka berada di kantin bersama beberapa putri bangsawan lainnya. Aku senang mereka bisa berteman. Tapi, di mana Kino?'


Mencari Kino, Keith pergi ke satu demi satu ruangan yang ada di sana. Cukup lama untuk mencari lokasi Kino dari banyaknya ruangan yang ada di dalam sana. Namun Keith tahu bahwa dia tidak perlu pergi ke semua ruangan di sana dan hanya perlu ke tempat di mana sudah didatangi anggota grup sebelumnya, antara lain ruang kepala sekolah, ruang kelas, dan asrama mereka.


Akhirnya Keith menemukan Kino di dalam ruang kepala sekolah. Dia sedang melakukan negosiasi dengan Greyworth untuk membahas lebih lanjut tentang perjanjian sebelumnya, yaitu tentang cetak biru dari senjata Kino.


"Kamu bekerja dengan cepat juga, ya. Aku senang dengan pekerjaan yang kamu lakukan. Beberapa pengguna roh tanah atau mineral mungkin bisa membuat benda yang sama dengan ini." Greyworth sedikit tersenyum ketika dia menerima tiga lembaran cetak biru dan sebuah buku.


Cetak biru tersebut berisikan tata cara membuatnya senapan, sedangkan buku itu adalah tentang tata cara membuat bubuk mesiu dengan baik dan benar. Itu adalah buku yang dibeli Keith dari dalam toko misi sebelumnya. Baguslah cetak biru itu diterima sehingga mereka bertiga tidak diusir ke luar dari akademi.


"Sama-sama. Aku juga senang bekerja sama denganmu," jawab Kino sedikit tersenyum. "Bolehkah aku pergi?"


"Tentu saja, kamu boleh pergi setelah menjawab beberapa pertanyaan dariku." Senyuman Greyworth terlihat berbahaya dan menyebalkan ketika mengatakannya.


Kino dapat merasakan bahaya ketika Greyworth mengatakan hal tentang itu. Dia masih mempertahankan wajahnya yang memiliki senyuman kecil sebagai tanda sopan santun dan keramahtamahan, tetapi di dalam hatinya cukup merasa sebal dengan Greyworth terlebih lagi pasa pertanyaan yang mungkin menyebalkan.


Wajah Greyworth berubah serius ketika dia berkata, "Temanmu itu telah membuat banyak kegaduhan karena memiliki tiga kontrak roh. Beritahu aku tentang apa saja yang kamu ketahui tentang temanku itu."


"Bahkan jika kamu menyuruhku untuk membuka mulut tentangnya, tidak banyak yang aku ketahui tentangnya. Aku adalah seorang pengembara sebelumnya dan baru bertemu dengannya beberapa hari yang lalu sebelum kami pergi ke akademi ini untuk meningkatkan kemampuan bertarung kami dalam penggunaan roh. Tidak ada yang bisa aku ceritakan tentang dia," jawab Kino.


"Begitu, sayang sekali karena aku tidak bisa mengetahui asal-usulnya. Aku juga tidak ingin terlalu menekannya dan membuat dia pergi. Membuatnya kontrak dengan tiga roh sekaligus tidak terlalu biasa terjadi di sini." Greyworth memejamkan matanya selama beberapa waktu sebelum kembali membuka matanya, dan bertanya, "Kemudian aku ingin tahu, apakah kamu ini adalah seorang pria?"


Meskipun Kino adalah perempuan, tubuh Kino memang tampak seperti bocah. Belum lagi pakaiannya yang sama sekali tidak feminim menambahkan kesan bahwa dia adalah bocah. Tidak aneh bila beberapa dari mereka menganggap Kino sebagai bocah.


"Tidak, aku perempuan."


Kino sendiri tidak terlalu mempermasalahkan tentang dirinya yang dianggap sebagai bocah. Salah satu hal yang dipermasalahkan, adalah bila dia tidak bisa mandi ketika berada di sebuah negeri dalam pengembaraannya. Tampaknya dia masih memiliki sisi feminim bagaimanapun juga.


"Oh, maaf sudah menanyakan itu. Kamu boleh pergi. Juga jika kamu ingin, kamu bisa mengatakan pada Ellis untuk memberimu setelah perempatan sama seperti lainnya."


"Terima kasih." Dengan kata-kata itu, Kino berbalik dan menemui Keith berdiri di belakangnya. Tanpa memperdulikan orang ini, Kino langsung menuju pintu dan keluar.


•••••


—Keith PoV—


Fiuh, untung saja negosiasi ini berjalan lancar. Mereka bertiga bisa lanjut bersekolah dan aku lanjut bersantai-santai. Jika mereka gagal mereka tidak akan mendapatkan penalti atau hukuman, tetapi itu akan merugikanku karena tidak mendapatkan penghasilan dan malah menjadi kerugian. Yah, tidak masalah juga karena misi sisanya bisa diselesaikan tanpa harus berada di dalam akademi. Hanya saja akan lebih sulit dilakukan ketika tidak dalam lingkup  akademi ini


Kino tiba-tiba berhenti, dan bertanya, "Jadi, ada apa kamu menghampiriku?"


Saat ini kami sedang berjalan di lorong-lorong akademi tanpa adanya siswi lain di sini. Tidak kusangka dia berani berkata padaku di tempat umum. Maksudku, jika ada yang mendengar ini mereka akan menganggap bahwa Kino berbicara sendiri.


"Tidak ada hal penting. Aku hanya ingin melihat pada progres kalian dalam menjalankan misi. Sepertinya, tidak ada yang perlu aku khawatir pada apa yang kalian kerjakan," jawabku sambil tersenyum ramah.


"Hmm… seperti itu, ya." Dia sekarang terlihat datar. "Aku juga tidak peduli tentang apa yang kamu kerjakan, tapi tetap saja penasaran. Apakah kamu memiliki pekerjaan di dunia ini?"


"...."


"Tugas utamaku sebagai pengawas hanya mengawasi kalian dalam menjalani misi. Selebihnya, aku menganggur dan melatih teknik pengendalian Ki."


Mata Kino sedikit bersemangat dengan perbedaan yang hampir tidak bisa dilihat. "Ajari aku."


"Dengan senang hati."