
Sehari telah berlalu sejak mereka masuk ke dalam akademi. Berbeda dengan ketiganya, Keith tidur di luar ruangan, namun udara dingin tidak mengganggunya. Terlebih lagi, tubuhnya memang tidak terpengaruh oleh udara dingin. Semalaman dia melatih Ki atau energi dalam miliknya. Bahkan dalam animenya sendiri, Keith memiliki kontrol sihir buruk karena jumlah sihir yang terlalu banyak di dalam tubuhnya. Dia perlu melatih ini untuk penggunaan yang lebih efisien.
Kembali fokus pada mereka bertiga. Karena hanya ada satu ranjang, maka Miko dan Rikka tidur bersama di satu tempat itu, sedangkan Kino di atas sofa. Bukan tempat yang bagus untuk destinasi liburan, tetapi mau bagaimana lagi karena mereka tidak membawa banyak uang. Lebih buruknya lagi, mereka tidak membawa pakaian tidur dan tetap memakai seragam mereka ketika tidur di sana. Pengalaman yang cukup buruk untuk dilakukan.
Saat ini adalah pagi hari, di mana mereka akan pergi ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Mereka telah mendapatkan beberapa potong seragam yang lumayan untuk digunakan sebagai pakaian ganti. Ketiganya bisa sedikit lebih nyaman dari pada memakai pakaian yang sama dengan dipakai selama seharian kemarin.
Miko dan Rikka memakai pakaian yang sudah tepat, yaitu seragam siswi dari Akademi Roh Areishia, namun Kino sedikit aneh. Alih-alih memakai pakaian siswi mereka berdua, dia justru memakai pakaian pria sama seperti milik Kamito Kazehaya.
"Kenapa kamu mendapatkan setelan yang berbeda?" tanyan Miko.
"Entah. Aku sendiri tidak meminta untuk mendapatkan seragam ini," jawaban singkat Miko.
"Kita mendapatkan kelas Raven (/= gagak), bukan?" tanya Rikka Takanashi untuk memastikannya.
"Itulah yang dikatakan Ellis," balas Kino. "Katanya, kelas Raven adalah kelas bermasalah. Itu adalah kelas paling rendah di antara semua kelas. Kita hanya pendatang tanpa undangan di tempat ini, jadi wajar saja jika kita hanya diberikan tempat paling rendah, bukan hanya di kelas, tetapi juga tempat tinggal. Aku tidak akan terkejut jika kita diterima di sini hanya untuk formalitas dan memanfaatkan kita."
"Apakah kamu berpikir jika di dalam sana akan kacau dengan bangku dan kurus berlubang, murid-murid yang tidak peduli gurunya, dan tempat-tempat yang hangus terbakar?" ucap Miko.
"Jangan lupakan atap yang bocor," tambah Rikka.
"Aku tidak mengatakannya sampai separah itu."
"Hehehe, gagak hitam berselimut malam…. Ini akan cocok dengan gambaranku sebagai ratu dari kejahatan!" Darah Rikka mendidih dalam semangat ketika dia memikirkan tentang apa yang akan dilakukan di sana.
"Tolong jangan mengatakan sesuatu yang ada aneh. Aku merasa minder jika memiliki adik seperti itu," kata Miko.
Miko Yotsuya mengatakan bahwa Rikka adalah adiknya sebagai penyamaran. Jadi selama mereka berada di lingkungan ini, Rikka akan memilih nama Yotsuya sama seperti Miko atau sebaliknya. Miko akan mendapatkan cipratan kesan dari apa yang dilakukan Rikka, maka dari itu dia tidak ingin Rikka berbuat yang aneh-aneh selama di lingkungan ini.
"Apa? Tidak apa-apa, bukan? Kita sudah ada di dunia pedang dan sihir, bukan masalah jika sedikit lebih bergaya," argumen Rikka.
Mereka bertiga masuk ke dalam kelas setelah melalui beberapa perjalanannya panjang di dalam gedung besar ini. Untung saja mereka bisa datang tepat waktu sebelum pelajaran dimulai meski harus tersesat beberapa kali. Cukup beruntung sebagai pemula dalam melakukan perjalanan di tempat yang membingungkan.
Di dalam ruang kelas, mereka bertiga mengabaikan semua orang di dalam sana dan langsung menuju ke bangku paling belakang, lalu duduk tanpa mempedulikan semua orang yang ada di sana. Beberapa putri bangsawan yang ada di sana sempat memperhatikan mereka bertiga dengan perasaan heran karena ini adalah pertama kalinya mereka melihat ketiga orang ini. Semua orang di sini bisa menduga bila ketiganya adalah murid pindahan karena tidak datang di hari-hari tahun-tahun ajaran baru, namun tidak ada yang mempermasalahkan tentang itu.
•••••
"Namaku adalah Freya Grandol. Aku yakin kalian telah mengetahui namaku," ucapan Freya membuat siswi-siswi sana memperhatikan dia karena mengulangi perkenalan yah padahal mereka sudah diketahui. "Namun meski kalian sudah kenal denganku, beberapa murid baru itu masih belum mengenaliku, benar?" Tatapan matanya tertuju pada ketiga anggota grup yang duduk di paling belakang. "Sekarang, bisakah kalian memperkenalkan diri di depan kelas?"
'Haruskah!' teriak mereka bertiga di dalam hati.
Tidak bisakah guru ini melewatkannya perkenalan yah tidak penting dan langsung menuju ke pelajarannya saja? Kurang lebih seperti itulah poin yang mereka miliki di dalam benak masing-masing. Tidak menyenangkan sebagai rakyat jelata di antara para bangsawan. Mereka sudah tertekan karena memiliki tempat asrama seperti itu, kali ini mereka perlu berbicara di depan semua putri bangsawan. Ini cukup mengintimidasi mereka bertiga.
Seakan-akan mereka memiliki pilihan untuk menolak. Perkataan dari guru mereka adalah perintah dan bukan permintaan atau penawaran untuk perkataan ini. Meskipun dengan enggan, mereka bertiga tetap maju ke depan kelas dengan banyak mata yang tertuju pada pergerakan mereka bertiga.
Kino berdiri di depan kelas dan berkata, "Namaku adalah Kino, hanya Kino."
Para siswi mulai berbisik ketika melihat Kino memperkenal di depan kelas.
"Eh, apakah dia pengguna roh pria?"
Yah, Kino memang memakai seragam pria yang seharusnya tidak ada. Tentu saja dia sebenarnya adalah seorang gadis, hanya saja penampilannya sedikit maskulin dengan kebiasaannya berpetualang ke berbagai tempat.
"Dia terlihat menyeramkannya dengan mata yang datar."
Yah, Kino tidak terlalu peduli sekitarnya dan hanya melakukan apa yang perlu dilakukan. Kecuali ada sesuatu yang menarik, dia tetap akan menjadi datar. Sebenarnya semua orang juga akan bersikap datar jika tidak ada yang menarik bagi mereka.
Mata Kino memandang ke bawah pada tubuhnya sebelum menjawab, "Aku adalah perempuan. Mengapa aku memakai seragam ini, jangan tanya aku. Tanya saja Jajaran Ksatria Sylphid karena mereka yang memberikan seragam ini."
Setelah perkenalan yang singkat itu, Kino mundur beberapa langkah di depan kelas. Dia mempersilahkan dua lainnya untuk memperkenalkan diri sama seperti dirinya. Setidaknya karena Kino telah memperkenalkan dirinya, mereka berdua menjadi lebih santai dan lebih percaya diri untuk melakukan perkenalan, tidak seperti sebelumnya ketika merasa gugup.
Miko Yotsuya maju beberapa langkah sebelumnya berucap, "Miko Yotsuya, panggil saja Miko. Kemudian …." Miko memanggil ketiga roh miliknya, kemudian tiga roh itu muncul mengelilingi tubuhnya. "Mereka bertiga adalah roh kontrak milikku. Aku tidak memberikan nama yang rumit untuk mereka. Serigala ini kupanggil Okuri-san, Rubah dengan nama Kitsuna, dan kucing ini Nekomata. Aku harap kita bisa akrab." Dia sedikit tersenyum pada mereka semua menunjukan keramahannya.
Semua siswi termasuk Freya-sensei terkejut ketika melihat Miko bisa memanggil dan membuat kontrak dengan tiga roh sekaligus. Jumlah kontrak ini terbilang lumayan banyak dibandingkan Claire Rouge atau Rinslet Laurenfrost yang hanya memiliki satu kontrak roh.
Setelah perkenalan singkat, Miko mundur dan mempersilahkan Rikka.
"Panggil saja aku Rikka! Aku akan menjadi pengguna roh terhebat dengan latihan keras di akademi ini. Mohon bantuannya!" perkenalan yah cukup meriah dari Rikka.